Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Iran’

Netanyahu Menentang Penghentian Senjata Nuklir

Barack Obama Perdana Menter Israel Nenyatahu menunda kunjungan ke Washington, yang direncanakan akan berpartisipasi dalam konferensi keamanan senjata nuklir, yang diselenggarakan Presiden Obama, ujar seorang pejabat Israel.

Sementara itu, Menteri Energi dan Atom, Dan Meridor, dijadwalkan akan menggantikan Netanyahu dalam konferensi keamanan nuklir itu.

Obama mengundang Netanyahu bersama dengan 40 negara lain, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan penghentian penyebaran senjata nuklir, yang dikawatirkan akan jatuh ke tangan teroris. Mestinya, Netanyahu dijadwalkan Senin petang telah tiba di Washington, mengambil bagian dalam konferensi itu.

Menurut seorang pejabat diIsrael, penangguhan kunjungan Netanyahu ke Washington, dan menolak berpartisipasi dalam konferensi itu, kawatir terhadap negara-negara Islam, seperti Mesir dan Turki, di mana Israel dipaksa untuk menandatangani perjanjian penghentian penyebaran senjata nuklir (Non-Proliferation Treaty – NPT).

Negara-negara Arab dan Islam, menginginkan agar kawasan Timur Tengah menjadi kawasan bebas nuklir. Israel tetap menolak menandatangani perjanjian proliperasi nuklir, karena memang Israel telah memiliki arsenal nuklir, yang hulu ledaknya sudah mencapai ratusan.

Gedung Putih sudah mengkonfirmasikan bahwa Netanyahu tidak akan hadhir dalam pertemuan itu, dan digantikan oleh Dan Meridor. “Selamat datang kepada Meridor, yang akan mewakili Israel dalam konferensi ini”, ujar MIke Hammer, yang menjadi juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS.

Sebanyak 189 negara telah menandatangani perjanjian Non-Proliperasi Nuklir, kecuali Israel, India, Pakistan, dan Korea Utara.

Sebenarnya langkah Obama menyelenggarakan konferensi ini, tak lain, kekawatiran AS, akan penyebaran senjata nuklir, khususnya di negeri-negeri Muslim, yang dapat menjadi ancaman keamanan bagi Israel, seperti Iran, dan Pakistan, yang sangat membahayakan keamanan Israel.

Sumber : http://eramuslim.com/

Yang Paling Ditakuti AS Saat ini: Al Qaida dan Iran

alqaSenjata makan tuan, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa takutnya AS pada kelompok al-Qaida. Karena kelompok al-Qaida dibentuk oleh AS sendiri saat menghadapi Uni Soviet di Afghanistan.

Dalam laporan tahunanannya, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan sejumlah kelompok yang dianggap sebagai ancaman teror bagi AS dan sejumlah negara yang dituduh menjadi sponsor kegiatan-kegiatan terorisme.

Laporan itu menyebutkan bahwa Al-Qaida adalah kelompok yang paling membahayakan bagi negara AS karena AS melihat indikasi bahwa potensi al-Qaida makin kuat dibandingkan sebelum melakukan serangan 11 September 2001 ke AS.

“Al-Qaida tetap menjadi ancaman teroris terbesar bagi AS dan sekuru-sekutunya, meskipun dari sisi struktur al Qaida sudah melemah dan dukungan publik pun sudah berkurang,” demikian laporan Deplu AS. Tapi AS mengingatkan bahwa al-Qaida membangun kembali kekuatannya terutama dari sisi operasional di perbatasan-perbatasan Afghanistan-Pakistan. Untuk membangun kembali kekuatannya itu, menurut laporan tersebut, al-Qaida mengganti pimpinan-pimpinan kuncinya dan memperbaharui pimpinan-pimpinan puncaknya yang selama ini menempati “posisi sentral” dalam jaringan al-Qaidah.

“Sejak serangan 11 September, al-Qauda dan sekutu-sekutunya pindah tempat dari Afghanistan ke Pakistan dan membangun kekuatan di sana. Pakistan menjadi tempat yang aman bagi al-Qaida untuk bersembunyi, melatih para teroris, berkomunikasi dengan para pengikutnya, merencanakan serangan dan mengirimkan pasukannya ke Afghanistan,” tulis laporan itu.

