Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Archive for the ‘Israel’ Category

Netanyahu Menentang Penghentian Senjata Nuklir

Barack Obama Perdana Menter Israel Nenyatahu menunda kunjungan ke Washington, yang direncanakan akan berpartisipasi dalam konferensi keamanan senjata nuklir, yang diselenggarakan Presiden Obama, ujar seorang pejabat Israel.

Sementara itu, Menteri Energi dan Atom, Dan Meridor, dijadwalkan akan menggantikan Netanyahu dalam konferensi keamanan nuklir itu.

Obama mengundang Netanyahu bersama dengan 40 negara lain, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan penghentian penyebaran senjata nuklir, yang dikawatirkan akan jatuh ke tangan teroris. Mestinya, Netanyahu dijadwalkan Senin petang telah tiba di Washington, mengambil bagian dalam konferensi itu.

Menurut seorang pejabat diIsrael, penangguhan kunjungan Netanyahu ke Washington, dan menolak berpartisipasi dalam konferensi itu, kawatir terhadap negara-negara Islam, seperti Mesir dan Turki, di mana Israel dipaksa untuk menandatangani perjanjian penghentian penyebaran senjata nuklir (Non-Proliferation Treaty – NPT).

Negara-negara Arab dan Islam, menginginkan agar kawasan Timur Tengah menjadi kawasan bebas nuklir. Israel tetap menolak menandatangani perjanjian proliperasi nuklir, karena memang Israel telah memiliki arsenal nuklir, yang hulu ledaknya sudah mencapai ratusan.

Gedung Putih sudah mengkonfirmasikan bahwa Netanyahu tidak akan hadhir dalam pertemuan itu, dan digantikan oleh Dan Meridor. “Selamat datang kepada Meridor, yang akan mewakili Israel dalam konferensi ini”, ujar MIke Hammer, yang menjadi juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS.

Sebanyak 189 negara telah menandatangani perjanjian Non-Proliperasi Nuklir, kecuali Israel, India, Pakistan, dan Korea Utara.

Sebenarnya langkah Obama menyelenggarakan konferensi ini, tak lain, kekawatiran AS, akan penyebaran senjata nuklir, khususnya di negeri-negeri Muslim, yang dapat menjadi ancaman keamanan bagi Israel, seperti Iran, dan Pakistan, yang sangat membahayakan keamanan Israel.

Sumber : http://eramuslim.com/

Hamas Membantah Gencatan Senjata dengan Israel

hamasx2Salah seorang pimpinan Hamas – Ismail Ridwan menolak dan membantah sebuah laporan yang di publikasikan di Cina pada Kamis yang lalu yang mengatakan bahwa Hamas telah mendekati kepada suatu gencatan senjata dengan Zionis Israel.

Kantor berita Cina mengutip sumber yang dekat dengan Hamas yang menyatakan bahwa mediator Mesir Kamis yang lalu mengatakan kepada mereka bahwa Hamas siap untuk melakukan negoisasi gencatan senjata sementara dengan Zionis Israel dengan syarat Zionis Israel menghentikan serangan terhadap anggota-anggota Hamas di jalur Gaza.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa Hamas diharapkan untuk mengumumkan gencatan senjata pada hari Jumat ini.

Ismail Ridwan mengatakan kepada Ma’an lewat telepon bahwa laporan tersebut tidak semuanya benar dan ia menambahkan bahwa setiap gencatan senjata harus mencakup pembukaan semua jalur penyeberangan, serta membuka semua pengepungan di seluruh Gaza dan penghentian serangan Israel terhadap warga sipil.(fq/mna)

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/hamas-bantah-laporan-tentang-gencatan-senjata-dengan-israel.htm

AS Membuat Al Quran Palsu di Timur Tengah

fake_quranAl Quran palsu baru saja beredar di Timur Tengah. Qur’an palsu ini dicetak oleh dua perusahaan Amerika dengan embel-embel “True Furqon” atau Furqonul Haq.

