Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Hamas’

Kekurangan Bahan Bakar, Gaza Kembali Gelap Gulita

Sabtu, 10/04/2010 05:45 WIB

Pembangkit listrik satu-satunya di Jalur Gaza yang di blokade, ditutup pada hari Jumat kemarin (9/4) karena kehabisan bahan bakar, otoritas Palestina di Gaza dan Israel saling menyalahkan akibat padamnya listrik di Gaza.

“Pembangkit listrik dimatikan sepenuhnya pagi ini sebagai akibat dari kekurangan bahan bakar yang disebabkan oleh blokade Israel,” kata Kanaan Ubaid, asisten direktur otoritas listrik Gaza, mengacu pada blokade Israel di Gaza sejak tahun 2007 yang diambil alih gerakan Islam Hamas Islam.

Kanaan Ubaid mengatakan semua generator dari empat generator di fasilitas listrik itu tidak lagi berfungsi karena kurangnya persediaan bahan bakar dari yang biasanya bahan bakar mencukupi untuk 2.200 unit per hari menjadi 750 unit. “Ini tidak cukup untuk menjalankan generator bahkan untuk satu generatorpun,” kata Ubeid.

Industri diesel berbahan bakar solar yang diperlukan untuk menjalankan pembangkit listrik – yang memasok sekitar 25 persen energi Gaza – datang melalui terminal bahan bakar yang dikontrol Israel, dengan Israel menerapkan pengaturan kuota impor.

Impor bahan bakar telah menurun sejak November lalu saat Komisi Eropa mengalihkan tanggung jawab untuk membeli bahan bakar bagi Otorita Palestina, setelah program bantuan telah kedaluwarsa.

Militer Israel berusaha ngeles dengan mengatakan bahwa Palestina telah berhenti membeli bahan bakar dalam beberapa hari terakhir setelah Hamas gagal membayar biaya pembelian bahan bakar.

“Tidak ada keterlibatan Israel, jika mereka membeli bahan bakar kami akan membiarkannya seperti yang kami lakukan setiap hari,” kata Guy Inbar, juru bicara penghubung militer Israel ke Gaza.

Pasokan bahan bakar yang sangat rendah dalam beberapa minggu terakhir, sebagian karena tidak adanya pengiriman selama dua hari selama liburan Paskah yahudi baru-baru ini.

Hanya 550.200 liter yang dikirim minggu ini, dan 721.660 liter minggu sebelum itu, dibandingkan dengan 3,5 juta liter normal keperluan untuk seminggu untuk mengoperasikan pabrik, menurut kelompok bantuan OXFAM.

Israel memasok sekitar 70 persen dari daya Gaza dan Mesir menyediakan lima persen, dengan sisanya berasal dari pembangkit listrik tertutup.

Sejak 3 Maret, fasilitas listrik Gaza memproduksi hanya 30 megawatt listrik, atau 38 persen dari kapasitas yang telah penuh.

Hal ini telah menyebabkan pemadaman delapan sampai 12 jam sehari di bagian wilayah miskin Gaza, yang mempengaruhi penyediaan layanan penting, termasuk pasokan air, perawatan medis dan pembuangan limbah, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Sumber : http://eramuslim.com

Iklan

Hamas Membantah Gencatan Senjata dengan Israel

hamasx2Salah seorang pimpinan Hamas – Ismail Ridwan menolak dan membantah sebuah laporan yang di publikasikan di Cina pada Kamis yang lalu yang mengatakan bahwa Hamas telah mendekati kepada suatu gencatan senjata dengan Zionis Israel.

Kantor berita Cina mengutip sumber yang dekat dengan Hamas yang menyatakan bahwa mediator Mesir Kamis yang lalu mengatakan kepada mereka bahwa Hamas siap untuk melakukan negoisasi gencatan senjata sementara dengan Zionis Israel dengan syarat Zionis Israel menghentikan serangan terhadap anggota-anggota Hamas di jalur Gaza.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa Hamas diharapkan untuk mengumumkan gencatan senjata pada hari Jumat ini.

Ismail Ridwan mengatakan kepada Ma’an lewat telepon bahwa laporan tersebut tidak semuanya benar dan ia menambahkan bahwa setiap gencatan senjata harus mencakup pembukaan semua jalur penyeberangan, serta membuka semua pengepungan di seluruh Gaza dan penghentian serangan Israel terhadap warga sipil.(fq/mna)

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/hamas-bantah-laporan-tentang-gencatan-senjata-dengan-israel.htm

AS Membuat Al Quran Palsu di Timur Tengah

fake_quranAl Quran palsu baru saja beredar di Timur Tengah. Qur’an palsu ini dicetak oleh dua perusahaan Amerika dengan embel-embel “True Furqon” atau Furqonul Haq.