Para pakar terorisme di AS mengklaim bahwa serangan-serangan yang terjadi di Pakistan meningkat dua kali lipat pada tahun 2007, dari 890 serangan menjadi 1.839 insiden serangan sepanjang tahun 2008 kemarin. Serangan-serangan itu menyebabkan jumlah korban juga meningkat dari 1.340 orang pada tahun 2007 menjadi 2.293 orang pada tahun 2008.

“Dari angkanya saja terlihat adanya eskalasi kekerasan, yang membuat kami sangat prihatin,” kata kordinator anti-teroris, Ronald Schlicher.

Para pakar anti-terorisme di AS tidak menyebutkan serangan-serangan AS di perbatasan Pakistan yang juga telah menelan korban jiwa di kalangan rakyat sipil. Serangan itu dilakukan pasukan AS di Afghanistan dengan alasan memburu para anggota al-Qaida dan Taliban yang bersembunyi di Pakistan.

Dalam bagian lain laporan tahuan Deplu AS, disebutkan bahwa Iran, Suriah, Sudan dan Kuba adalah negara-negara yang menjadi sponsor berbagai aktivitas terorisme.  (ln/YN/AFP)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yang-paling-ditakuti-as-saat-ini-al-qaida-dan-iran.htm

Dalia Mugahed, Muslimah Pertama di Gedung Putih

mugahedLesung pipinya saat tersenyum menjadi ciri khas Dalia Mogahed. Perempuan berwajah manis dan berjilbab ini bukan perempuan sembarangan, karena ia menjadi muslimah AS pertama yang mendapatkan posisi penting di Gedung Putih.

Mogahed, perempuan kelahiran Mesir ini terpilih sebagai salah satu penasehat bidang Timur Tengah dan Muslim Amerika dalam pemerintahan Presiden Barack Obama. Presiden Obama, bulan Maret kemarin menandatangani pembentukan sebuah lembaga baru dalam pemerintahannya yang diberi nama “Kantor Kerjasama Keagamaan”. Lembaga ini dibentuk untuk membantu institusi-institusi keagamaan dan memperkuat dialog antar penganut agama dengan pemerintah.

Kantor tersebut beranggotakan 25 orang dari perwakilan seluruh agama dan kelompok sekular yang bertugas memberikan laporan pada presiden tentang bagaimana peran agama bisa dimainkan untuk memecahkan problem-problem sosial dan menyikap isu-isu hak-hak sipil.

“Saya merasa sangat terhormat diberi kesempatan untuk mengabdi pada negara ini. Kunci utama dari lembaga ini adalah mengerahkan energi dan kebijaksanaan berbagai institusi keagamaan serta para pimpinannya yang memfokuskan kegiatannya untuk memecahkan berbagai persoalan sehari-hari,” kata Mogahed dihadapan anggota Senat dan lembaga-lembaga think-tank yang hadir dalam pertemuan yang digelar oleh Congressional Muslims Staffers Association.

Sebagai wakil dari agama Islam, Mugahed akan memberikan masukan dan pendapat pada Obama tentang apa yang diinginkan Muslim dari AS, sehingga terbuka saluran komunikasi dan jalan untuk meluruskan pandangan-pandangan yang salah tentang Islam dan Muslim, terutama di AS.

“Hal utama yang mendasari lembaga ini adalah kerjasama antar penganut agama dan membantu mereka untuk menjadi sebuah kekuatan yang bisa mendorong kemajuan masyarakat,” sambung Mugahed yang setelah menjadi penasehat Obama, tetap akan mengepalai lembaga Gallup American Center for Muslim Studies, sebuah lembaga non pemerintah yang bergerak dalam bidang riset dan analisis data tentang pandangan-pandangan Muslim di seluruh dunia.

Tantangan Mugahed

Jihad Saleh Williams dari Congressional Muslim Staffers Association menilai positif penunjukan Mugahed sebagai penasehat pemerintahan Barack Obama, mengingat makin meningkatnya Islamofobia di kalangan media dan akademisi di AS.

Menurut Williams, posisi Mugahed sebagai penasehat di bidang hubungan dengan warga Muslim, adalah posisi yang unik karena banyak yang mempertanyakan siapa ahli di bidang itu dan siapa yang layak bicara soal Muslim.