Al Qur’an yang telah bertahan lebih dari 1400 tahun keasliannya, seperti yang kita tahu, adalah kitab suci umat Islam. Berbeda dengan Bibel umat Kristen, Qur’an tdaik punya versi apapun, walaupun dalam berbagai terjemahan, termasuk Al Qur’an yang diterjemahkan oleh para orientalis. Yang dimaksud kaum Orientalis di sini adalah para ilmuwan Kristen yang mempelajari Islam dan Qur’an, dengan niat untuk menjatuhkannya.

Qur’an dan terjemahannya yang beredar selama ini mempunyai 114 surat atau bagian, sedangkan True Furqon yang diklaim sebagai “Al Qur’an Abad 21” hanya mempunyai 77 surat, termasuk surat “Al-Fathihah, Al-Jana dan Al-Injil.”

Surat-surat di dalam True Furqon tidak dimulai dengan “Bismillah” sebagaimana Al qur’an kecuali surat tertentu. Yang ada setiap surat dimulai dengan kepercayaan Kristen menyangkut konsep Trinitas. Al Qurqan mempunyai 366 halaman yang memakai huruf Arab dan terjemahan, untuk saat ini, bahasa Inggris. True Furqon juga banyak bertentangan dengan kepercayaan Islam. Salat satu ayatnya bahkan menyatakan bahwa poligami dilarang, perceraian diharamkan dan memuat pembolehan sistem perbankan.

True Furqon yang dijual dengan harga $3 AS mengatakan bahwa jihad sebagai sesuatu yang haram dan dilarang. Yang paling membuat heboh adalah hal ini ditemukan oleh MILF (Moro Islamic Liberation Front). Jadi kemana saja bangsa Arab selama ini? (sa/mb)

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/al-quran-palsu-beredar-di-timur-tengah.htm

Yang Paling Ditakuti AS Saat ini: Al Qaida dan Iran

alqaSenjata makan tuan, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa takutnya AS pada kelompok al-Qaida. Karena kelompok al-Qaida dibentuk oleh AS sendiri saat menghadapi Uni Soviet di Afghanistan.

Dalam laporan tahunanannya, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan sejumlah kelompok yang dianggap sebagai ancaman teror bagi AS dan sejumlah negara yang dituduh menjadi sponsor kegiatan-kegiatan terorisme.

Laporan itu menyebutkan bahwa Al-Qaida adalah kelompok yang paling membahayakan bagi negara AS karena AS melihat indikasi bahwa potensi al-Qaida makin kuat dibandingkan sebelum melakukan serangan 11 September 2001 ke AS.

“Al-Qaida tetap menjadi ancaman teroris terbesar bagi AS dan sekuru-sekutunya, meskipun dari sisi struktur al Qaida sudah melemah dan dukungan publik pun sudah berkurang,” demikian laporan Deplu AS. Tapi AS mengingatkan bahwa al-Qaida membangun kembali kekuatannya terutama dari sisi operasional di perbatasan-perbatasan Afghanistan-Pakistan. Untuk membangun kembali kekuatannya itu, menurut laporan tersebut, al-Qaida mengganti pimpinan-pimpinan kuncinya dan memperbaharui pimpinan-pimpinan puncaknya yang selama ini menempati “posisi sentral” dalam jaringan al-Qaidah.

“Sejak serangan 11 September, al-Qauda dan sekutu-sekutunya pindah tempat dari Afghanistan ke Pakistan dan membangun kekuatan di sana. Pakistan menjadi tempat yang aman bagi al-Qaida untuk bersembunyi, melatih para teroris, berkomunikasi dengan para pengikutnya, merencanakan serangan dan mengirimkan pasukannya ke Afghanistan,” tulis laporan itu.

