Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Archive for the ‘Pakistan’ Category

Netanyahu Menentang Penghentian Senjata Nuklir

Barack Obama Perdana Menter Israel Nenyatahu menunda kunjungan ke Washington, yang direncanakan akan berpartisipasi dalam konferensi keamanan senjata nuklir, yang diselenggarakan Presiden Obama, ujar seorang pejabat Israel.

Sementara itu, Menteri Energi dan Atom, Dan Meridor, dijadwalkan akan menggantikan Netanyahu dalam konferensi keamanan nuklir itu.

Obama mengundang Netanyahu bersama dengan 40 negara lain, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan penghentian penyebaran senjata nuklir, yang dikawatirkan akan jatuh ke tangan teroris. Mestinya, Netanyahu dijadwalkan Senin petang telah tiba di Washington, mengambil bagian dalam konferensi itu.

Menurut seorang pejabat diIsrael, penangguhan kunjungan Netanyahu ke Washington, dan menolak berpartisipasi dalam konferensi itu, kawatir terhadap negara-negara Islam, seperti Mesir dan Turki, di mana Israel dipaksa untuk menandatangani perjanjian penghentian penyebaran senjata nuklir (Non-Proliferation Treaty – NPT).

Negara-negara Arab dan Islam, menginginkan agar kawasan Timur Tengah menjadi kawasan bebas nuklir. Israel tetap menolak menandatangani perjanjian proliperasi nuklir, karena memang Israel telah memiliki arsenal nuklir, yang hulu ledaknya sudah mencapai ratusan.

Gedung Putih sudah mengkonfirmasikan bahwa Netanyahu tidak akan hadhir dalam pertemuan itu, dan digantikan oleh Dan Meridor. “Selamat datang kepada Meridor, yang akan mewakili Israel dalam konferensi ini”, ujar MIke Hammer, yang menjadi juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS.

Sebanyak 189 negara telah menandatangani perjanjian Non-Proliperasi Nuklir, kecuali Israel, India, Pakistan, dan Korea Utara.

Sebenarnya langkah Obama menyelenggarakan konferensi ini, tak lain, kekawatiran AS, akan penyebaran senjata nuklir, khususnya di negeri-negeri Muslim, yang dapat menjadi ancaman keamanan bagi Israel, seperti Iran, dan Pakistan, yang sangat membahayakan keamanan Israel.

Sumber : http://eramuslim.com/

Hamas Membantah Gencatan Senjata dengan Israel

hamasx2Salah seorang pimpinan Hamas – Ismail Ridwan menolak dan membantah sebuah laporan yang di publikasikan di Cina pada Kamis yang lalu yang mengatakan bahwa Hamas telah mendekati kepada suatu gencatan senjata dengan Zionis Israel.

Kantor berita Cina mengutip sumber yang dekat dengan Hamas yang menyatakan bahwa mediator Mesir Kamis yang lalu mengatakan kepada mereka bahwa Hamas siap untuk melakukan negoisasi gencatan senjata sementara dengan Zionis Israel dengan syarat Zionis Israel menghentikan serangan terhadap anggota-anggota Hamas di jalur Gaza.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa Hamas diharapkan untuk mengumumkan gencatan senjata pada hari Jumat ini.

Ismail Ridwan mengatakan kepada Ma’an lewat telepon bahwa laporan tersebut tidak semuanya benar dan ia menambahkan bahwa setiap gencatan senjata harus mencakup pembukaan semua jalur penyeberangan, serta membuka semua pengepungan di seluruh Gaza dan penghentian serangan Israel terhadap warga sipil.(fq/mna)

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/hamas-bantah-laporan-tentang-gencatan-senjata-dengan-israel.htm

AS Membuat Al Quran Palsu di Timur Tengah

fake_quranAl Quran palsu baru saja beredar di Timur Tengah. Qur’an palsu ini dicetak oleh dua perusahaan Amerika dengan embel-embel “True Furqon” atau Furqonul Haq.

Al Qur’an yang telah bertahan lebih dari 1400 tahun keasliannya, seperti yang kita tahu, adalah kitab suci umat Islam. Berbeda dengan Bibel umat Kristen, Qur’an tdaik punya versi apapun, walaupun dalam berbagai terjemahan, termasuk Al Qur’an yang diterjemahkan oleh para orientalis. Yang dimaksud kaum Orientalis di sini adalah para ilmuwan Kristen yang mempelajari Islam dan Qur’an, dengan niat untuk menjatuhkannya.