“Pada umumnya, pertanyaan-pertanyaan itu yang sering muncul di kepala masyarakat dan para pengambil keputusan. Dalia Mugahed paham betul dengan komunitas Muslim dan apa yang ia katakan berdasarkan hasil risetnya di Gallup,” ujar Williams.

Sebagai peneliti senior dan direktur eksekutif Gallup Center, Mugahed yang berlatar belakang pendidikan teknik kimia dan administrasi bisnis ini, memimpin langsung riset-riset tentang opini publik Muslim di seluruh dunia dan hasil penelitiannya sering dikutip media massa ternama di AS seperti the Wall Street Journal, majalah Foreign Police dan Middle East Policy and the Harvard International Review. Mugahed juga pernah bekerjasama menulis buku dengan John L. Esposito berjudul “Who speaks on behalf of Islam? What a Billion Muslims Really Think”.

Prestasi Mugahed sebagai Muslimah AS pertama yang ditunjuk sebagai penasehat pemerintahan juga membuka kesempatan bagi Muslim lainnya yang menekuni kebijakan publik dan memberikan kontribusi berupa solusi terhadap permasalahan-permasalahan sosial.

“Muslim AS harus kreatif dengan ide-idenya dan selayaknya berpartisipasi dalam mencari solusi bagi persoalan-persoalan negaranya, dan yang lebih penting mereka diberi kesempatan untuk melakukan itu semua,” tukas Mugahed.

Mugahed mengemban tugas berat untuk meluruskan stereotipe negatif terhadap Muslim yang diidentikan dengan ekstrimis. Sebagai perempuan berjilbab pertama di Gedung Putih, Mugahed mengakui bahwa dalam proses penasehat pemerintah, Obama tidak hanya ingin mendengar informasi-informasi yang umum, bukan persoalan jilbab.

“Jilbab tidak menjadi isu utama. Apa yang ingin didengar pemerintahan Obama adalah nasehat masukan tentang bagaimana melibatkan seluruh masyarakat dalam isu-isu sehari-hari,” imbuhnya.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/dalia-mugahed-muslimah-pertama-di-gedung-putih.htm

Netanyahu Takuti Konferensi Durban

1netahyahoo

Konferensi Durban II yang sedang diselenggarakan di Swiss ternyata tak urung membuat Israel blingsatan juga. Tak kurang dari Perdana Menteri Israel yang baru terpilih, Benjamin Netahyahu, ketar-ketir dan angkat suara. “Semua tamu kehormatan konferensi (Durban) adalah para pengingkar Holocaust!” ujarnya keras dalam pertemuan kabinetnya tadi pagi (20/5). Netanyahu juga memberikan selamat kepada negara-negara yang memilih untuk memboikot konferensi ini.

Netanyahu mengatakan bahwa ia telah bekerja sama dengan Prancis untuk menyantuni korban keluarga Holocaust dengan jumlah total sebesar $4,76 juta setelah sebelumnya diberikan $2,4 juta. “Saya gembira bahwa kita bisa melakukan ini. Sekarang, Israel menjadi jaminan buat eksistensi dan keamanan orang Yahudi.” imbuhnya.

Konferensi Durban II memang disinyalir amat membahayakan Yahudi karena membicarakan agenda utama soal rasisme. Yahudi menyebutnya sebagai sikap anti-Semit. Tak urung, kaum Yahudi internasional sudah berusaha memanas-manasi PBB untuk tidak terlibat dalam konferensi ini dengan mengatakan bahwa konferensi ini hanya merendahkan martabat PBB belaka.

Sedangkan Barack Obama, presiden AS, mengatakan bahwa konferensi Durban adalah sebuah pertemuan munafik dan gerakan melawan Israel. Obama sudah jauh-jauh hari memutuskan memboikot Durban II.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/netanyahu-takuti-konferensi-durban.htm

Israel Sesumbar Akan Serang Iran Dalam Hitungan Hari atau Jam

iran5Laporan-laporan tentang rencana serangan rezim Zionis Israel ke fasilitas-fasilitas nuklir Iran terus mengemuka. Surat kabar Times mengutip seorang pejabat senior pertahanan Israel yang mengungkapkan bahwa begitu pemerintah memberi lampu hijau, militer Israel akan melakukan serangan massif ke Iran dalam hitungan hari.