Para pakar terorisme di AS mengklaim bahwa serangan-serangan yang terjadi di Pakistan meningkat dua kali lipat pada tahun 2007, dari 890 serangan menjadi 1.839 insiden serangan sepanjang tahun 2008 kemarin. Serangan-serangan itu menyebabkan jumlah korban juga meningkat dari 1.340 orang pada tahun 2007 menjadi 2.293 orang pada tahun 2008.

“Dari angkanya saja terlihat adanya eskalasi kekerasan, yang membuat kami sangat prihatin,” kata kordinator anti-teroris, Ronald Schlicher.

Para pakar anti-terorisme di AS tidak menyebutkan serangan-serangan AS di perbatasan Pakistan yang juga telah menelan korban jiwa di kalangan rakyat sipil. Serangan itu dilakukan pasukan AS di Afghanistan dengan alasan memburu para anggota al-Qaida dan Taliban yang bersembunyi di Pakistan.

Dalam bagian lain laporan tahuan Deplu AS, disebutkan bahwa Iran, Suriah, Sudan dan Kuba adalah negara-negara yang menjadi sponsor berbagai aktivitas terorisme.  (ln/YN/AFP)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yang-paling-ditakuti-as-saat-ini-al-qaida-dan-iran.htm

Obama dan Netanyahu: Duet Pemimpin Baru

MIDEAST ISRAEL OBAMAKetika Israel merayakan Yom Ha’atzmaut kemarin, Barack Obama baru saja menyelesaikan 100 hari pertamanya sebagai presiden AS. Dalam masa singkat, hanya tiga bulan lebih beberapa hari, semua wajah Obama telah demikian terbuka. Yang pasti yang sudah ia nyatakan dengan begitu gamblang adalah bahwa “Obama berdiri di belakang Israel”, sekaligus juga merupakan refleksi tekanan dari berbagai pihak.

Tekanan ini berasal dari mereka yang jelas merupakan rekanan Israel. Zbigniew Brezinski, sebagai contoh, ingin Obama mendeklarasikan secara resmi, “Inilah kepemilikan, dan untuk inilah (AS) ada.”

Jeremy Ben-Amis, dari J Street, lebih taktis lagi. Ia mengatakan bahwa tujuan Obama adalah dukungan politik terhadap komunitas Yahudi. Inilah yang juga disampaikannya ketika Benjamin Netanyahu baru genap 30 hari menjabat sebagai perdana menteri Israel.

Secara keseluruhan, bagi orang-orang Yahudi, rating Obama tidak jauh lebih buruk daripada George W. Bush dan Bill Clinton dalam 100 hari pertama mereka. Banyak kalangan menilai Obama terlalu lembek dalam berbagai hal, misalnya dalam merespon isyu fasis dan sosial, hingga Obama dituding tengah membangun sebuah “kamp interniran” untuk musuh-musuhnya di AS. Pers AS terutama ramai memberitakan hal ini.

Kenyataan bahwa Obama mewarisi krisis ekonomi dan juga rawa perang Iraq-Afghanistan ternyata hanya semakin mendekatkannya pada Israel, bahkan dengan secara terang-terangan. Obama secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas hari merdeka Israel, dua hari lalu, dan itu artinya Obama menutup pintu realita bahwa Israel adalah sebuah bangsa penjajah dan atau Palestina berhak atas tanahnya kembali.

Sementara itu, di Israel, Netanyahu tengah tenggelam dalam proyek negosiasi berat sebelah akan konsep dua negara dengan Palestina, yang jelas tidak akan pernah bisa menerimanya sampai kapanpun. Netanyahu menginginkan kendali pemerintahan atas Palestina, sungguh sesuatu yang tak berprikemanusiaan.