Qur’an dan terjemahannya yang beredar selama ini mempunyai 114 surat atau bagian, sedangkan True Furqon yang diklaim sebagai “Al Qur’an Abad 21” hanya mempunyai 77 surat, termasuk surat “Al-Fathihah, Al-Jana dan Al-Injil.”

Surat-surat di dalam True Furqon tidak dimulai dengan “Bismillah” sebagaimana Al qur’an kecuali surat tertentu. Yang ada setiap surat dimulai dengan kepercayaan Kristen menyangkut konsep Trinitas. Al Qurqan mempunyai 366 halaman yang memakai huruf Arab dan terjemahan, untuk saat ini, bahasa Inggris. True Furqon juga banyak bertentangan dengan kepercayaan Islam. Salat satu ayatnya bahkan menyatakan bahwa poligami dilarang, perceraian diharamkan dan memuat pembolehan sistem perbankan.

True Furqon yang dijual dengan harga $3 AS mengatakan bahwa jihad sebagai sesuatu yang haram dan dilarang. Yang paling membuat heboh adalah hal ini ditemukan oleh MILF (Moro Islamic Liberation Front). Jadi kemana saja bangsa Arab selama ini? (sa/mb)

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/al-quran-palsu-beredar-di-timur-tengah.htm

Yang Paling Ditakuti AS Saat ini: Al Qaida dan Iran

alqaSenjata makan tuan, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa takutnya AS pada kelompok al-Qaida. Karena kelompok al-Qaida dibentuk oleh AS sendiri saat menghadapi Uni Soviet di Afghanistan.

Dalam laporan tahunanannya, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan sejumlah kelompok yang dianggap sebagai ancaman teror bagi AS dan sejumlah negara yang dituduh menjadi sponsor kegiatan-kegiatan terorisme.

Laporan itu menyebutkan bahwa Al-Qaida adalah kelompok yang paling membahayakan bagi negara AS karena AS melihat indikasi bahwa potensi al-Qaida makin kuat dibandingkan sebelum melakukan serangan 11 September 2001 ke AS.

“Al-Qaida tetap menjadi ancaman teroris terbesar bagi AS dan sekuru-sekutunya, meskipun dari sisi struktur al Qaida sudah melemah dan dukungan publik pun sudah berkurang,” demikian laporan Deplu AS. Tapi AS mengingatkan bahwa al-Qaida membangun kembali kekuatannya terutama dari sisi operasional di perbatasan-perbatasan Afghanistan-Pakistan. Untuk membangun kembali kekuatannya itu, menurut laporan tersebut, al-Qaida mengganti pimpinan-pimpinan kuncinya dan memperbaharui pimpinan-pimpinan puncaknya yang selama ini menempati “posisi sentral” dalam jaringan al-Qaidah.

“Sejak serangan 11 September, al-Qauda dan sekutu-sekutunya pindah tempat dari Afghanistan ke Pakistan dan membangun kekuatan di sana. Pakistan menjadi tempat yang aman bagi al-Qaida untuk bersembunyi, melatih para teroris, berkomunikasi dengan para pengikutnya, merencanakan serangan dan mengirimkan pasukannya ke Afghanistan,” tulis laporan itu.

Para pakar terorisme di AS mengklaim bahwa serangan-serangan yang terjadi di Pakistan meningkat dua kali lipat pada tahun 2007, dari 890 serangan menjadi 1.839 insiden serangan sepanjang tahun 2008 kemarin. Serangan-serangan itu menyebabkan jumlah korban juga meningkat dari 1.340 orang pada tahun 2007 menjadi 2.293 orang pada tahun 2008.

“Dari angkanya saja terlihat adanya eskalasi kekerasan, yang membuat kami sangat prihatin,” kata kordinator anti-teroris, Ronald Schlicher.

Para pakar anti-terorisme di AS tidak menyebutkan serangan-serangan AS di perbatasan Pakistan yang juga telah menelan korban jiwa di kalangan rakyat sipil. Serangan itu dilakukan pasukan AS di Afghanistan dengan alasan memburu para anggota al-Qaida dan Taliban yang bersembunyi di Pakistan.