Al Qur’an yang telah bertahan lebih dari 1400 tahun keasliannya, seperti yang kita tahu, adalah kitab suci umat Islam. Berbeda dengan Bibel umat Kristen, Qur’an tdaik punya versi apapun, walaupun dalam berbagai terjemahan, termasuk Al Qur’an yang diterjemahkan oleh para orientalis. Yang dimaksud kaum Orientalis di sini adalah para ilmuwan Kristen yang mempelajari Islam dan Qur’an, dengan niat untuk menjatuhkannya.

Qur’an dan terjemahannya yang beredar selama ini mempunyai 114 surat atau bagian, sedangkan True Furqon yang diklaim sebagai “Al Qur’an Abad 21” hanya mempunyai 77 surat, termasuk surat “Al-Fathihah, Al-Jana dan Al-Injil.”

Surat-surat di dalam True Furqon tidak dimulai dengan “Bismillah” sebagaimana Al qur’an kecuali surat tertentu. Yang ada setiap surat dimulai dengan kepercayaan Kristen menyangkut konsep Trinitas. Al Qurqan mempunyai 366 halaman yang memakai huruf Arab dan terjemahan, untuk saat ini, bahasa Inggris. True Furqon juga banyak bertentangan dengan kepercayaan Islam. Salat satu ayatnya bahkan menyatakan bahwa poligami dilarang, perceraian diharamkan dan memuat pembolehan sistem perbankan.

True Furqon yang dijual dengan harga $3 AS mengatakan bahwa jihad sebagai sesuatu yang haram dan dilarang. Yang paling membuat heboh adalah hal ini ditemukan oleh MILF (Moro Islamic Liberation Front). Jadi kemana saja bangsa Arab selama ini? (sa/mb)

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/al-quran-palsu-beredar-di-timur-tengah.htm

Yang Paling Ditakuti AS Saat ini: Al Qaida dan Iran

alqaSenjata makan tuan, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa takutnya AS pada kelompok al-Qaida. Karena kelompok al-Qaida dibentuk oleh AS sendiri saat menghadapi Uni Soviet di Afghanistan.

Dalam laporan tahunanannya, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan sejumlah kelompok yang dianggap sebagai ancaman teror bagi AS dan sejumlah negara yang dituduh menjadi sponsor kegiatan-kegiatan terorisme.

Laporan itu menyebutkan bahwa Al-Qaida adalah kelompok yang paling membahayakan bagi negara AS karena AS melihat indikasi bahwa potensi al-Qaida makin kuat dibandingkan sebelum melakukan serangan 11 September 2001 ke AS.

“Al-Qaida tetap menjadi ancaman teroris terbesar bagi AS dan sekuru-sekutunya, meskipun dari sisi struktur al Qaida sudah melemah dan dukungan publik pun sudah berkurang,” demikian laporan Deplu AS. Tapi AS mengingatkan bahwa al-Qaida membangun kembali kekuatannya terutama dari sisi operasional di perbatasan-perbatasan Afghanistan-Pakistan. Untuk membangun kembali kekuatannya itu, menurut laporan tersebut, al-Qaida mengganti pimpinan-pimpinan kuncinya dan memperbaharui pimpinan-pimpinan puncaknya yang selama ini menempati “posisi sentral” dalam jaringan al-Qaidah.

“Sejak serangan 11 September, al-Qauda dan sekutu-sekutunya pindah tempat dari Afghanistan ke Pakistan dan membangun kekuatan di sana. Pakistan menjadi tempat yang aman bagi al-Qaida untuk bersembunyi, melatih para teroris, berkomunikasi dengan para pengikutnya, merencanakan serangan dan mengirimkan pasukannya ke Afghanistan,” tulis laporan itu.

Para pakar terorisme di AS mengklaim bahwa serangan-serangan yang terjadi di Pakistan meningkat dua kali lipat pada tahun 2007, dari 890 serangan menjadi 1.839 insiden serangan sepanjang tahun 2008 kemarin. Serangan-serangan itu menyebabkan jumlah korban juga meningkat dari 1.340 orang pada tahun 2007 menjadi 2.293 orang pada tahun 2008.