Jadi, ketika pejabat Israel menghitung 100 hari pertama Obama yang dinilai Yahudi memuaskan, dan para pembuat kebijakan AS mengagumi 30 hari kerja Netanyahu, inilah yang terjadi:

Pertama, AS adalah sekutu dekat Israel karena kedua negara sama berbagi nilai dan kepentingan. Semua pihak yang berkepentingan saling mempertahankan apa yang sudah terbina sebelumnya, walau sebenarnya kepentingan AS dan Israel belum tentu identik sama persis. Kedua, AS dan Israel mendukung pemerintah bersama Palestina tanpa melibatkan Hamas. Karena Hamas akan selalu berkomitmen bahwa konsep dua negara sama sekali tidak ada dalam agenda mereka.

Obama telah mendeklarasikan bahwa “Keamanan Israel itu sangat keramat,” dan “AS adalah partner Israel yang konsisten dan kuat.” Mereka yang meragukan sumpah Obama ini jelas terlihat bukanlah sekutu Israel, dalam bentuk apapun. (sa/jp)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/obama-netanyahu-duet-pemimpin-baru.htm

Saperstein: Sang “Rabbi Obama”

sapersteinKetika Rabbi David Saperstein diangkat menjadi penasihat Gedung Putih untuk urusan keagamaan, segera saja ia dipanggil sebagai “Rabbi Obama”.

Saperstein, tampaknya berhati-hati dengan definisi. Ia sudah 30 tahun menjalani profesi sebagai rabbi Yahudi dan Newsweek mendapuknya sebagai rabbi papan atas di AS.

Saperstein mengatakan bahwa Israel dengan As memang mempunyai hubungan yang sangat penting.

“Jika saudara saya melakukan sebuah kesalahan yang saya pikir akan mencelakakan mereka, maka saya tentu akan memperingatkan mereka, walaupun mereka sudah dewasa.” ujarnya perihal itu. “Anda tidak bisa dibilang mencintai seseorang jika Anda tetap diam ketika melihat suatu hal. Jika Anda adalah pendukung Israel, maka Anda harus setuju dengan semua kebijakan Israel.”

Saperstein menambahkan bahwa semuanya akan jauh lebih efektif jika orang-orang Yahudi di AS yang tak setuju dengan kebijakan kependudukan, tidak setuju dengan posisi pemerintah, setidaknya mendukung AIPAC, sebuah institusi pemerintah AS yang menyokong Yahudi habis-habisan.

Saperstein menjamin bahwa hubungan AS dengan Israel akan baik-baik saja, walau mungkin ada sedikit tensi di antara mereka. “Tak akan ada kebijakan yang akan membahayakan atau merugikan Yahudi,” yakinnya. Saperstein memberikan contoh misalnya pernikahan sesama jenis yang kini sedang marak di AS. ia menegaskan Yahudi mendukung persamaan hak hidup antara lelaki dan perempuan.

Demikianlah Obama, di kirinya, ada Emannuel Rahm kepala staf Gedung Putih, dan di kanannya ada Saperstein, seorang rabbi Yahudi. Apapun kebijakan yang diambil Obama, rasanya tak akan jauh-jauh dari kepentingan kanan dan kirinya.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/saperstein-sang-rabbi-yahudi-penasihat-obama.htm

Uni Emirat Arab, Negara Pengimpor Senjata Terbesar di Dunia

uaeUni Emirat Arab ternyata menjadi negara pengimpor senjata ketiga terbesar di dunia. Ini terungkap dari hasil riset Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang dirilis Senin (27/4).

Dari hasil risetnya SIPRI menyatakan ada trend yang mengkhawatirkan berupa meningkatnya jumlah impor senjata di kawasan Timur Tengah. “Selama lima tahun belakangan ini, kami melihat kawasan Timur Tengah sebagai wilayah utama yang membeli sistem persenjataan konvensional,” kata Pieter Wezeman, peneliti di SIPRI.

“Masih ada trend yang mengkhawatirkan di kawasan itu, yang dikelilingin oleh berbagai potensi konflik dan terbatasnya transparansi dan kepercayaan antara pemerintahan di kawasan,” sambung Wezeman.

Laporan terbaru SIPRI menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab menguasai enam persen impor senjata di dunia antara tahun 2004-2008. Jumlah impor senjata Uni Emirat Arab menyamai jumlah impor senjata negara Korea Selatan. Dua negara pengimpor senjata terbesar lainnya adalah China dan India yang menguasai 11 persen pasar impor.

Impor senjata yang dilakukan Uni Emirat Arab terhitung sangat cepat dalam kurun waktu tersebut, karena pada tahun 1999-2003, Uni Emirat masih berada di posisi ke-16 negara pengimpor senjata terbesar di dunia. Melesatnya Uni Emirat Arab ke posisi ke-3, menurut SIPRI, menunjukkan adanya perubahan yang paling signifikan dalam survei terbaru SIPRI di sektor perdagangan persenjataan dan peralatan militer di seluruh dunia.

Riset SIPRI juga menunjukkan adanya peningkatan transfer senjata antara tahun 2004-2008 yang jumlahnya 21 persen lebih besar dibandingkan periode tahun 1999-2003. Khusus transfer senjata ke kawasan Timur Tengah, jumlahnya meningkat hingga 38 persen dibandingkan lima tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah pengiriman senjata juga terjadi ke wilayah-wilayah konflik seperti Aghanistan, Pakistan dan Israel.

Dari hasil survei SIPRI, negara AS masih menjadi pemasok senjata dan peralatan perang terbesar di dunia. AS menguasai 31 persen ekspor senjata di seluruh dunia, diikuti Rusia yang menguasai 25 persen pasar ekspor dan Jerman sebesar 10 persen.

Masih menurut laporan SIPRI, antara tahun 2004-2008, AS mengekspor 37 persen persenjataannya ke wilayah Timur Tengah. Dari data SIPRI, keyakinan bahwa konflik di berbagai negara sengaja diciptakan atau dipelihara oleh negara-negara maju yang berkepentingan dengan bisnis senjata dan militernya, bisa jadi ada benarnya.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/uni-emirat-arab-negara-pengimpor-senjata-terbesar-di-dunia.htm

50 Persen Orang Amerika Ganti Agama

gereja-amerikaSeparuh atau 50 persen orang Amerika, mengalami perubahan afiliasi agama yang mereka bawa dari kanak-kanak, dan mengalami perubahan ketika menginjak dewasa. Gambaran yang mengejutkan ini dilansir oleh lembaga riset Pew Forum on Religion and Public Life. Dan, dialami oleh penganut Katolik dan Protestan.

Mereka meninggalkan agama yang diajarkan kepada mereka ketika kanak-kanak itu. Hasil survei yang dilakukan Pew tahun 2008 itu, memberikan gambaran dari pandangan dan praktik agama 35.000 orang Amerika, yang difokuskan kepada pangikut Katolik dan Protestan. Penilitian itu menggambarkan sudah banyak pengikut Katolik dan Protestan  yang tidak rajin dan aktif pergi ke Gereja. Juga kelompok Yahudi, berhenti mengunjungi Sinagoge. “Semakin banyak orang Yahudi yang meninggalkan agama dan identitas Yahudi’, ujar Cohen kepada Jerusalem Post.

Sementara itu, 46 persen pengikut Katolik di Amerika sudah tidak lagi pergi ke Gereja. Selebihnya, ada diantara penganut Katolik yang pindah ke Protestan, dan agama-agama lainnya. Perubahan-perubahan agama ini, salah satu diantaranya adalah karena pengaruh dari perkawinan antara penganut agama. Tapi, banyak diantara mereka yang tidak menganut agama apapun, alias menjadi athies. Kecenderungan di Barat, menyusutnya pemeluk agama, tak lain karena budaya materialisme yang semakin kuat, dan tidak lagi manusia terikat dengan agama mereka sebagai sebuah keyakinan.