Menurut pejabat tadi, Pasukan Pertahanan Israel akan mengambil setiap langkah untuk bersiap diri untuk sewaktu-waktu menggelar apa yang mereka sebut sebagai “serangan yang beresiko.”

“Israel ingin memastikan, jika militernya diberi lampu hijau, mereka bisa menyerang Iran kapan saja, dalam hitungan hari bahkan jam setelah perintah dikeluarkan. Mereka membuat berbagai persiapan untuk setiap kemungkinan. Pesan yang ingin kami sampaikan pada Iran adalah bahwa ancaman kami bukan sekedar kata-kata,” kata sumber tersebut.

Sebagai persiapan mengglear “serangan udara massif” ke Iran, Israel sudah melengkapi diri dengan tiga pesawat tempur Airborne Warning and Control (AWAC) dan misi-misi regional sebagai upaya untuk menstimulasi serangan. Komando Front Nasional Israel juga mengumumkan agenda memobilisasi kekuatan militer dalam latihan militer terbesar yang pernah dilakukan Israel pada tanggal 2 Juni mendatang. Rakyat Israel juga sudah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan balas dendam yang akan diterima Israel.

Times dalam laporannya menyebutkan, target utama serangan Israel ke Iran adalah fasilitas pengayaan uranium di kota Natanz dan reaktornya di kota Arak, serta pusat produkasi bahan bakar nuklir di Isfahan.

Israel dilaporkan sudah melakukan latihan perang sejak satu tahun lalu untuk menghadapi kemungkinan perang dengan Iran, mengingat jarak Israel ke Iran yang cukup jauh. Surat kabar New York Times dalam laporannya di bulan Juni tahun 2008 menyebutkan bahwa Israel pada awal bulan Juni telah melakukan latihan perang yang diduga sebagai persiapan perang Israel ke Iran. Latihan itu digelar di timur Mediterania dan Yunani dengan melibatkan lebih dari 100 pesawat tempur Israel jenis F-16 dan F-15, helikopter tempur bahkan tank-tank pembawa bahan bakar.

“Kami tidak mau melontarkan ancaman pada Iran tanpa menyiapkan dukungan kekuatan militer. Israel sudah melakukan persiapan untuk menunjukkan bahwa Israel siap bertindak,” tulis Times mengutip seorang sumber intelejen Israel. Tapi sumber itu mengakui, Israel baru akan menyerang Iran jika sudah mendapat persetujuan dari pemerintah AS.

Angkatan Udara AS harus memberikan ijin pada angkatan udara Israel yang akan melewati wilayah Irak untuk menuju Iran. Deputi Direktur Institute for National Security Studies, Ephraim Kam meyakini bahwa pemerintahan Obama tidak akan memberi ijin untuk hal semacam itu karena wacana yang berkembang di lingkungan pertahanan AS, mereka tidak yakin operasi yang akan dilakukan Israel ke Iran akan berhasil. Israel kini sedang melakukan berbagai cara untuk mencari alasan untuk memulai seranganya ke Iran. Lembaga think-tank di AS, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dalam laporannya hari Kamis kemarin mengingatkan akan adanya misi-misi rahasia Israel untuk menghentikan program nuklir Iran.

“Serangan militer Israel ke fasilitas-fasilitas nuklir Iran bisa saja terjadi dan Israel akan mengambil rute yang paling optimum dalam melakukan serangan dengan menyusuri perbatasan Suriah-Turki, kemudian melewati sebagian wilayah Irak, kemudian masuk ke Iran. Rute itu pula yang akan digunakan oleh pesawat-pesawat tempur Israel untuk kembali ke markasnya di Israel.

“Beberapa pesawat tempur, harus mengisi bahan bakar di perjalanan. Mencapai target tanpa bisa dideteksi atau diusir saat di tengah jalan merupakan misi yang penuh resiko dan kompleks. Sulit dijamin bahwa keseluruhan misi ini akan berhasil,” demikian penilaian yang dilakukan CSIS.