Dalam bagian lain laporan tahuan Deplu AS, disebutkan bahwa Iran, Suriah, Sudan dan Kuba adalah negara-negara yang menjadi sponsor berbagai aktivitas terorisme.  (ln/YN/AFP)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yang-paling-ditakuti-as-saat-ini-al-qaida-dan-iran.htm

Obama dan Netanyahu: Duet Pemimpin Baru

MIDEAST ISRAEL OBAMAKetika Israel merayakan Yom Ha’atzmaut kemarin, Barack Obama baru saja menyelesaikan 100 hari pertamanya sebagai presiden AS. Dalam masa singkat, hanya tiga bulan lebih beberapa hari, semua wajah Obama telah demikian terbuka. Yang pasti yang sudah ia nyatakan dengan begitu gamblang adalah bahwa “Obama berdiri di belakang Israel”, sekaligus juga merupakan refleksi tekanan dari berbagai pihak.

Tekanan ini berasal dari mereka yang jelas merupakan rekanan Israel. Zbigniew Brezinski, sebagai contoh, ingin Obama mendeklarasikan secara resmi, “Inilah kepemilikan, dan untuk inilah (AS) ada.”

Jeremy Ben-Amis, dari J Street, lebih taktis lagi. Ia mengatakan bahwa tujuan Obama adalah dukungan politik terhadap komunitas Yahudi. Inilah yang juga disampaikannya ketika Benjamin Netanyahu baru genap 30 hari menjabat sebagai perdana menteri Israel.

Secara keseluruhan, bagi orang-orang Yahudi, rating Obama tidak jauh lebih buruk daripada George W. Bush dan Bill Clinton dalam 100 hari pertama mereka. Banyak kalangan menilai Obama terlalu lembek dalam berbagai hal, misalnya dalam merespon isyu fasis dan sosial, hingga Obama dituding tengah membangun sebuah “kamp interniran” untuk musuh-musuhnya di AS. Pers AS terutama ramai memberitakan hal ini.

Kenyataan bahwa Obama mewarisi krisis ekonomi dan juga rawa perang Iraq-Afghanistan ternyata hanya semakin mendekatkannya pada Israel, bahkan dengan secara terang-terangan. Obama secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas hari merdeka Israel, dua hari lalu, dan itu artinya Obama menutup pintu realita bahwa Israel adalah sebuah bangsa penjajah dan atau Palestina berhak atas tanahnya kembali.

Sementara itu, di Israel, Netanyahu tengah tenggelam dalam proyek negosiasi berat sebelah akan konsep dua negara dengan Palestina, yang jelas tidak akan pernah bisa menerimanya sampai kapanpun. Netanyahu menginginkan kendali pemerintahan atas Palestina, sungguh sesuatu yang tak berprikemanusiaan.

Jadi, ketika pejabat Israel menghitung 100 hari pertama Obama yang dinilai Yahudi memuaskan, dan para pembuat kebijakan AS mengagumi 30 hari kerja Netanyahu, inilah yang terjadi:

Pertama, AS adalah sekutu dekat Israel karena kedua negara sama berbagi nilai dan kepentingan. Semua pihak yang berkepentingan saling mempertahankan apa yang sudah terbina sebelumnya, walau sebenarnya kepentingan AS dan Israel belum tentu identik sama persis. Kedua, AS dan Israel mendukung pemerintah bersama Palestina tanpa melibatkan Hamas. Karena Hamas akan selalu berkomitmen bahwa konsep dua negara sama sekali tidak ada dalam agenda mereka.

Obama telah mendeklarasikan bahwa “Keamanan Israel itu sangat keramat,” dan “AS adalah partner Israel yang konsisten dan kuat.” Mereka yang meragukan sumpah Obama ini jelas terlihat bukanlah sekutu Israel, dalam bentuk apapun. (sa/jp)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/obama-netanyahu-duet-pemimpin-baru.htm

Saperstein: Sang “Rabbi Obama”

sapersteinKetika Rabbi David Saperstein diangkat menjadi penasihat Gedung Putih untuk urusan keagamaan, segera saja ia dipanggil sebagai “Rabbi Obama”.

Saperstein, tampaknya berhati-hati dengan definisi. Ia sudah 30 tahun menjalani profesi sebagai rabbi Yahudi dan Newsweek mendapuknya sebagai rabbi papan atas di AS.