“Dari angkanya saja terlihat adanya eskalasi kekerasan, yang membuat kami sangat prihatin,” kata kordinator anti-teroris, Ronald Schlicher.

Para pakar anti-terorisme di AS tidak menyebutkan serangan-serangan AS di perbatasan Pakistan yang juga telah menelan korban jiwa di kalangan rakyat sipil. Serangan itu dilakukan pasukan AS di Afghanistan dengan alasan memburu para anggota al-Qaida dan Taliban yang bersembunyi di Pakistan.

Dalam bagian lain laporan tahuan Deplu AS, disebutkan bahwa Iran, Suriah, Sudan dan Kuba adalah negara-negara yang menjadi sponsor berbagai aktivitas terorisme.  (ln/YN/AFP)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yang-paling-ditakuti-as-saat-ini-al-qaida-dan-iran.htm

Obama dan Netanyahu: Duet Pemimpin Baru

MIDEAST ISRAEL OBAMAKetika Israel merayakan Yom Ha’atzmaut kemarin, Barack Obama baru saja menyelesaikan 100 hari pertamanya sebagai presiden AS. Dalam masa singkat, hanya tiga bulan lebih beberapa hari, semua wajah Obama telah demikian terbuka. Yang pasti yang sudah ia nyatakan dengan begitu gamblang adalah bahwa “Obama berdiri di belakang Israel”, sekaligus juga merupakan refleksi tekanan dari berbagai pihak.

Tekanan ini berasal dari mereka yang jelas merupakan rekanan Israel. Zbigniew Brezinski, sebagai contoh, ingin Obama mendeklarasikan secara resmi, “Inilah kepemilikan, dan untuk inilah (AS) ada.”

Jeremy Ben-Amis, dari J Street, lebih taktis lagi. Ia mengatakan bahwa tujuan Obama adalah dukungan politik terhadap komunitas Yahudi. Inilah yang juga disampaikannya ketika Benjamin Netanyahu baru genap 30 hari menjabat sebagai perdana menteri Israel.

Secara keseluruhan, bagi orang-orang Yahudi, rating Obama tidak jauh lebih buruk daripada George W. Bush dan Bill Clinton dalam 100 hari pertama mereka. Banyak kalangan menilai Obama terlalu lembek dalam berbagai hal, misalnya dalam merespon isyu fasis dan sosial, hingga Obama dituding tengah membangun sebuah “kamp interniran” untuk musuh-musuhnya di AS. Pers AS terutama ramai memberitakan hal ini.

Kenyataan bahwa Obama mewarisi krisis ekonomi dan juga rawa perang Iraq-Afghanistan ternyata hanya semakin mendekatkannya pada Israel, bahkan dengan secara terang-terangan. Obama secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas hari merdeka Israel, dua hari lalu, dan itu artinya Obama menutup pintu realita bahwa Israel adalah sebuah bangsa penjajah dan atau Palestina berhak atas tanahnya kembali.

Sementara itu, di Israel, Netanyahu tengah tenggelam dalam proyek negosiasi berat sebelah akan konsep dua negara dengan Palestina, yang jelas tidak akan pernah bisa menerimanya sampai kapanpun. Netanyahu menginginkan kendali pemerintahan atas Palestina, sungguh sesuatu yang tak berprikemanusiaan.

Jadi, ketika pejabat Israel menghitung 100 hari pertama Obama yang dinilai Yahudi memuaskan, dan para pembuat kebijakan AS mengagumi 30 hari kerja Netanyahu, inilah yang terjadi:

Pertama, AS adalah sekutu dekat Israel karena kedua negara sama berbagi nilai dan kepentingan. Semua pihak yang berkepentingan saling mempertahankan apa yang sudah terbina sebelumnya, walau sebenarnya kepentingan AS dan Israel belum tentu identik sama persis. Kedua, AS dan Israel mendukung pemerintah bersama Palestina tanpa melibatkan Hamas. Karena Hamas akan selalu berkomitmen bahwa konsep dua negara sama sekali tidak ada dalam agenda mereka.

Obama telah mendeklarasikan bahwa “Keamanan Israel itu sangat keramat,” dan “AS adalah partner Israel yang konsisten dan kuat.” Mereka yang meragukan sumpah Obama ini jelas terlihat bukanlah sekutu Israel, dalam bentuk apapun. (sa/jp)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/obama-netanyahu-duet-pemimpin-baru.htm

Demokrat Klarifikasi Hidayat Soal Wahabi

hnw1Situasi politik menjelang pemilu presiden semakin memanas, selain silaturahmi yang dilakukan para elit politik. Beredar juga SMS fitnah yang menyerang satu sama lain.