Inilah yang sekarang terjadi di Amerika dan negara-negara Barat lainnya, yang meningalkan agama mereka, akibat semakin jauhnya pengaruhnya agama dalam kehidupan, karena pengaruh materialisme semakin menonjol. Agama tidak lagi menjad faktor yang determinan dalam kehidupan masyarakat. Kelompok Yahudi juga mengalami penurunan dari 1.8% penganut Yahudi, kini tinggal 1.2%. Mereka tak tertarik lagi dengan Sinagoge.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/50-persen-orang-amerika-ganti-agama.htm

Netanyahu Takuti Konferensi Durban

1netahyahoo

Konferensi Durban II yang sedang diselenggarakan di Swiss ternyata tak urung membuat Israel blingsatan juga. Tak kurang dari Perdana Menteri Israel yang baru terpilih, Benjamin Netahyahu, ketar-ketir dan angkat suara. “Semua tamu kehormatan konferensi (Durban) adalah para pengingkar Holocaust!” ujarnya keras dalam pertemuan kabinetnya tadi pagi (20/5). Netanyahu juga memberikan selamat kepada negara-negara yang memilih untuk memboikot konferensi ini.

Netanyahu mengatakan bahwa ia telah bekerja sama dengan Prancis untuk menyantuni korban keluarga Holocaust dengan jumlah total sebesar $4,76 juta setelah sebelumnya diberikan $2,4 juta. “Saya gembira bahwa kita bisa melakukan ini. Sekarang, Israel menjadi jaminan buat eksistensi dan keamanan orang Yahudi.” imbuhnya.

Konferensi Durban II memang disinyalir amat membahayakan Yahudi karena membicarakan agenda utama soal rasisme. Yahudi menyebutnya sebagai sikap anti-Semit. Tak urung, kaum Yahudi internasional sudah berusaha memanas-manasi PBB untuk tidak terlibat dalam konferensi ini dengan mengatakan bahwa konferensi ini hanya merendahkan martabat PBB belaka.

Sedangkan Barack Obama, presiden AS, mengatakan bahwa konferensi Durban adalah sebuah pertemuan munafik dan gerakan melawan Israel. Obama sudah jauh-jauh hari memutuskan memboikot Durban II.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/netanyahu-takuti-konferensi-durban.htm

Israel Sesumbar Akan Serang Iran Dalam Hitungan Hari atau Jam

iran5Laporan-laporan tentang rencana serangan rezim Zionis Israel ke fasilitas-fasilitas nuklir Iran terus mengemuka. Surat kabar Times mengutip seorang pejabat senior pertahanan Israel yang mengungkapkan bahwa begitu pemerintah memberi lampu hijau, militer Israel akan melakukan serangan massif ke Iran dalam hitungan hari.

Menurut pejabat tadi, Pasukan Pertahanan Israel akan mengambil setiap langkah untuk bersiap diri untuk sewaktu-waktu menggelar apa yang mereka sebut sebagai “serangan yang beresiko.”

“Israel ingin memastikan, jika militernya diberi lampu hijau, mereka bisa menyerang Iran kapan saja, dalam hitungan hari bahkan jam setelah perintah dikeluarkan. Mereka membuat berbagai persiapan untuk setiap kemungkinan. Pesan yang ingin kami sampaikan pada Iran adalah bahwa ancaman kami bukan sekedar kata-kata,” kata sumber tersebut.

Sebagai persiapan mengglear “serangan udara massif” ke Iran, Israel sudah melengkapi diri dengan tiga pesawat tempur Airborne Warning and Control (AWAC) dan misi-misi regional sebagai upaya untuk menstimulasi serangan. Komando Front Nasional Israel juga mengumumkan agenda memobilisasi kekuatan militer dalam latihan militer terbesar yang pernah dilakukan Israel pada tanggal 2 Juni mendatang. Rakyat Israel juga sudah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan balas dendam yang akan diterima Israel.

Times dalam laporannya menyebutkan, target utama serangan Israel ke Iran adalah fasilitas pengayaan uranium di kota Natanz dan reaktornya di kota Arak, serta pusat produkasi bahan bakar nuklir di Isfahan.

Israel dilaporkan sudah melakukan latihan perang sejak satu tahun lalu untuk menghadapi kemungkinan perang dengan Iran, mengingat jarak Israel ke Iran yang cukup jauh. Surat kabar New York Times dalam laporannya di bulan Juni tahun 2008 menyebutkan bahwa Israel pada awal bulan Juni telah melakukan latihan perang yang diduga sebagai persiapan perang Israel ke Iran. Latihan itu digelar di timur Mediterania dan Yunani dengan melibatkan lebih dari 100 pesawat tempur Israel jenis F-16 dan F-15, helikopter tempur bahkan tank-tank pembawa bahan bakar.

“Kami tidak mau melontarkan ancaman pada Iran tanpa menyiapkan dukungan kekuatan militer. Israel sudah melakukan persiapan untuk menunjukkan bahwa Israel siap bertindak,” tulis Times mengutip seorang sumber intelejen Israel. Tapi sumber itu mengakui, Israel baru akan menyerang Iran jika sudah mendapat persetujuan dari pemerintah AS.

Angkatan Udara AS harus memberikan ijin pada angkatan udara Israel yang akan melewati wilayah Irak untuk menuju Iran. Deputi Direktur Institute for National Security Studies, Ephraim Kam meyakini bahwa pemerintahan Obama tidak akan memberi ijin untuk hal semacam itu karena wacana yang berkembang di lingkungan pertahanan AS, mereka tidak yakin operasi yang akan dilakukan Israel ke Iran akan berhasil. Israel kini sedang melakukan berbagai cara untuk mencari alasan untuk memulai seranganya ke Iran. Lembaga think-tank di AS, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dalam laporannya hari Kamis kemarin mengingatkan akan adanya misi-misi rahasia Israel untuk menghentikan program nuklir Iran.

“Serangan militer Israel ke fasilitas-fasilitas nuklir Iran bisa saja terjadi dan Israel akan mengambil rute yang paling optimum dalam melakukan serangan dengan menyusuri perbatasan Suriah-Turki, kemudian melewati sebagian wilayah Irak, kemudian masuk ke Iran. Rute itu pula yang akan digunakan oleh pesawat-pesawat tempur Israel untuk kembali ke markasnya di Israel.

“Beberapa pesawat tempur, harus mengisi bahan bakar di perjalanan. Mencapai target tanpa bisa dideteksi atau diusir saat di tengah jalan merupakan misi yang penuh resiko dan kompleks. Sulit dijamin bahwa keseluruhan misi ini akan berhasil,” demikian penilaian yang dilakukan CSIS.

Sementara itu, Iran kembali menegaskan bahwa negara itu tidak akan mundur selangkahpun hanya karena ancaman-ancaman dari Israel. Kepala Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi dalam peringatan hari angkatan bersenjata Iran mengatakan bahwa Tehran tidak bersedia berdialog dengan negara manapun yang memilih diam melihat arogansi Israel di Timur Tengah.

“Kami tidak mau duduk untuk bernegosiasi dengan mereka yang tutup mata dan telinga atas kebrutalan Israel dan malah memilih berbicara atas nama entitas Zionis,” kata Mayjen Firouzabadi.

Rencana pemerintahan Obama untuk mengubah bentuk komunikasi dengan Iran memicu polemik di Tehran yang mencurigai sikap AS meski dalam berbagai kesempatan sejumlah pejabat AS berusaha melakukan pembicaraan dengan para diplomat Iran guna membuka kembali negosiasi terkait program nuklir Iran.

Lebih lanjut, Kepala Angkatan Bersenjata Iran menegaskan bahwa Tehran bersedia dialog dengan AS jika AS benar-benar mewakili rakyatnya dalam dialog dan bukan sebagai pendukung Israel.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/begitu-ada-lampu-hijau-israel-akan-serang-iran-dalam-hitungan-hari-atau-jam.htm

Awan Tag