Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Gedung Putih’

Saperstein: Sang “Rabbi Obama”

sapersteinKetika Rabbi David Saperstein diangkat menjadi penasihat Gedung Putih untuk urusan keagamaan, segera saja ia dipanggil sebagai “Rabbi Obama”.

Saperstein, tampaknya berhati-hati dengan definisi. Ia sudah 30 tahun menjalani profesi sebagai rabbi Yahudi dan Newsweek mendapuknya sebagai rabbi papan atas di AS.

Saperstein mengatakan bahwa Israel dengan As memang mempunyai hubungan yang sangat penting.

“Jika saudara saya melakukan sebuah kesalahan yang saya pikir akan mencelakakan mereka, maka saya tentu akan memperingatkan mereka, walaupun mereka sudah dewasa.” ujarnya perihal itu. “Anda tidak bisa dibilang mencintai seseorang jika Anda tetap diam ketika melihat suatu hal. Jika Anda adalah pendukung Israel, maka Anda harus setuju dengan semua kebijakan Israel.”

Saperstein menambahkan bahwa semuanya akan jauh lebih efektif jika orang-orang Yahudi di AS yang tak setuju dengan kebijakan kependudukan, tidak setuju dengan posisi pemerintah, setidaknya mendukung AIPAC, sebuah institusi pemerintah AS yang menyokong Yahudi habis-habisan.

Saperstein menjamin bahwa hubungan AS dengan Israel akan baik-baik saja, walau mungkin ada sedikit tensi di antara mereka. “Tak akan ada kebijakan yang akan membahayakan atau merugikan Yahudi,” yakinnya. Saperstein memberikan contoh misalnya pernikahan sesama jenis yang kini sedang marak di AS. ia menegaskan Yahudi mendukung persamaan hak hidup antara lelaki dan perempuan.

Demikianlah Obama, di kirinya, ada Emannuel Rahm kepala staf Gedung Putih, dan di kanannya ada Saperstein, seorang rabbi Yahudi. Apapun kebijakan yang diambil Obama, rasanya tak akan jauh-jauh dari kepentingan kanan dan kirinya.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/saperstein-sang-rabbi-yahudi-penasihat-obama.htm

Dalia Mugahed, Muslimah Pertama di Gedung Putih

mugahedLesung pipinya saat tersenyum menjadi ciri khas Dalia Mogahed. Perempuan berwajah manis dan berjilbab ini bukan perempuan sembarangan, karena ia menjadi muslimah AS pertama yang mendapatkan posisi penting di Gedung Putih.

Mogahed, perempuan kelahiran Mesir ini terpilih sebagai salah satu penasehat bidang Timur Tengah dan Muslim Amerika dalam pemerintahan Presiden Barack Obama. Presiden Obama, bulan Maret kemarin menandatangani pembentukan sebuah lembaga baru dalam pemerintahannya yang diberi nama “Kantor Kerjasama Keagamaan”. Lembaga ini dibentuk untuk membantu institusi-institusi keagamaan dan memperkuat dialog antar penganut agama dengan pemerintah.

Kantor tersebut beranggotakan 25 orang dari perwakilan seluruh agama dan kelompok sekular yang bertugas memberikan laporan pada presiden tentang bagaimana peran agama bisa dimainkan untuk memecahkan problem-problem sosial dan menyikap isu-isu hak-hak sipil.

“Saya merasa sangat terhormat diberi kesempatan untuk mengabdi pada negara ini. Kunci utama dari lembaga ini adalah mengerahkan energi dan kebijaksanaan berbagai institusi keagamaan serta para pimpinannya yang memfokuskan kegiatannya untuk memecahkan berbagai persoalan sehari-hari,” kata Mogahed dihadapan anggota Senat dan lembaga-lembaga think-tank yang hadir dalam pertemuan yang digelar oleh Congressional Muslims Staffers Association.

Sebagai wakil dari agama Islam, Mugahed akan memberikan masukan dan pendapat pada Obama tentang apa yang diinginkan Muslim dari AS, sehingga terbuka saluran komunikasi dan jalan untuk meluruskan pandangan-pandangan yang salah tentang Islam dan Muslim, terutama di AS.

“Hal utama yang mendasari lembaga ini adalah kerjasama antar penganut agama dan membantu mereka untuk menjadi sebuah kekuatan yang bisa mendorong kemajuan masyarakat,” sambung Mugahed yang setelah menjadi penasehat Obama, tetap akan mengepalai lembaga Gallup American Center for Muslim Studies, sebuah lembaga non pemerintah yang bergerak dalam bidang riset dan analisis data tentang pandangan-pandangan Muslim di seluruh dunia.

Tantangan Mugahed

Jihad Saleh Williams dari Congressional Muslim Staffers Association menilai positif penunjukan Mugahed sebagai penasehat pemerintahan Barack Obama, mengingat makin meningkatnya Islamofobia di kalangan media dan akademisi di AS.

Menurut Williams, posisi Mugahed sebagai penasehat di bidang hubungan dengan warga Muslim, adalah posisi yang unik karena banyak yang mempertanyakan siapa ahli di bidang itu dan siapa yang layak bicara soal Muslim.

“Pada umumnya, pertanyaan-pertanyaan itu yang sering muncul di kepala masyarakat dan para pengambil keputusan. Dalia Mugahed paham betul dengan komunitas Muslim dan apa yang ia katakan berdasarkan hasil risetnya di Gallup,” ujar Williams.

Sebagai peneliti senior dan direktur eksekutif Gallup Center, Mugahed yang berlatar belakang pendidikan teknik kimia dan administrasi bisnis ini, memimpin langsung riset-riset tentang opini publik Muslim di seluruh dunia dan hasil penelitiannya sering dikutip media massa ternama di AS seperti the Wall Street Journal, majalah Foreign Police dan Middle East Policy and the Harvard International Review. Mugahed juga pernah bekerjasama menulis buku dengan John L. Esposito berjudul “Who speaks on behalf of Islam? What a Billion Muslims Really Think”.

Prestasi Mugahed sebagai Muslimah AS pertama yang ditunjuk sebagai penasehat pemerintahan juga membuka kesempatan bagi Muslim lainnya yang menekuni kebijakan publik dan memberikan kontribusi berupa solusi terhadap permasalahan-permasalahan sosial.

“Muslim AS harus kreatif dengan ide-idenya dan selayaknya berpartisipasi dalam mencari solusi bagi persoalan-persoalan negaranya, dan yang lebih penting mereka diberi kesempatan untuk melakukan itu semua,” tukas Mugahed.

Mugahed mengemban tugas berat untuk meluruskan stereotipe negatif terhadap Muslim yang diidentikan dengan ekstrimis. Sebagai perempuan berjilbab pertama di Gedung Putih, Mugahed mengakui bahwa dalam proses penasehat pemerintah, Obama tidak hanya ingin mendengar informasi-informasi yang umum, bukan persoalan jilbab.

“Jilbab tidak menjadi isu utama. Apa yang ingin didengar pemerintahan Obama adalah nasehat masukan tentang bagaimana melibatkan seluruh masyarakat dalam isu-isu sehari-hari,” imbuhnya.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/dalia-mugahed-muslimah-pertama-di-gedung-putih.htm

Awan Tag