Hal ini menimpa Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yang disebut-sebut akan menjadi pendamping kuat Capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya misalnya difitnah sebagai penganut Wahabi dan anti NKRI. Saya ingin menegaskan bahwa tidaklah semestinya fitnah-fitnah itu dikembangkan melalui SMS, atau pun melalui beragam pemberitaan,” kata Hidayat usai pelantikan penggantian antar waktu anggota MPR, di Gedung MPRRI, Jakarta, Rabu (29/4).

Hidayat menjelaskan, bahwa Wahabi adalah kelompok yang mengharamkan partai politik. Sedangkan selama ini dirinya aktif di partai politik, merupakan salah satu pendiri partai politik, bahkan pernah menjabat sebagai mantan Presiden PKS.

“Saya dan PKS bukan Wahabi. Saya mendapat sms dari kawan-kawan Partai Demokrat minta tolong hal ini bisa diklarifikasi,” ujarnya.

Sementara itu mengenai fitnah anti NKRI, Hidayat menganggap hal tersebut sangat lucu, karena dirinya yang masih menjabat sebagai Ketua MPRRI memiliki tugas utama mensosialisasikan UUD yang salah satu menjaga keutuhan NKRI.

“Itu hal yang lucu sebagai Presiden PKS menandatangani kontrak politik dengan Pak SBY pada tahun 2004 lalu, salah satu butir pertamanya mempertahankan NKRI,” jelasnya.

Ia menegaskan, sangatlah baik apabila persaingan menuju RI1 dan RI2 dilakukan dengan cara-cara yang elegan. Oleh karena itu, pimpinan partai politik bisa memberikan suatu kegiatan politik yang bisa diteladani oleh rakyat.

“Jangan memfitnah karena memfitnah tidak membantu masyarakat untuk berpolitik dan berdemokrasi secara berkualitas,” tambahnya. (nov)

Sumber : http://eramuslim.com/berita/nasional/hidayat-pks-bukan-wahabi-jangan-sebarkan-fitnah.htm

Saperstein: Sang “Rabbi Obama”

sapersteinKetika Rabbi David Saperstein diangkat menjadi penasihat Gedung Putih untuk urusan keagamaan, segera saja ia dipanggil sebagai “Rabbi Obama”.

Saperstein, tampaknya berhati-hati dengan definisi. Ia sudah 30 tahun menjalani profesi sebagai rabbi Yahudi dan Newsweek mendapuknya sebagai rabbi papan atas di AS.

Saperstein mengatakan bahwa Israel dengan As memang mempunyai hubungan yang sangat penting.

“Jika saudara saya melakukan sebuah kesalahan yang saya pikir akan mencelakakan mereka, maka saya tentu akan memperingatkan mereka, walaupun mereka sudah dewasa.” ujarnya perihal itu. “Anda tidak bisa dibilang mencintai seseorang jika Anda tetap diam ketika melihat suatu hal. Jika Anda adalah pendukung Israel, maka Anda harus setuju dengan semua kebijakan Israel.”

Saperstein menambahkan bahwa semuanya akan jauh lebih efektif jika orang-orang Yahudi di AS yang tak setuju dengan kebijakan kependudukan, tidak setuju dengan posisi pemerintah, setidaknya mendukung AIPAC, sebuah institusi pemerintah AS yang menyokong Yahudi habis-habisan.

Saperstein menjamin bahwa hubungan AS dengan Israel akan baik-baik saja, walau mungkin ada sedikit tensi di antara mereka. “Tak akan ada kebijakan yang akan membahayakan atau merugikan Yahudi,” yakinnya. Saperstein memberikan contoh misalnya pernikahan sesama jenis yang kini sedang marak di AS. ia menegaskan Yahudi mendukung persamaan hak hidup antara lelaki dan perempuan.

Demikianlah Obama, di kirinya, ada Emannuel Rahm kepala staf Gedung Putih, dan di kanannya ada Saperstein, seorang rabbi Yahudi. Apapun kebijakan yang diambil Obama, rasanya tak akan jauh-jauh dari kepentingan kanan dan kirinya.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/saperstein-sang-rabbi-yahudi-penasihat-obama.htm

Awan Tag