Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Jabotinsky’

Roket Hizbullah Palestina Menyerang Israel

roket_hizbullahSebuah kelompok pejuang Palestina – yang menyebut diri mereka “Hizbullah” telah menyatakan bertanggung jawab atas peluncuran 2 roket buatan yang mendarat di Israel pada Kamis malam kemarin.

Roket yang ditembakkan itu mendarat di area terbuka di dekat kota Sderot, yang berbatasan dengan sebelah Utara Gaza. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada laporan kerusakan yang ditimbulkan dari ledakan roket buatan tersebut. Sekitar dua jam kemudian roket lain mendarat di sebuah daerah dekat kota Netivot, dan dilaporkan tidak ada yang terluka dari serangan roket itu.

Kelompok pejuang Hizbullah Palestina sepertinya terinspirasi dari gerakan Syiah Hizbullah di Libanon karena menggunakan nama yang sama.

Sejak berakhirnya perang tiga minggu di jalur Gaza pada bulan Januari lalu, militer Zionis Israel telah merespon setiap roket yang ditembakkan dari Gaza dengan serangan udara. Pada hari Kamis kemarin, pesawat tempur Israel menghancurkan sebuah mesjid di kota Khan Younis dan juga menghancurkan terowongan yang sering di gunakan untuk menyelundupkan senjata – di bawah perbatasan Gaza-Mesir, di kota Rafah. (fq/mna)
Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/palestina/roket-hizbullah-palestina-menyerang-israel.htm

Siapa Hillary Clinton?

hillary31Sebulan setelah menjadi Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton melakukan kunjungan ke Indonesia. Hillary mengatakan bahwa Indonesia mempunyai peranan penting bagi AS. Siapa Hillary Clinton?

Era 1993-2001, Hillary adalah salah seorang wanita terkenal di AS. Maklum, ia adalah istri dari Presiden AS ke-42, Bill Cinton, dan posisi itu otomatis membuatnya menjadi ibu negara alias first lady. Terlahir dengan nama lengkap Hillary Diane Rodham di Chicago, Illinois, 26 Oktober 1947, sekarang berusia 61 tahun memulai karir politiknya sebagai senator junior Amerika Serikat dari negara bagian New York, suatu jabatan yang dimulai pada 3 Januari 2001.Sebelumnya, ia adalah seorang pengacara.

Lulus dari Sekolah Hukum Yale pada tahun 1973, ia pindah ke Arkansas pada tahun 1974 dan kemudian menikahi Bill Clinton pada 1975. Ia lalu menjadi rekan wanita pertama di Firma Hukum Rose pada tahun 1979 dan dua kali tercatat sebagai salah seorang dari 100 pengacara paling berpengaruh di Amerika. Dari tahun 1979 hingga 1981 dan 1981 hingga 1992 ia adalah Ibu Gubernur Arkansas dan aktif dalam sejumlah organisasi yang terkait dengan kesejahteraan anak-anak serta menjadi anggota direksi Wal-Mart dan beberapa perusahaan lainnya.

hillary41Hillary dibesarkan dalam sebuah keluarga Methodist di Park Ridge, Illinois. Ayahnya, Hugh Ellsworth Rodham, seorang konservatif, adalah seorang eksekutif dalam industri tekstil, dan ibunya, Dorothy Emma Howell Rodham, seorang ibu rumah tangga. Hillary mempunyai dua orang saudara lelaki, Hugh dan Tony. Sewaktu menjadi Ibu Negara AS, rancangan layanan kesehatan Hillary yang merupakan inisiatif terbesarnya gagal disetujui Kongres pada tahun 1994. Pada tahun 1997 dan 1999, Hillary berperan dalam pembentukan Program Asurasi Kesehatan Anak-Anak Negara (State Children’s Health Insurance Program), Undang-Undang Adopsi dan Keluarga Aman (Adoption and Safe Families Act), dan Undang-Undang Kemandirian Asuhan Keluarga (Foster Care Independence Act). Pada tahun 1996, ia diperintahkan untuk memberikan kesaksian di hadapan juri akibat kontroversi Whitewater. Ia tidak pernah didakwa dengan tuduhan apapun maupun beberapa penyelidikan lainnya selama masa kepresidenan suaminya. Kondisi pernikahannya dengan Bill Clinton menjadi perhatian umum setelah terungkapnya skandal Lewinsky pada tahun 1998.

 

1clinton_family1Setelah pindah ke New York, Clinton terpilih sebagai senator Negara Bagian New York pada tahun 2000 sehingga menjadi mantan Ibu Negara pertama yang memenangi pemilihan umum untuk suatu jabatan di AS. Di Senat, awalnya ia mendukung pemerintahan George W. Bush mengenai beberapa kebijakan luar negeri, termasuk memberikan suaranya dalam mendukung Resolusi Perang Irak yang menyetujui dilaksanakannya Perang Irak. Ia kemudian berbalik menentang tindakan pemerintah dalam Perang Irak dan juga menentang kebijakan pemerintah Bush dalam hampir seluruh masalah dalam negeri. Ia terpilih kembali sebagai senator dengan kemenangan telak pada tahun 2006. Pada 20 Januari 2007 ia resmi menyatakan dirinya ikut serta dalam pemilihan umum presiden AS 2008 .Pada pemilihan calon presiden AS tersebut, Clinton berhasil memenangi lebih banyak pemilihan pendahuluan dan anggota delegasi daripada wanita lainnya sepanjang sejarah AS, namun setelah kampanye yang panjang, Senator Barack Obama menjadi calon terpilih Partai Demokrat pada Juni 2008.

Pada tanggal 22 Januari 2009 Hillary Clinton dilantik sebagai Menteri Luar Negeri AS.

Ketika menjadi pesaing Obama dalam pemilu presiden kemarin, Hillary melontarkan kampanye-kampanye yang keras terhadap negara-negara Arab yang selama ini dianggap musuh oleh AS, bahkan lebih keras dari kampanye Obama. Clinton pernah menyebut Obama “naif” dalam kampanyenya, karena Obama menyatakan akan membuka dialog langsung dengan Iran, Suriah dan Korea Utara. Clinton juga bersumpah akan “menghancurkan” Iran jika negara itu berani menyerang Israel.

Tak heran jika Israel-lah yang paling berbahagia dengan terpilihnya Hillary Clinton dalam kabinet Obama. PM Israel Ehud Olmert langsung mengucapkan selamat pada Clinton dan mengatakan bahwa Clinton adalah sahabat Israel dan orang-orang Yahudi. Tidak heran jika Hillary banyak membela kepentingan Yahudi, karena karena kakeknya, Max Rosenberg meruapkan seorang Rusia keturunan Yahudi. Hillary menyebut Yerusalem sebagai “ibukota abadi dan tak ternilai” bagi Israel. Dia juga telah lama mengajukan gagasan pemindahan kedutaan besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. (sa/berbagaisumber)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/siapa-hillary-clinton.htm

PM Turki: Olmert Tidak Bisa Dipercaya

erdog1Perdana Menteri Turki Rcep Tayyeb Erdogan lagi-lagi melontarkan pernyataan tajam soal Israel. Ia menyebut Perdana Menteri Israel Ehud Olmert tidak bisa dipercaya, karena pernyataan-pernyataan tidak konsisten.

Dalam keterangan pers bersama dengan pimpinan negara Kroasia Ivo Sanader, Erdogan mempertanyakan kredibilitas para pemimpin Israel. “Komentar-komentar Ehud Olmert tidak konsisten. Bagian mana dari pernyataan Olmert yang Anda percayai,” tukas Erdogan ketika ditanya apa komentarnya soal pernyataan Olmert baru-baru ini.

Hari Minggu kemarin, dalam pidatonya Olmert mengkritik Erdogan yang menyesalkan mengapa Olmert tidak bilang akan menyerang Gaza saat kunjungannya ke Ankara beberap hari sebelum Israel menggelar agresi brutalnya ke Gaza.

Olmert mengatakan, ia tidak menyampaikan rencana serangan itu pada Erdogan karena dia tidak pernah tahu akan mengeluarkan perintah agresi tersebut dan ia tidak selayaknya memberikan informasi pada pihak manapun soal rencana militer negaranya.

Olmert juga mengaku tidak memberitahu sekutu-sekutunya seperti Presiden AS George W. Bush, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel ketika memutuskan untuk melakukan agresi besar-besaran ke Jalur Gaza.

“Apa yang harus saya katakan pada mereka, mengatakan bahwa rencana militer Israel adalah untuk mempertahankan diri? Saya pikir itu bukan tindakan yang tepat. Saya merasa tidak perlu memberitahu mereka dan saya merasa tidak enak dengan pernyataan perdana menteri Turki,” kata Olmert dalam pidatonya hari Minggu kemarin.

Sementara Erdogan dalam keterangan persnya mengatakan,”Pertama, Anda (Olmert) menginginkan ada negara yang menjadi mediator. Lalu Anda datang ke sini (Turki) dan melakukan pembicaraan sebanyak lima kali (terkait negosiasi tidak langsung Israel-Suriah). Yang paling menarik, pertama Anda bilang tidak tahu menahu soal ini (jadwal serangan ke Gaza) kemudian Anda mengatakan ‘mengapa harus memberitahu rencana ini?’.”

“Pernyataan ini menimbulkan rasa ketidakpercayaan. Seorang pemimpin tidak boleh menciptakan ketidakpercayaan. Politik bukan institusi yang memproduksi kecurigaan,” tukas Erdoga seperti dilansir surat kabar Hurriyet Daily.

Erdogan adalah salah satu pemimpin Muslim yang sangat keras mengecam agresi brutal Israel ke Gaza bulan Januari kemarin. Ia meminta PBB agar Israel dikeluarkan dari PBB. (ln/prtv)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/pm-turki-olmert-tidak-bisa-dipercaya.htm

Di mana Yahudi Terbesar Di Luar Israel?

jewsDi mana orang-orang Yahudi di luar Israel, yang jumlahnya paling banyak? Dan bagaimana dampaknya? Selama ini banyak yang tidak memiliki data dan mengetahui peta demografies orang-orang Yahudi di seluruh dunia.

Dan, nampaknya jumlah keberadaan orang-orang Yahudi itu, jumlah mereka, sebanding lurus dengan pengaruh mereka didalam berbagai bidang kehidupan.

Data-data ini dapat memberikan sebuah gambaran yang mendalam pada tingkat kebijakan setiap negara, yang berkaitan dengann politik, ekonomi, perdagangan, pertahanan-keamanan, budaya dan ilmu pengetahuan, teknologi-informasi, dan bahkann bidang pertanian.

Semakin banyak jumlah orang Yahudi di sebuah negara, semakin kuat pengaruhnya terhadap aspek-aspek kebijakan pemerintahan di sebuah negara. Ini sudah menjadi fakta yang sifatnya umum. Negara-negara yang jumlahnya penduduk Yahudi, cukup banyak, maka negara itu, sudah betul-betul berada dalam ‘genggaman’ golongan Yahudi.

Karena, mereka membangun jaringan yang sangat kuat, berdasarkan hubungan darah (ras), ideologi (agama), dan kepercayaan atau mitos bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan ‘tuhan’.

Inilah gambaran peta dimografies orang-orang Yahudi di seluruh dunia, setidaknya data ini, memuat sepuluh negara, yang paling banyak penduduknya orang Yahudi :

Tentu, yang pertama Israel, yang jumlah penduduknya 5.313.800 (40% dari total populasi Yahudi dunia). Di luar Israel, sepuluh negara yang jumlah Yahudinya paling banyak adalah :  Amerika jumlah Yahudi 5.275.000 jiwa (40% dari total populasi dunia), Perancis jumlah Yahudi 491.000 jiwa (3.8% dari total populasi Yahudi dunia), Canada jumlah Yahudi 373.000 jiwa (2.9% dari total populasi Yahudi dunia), Inggris jumlah Yahudi 297.000 jiwa (2.3% dari total populasi Yahudi dunia), Rusia 228.000 jiwa (1.7% dari total populasi Yahudi dunia), Argentina jumlah Yahudi 184.000 jiwa (1.4% dari total populasi Yahudi dunia), German jumlah Yahudi 118.000 jiwa (0,9% dari total populasi Yahudi dunia), Australia jumlah Yahudi 103 jiwa (0,8% dari total populasi Yahudi dunia), dan Brazil jumlah Yahudi 96.000 jiwa (0,7% dari total populasi Yahudi dunia).

jew_population1

Dari data ini golongan Yahudi yang paling banyak diluar Israel, yaitu di Amerika yang jumlahnya mencapai 5.275.000 jiwa (40% dari total populasi Yahudi dunia), maka Amerika sebagai negara ‘super power’, yang mempunyai pengaruh secara global, baik dibidang ekonomi, perdagangan, petahanan-keamanan, dan berdampak sangat luas.

Di Amerika yang sangat terkenal adanya ‘lobby’ Yahudi, yang sangat berpengaruh seperti AIPAC dan JAC, yang semuanya mempengaruhi kehidupan nasional Amerika. Jadi dengan jumlah golongan Yahudi yang banyak, dan sudah masuk dalam seluruh lembaga publik  yang ada di Amerika, maka melihat kondisi seperti ini, betapa Amerika sekarang ini, para pemimpin Israel sudah mengganggap Amerika sebagai tanah air mereka. Dan, Israel dengan mudah mendiktekan kebijakannya  terhadap negara dan pemerintah Amerika.

Selain itu, beberapa negara Eropa yang sangat strategis yaitu ‘Trioka’, Perancis, Inggris dan Jerman, terdapat populasi Yahudi yang besar (lihat jumlah daftar  Yahudi). Disamping Rusia yang sejak zamannya Tzar, orang-orang Yahudi sudah mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam kehidupan politik Rusia. Bahkan, sebagian pemimpin politik dan ideolog Partai Komunis Rusia adalah Yahudi. Seperti Karl Marx, Lenin, Stalin dan lainnya. Bahkan, sekarang orang terkaya kedua di Rusia, Roman Abromovich, yang memiliki club sepakbola Chelsea, tak lain, adalah Yahudi.

Semua negara Barat, yang tergabung dalam kelompok G.8 (Kelompok Negara Industri), di negara mereka masing-masing terdapat jumlah Yahudi yang banyak, dan umumnya mereka mempunyai pengaruh yang sangat penting. Namun, semuanya yang menjadi ‘episentrum’ (pusatnya) adalah di Tel Aviv. Sedangkan, negara-negara lainnya, seperti Amerika, Perancis, Canada, Inggris, Rusia, dan Jerman, mereka hanya menjadi ‘proxi’ (tangan) Israel.

Lihat dalam kasus konflik di Timur Tengah, sejak hadhirnya Israel di tahun 1948, sampai perang 1956, 1967, 1973, agresi Israel di Lebanon 1982, perang di Lebanon Lebanon Selatan 2006, dan terakhir agresi Isrrael ke Gaza, semua menggunakan ‘proxy’, negara yang sudah dibawah bayang-bayang Israel. Sampai kapan keadaan ini dapat berubah? Terutama terhadap penjajahan rakyat Palestina? (m/jp)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/di-mana-yahudi-terbesar-di-luar-israel.htm

Din, Hasyim, & Foke Tak Makan Malam dengan Hillary

mx3bkex9ngJAKARTA Makan malam Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton bersama 75 tokoh Indonesia tidak dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Tanfidz PBNU Hasyim Muzadi, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Dalam pandangan okezone, saat acara dimulai, tidak satupun dari ketiga tokoh tersebut hadir dalam acara makan malam di Gedung Arsip Nasional, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (18/2/2009).

Dalam daftar undangan, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan Ketua PBNU Hasyim Muzadi tidak tercantum. Namun, keduanya mengaku diundang oleh pihak Kedubes AS. Namun, Din lebih memilih menghadiri dialog antar Agama di Australia. Sedangkan Hasyim tidak diketahui alasan ketidakhadirannya.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tampak terdaftar dalam daftar undangan. Namun, pria yang akrab disapa Foke ini mengutus dua orang perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta. Namun, keduanya tampak tidak diperbolehkan masuk ke dalam.

Sementara yang hadir dalam acara tersebut di antaranya adalah putra mantan presiden RI BJ Habibie yaitu Ilham Habibie, mantan Wakil Ketua KPK Erry Iriyana, Nong Darol Mahmada (aktivis Jaringan Islam Liberal), Teten Masduki, Lily Zakiyah Munir (Cepdes), Asmara Nababan, Ade Daud Nasution, Suciwati, Joko Susilo, Pramono Anung (PDI P), Imam Prasodjo, Agung Widjojo, Azyumadi Azra, Komarudin Hidayat (rektor UIN), dan Kardinal Julius Darma Atmadja.

Imam Prasodjo menyayangkan ketidakhadiran Din Syamsuddin dalam acara makan malam ini. Menurutnya, Din tidak bisa apriori sebelum mendengar dan mengetahui secara detail mengenai pertemuan.

“Kita harus open minded (berpikiran terbuka). Harus melihat segala kemungkinan. Kalau ada kejadian yang tidak kita setujui, baru buat statemen tidak  setuju,” jelasnya.

Menurutnya, jika pertemuan ini bisa mendorong gal yang baik untuk Indonesia dan kepentingan kemanusiaan kenapa tidak digunakan sebaik mungkin. (uky)(mbs)

Sumber : http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/18/1/194137/din-hasyim-foke-tak-makan-malam-dengan-hillary

Obama : Afghanistan Seperti Perang Vietnam

1obamapatton1Rakyat AS mulai merasa terganggu dengan kebijakan presiden baru mereka, Barack Obama. Newsweek menyebut Afghanistan sebagai Vietnam-nya Obama.

Setiap Presiden AS di semua masa selalu meninggalkan perang. Dan belum satu bulan pemerintahannya, Obama sudah memilih perangnya sendiri, Afghanistan.

Seperti yang kita ketahui, setelah Obama menjabat sebagai Presiden AS, ia langsung mengirimkan puluhan ribuan pasukannya ke Afghanistan.

Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, secara total akan mencapai 70.000! Jumlah itu akan terus bertambah waktu demi waktu. Kebijakan Obama itu banyak dipertanyakan oleh rakyat AS. “Polanya sudah sangat menganggu.

Obama ingin menunjukan sesuatu kepada kita. Sekarang, kita lagi-lagi menghadapi masa depan bangsa yang setengah gagal dan tidak kompeten,” begitu tulis Newsweek. “Semua negara sekarang akan melihat kepada kita dan kita akan kembali bangkrut untuk membiayai perang. Afghanistan akan menjadi dilema yang menyesakan bagi AS. Kita tidak akan menang di sana, namun sekarang, kita juga tidak tahu caranya menghentikan perang.”

Banyak pengamat AS yang menilai bahwa Afghanistan adalah medan perang yang luar biasa sulit, tidak bisa dibandingkan dengan Iraq. George Bush sampai akhir pemerintahannya terbukti tidak berhasil menaklukan Afghanistan. “Afghanistan akan menjadi Vietnam bagi Obama.” lagi-lagi demikian Newsweek. Yang paling parah, masih menurut Newsweek, AS tidak bisa membedakan antara Taliban dan Al Qaida.

Sampai sekarang, Perang Vietnam masih menjadi bekas luka dalam jiwa rakyat AS. Keterlibatan AS dalam Perang Vietnam adalah yang paling lama dan paling tidak populer dalam sejarah AS. Ketika Perang Vietnam berakhir pada tahun 1975, hampir 58 ribu orang tentara AS dan sekitar tiga juta orang warga Vietnam tewas.

Setelah perang berakhir, warga AS bertanya-tanya, mengapa mereka menemui kekalahan. Banyak yang merasa bahwa AS seharusnya tidak melancarkan perang itu. Mereka berpendapat, rakyat Vietnam menjadi korban putusan dan kebijakan AS yang keliru. Yang lain berpendapat, perang Vietnam tidak dilakukan dengan cukup kuat.

Menurut mereka, AS akan menang kalau warganya mendukung tentara, atau kalau Pentagon tidak dikungkung berbagai pembatasan dalam menjalankan operasinya di Vietnam. Karena Perang Vietnam, AS dijuluki sebagai ‘macan kertas’. Ini sering disebut sebagai ‘Sindrom Vietnam’, yaitu keengganan untuk maju ke medan tempur.

Sekarang, di Afghanistan, Obama tengah menciptakan Perang Vietnamnya sendiri. (sa/nw)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/afghanistan-perang-vietnam-ciptaan-obama.htm

Jabotinsky, Bapak Moyang Kekejian Yahudi

Pada 29 April 2003, saat peringatan Holocaust, Ariel Sharon, saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Israel, berkata, “Hanya kekuatan (kekuasaan) yang dapat menyelematkan bangsa Yahudi.

“Saya tidak percaya pada penggunaan cara-cara yang menunjukkan kelemahan, seperti diplomasi, perundingan, dan sejenisnya”, tegas Ariel Sharon.

Bukan Ariel Sharon saja yang menganut logika berpikir ini. Tiga tokoh Israel saat ini, Tzipi Livni, Benjamin Netanyahu, dan Avigdor Lieberman juga penganut paham seperti Sharon.

Darimana gerangan pemikiran ini bermula? Adalah Vladimir Jabotinsky yang mencetuskan gagasan dan cara berpikir yang keji ini. Siapakah gerangan Jabotinsky?

 

Gideon Shimony, penulis buku The Zionist Ideology (1995) menyebut Jabotinsky seorang Zioinis yang brilian, orator ulung, yang tumbuh di komunitas Yahudi Rusia.

Teori-teorinya banyak diaplikasikan dalam gerakan Zionisme, terutama dalam penggunaan kekuatan dan segala cara yang memungkinkan untuk mewujudkan impian Zionis, termasuk penggunaan kekerasan. Ralph Schoenman, dalam bukunya The Hidden Agenda of Zionism, juga banyak mengungkap pemikiran Jabotinsky dalam mewujudkan impian Zionis.

Bahkan, kaum Zionis tidak tabu untuk bekerja sama dengan Nazi Jerman, kaum pembantai Yahudi sendiri.

Fakta-fakta kerja sama Nazi Jerman dengan gerakan Zionis untuk menggiring orang Yahudi ke Palestina juga diungkap sejawaran Inggris, Faris Glubb, melalui bukunya, Zionist Relations with Nazi Germany (1979). Semuanya bermula dari Jabotinsky.

Karya tulis Jabotinsky “The Iron Wall” (Tembok Besi), yang diluncurkan pada 4 November 1923, bisa dikatakan sebagai esai dasar bagi seluruh gerakan Zionis. Ia mengemukakan secara tegas premis-premis esensial Zionisme yang telah diletakkan sebelumnya oleh Herzl, Weizmann, atau tokoh Zionis lainnya, meskipun tidak secara jelas.