Saperstein mengatakan bahwa Israel dengan As memang mempunyai hubungan yang sangat penting.

“Jika saudara saya melakukan sebuah kesalahan yang saya pikir akan mencelakakan mereka, maka saya tentu akan memperingatkan mereka, walaupun mereka sudah dewasa.” ujarnya perihal itu. “Anda tidak bisa dibilang mencintai seseorang jika Anda tetap diam ketika melihat suatu hal. Jika Anda adalah pendukung Israel, maka Anda harus setuju dengan semua kebijakan Israel.”

Saperstein menambahkan bahwa semuanya akan jauh lebih efektif jika orang-orang Yahudi di AS yang tak setuju dengan kebijakan kependudukan, tidak setuju dengan posisi pemerintah, setidaknya mendukung AIPAC, sebuah institusi pemerintah AS yang menyokong Yahudi habis-habisan.

Saperstein menjamin bahwa hubungan AS dengan Israel akan baik-baik saja, walau mungkin ada sedikit tensi di antara mereka. “Tak akan ada kebijakan yang akan membahayakan atau merugikan Yahudi,” yakinnya. Saperstein memberikan contoh misalnya pernikahan sesama jenis yang kini sedang marak di AS. ia menegaskan Yahudi mendukung persamaan hak hidup antara lelaki dan perempuan.

Demikianlah Obama, di kirinya, ada Emannuel Rahm kepala staf Gedung Putih, dan di kanannya ada Saperstein, seorang rabbi Yahudi. Apapun kebijakan yang diambil Obama, rasanya tak akan jauh-jauh dari kepentingan kanan dan kirinya.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/saperstein-sang-rabbi-yahudi-penasihat-obama.htm

Uni Emirat Arab, Negara Pengimpor Senjata Terbesar di Dunia

uaeUni Emirat Arab ternyata menjadi negara pengimpor senjata ketiga terbesar di dunia. Ini terungkap dari hasil riset Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang dirilis Senin (27/4).

Dari hasil risetnya SIPRI menyatakan ada trend yang mengkhawatirkan berupa meningkatnya jumlah impor senjata di kawasan Timur Tengah. “Selama lima tahun belakangan ini, kami melihat kawasan Timur Tengah sebagai wilayah utama yang membeli sistem persenjataan konvensional,” kata Pieter Wezeman, peneliti di SIPRI.

“Masih ada trend yang mengkhawatirkan di kawasan itu, yang dikelilingin oleh berbagai potensi konflik dan terbatasnya transparansi dan kepercayaan antara pemerintahan di kawasan,” sambung Wezeman.

Laporan terbaru SIPRI menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab menguasai enam persen impor senjata di dunia antara tahun 2004-2008. Jumlah impor senjata Uni Emirat Arab menyamai jumlah impor senjata negara Korea Selatan. Dua negara pengimpor senjata terbesar lainnya adalah China dan India yang menguasai 11 persen pasar impor.

Impor senjata yang dilakukan Uni Emirat Arab terhitung sangat cepat dalam kurun waktu tersebut, karena pada tahun 1999-2003, Uni Emirat masih berada di posisi ke-16 negara pengimpor senjata terbesar di dunia. Melesatnya Uni Emirat Arab ke posisi ke-3, menurut SIPRI, menunjukkan adanya perubahan yang paling signifikan dalam survei terbaru SIPRI di sektor perdagangan persenjataan dan peralatan militer di seluruh dunia.

Riset SIPRI juga menunjukkan adanya peningkatan transfer senjata antara tahun 2004-2008 yang jumlahnya 21 persen lebih besar dibandingkan periode tahun 1999-2003. Khusus transfer senjata ke kawasan Timur Tengah, jumlahnya meningkat hingga 38 persen dibandingkan lima tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah pengiriman senjata juga terjadi ke wilayah-wilayah konflik seperti Aghanistan, Pakistan dan Israel.

Dari hasil survei SIPRI, negara AS masih menjadi pemasok senjata dan peralatan perang terbesar di dunia. AS menguasai 31 persen ekspor senjata di seluruh dunia, diikuti Rusia yang menguasai 25 persen pasar ekspor dan Jerman sebesar 10 persen.

