Aku, Dunia, dan Akhiratku…

hnwSebelum melakukan kampanye nasional selaku calon anggota legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa, Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyempatkan diri bersilaturahim ke kediaman budayawan Emha Ainun Nadjib di kawasan Patangpuluhan.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut, Hidayat dan Cak Nun, panggilan akrab Emha, membincangkan situasi politik saat ini. Cak Nun memprihatinkan kondisi saat ini karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga politik sangat rendah. Cak Nun mengusulkan seharusnya kampanye di tempat ibadah tidak dilarang karena dengan berkampanye di tempat ibadah, para juru kampanye jadi tidak mudah berbohong.

“Kalau mereka berbohong kualat nanti,” kata Cak Nun dengan nada bercanda. Jika kampanye dilakukan di lapangan, lanjut Cak Nun, juru kampanye tidak ada beban untuk mengumbar janji dan berbohong, sehingga ketika mereka terpilih nanti akan mudah lupa dengan janji-janji saat kampanye.

caknunCak Nun berharap, PKS tetap konsisten dengan prinsip-prinsip yang dipegang selama ini, sembari terus mengembangkan pergaulan dengan masyarakat luas. Sementara itu, Hidayat Nurwahid mengajak Cak Nun untuk ikut mengkampanyekan agar masyarakat tidak Golput.

Hidayat menyatakan, mereka yang berniat untuk golput sesungguhnya adalah orang-orang baik yang kecewa dengan kondisi politik saat ini. Mereka kecewa dengan kualitas anggota DPR, yang bukannya membela rakyat tapi justru banyak yang ditangkapi KPK.

Mantan Presiden PKS itu mengaku bisa memahami alasan mereka, namun kalau orang-orang baik itu memilih golput maka nanti yang akan terpilih adalah orang-orang yang tidak berkualitas.

Pemilu, lanjut Hidayat, seharusnya dijadikan sarana untuk menghukum para anggota legislatif yang telah mengecewakan rakyat. “Caranya dengan tidak memilih mereka lagi,” kata Hidayat Nurwahid.

Hidayat Nurwahid merupakan caleg nomor urut satu PKS di daerah pemilihan Jateng V yang meliputi Kota Surakarta (Solo) serta Kabupaten Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali.

Ketua MPR itu akan bertarung memperebutkan kursi DPR RI dengan sejumlah tokoh dari partai lain seperti Puan Maharani dan Aria Bima (PDIP), mantan pebulutangkis Icuk Sugiarto (PPP), artis Tamara Geraldine (PDS), aktivis perempuan Dita Indah Sari (PBR), serta Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi.

Sumber : http://www.tvone.co.id/pemilu2009/capres/view/9658/2009/03/17/hidayat_nur_wahid_temui_cak_nun_sebelum_kampanye

Comments on: "Hidayat Nur Wahid Temui Cak Nun Sebelum Kampanye" (1)

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Gimana caranya mas, sedangkan negara kita bukan negara islam tapi republik yang terdiri dari banyak ragam; ras, agama, budaya, adat dll. Dan apakah nabi pernah mengajarkan seperti itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: