Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘KAMPANYE TERBUKA’

Ayo Berkampanye Lewat NSP / RBT PKS

logo-pks1

PK-Sejahtera Online: Kemajuan teknologi informasi memberi kesempatan kepada kita untuk berkampanye efektif melalui lagu kampanye Partai Keadilan Sejahtera yang diaktifkan menjadi Nada Sambung Pribadi (NSP) atau Ring Back Tone (RBT) di ponsel kita masing-masing. Bahkan masih sangat efektif di detik terakhir masa kampanye terbuka, menjelang hari tenang dan hari Pemilu.

 

Asumsikan ada 3,2 juta kader PKS. Sebanyak 3 juta di antaranya mengaktifkan RBT PKS pada ponselnya, dan masing-masing ponsel rata-rata menerima panggilan masuk dari orang lain sebanyak 10 kali per hari, maka kita semua sudah melakukan kampanye kepada 30 Juta orang per hari.

“Subhanallah. Insya Allah sangat efektif membantu dan bisa jadi hanya PKS yang bisa menggunakan cara kampanye ini”, kata Dr Mardani Ali Sera, Wasekjen DPP PKS Bidang Administrasi dalam surat seruan yang ditujukan kepada semua Ketua DPW seluruh Indonesia. 

Berikut ini adalah daftar lagu dan kode lagu kampanye PKS serta cara mengaktifkan dan mengirimkanya kepada nomor lain. 

TELKOMSEL
1. Bangkit – Harapan Masih Ada (Shoutul Harokah) 3670321
2. Delapan Yang Kupilih (Ruhul Jadid) 3670317
3. Delapanku (Al-Veoli) 3670318
4. Nomor Delapan (Barakatak M-Prod) 3670319
5. Surak PKS (RRC) 3670320
6. Sambutlah (Ruhul Jadid) 3670315
  
INDOSAT
1. Bangkit – Harapan Masih Ada (Shoutul Harokah) 190369999
2. Nomor Delapan (Barakatak M-Prod) 190373699
3. Surak PKS (RRC) 190373799
4. Semua Pilih PKS (Ababil Voice) 190364599
5. PKS Tangtos (Ababil Voice) 190364799
6. Hayu PKS (Barakatak M-Prod) 190373899
7. Iklan PKS versi Gila Bola (Nugie Al-Afgani) 190364299
8. Iklan PKS versi Susah Milih (Nugie Al-Afgani) 190363899
9. Iklan PKS versi Si Engkoh (Nugie Al-Afgani) 190363799
10. Iklan PKS versi Sagala A (Nugie Al-Afgani) 190363999
11. Iklan PKS versi Petani (Nugie Al-Afgani) 190364199
12. Iklan PKS versi Mesra (Nugie Al-Afgani) 190364099
 
XL
1. Bangkit – Harapan Masih Ada (Shoutul Harokah) 10504721
2. Delapan Yang Kupilih (Ruhul Jadid) 10504717
3. Delapanku (Al-Veoli) 10504718
4. Nomor Delapan (Barakatak M-Prod) 10504719
5. Surak PKS (RRC) 10504720
6. Semua Pilih PKS (Ababil Voice) 12600797
7. PKS Tangtos (Ababil Voice) 12600796
8. Hayu PKS (Barakatak M-Prod) 12600799
9. Pilih-Pilih PKS (Tashiru) 12600801
10. PKS Anti Korupsi (MUPLA) 12600803
11. Iklan PKS versi Gila Bola (Nugie Al-Afgani) 12600805
12. Iklan PKS versi Susah Milih (Nugie Al-Afgani) 12600810
13. Iklan PKS versi Si Engkoh (Nugie Al-Afgani) 12600809
14. Iklan PKS versi Sagala A (Nugie Al-Afgani) 12600808
15. Iklan PKS versi Petani (Nugie Al-Afgani) 12600807
16. Iklan PKS versi Mesra (Nugie Al-Afgani) 12600806
17. Sambutlah (Ruhul Jadid) 12600784
 
 
 
FLEXI
1. Bangkit – Harapan Masih Ada (Shoutul Harokah) 5670165
2. Delapan Yang Kupilih (Ruhul Jadid) 5670161
3. Delapanku (Al-Veoli) 5670162
4. Nomor Delapan (Barakatak M-Prod) 5670163
5. Surak PKS (RRC) 5670164
6. Semua Pilih PKS (Ababil Voice) 6752725
7. PKS Tangtos (Ababil Voice) 6752724
8. Hayu PKS (Barakatak M-Prod) 6752727
9. Pilih-Pilih PKS (Tashiru) 6752729
10. PKS Anti Korupsi (MUPLA) 6752730
11. Sambutlah (Ruhul Jadid) 6712768
  
ESIA
1. Bangkit – Harapan Masih Ada (Shoutul Harokah) 3670321
2. Delapan Yang Kupilih (Ruhul Jadid) 3670317
3. Delapanku (Al-Veoli) 3670318
4. Nomor Delapan (Barakatak M-Prod) 3670319
5. Surak PKS (RRC) 3670320
6. Hayu PKS (Barakatak M-Prod) 3512567
7. Pilih-Pilih PKS (Tashiru) 3512569
8. PKS Anti Korupsi (MUPLA) 3512571
9. Iklan PKS versi Gila Bola (Nugie Al-Afgani) 3512559
10. Iklan PKS versi Susah Milih (Nugie Al-Afgani) 3512560
11. Iklan PKS versi Si Engkoh (Nugie Al-Afgani) 3512561
12. Iklan PKS versi Sagala A (Nugie Al-Afgani) 3512562
13. Iklan PKS versi Petani (Nugie Al-Afgani) 3512563
14. Iklan PKS versi Mesra (Nugie Al-Afgani) 3512564

 

CARA DAN CONTOH AKTIVASI
 
TELKOMSEL=Kartu HALO / SIMPATI / Kartu AS
   
Untuk Mengaktifkan  
Ketik: RINGONKODE RBT kirim ke : 1212  
Contoh : RING ON 3670321 kirim ke : 1212  
   
Untuk Memberikan RBT ini kepada Orang Lain  
Ketik: RINGGIFTKODE RBTNO.HP TELKOMSEL YANG AKAN DIKIRIM NSP kirim ke : 1212  
Contoh : RING GIFT 3670321 081317755175 kirim ke : 1212  
Biaya = Rp. 9,900 / Bulan  
 
 
INDOSAT = Matrix / Mentari / IM3 / StarOne

   
Untuk Mengaktifkan  
Ketik: SETKODE RBT Kirim ke 808  
Contoh: SET 190369999 Kirim ke 808  
   
Untuk Memberikan kepada Orang Lain  
Ketik: GIFTKODE RBTNO.HP INDOSAT YANG AKAN DIKIRIM I-RING Kirim ke 808  
Contoh: GIFT 190369999 085693222212 Kirim ke 808  
Biaya = Rp. 7,700 / Bulan  
Khusus INDOSAT : bagi anda yang belum pernah berlangganan RBT, minimal sisa pulsa yang tersedia Rp. 14.000,-  
 
   
XL  
   
Untuk Mengaktifkan  
Ketik: KODE RBT Kirim ke 1818  
Contoh: 10504721 Kirim ke 1818  
Untuk Memberikan kepada Orang Lain  
Ketik: RINGGIFTNo. HP XL YANG AKAN DI KIRIM RBTKODE RBT Kirim ke 1818  
Contoh: RING GIFT 08176823557 10504721 Kirim ke 1818  
Biaya = Rp. 5,500 / bulan  
   
FLEXI  
   
Untuk Mengaktifkan  
Ketik: RINGONKODE RBT Kirim ke 1212  
Contoh: RING ON 5670165 Kirim ke 1212  
Untuk Memberikan kepada Orang Lain  
Ketik: RINGGIFTKODE RBTNO.HP FLEXI YANG AKAN DIKIRIM FLEXITONE Kirim ke 1212  
Contoh: RING GIFT 5670165 02170978649 Kirim ke 1212  
Biaya = Rp. 8,800 / bulan
   
ESIA  
   
Untuk Mengaktifkan  
Ketik: RINGKODE RBT Kirim ke 888  
Ketik: RING 3670321 Kirim ke 888  
Biaya = Rp.9,900 / Bulan  
 
Informasi : 085693222212 /  021 – 98778383  ( Ibnu Sina )  
E-mail : ibnu.sina@8-multimedia.com / rbtpks@yahoo.com

Sumber : http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=7125

Iklan

Kampanye PKS Tanpa Goyang Erotis

logo_82Walaupun tidak dihiasi dengan goyangan erotis namun kampanye PKS tetap ramai massa. Mereka tetap antusias mengikuti kampanye sampai selesai.

PK-Sejahtera Online: Hampir setiap kampanye yang diadakan partai selalu dihiasi dengan goyangan erotis untuk menghibur massa yang datang. Dan ini sangat berbahaya bagi anak-anak yang ikut menyaksikan goyangan erotis.

Namun PKS dalam kampanye nasional di Muara Enim dan Prabumulih, Sumatera Selatan tampil beda. Kampanye yang mangangkat tema ‘Kampanye Reformasi Untuk DPR Bersih’ bebas dari hiburan goyang erotis. Sebuah kampanye yang beda dan mendidik.

Kampanye partai berlambang bulan sabit kembar itu hanya diwarnai dengan hiburan musik Nasyid dan band nasional. Bahkan Partai yang diketuai oleh Tifatul Sembiring ini mengadakan konvoi kendaraan bermotor. Dan peminatnya cukup besar, Acap kali kegiatan sosial selalu menyertai kampanye PKS yang dilakukan kader untuk mensosialisasikan partai. Ini adalah sebuah prestasi buat PKS.

Walaupun tidak dihiasi dengan goyangan erotis namun kampanye PKS tetap ramai massa. Mereka tetap antusias mengikuti kampanye sampai selesai. “ Sangat menghibur. PKS memang partai keren sekali,” ucap Kiki, seorang mahasiswi memuji kampanye PKS.

Kampanye PKS ini seharusnya menjadi contoh buat kampanye partai lain. Supaya hiburan yang menampilkan goyangan erotis dikurangi bahkan dihilangkan saja. Karena itu sangat berbahaya dan tidak mendidik buat anak-anak yang sering ikut kampanye. (pks sulsel)

Sumber : http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=7122

4 Alasan Mengapa Golput?

Apabila kita melakukan perjalanan, baik itu melalui jalan utama ataupun tidak, maka sudah barang tentu kita akan mudah menemukan berbagai atribut partai dan caleg yang menghiasi sepanjang jalan yang kita lewati.

Pemandangan ini sangat lumrah, karena Indonesia pada saat ini sedang larut dalam hingar bingarnya menyambut perhelatan akbar yang sering disebut sebagai ”pesta rakyat” ataupun ”pesta demokrasi” yang diselenggerakan setiap 5 tahun sekali.

Ditambah lagi, dengan adanya kampanye terbuka yang kini telah mulai dilakukan oleh semua partai dan caleg peserta pemilu, ikut meramaikan hangar bingarnya “pesta rakyat” ini.

Tentu saja tidak sedikit uang yang digelontorkan oleh partai dan para caleg dalam melakukan kampaye pemilu ini, tetapi setidaknya mereka telah melakukan hitung-hitungan dengan apa yang telah mereka keluarkan dan penghasilan yang akan mereka dapatkan, ketika mereka berhasil terpilih menjadi anggota dewan nantinya.

Tetapi, ada rasa kekhawatiran yang mendalam pada diri partai politik dan ataupun para calegnya dalam pemilu tahun ini. Kekhawatiran itu dilandasi dengan adanya fenomena golput (golongan putih) yang kini kian merebak pada berbagai pilkada di sejumlah daerah.

Sebut saja pilgub Jawa Barat misalnya, yang angka golputnya mencapai lebih dari 33%, pilgub Jawa Timur dengan angka golput 39,2%, pilgub Kaltim dengan angka golput 42%, dan begitupula yang terjadi disejumlah daerah lainnya, tidak jauh berbeda.

Fenomena golput ini mengundang MUI yang merupakan representasi umat turun tangan, dengan menggunakan otoritasnya sebagai mufti, mereka pun mulai mengeluarkan fatwa bahwa golput haram. Diharapkan dengan adanya fatwa ini, masyarakat mau menyalurkan suaranya pada pemilu tahun ini.

Tetapi alih-alih mendapatkan dukungan rakyat, fatwa ini justru mengundang banyak kecaman dari masyarakat. Alasannya, dalil yang digunakan MUI dalam mengeluarkan fatwa tidak relevan dengan keadaan yang sesungguhnya.

Contohnya apa yang dikemukakan oleh Dr. Sofjan S. Siregar. Ia menyatakan bahwa fatwa MUI yang mengharamkan golput adalah sebuah ‘blunder ijtihad’ dalam sejarah perfatwaan MUI. Justru mengharamkan golput itu hukumnya haram. “Sampai detik ini, saya gagal menemukan referensi dan rujukan serta dasar istinbath para ulama yang membahas masalah itu,” ujar Sofjan, doktor syariah lulusan Khartoum University, direktur ICCN, Ketua ICMI Orwil Eropa dan dosen Universitas Islam Eropa di Rotterdam.

“Oleh sebab itu, saya menyerukan kepada pematwa dan peserta rapat MUI yang terlibat dalam ‘manipulasi politik fatwa golput’ untuk bertobat dan minta maaf kepada umat Islam Indonesia, karena terlanjur membodohi umat,” tandas Sofjan (Detik.com, 27/1/2009).

Pengamat politik Indobarometer M. Qodari bahkan menilai, dengan fatwa tersebut MUI telah melanggengkan bobroknya sistem politik di Indonesia. “Kalau mereka dilarang untuk golput, hal itu justru menjustifikasi sistem politik yang tidak baik. Fatwa harusnya menganjurkan pada kebaikan,” jelas Qodari (Detik.com, 26/1/2009).

Komentar tajam juga dilontarkan oleh pengamat politik dan ekonomi, Ichsanuddin Noorsy. Menurut Noorsy, MUI tidak konsisten dalam berpijak mengeluarkan fatwanya. Sebab, Pemilu yang dilakukan dengan basis individual atau demokrasi liberal merupakan pemikiran Barat. Karenanya, Noorsy menambahkan, alasan dan argumen rasional MUI lemah.

“Fatwa MUI kali ini pun gagal merujuk al-Quran dan Hadis. Kalau fatwa ini mempertimbangkan kebaikan, berarti MUI mengabaikan kebenaran ajaran dan kecerdasan masyarakat,” tegasnya. (Detik.com, 27/01/2009)

Sebaiknya sebelum mengeluarkan fatwanya, MUI menganalisis dahulu penyebab masyarakat melakukan golput. Ulama dalam hal ini MUI yang merupakan pewaris para Nabi, seharusnya mendahulukan rasa takutnya kepada Allah SWT, bukan kepada mahluq-Nya, termasuk penguasa. Karena Allah SWT sendiri yang mengatakan dalam kitab-Nya, bahwa para ulama itu adalah mereka yang dengan ilmunya merasa takut kepada Allah SWT, sedangkan mereka yang secara keilmuan bisa disebut sebagai ulama, tetapi tidak ada rasa takut dalam drinya kepada Allah SWT, maka gelar ulamanya ini patut dipertanyakan?.

Penulis secara pribadi menganalisis, setidaknya ada 4 alasan mengapa masyarakat melakukan golput?.

Pertama, golput karena alasan tekhnis

Golongan ini adalah mereka yang tidak terdaftar dalam DPS (Daftar Pemilih Sementara) ataupun DPT ( Daftar Pemilih Tetap). Penyebabnya bisa dikarenakan kesalahan KPU dalam pendataan, pemerintah setempat ataupun orang yang bersangkutan. Atau bisa saja mereka sudah terdaftar, tetapi dalam hari H nya ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga mereka tidak bisa hadir di TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Kedua, golput karena alasan ekonomis

Orang-orang yang melakukan golput karena alasan ini, biasanya mereka yang karena ma’isyah (mata pencaharian) tidak bisa meninggalkan aktivitasnya untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Golongan ini didominasi oleh para pedagang kecil, karyawan dengan upah harian dan pekerja serabutan lainnya.

Ketiga, golput karena alasan apatis

Golongan ini didominasi oleh mereka yang sudah tidak percaya lagi terhadap sistem dan penguasanya, tetapi mereka juga tidak melakukan perbuatan apapun untuk mengubahnya. Sehingga keberadaanya seperti tidak adanya, mereka merasa masa bodo dengan apa yang terjadi. Tentu saja, golongan seperti ini yang kita tidak harapkan, karena mereka berlepas diri dengan keadaan masyarakat dan mereka senantiasa menyalahkan keadaan serta menyerah dengan keadaan yang ada.

Keempat, golput karena alasan ideologis

Suara ini dikumandangkan oleh sebagian umat Islam dengan alasan yang hampir sama dengan alasan orang-orang apatis, golongan ini sudah tidak mempercayai system dan penguasa yang ada. Karena meyakini ada system yang lebih baik lagi daripada system sekarang yang berlaku, yakni system Islam.

Tetapi, jangan pernah menuduh orang-orang seperti ini sebagai orang yang berlepas diri dengan keadaan masyarakat. Justru mereka melakukan hal itu karena mereka sangat pro masyarakat, yang kini terus dibodohi oleh system yang berlaku.

Jiwa nasionalis mereka lebih tinggi daripada orang-orang yang mengaku nasionalis sekalipun, lihat-lah contohnya ketika Timor-timur akan melakukan referendum, mereka dengan lantang meneriakkan bahwa strategi tersebut adalah ulah para antek Amerika dan Australia yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia, suara yang hampir tidak pernah diteriakkan oleh orang-orang nasionalis.

Mereka senantiasa mestandarkan perbuatannya dengan apa yang telah dilakukan oleh Rosulullah SAW, sebagai uswatun hasanah (contoh teladan). Jika saja Rosulullah SAW, menerima tawaran orang-orang kafir quraisy pada waktu itu, untuk melakukan kolaborasi dengan system yang ada, tentu mereka pun akan melakukannya.

Tetapi, ketegasan Rosulullah SAW untuk tidak masuk system kufur pada waktu itu, menjadi barometer bahwa hal itu tidak boleh dilakukan oleh mereka yang mengaku beriman dan menjadi pengikut Beliau SAW.

Penulis menyatakan bahwa tulisan ini bukan untuk mengajak golput kepada masyarakat, karena hak ikut pemilu adalah hak pembaca untuk menggunakannya. Tetapi, tentu saja apa yang kita perbuat dan kita pilih sekarang ini, akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Sedangkan menjawab kekhawatiran sebagian orang muslim bahwa jika umat Islam melakukan golput semua, tentu kepemimpinan ini akan dipegang oleh mereka yang tidak baik adalah tidak benar. Karena secara logika, jika kaum muslimin yang jumlahnya >80% ini golput semuanya, tentu kepemimpinan yang ada tidak legitimate, karena system pemilu di Indonesia mensyarakatkan kepemimpinan yang sah itu 50% + 1.

Mungkin saja pemilu sekarang ini akan membawa kepada perubahan, tetapi percayalah hal itu tidak akan membawa perubahan secara keseluruhan, hanya parsial saja. Jadi, apa yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, dalam hal ini KPU pusat dengan dana 47,9 trilyun belum termasuk KPUD dan juga yang dikeluarkan oleh partai politik dan para caleg akan sia-sia belaka. Kita tunggu saja!

Sumber : http://eramuslim.com/berita/analisa/mahfud-hidayat-4-alasan-mengapa-golput.htm

Kampanye Terbuka, PKS Kerahkan Ratusan Ribu Massa

PKS menurunkan lebih kurang 50 ribu massa di setiap titik-titik kampanye. Sehingga tak kurang 250ribu massa PKS tumpah ruah di seluruh penjuru kota Jakarta.

pksbanner2PK-Sejahtera Online: Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jakarta Selatan mengerahkan lebih dari 50 ribu kader dan simpatisan PKS, dalam kampanye terbuka di Lapangan Bola Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum’at (20/3) pukul 13.00.

Selain di Jakarta Selatan, pada hari yang sama juga digelar kampanye PKS di Jakarta Timur di lapangan WIKA Klender, Jakarta Utara di Gelanggang Remaja Jakarta Utara. Sementara untuk Jakarta Barat di laksanakan di Lapangan BDN (Bank Dagang Negara), Pesing, dan Jakarta Pusat dipusatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Johar Baru.

PKS menurunkan lebih kurang 50 ribu massa di setiap titik-titik kampanye. Sehingga tak kurang 250ribu massa PKS tumpah ruah di seluruh penjuru kota Jakarta.

Di Jakarta Selatan, tampil sebagai juru kampanye, Ketua MPR RI DR. Hidayat Nurwahid, Ketua DPW PKS DKI Jakarta IR. Triwisaksana M.Sc., dan Ketua DPD PKS Jakarta Selatan Drs. Khoiruddin, M.Sc. 

Dalam orasinya, Khoiruddin meminta masyarakat Jakarta Selatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu legislatif 9 April mendatang. Ia juga mengajak masyarakat untuk memilih PKS, karena anggota legislatif PKS terbukti bebas dari korupsi dan selalu menampilkan etika berpolitik yang santun.

Lebih lanjut Khoiruddin, mengatakan meski Kampanye PKS jatuh pada hari kerja, hal ini tidak menyurutkan semangat para kader dan simpatisan PKS untuk hadir.

“Kampanye PKS selalu dibanjiri lautan massa. Hal ini sebagai bukti bahwa kader dan simpatisan PKS memiliki militansi yang tinggi untuk menjadikan PKS sebagai partai pemenang di Jakarta Selatan,” ungkapnya semangat.

Selain orasi, acara juga diramaikan dengan penampilan Lenong Betawi dan parade musik. Dan untuk lebih mensosialisasikan tata cara pencontrengan, juga digelar simulasi pencontrengan surat suara raksasa oleh Hidayat.

Untuk menghindari terjadinya kemacetan di wilayah tersebut, panitia telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Selain itu, juga dipasang spanduk pemberitahuan pelaksanaan kampanye di jalan-jalan menuju lokasi acara.

Sumber : http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=7076

Hidayat Nur Wahid Temui Cak Nun Sebelum Kampanye

hnwSebelum melakukan kampanye nasional selaku calon anggota legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa, Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyempatkan diri bersilaturahim ke kediaman budayawan Emha Ainun Nadjib di kawasan Patangpuluhan.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut, Hidayat dan Cak Nun, panggilan akrab Emha, membincangkan situasi politik saat ini. Cak Nun memprihatinkan kondisi saat ini karena tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga politik sangat rendah. Cak Nun mengusulkan seharusnya kampanye di tempat ibadah tidak dilarang karena dengan berkampanye di tempat ibadah, para juru kampanye jadi tidak mudah berbohong.

“Kalau mereka berbohong kualat nanti,” kata Cak Nun dengan nada bercanda. Jika kampanye dilakukan di lapangan, lanjut Cak Nun, juru kampanye tidak ada beban untuk mengumbar janji dan berbohong, sehingga ketika mereka terpilih nanti akan mudah lupa dengan janji-janji saat kampanye.

caknunCak Nun berharap, PKS tetap konsisten dengan prinsip-prinsip yang dipegang selama ini, sembari terus mengembangkan pergaulan dengan masyarakat luas. Sementara itu, Hidayat Nurwahid mengajak Cak Nun untuk ikut mengkampanyekan agar masyarakat tidak Golput.

Hidayat menyatakan, mereka yang berniat untuk golput sesungguhnya adalah orang-orang baik yang kecewa dengan kondisi politik saat ini. Mereka kecewa dengan kualitas anggota DPR, yang bukannya membela rakyat tapi justru banyak yang ditangkapi KPK.

Mantan Presiden PKS itu mengaku bisa memahami alasan mereka, namun kalau orang-orang baik itu memilih golput maka nanti yang akan terpilih adalah orang-orang yang tidak berkualitas.

Pemilu, lanjut Hidayat, seharusnya dijadikan sarana untuk menghukum para anggota legislatif yang telah mengecewakan rakyat. “Caranya dengan tidak memilih mereka lagi,” kata Hidayat Nurwahid.

Hidayat Nurwahid merupakan caleg nomor urut satu PKS di daerah pemilihan Jateng V yang meliputi Kota Surakarta (Solo) serta Kabupaten Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali.

Ketua MPR itu akan bertarung memperebutkan kursi DPR RI dengan sejumlah tokoh dari partai lain seperti Puan Maharani dan Aria Bima (PDIP), mantan pebulutangkis Icuk Sugiarto (PPP), artis Tamara Geraldine (PDS), aktivis perempuan Dita Indah Sari (PBR), serta Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi.

Sumber : http://www.tvone.co.id/pemilu2009/capres/view/9658/2009/03/17/hidayat_nur_wahid_temui_cak_nun_sebelum_kampanye

PEMILU 2009 : Ikrar Damai Awali Hari Pertama Kampanye

Jakarta, kpu.go.id- Ikrar kampanye damai dan tertib akan mengawali hari pertama pelaksanaan kampanye rapat umum. Ikrar ini akan dilangsungkan pada 16 Maret 2009 di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran dan diikuti seluruh perwakilan peserta Pemilu 2009.

 

Anggota KPU yang membidangi divisi kampanye Sri Nuryanti mengatakan, ikrar melaksanakan kampanye secara damai dan tertib ini menjadi “kick off” atau pembuka pelaksanaan kampanye rapat umum.

“Akan ada ikrar bersama dan orasi singkat masing-masing parpol. Acara ini merupakan pencanangan pelaksanaan kampanye rapat umum dengan damai dan tertib,” ujar Sri di Media Center KPU, Jakarta (13/3).

Ikrar kampanye damai ini akan dihadiri para ketua umum partai politik. Masing-masing partai diperbolehkan membawa maksimal 50 orang kader dan simpatisannya.

Pada kesempatan yang sama, Sri Nuryanti juga mengumumkan jadwal cuti para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang akan melaksanakan kampanye Pemilu 2009.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, sebanyak 10 orang menteri mengajukan cuti untuk ikut berkampanye, yaitu: Meutia Hatta (PKPI), Suryadharma Ali (PPP), Freddy Numberi (Partai Demokrat), Adhyaksa Dault (PKS), Lukman Edy (PKB), Andi Mattalatta (Partai Golkar), MS. Kaban (PBB), Fahmi Idris (Partai Golkar), Taufik Effendi (Partai Demokrat), dan Jero Wajik (Partai Demokrat). Selain jadwal cuti dan lokasi kampanye para menteri, KPU juga telah menerima jadwal dan lokasi kampanye presiden dan wakil presiden.

Sesuai jadwal, kampanye rapat umum akan berlangsung dari 16 Maret – 5 April 2009. Dengan ikrar bersama kampanye damai dan tertib, KPU meminta partai politik dapat memberi pemahaman kepada semua konstituennya untuk melaksanakan kampanye sesuai dengan undang-undang dan peraturan KPU.

KPU juga menghimbau para pejabat negara yang ikut berkampanye agar mematuhi tata cara bagi pejabat negara dalam melaksanakan kampanye seperti yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No.14/2009.

Mengenai pengawasan pelaksanaan kampanye, Sri mengharapkan bantuan masyarakat dan media massa untuk ikut bersama-sama mengawasai pelaksanaan kampanye. “KPU mengharapkan media massa dan masyarakat juga ikut mengawasi pelaksanaan kampanye,” ujar Sri.

Awan Tag