Sementara itu, Iran kembali menegaskan bahwa negara itu tidak akan mundur selangkahpun hanya karena ancaman-ancaman dari Israel. Kepala Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi dalam peringatan hari angkatan bersenjata Iran mengatakan bahwa Tehran tidak bersedia berdialog dengan negara manapun yang memilih diam melihat arogansi Israel di Timur Tengah.

“Kami tidak mau duduk untuk bernegosiasi dengan mereka yang tutup mata dan telinga atas kebrutalan Israel dan malah memilih berbicara atas nama entitas Zionis,” kata Mayjen Firouzabadi.

Rencana pemerintahan Obama untuk mengubah bentuk komunikasi dengan Iran memicu polemik di Tehran yang mencurigai sikap AS meski dalam berbagai kesempatan sejumlah pejabat AS berusaha melakukan pembicaraan dengan para diplomat Iran guna membuka kembali negosiasi terkait program nuklir Iran.

Lebih lanjut, Kepala Angkatan Bersenjata Iran menegaskan bahwa Tehran bersedia dialog dengan AS jika AS benar-benar mewakili rakyatnya dalam dialog dan bukan sebagai pendukung Israel.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/begitu-ada-lampu-hijau-israel-akan-serang-iran-dalam-hitungan-hari-atau-jam.htm

Jihad Islam Desak Negara Arab Keluarkan Kebijakan Konfrontasi dengan Israel

jihadislamx1Gerakan perjuangan Palestina – Jihad Islam menyerukan pemerintahan Arab serta pihak otoritas Palestina untuk mengeluarkan kebijakan konfrontasi dengan pemerintahan sayap kanan Israel yang dipimpin oleh PM Israel Benyamin Netanyahu, pada Sabtu kemarin.

Dalam siaran pers yang dibicakan oleh salah seorang juru bicara Jihad Islam Khaled Al-Batsh, Jihad Islam mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak peduli dengan kesepakatan atau komitmen yang dibuat oleh pihak otoritas palestina dalam kaitannya dengan perdamaian dengan Zionis Israel.

Pernyataan resmi dari pemerintahan Zionis Israel yang menjajah Palestina menyatakan “mentalitas Zionis dari pemimpin-pemimpin Israel dan rencana mereka adalah untuk mengusir warga Arab yang berada di dalam Israel dari rumah-rumah mereka,” menurut pernyataan tersebut.

“Para pemimpin Israel memanfaatkan kelemahan dari negara-negara Arab yang mencapai masa surutnya yang paling rendah selama agresi militer Israel di Gaza awal tahun ini,”kata Al-Batsh.

“Kelemahan ini telah mendorong Netanyahu untuk meminta negara-negara Arab mengakui identitas Yahudi Israel sebagai daya tawar untuk memperpanjang konflik dan menghindari persyaratan perdamaian.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah sebuah kebijakan konfrontasi dengan penjajah Israel, bukan berdialog untuk untuk berdamai dengan mereka.

Al-Batsh mencatat bahwa pemerintah Israel tidak menghormati komitmen sebelumnya dan sama sekali tidak memiliki agenda untuk pembicaraan damai.

Ketika pemilu, para pemimpin Israel berbicara tentang “sebuah rumah alternatif bagi rakyat Palestina,” pengusiran warga Arab dari dalam Israel dan rencana menyerang bendungan besar di Mesir, Syria dan Iran, dan pernyataan mereka tersebut mencerminkan mainstream dari para pemilih Israel, lanjut Batsh.

Para pemimpin senior gerakan Jihad Islam mendesak faksi-faksi pejuang Palestina untuk memperbaiki keretakan diantara mereka serta menyerukan negara-negara Arab untuk membuat sebuah kebijakan yang konfrontasi langsung dengan pemerintahan garis keras Zionis Israel.

Selama pembicaraan yang berlangsung antara utusan timur tengah presiden Obama – George Mitchell di Yerusalem hari Kamis yang lalu, Netanyahu menuntut bahwa Palestina yang harus pertama kali mengakui Israel sebagai sebuah negara Yahudi sebelum mendiskusikan solusi sebuah dua negara.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/jihad-islam-desak-negara-arab-keluarkan-kebijakan-konfrontasi-dengan-israel.htm

Iran Gantung Dua Ulama Sunni Terkemuka

iranxTehran, Dua orang ulama besar madzhab Sunni Iran baru-baru ini dihukum gantung oleh pemerintahan negeri Mullah yang menganut madzhab Syiah itu. Keduanya dihukum dengan tuduhan kesalahan “menentang dan memusuhi” gerakan Revolusi Islam/Syiah Iran.

Harian Mesir berbahasa Arab al-Jumhuriyyah (9/4) mengabarkan, kedua ulama tersebut adalah Mawlaya Khalilullah Zari dan Hafizh Shalahuddin Sayyidi. Mereka digantung secara terbuka di kawasan tempat tinggal mereka, di bilangan Sistan, Provinsi Zahdan, sekitar seminggu silam.

Selain tuduhan permusuhan terhadap gerakan Revolusi Islam/Syiah Iran, keduanya juga dituduh merencanakan gerakan makar. Pihak keamanan Iran mendapati beberapa pucuk senjata di rumah kedua ulama tersebut.

Gubernur Zahdan, Ismail Ahmadi mengatakan, di kawasan Sistan yang terletak di wilayah Timur Iran tersebut memang kerap mengemuka aksi-aksi separatis dan teror. (jmr/L2 Cairo)

Hamas Kritik Hasil Pertemuan Liga Arab di Qatar

arab_summit3

Hamas mengkritik hasil pertemuan tingkat tinggi Liga Arab yang berlangsung selama dua hari di ibukota negara Qatar, Doha. Hamas menilai pertemuan itu tidak menghasilkan langkah-langkah praktis dan gagal mengemban amanat untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dibawah penjajahan Israel.

Pimpinan Hamas, Fawzi Barhoum dalam pernyataannya mengatakan bahwa pernyataan final hasil pertemuan tingkat tinggi Liga Arab “lemah, kurang serius dan tidak membawa angin baru bagi rakyat Palestina.” Pertemuan itu, kata Barhoum, juga tidak mengedepankan aspirasi-aspirasi rakyat Palestina yang paling mendasar, yang menginginkan agar Liga Arab lebih berperan untuk menghentikan penjajahan, perusakan dan pembunuhan di tanah Palestina.

“Rakyat Palestina berharap pertemuan itu menghasilkan langkah yang pro aktif untuk melindungi rakyat dan tempat-tempat suci di Palestina serta memberi dukungan penuh pada perjuangan Palestina. Kami berharap Liga Arab bisa mengakhiri blokade Israel, dengan tindakan bukan cuma dengan kata-kata,” ujar Barhoum.

Tapi, lanjutnya, pertemuan Liga Arab di Qatar yang berakhir hari Senin malam ternyata sama saja dengan pertemuan Liga Arab sebelumnya. Para pemimpin Arab tidak mampu membuat mekanisme yang jitu untuk mengakhiri blokade dan memaksa Israel mengakui legimitasi hak-hak bangsa Palestina.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/hamas-kritik-hasil-pertemuan-liga-arab-di-qatar.htm

Tahun 2012; Saatnya Kiamat Bagi AS

1krisisas1Apakah AS akan segera kehilangan statusnya sebagai negara suporpower? Akankah dollar jatuh? Jika benar, apa yang akan mengganti mata uang dunia dan apa yang akan mengganti hegemoni AS dalam tatanan dunia baru?

Sebagai gambaran betapa “adidaya”-nya AS, tentaranya sekarang menapak di 150 negara di seluruh dunia, siaga satu dalam setiap peperangan baik yang sudah dan juga mungkin akan dilaksanakan, dimulai sejak perang di Afghanistan tahun 2001. Dalihnya adalah penyerangan 9/11. Front perang AS yang kedua dibuka di tahun 2003 dalam invasi AS ke Iraq. Semuanya itu berharga utang negara dengan jumlah $10,8 trilyun dan masih terus bertambah hingga saat ini.

Walaupun Presiden AS Barack Obama menegaskan akan menarik bersih pasukannya dari Iraq paling lambat 2011, tapi ironisnya, ia juga menambah 17.000 pasukan ke Afghanistan. Tanpa ada kejelasan batas utang AS dan sekaligus penugasan militer AS, tampaknya AS justru tengah menambah bebannya sendiri.

Apa artinya tatanan dunia baru? Ada dua pembeda. Keduanya, mempunyai relevansi atau hubungan yang dalam. Sebuah periode perubahan politik dunia yang dramatis dan keseimbangan kekuatan pemerintahan yang baru, itulah yang ada di depan dunia saat ini. Iklim politik global telah berubah dengan drastis dan tampaknya tengah berada di ujung tanduk. Semuanya bergumpal di AS dengan resesi ekonominya yang gila.

 

1krisisasTampaknya, masyarakat global hanya akan menerima implementasi dari tatanan dunia baru, kebalikan dari ekonomi AS yang ambruk. Lantas, bagaimanakah tatanan dunia baru lahir? AS menjadi negara paling parah dalam krisis karena mata uangnya digunakan sebagai alat tukar internasonal.

Minyak, emas, dan semua komoditas besar diperjualbelikan memakai dollar. Jika AS kolaps laiknya Islandia dan Latvia, seluruh dunia, terutama negara-negara maju, akan terkena imbasnya. Dan ketika itulah sebuah tatanan dunia baru akan otomatis muncul ke permukaan dan dibutuhkan oleh masyarakat dunia.

Banyak ahli yang percaya, itu bukan sesuatu yang mustahil. Profesor Willem Butler, mantan anggota Komite Kebijakan Moneter dan sekarang mengajar di London School of Economics, mengatakan, “Akan terjadi dumping besar-besaran terhadap dollar AS, termasuk juga aset pemerintahan AS. Delapan tahun kepemimpinan Bush hanya menyisakan kebobrokan dalam bidang keuangan, ekonomi, politik dan moral!”.

Peter Schiff, guru ekonomi yang lain, mengamini. Schiff, presiden Euro Pacific Capital Inc, sebuah perusahaan broker mata uang, pada tahun 2006 sudah memprediksikan bahwa AS akan terjerat pada renten perumahan. “Emas akan mencapai $2000 per ons dan dollar akan kehilangan statusnya sebagai mata uang internasional,” demikian Schiff. Ron Paul telah mengamati dan mempelajari sistem perekonomian AS selama 30 tahun.

Ia berpendapat bahwa krisis finansial AS disebabkan oleh kebijakan pemerintah Federal AS. Tokoh ekonomi yang telah jitu memperkirakan ledakan macetnya keuangan dunia pada tahun 1987 dan juga kejatuhan Sovyet, memperkirakan bahwa paling lambat 2012, akan terjadi revolusi di AS, seiring dengan ketiadaan bahan makanan dan tingginya pajak.

 

SAFRICA-VIOLENCE-IMMIGRATIONDengan segala hal yang terjadi seperti itu, jadi apa AS sekarang? Satu kemungkinan adalah PBB akan mengambil alih pemerintahan global.

Ini sudah jauh-jauh hari diucapkan oleh George Bush senior dalam pidatonya di depan Kongres AS pada 6 maret 1991, ketika akan menindak Iraq karena menginvasi Kuwait.

” Kita semua bisa melihat bahwa sebuah dunia baru segera tiba.” ujar Bush ketika itu, “Dunia dimana negara-negara yang bersatu bebas dari segala perang dingin, dan yang akan mengisi sejarah kita.

Sebuah dunia dimana kebebasan dan respek untuk hak asasi manusia untuk semua bangsa…” Menurut Henry Kissinger, krisis ini harus dipergunakan oleh Obama sebagai ajang membentuk tatanan dunia baru. Gordon Brown, perdana menteri Inggris, mengatakan, “Inilah waktunya untuk merekonstruksi dunia. Sebuah tatanan dunia baru.”

Kemungkinan yang lain adalah, munculnya China sebagai “penguasa” baru. Chinna merupakan tukang kredit paling besar bagi AS. China-lah yang pertama kali menendang dollar AS. Tapi apakah China akan melakukan itu? Sepertinya tidak. China dan Rusia sudah mempunyai pengalaman dalam menanggulangi krisis global.

Diam-diam, China mengatur sebuah strategi, tanpa diapa-apakan pun, ekonomi AS akan jatuh dengan sendirinya. Kebangkrutan AS begitu dekat dan rumit dan saling terkait satu sama lain. Menilik sejarah, hanya ada satu kemungkinan besar bagi negara manapun yang ingin keluar dari kebobrokan ekonomi. Kemungkinan itu adalah kerusuhan dan kekacauan dalam negeri yang sangat menghancurkan.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/analisa/jika-as-jatuh-akankah-hadir-tatanan-dunia-baru.htm

Bin Laden : Masuk Yordan, Bebaskan Aqsha

20060119-osamaOsama Bin Laden, menyerukan para pengikutnya memasuki Yordania, dan membebaskan al-Aqsha, pernyataannya itu, disampaikan melalui video, yang dilansir oleh Middle East Media Reseach Institute (MEMRI). Video yang direlease MEMRI itu, panjangnya 33 menit, dan dalam pernyataannya itu, Bin Laden menyatakan, memberikan mandat kepada para pejuang ‘ muslim’ untuk memotong kepala para pemimpin negara-negara yang berbatasan dengan Israel, termasuk Yordan, mereka lah yang membuat penderitaan para mujahidin.

Yordan merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Israel, yang selama ini, membela dan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Hanya Yordania dan Mesir, di antara anggota Liga Arab, yang mempunyai hubungan resmi dengan Israel.

Hubungan diplomatik inilah yang menyebabkan negara-negara Arab yang berada di garis depan (front line) dengan Israel, tidak dapat berbuat banyak dalam menghadapi Israel, dan cenderung berkolaborasi dengan Israel. Sehingga, mereka tidak memberikan dukungan secara terbuka terhadap rakyat Palestina, yang menghadapi penjajahan Israel. Ini merupakan akibat perang yang terjadi di tahun 1967 dan 1973, di mana negara-negara Arab garis depan dikalahkan Israel.

Bin Laden menegaskan kemenangan di Iraq, memberikan kesempatan bagi para pejuang Islam, yang telah memenangkan perang di Iraq, memasuki Yordania, terus ke Tepi Barat, dan dari wilayah ini, dapat masuk ke Palestina. “Beberapa bulan mendatang, segala sesuatu akan  pergi ke Yordan”, ujar Eli al Shech, seperti dikutip MEMRI. Ini menggambarkan perkembangan baru di Timur Tengah, yang menunjukkan arah yang semakin kuatnya pengaruh gerakan al-Qaidah.

Tapi, semua ini, tak lain semakin skeptisnya para penguasa Israel, yang melihat perkembangan bangkitnya umat Islam di Yordania, yang akhir-akhir ini semakin menampakkan jati dirinya. Hal ini, dipicu adanya serangan tentara Zionis-Israel ke Gaza, yang menimbulkan korban warga Gaza, yang cukup besar. Kemarahan dikalangan umat Islam di Yordania ini, mendorong mereka untuk berusaha membebaskan Palestina, termasuk al-Aqsha, yang sekarang ini menghadapi bahaya besar, di mana Zionis Israel, terus menggali terowongan yang mengancam Masjidil Aqsha, yang lama-lama dapat hancur.

Di Yordania, dua pertiga penduduk negeri itu adalah warga Palestina, sejak mereka diusir dari tanah air mereka oleh Zionis Israel. Bahkan, dikalangan para pemimpin Israel, mereka menyerukan agar warga Palestina, menggabungkan diri dengan Yordania, dan tidak mendirikan negara Palestina. Inilah cara Israel untuk mengusir penduduk Palestina dari tanah air mereka.

Bin Laden juga menuduh, sekarang ini, yang terkena pengaruh jahat itu, bukan hanya para kepala negara Arab, tapi juga kalangan lapisan kedua seperti ilmuwan, para pekerja media, dan ikut berkomplot dengan musuh. Mereka lapisan kedua, para ilmuwan, dan para wartawan dan editor, yang ikut mempengaruhi para kepala pemerintahan, ujar Ben Laden.

“Ben Laden melihat adanya ancaman idelogi, yang tumbuh semakin kuat”, ujar al-Syech. “Perlu dilakukan pembentukan kekuatan baru, yang membebaskan pikiran dan hati kaum musimin”, kata Ben Laden.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/bin-laden-masuk-yordan-bebaskan-aqsha.htm

Awan Tag