Gagasan Jabotinsky sangat realistis, dengan memandang Zionisme sebagai suatu imperialisme, sehingga mustahil terjadi kerjasama atau rekonsiliasi antara Yahudi dan Arab. Karena itu, Arab harus dihadapi dengan kekuatan. Schoenman mencatat pemikiran dan sejarah Jabotinsky yang berusaha menggabungkan pemikiran Zionis dan kebejatan moral.

Pembantaian terhadap orang-orang Yahudi sengaja dibiarkan untuk memberikan “legitimasi moral yang besar” kepada Zionisme untuk melakukan hal yang sama terhadap orang-orang Arab.

“Pelajaran dari penghancuran Nazi terhadap Yahudi adalah bahwa sekarang dibolehkan bagi Zionis untuk menyengsarakan seluruh penduduk Palestina.” demikian pernyataan Jabotinsky yang paling terkenal.

 

Ze’ev (Vladimir) Jabotinsky lahir di kota Odessa, Russia, pada 18 Oktober 1880. Umur 18 tahun, dia mempelajari ilmu hukum di Italia dan Swiss, sekaligus juga menjadi koresponden beberapa media terkenal di Russia.

Dalam umur yang sangat muda itu, tulisannya dianggap sebagai sesuatu yang mendobrak, bahkan ia ditahbiskan sebagai salah seorang eksponen Russia yang brilian.

Tahun 1903, terjadi pembunuhan orang Yahudi di Kisinev. Hal inilah yang membuat Jabotinsky mulai menggeluti aktivitas Zionis. Sendirian, dalam usia 23 tahun, mengorganisasi Yahudi seluru Russia. Ia pun menjadi perwakilan Yahudi Russia dalam Kongres Zionis yang ke-6, kongres terakhir dimana Theodor Herzl ikut serta. Dalam periode ini, Jabotinsky aktif dalam penyebaran bahasa dan budaya Ibrani di Russia, bahkan dia mendirikan Universitas Hebrew di Jerusalem.

Usai Perang Dunia I tahun 1941, Jabotinsky berhenti dari kegiatan tulis-menulis dan bersama Joseph Trumpeldor mendirikan Legiun Yahudi di Alexandria. Dari awal Jabotinsky tidak  pernah tertarik membentuk unit yang mewah. Maka segera, ia pun merambah pendirian Legiun Yahudi ke London dan Turki.

Sejak tahun 1921, Jabontinsky telah menjadi anggota eksekutif Zionist dan mendirikan “Keren Hayesod”. Tahun 1925 ia mendirikan Hatzhohar atay Serikat Revisi Zionist. Serikat inilah cikal bakal yang merumuskan pendirian negara Zionis.

Sepanjang tahun 1928-1929, pekerjaan Jabotinsky hanya berkutat seputar merumuskan aktivitas politik. Tahun 1937, Jabotinsky mendirikan Irgun, sebuah sayap Zionis yang beraliran militer. Ia sendiri menjadi komandannya. Pada periode inilah ia mulai mendiasporakan (menyebarkan) Yahudi ke seluruh penjuru negara Eropa. Ia juga yang pertama mengirimikan Yahudi ke  AS dan Inggris. Jabotnisky fasih menguasai berbagai bahasa.

Mulai tahun 1929, ia sudah dilarang untuk memasuki berbagai negara di Eropa, dan sampai akhir hidupnya, ia hidup dengan cara berdiaspora dari satu tempat ke tempat lain. pada 4 Agustus 1940, ketika mengunjungi diam-diam Kamp Betar di New York, ia menderita serangan jantung. Pesan terakhirnya adalah bahwa orang-orang Yahudi harus segera mendirikan negara Zionis Israel.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/jabotinsky-bapak-moyang-kekejian-yahudi.htm

Awan Tag