Masih menurut laporan SIPRI, antara tahun 2004-2008, AS mengekspor 37 persen persenjataannya ke wilayah Timur Tengah. Dari data SIPRI, keyakinan bahwa konflik di berbagai negara sengaja diciptakan atau dipelihara oleh negara-negara maju yang berkepentingan dengan bisnis senjata dan militernya, bisa jadi ada benarnya.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/uni-emirat-arab-negara-pengimpor-senjata-terbesar-di-dunia.htm

Hamas Kritik Hasil Pertemuan Liga Arab di Qatar

arab_summit3

Hamas mengkritik hasil pertemuan tingkat tinggi Liga Arab yang berlangsung selama dua hari di ibukota negara Qatar, Doha. Hamas menilai pertemuan itu tidak menghasilkan langkah-langkah praktis dan gagal mengemban amanat untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dibawah penjajahan Israel.

Pimpinan Hamas, Fawzi Barhoum dalam pernyataannya mengatakan bahwa pernyataan final hasil pertemuan tingkat tinggi Liga Arab “lemah, kurang serius dan tidak membawa angin baru bagi rakyat Palestina.” Pertemuan itu, kata Barhoum, juga tidak mengedepankan aspirasi-aspirasi rakyat Palestina yang paling mendasar, yang menginginkan agar Liga Arab lebih berperan untuk menghentikan penjajahan, perusakan dan pembunuhan di tanah Palestina.

“Rakyat Palestina berharap pertemuan itu menghasilkan langkah yang pro aktif untuk melindungi rakyat dan tempat-tempat suci di Palestina serta memberi dukungan penuh pada perjuangan Palestina. Kami berharap Liga Arab bisa mengakhiri blokade Israel, dengan tindakan bukan cuma dengan kata-kata,” ujar Barhoum.

Tapi, lanjutnya, pertemuan Liga Arab di Qatar yang berakhir hari Senin malam ternyata sama saja dengan pertemuan Liga Arab sebelumnya. Para pemimpin Arab tidak mampu membuat mekanisme yang jitu untuk mengakhiri blokade dan memaksa Israel mengakui legimitasi hak-hak bangsa Palestina.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/hamas-kritik-hasil-pertemuan-liga-arab-di-qatar.htm

Bin Laden : Masuk Yordan, Bebaskan Aqsha

20060119-osamaOsama Bin Laden, menyerukan para pengikutnya memasuki Yordania, dan membebaskan al-Aqsha, pernyataannya itu, disampaikan melalui video, yang dilansir oleh Middle East Media Reseach Institute (MEMRI). Video yang direlease MEMRI itu, panjangnya 33 menit, dan dalam pernyataannya itu, Bin Laden menyatakan, memberikan mandat kepada para pejuang ‘ muslim’ untuk memotong kepala para pemimpin negara-negara yang berbatasan dengan Israel, termasuk Yordan, mereka lah yang membuat penderitaan para mujahidin.

Yordan merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Israel, yang selama ini, membela dan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Hanya Yordania dan Mesir, di antara anggota Liga Arab, yang mempunyai hubungan resmi dengan Israel.

Hubungan diplomatik inilah yang menyebabkan negara-negara Arab yang berada di garis depan (front line) dengan Israel, tidak dapat berbuat banyak dalam menghadapi Israel, dan cenderung berkolaborasi dengan Israel. Sehingga, mereka tidak memberikan dukungan secara terbuka terhadap rakyat Palestina, yang menghadapi penjajahan Israel. Ini merupakan akibat perang yang terjadi di tahun 1967 dan 1973, di mana negara-negara Arab garis depan dikalahkan Israel.

Bin Laden menegaskan kemenangan di Iraq, memberikan kesempatan bagi para pejuang Islam, yang telah memenangkan perang di Iraq, memasuki Yordania, terus ke Tepi Barat, dan dari wilayah ini, dapat masuk ke Palestina. “Beberapa bulan mendatang, segala sesuatu akan  pergi ke Yordan”, ujar Eli al Shech, seperti dikutip MEMRI. Ini menggambarkan perkembangan baru di Timur Tengah, yang menunjukkan arah yang semakin kuatnya pengaruh gerakan al-Qaidah.

Tapi, semua ini, tak lain semakin skeptisnya para penguasa Israel, yang melihat perkembangan bangkitnya umat Islam di Yordania, yang akhir-akhir ini semakin menampakkan jati dirinya. Hal ini, dipicu adanya serangan tentara Zionis-Israel ke Gaza, yang menimbulkan korban warga Gaza, yang cukup besar. Kemarahan dikalangan umat Islam di Yordania ini, mendorong mereka untuk berusaha membebaskan Palestina, termasuk al-Aqsha, yang sekarang ini menghadapi bahaya besar, di mana Zionis Israel, terus menggali terowongan yang mengancam Masjidil Aqsha, yang lama-lama dapat hancur.

Di Yordania, dua pertiga penduduk negeri itu adalah warga Palestina, sejak mereka diusir dari tanah air mereka oleh Zionis Israel. Bahkan, dikalangan para pemimpin Israel, mereka menyerukan agar warga Palestina, menggabungkan diri dengan Yordania, dan tidak mendirikan negara Palestina. Inilah cara Israel untuk mengusir penduduk Palestina dari tanah air mereka.

Bin Laden juga menuduh, sekarang ini, yang terkena pengaruh jahat itu, bukan hanya para kepala negara Arab, tapi juga kalangan lapisan kedua seperti ilmuwan, para pekerja media, dan ikut berkomplot dengan musuh. Mereka lapisan kedua, para ilmuwan, dan para wartawan dan editor, yang ikut mempengaruhi para kepala pemerintahan, ujar Ben Laden.

“Ben Laden melihat adanya ancaman idelogi, yang tumbuh semakin kuat”, ujar al-Syech. “Perlu dilakukan pembentukan kekuatan baru, yang membebaskan pikiran dan hati kaum musimin”, kata Ben Laden.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/bin-laden-masuk-yordan-bebaskan-aqsha.htm

F-22 Pilihan Untuk Menyerang Iran

f-22x1

Sebuah analisa militer mengatakan, serangan menggunakan pesawat F-22 Raptor, efektif untuk menghalangi ambisi pengembangan nuklir Teheran.

Dalam sebuah tinjauan pada bulan Februari lalu mengenai program nuklir Iran yang dilakukan oleh badan energi atom internasional-menemukan adanya ambiguitas dalam pengembangan nuklir tersebut.

Iran sendiri telah berminat untuk mengembangkan sistem pertahanan udaranya lebih jauh untuk mengantisipasi serangan udara yang mungkin dilakukan.

Sementara itu, Rusia telah mempertimbangkan untuk menjual sebuah sistem pertahanan udara ke Iran, dan menurut analisis militer, hal tersebut akan membuat wilayah udara Iran menjadi sebuah “virtual no-fly zone”.

Sebuah laporan yang dibuat oleh Washington Institut untuk Kebijakan Timur Tengah mengatakan bahwa jika pembicaraan gagal untuk meyakinkan Iran untuk meninggalkan program nuklirnya, maka serangan yang akan dilakukan F-22 dapat menetralkan ancaman dari nuklir Iran itu.

“Hanya pesawat tempur F-22 yang bisa bertahan terhadap sistem pertahanan udara yang mampu menembakkan misil dari darat ke udara,” kata mantan perwira pada asosiasi pesawat kepresidenan – Letjen Mike Dunn.

“Serangan udara  dari F-22 dapat mengembalikan kredibilitas dari opsi tindakan militer ,” kata sebuah laporan.

Sedangkan pasukan AS sendiri lebih mengandalkan F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon untuk melakukan operasi militer dalam mengkounter perlawanan yang dilakukan para pejuang di Iraq dan Afghanistan, Washington mungkin telah kehilangan kemampuan pertahanan daratnya berkaitan dengan ancaman yang bersifat konvensional.

Sekilas pesawat tempur F-22 Raptor

F-22 Raptor adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet,  pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen.

Pesawat ini melalui masa pengembangan yang panjang, versi prototipnya diberi nama YF-22, tiga tahun sebelum secara resmi dipakai diberi nama F/A-22, dan akhirnya diberi nama F-22A ketika resmi mulai dipakai pada Desember 2005. Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama yang bertanggungjawab memproduksi sebagian besar badan pesawat, persenjataan, dan perakitan F-22. Kemudian mitranya, Boeing Integrated Defense Systems memproduksi sayap, peralatan avionik, dan pelatihan pilot dan perawatan.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/f-22-pilihan-untuk-menyerang-iran.htm

Awan Tag