Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Khatam’

Somalia Akan Terapkan Syariah Islam

somalia1Somalia akan memberlakukan hukum syariah Islam, setelah pemerintah negeri Muslim di benua Afrika itu menyatakan bahwa hasil rapat kabinet dengan bulat menyetujui rencana penerapan hukum syariah Islam di Somalia. Dengan demikian, pengesahannya tinggal menunggu ratifikasi dari parlemen sebelum hukum syariah Islam resmi diberlakukan di Somalia.

Menteri Penerangan Somalia, Farhan Ali Mohamoud dalam keterangan pada para wartawan hari Selasa kemarin mengatakan, rapat kabinet dihadiri oleh 20 dari 36 menteri negara dan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Omar Abdirashid Ali Sharmarke.

“Pemerintah yakin penerapan syariah Islam merupakan satu-satunya opsi sebagai jalan keluar dari berbagai persoalan di negeri ini,” kata Mohamoud.

Penerapan hukum syariah Islam di Somalia, diusulkan oleh organisasi International Union of Muslim Scholars (IUMS) pada presiden Somalia yang baru terpilih, Syaikh Sharif Syaikh Ahmed sebagai salah satu rekomendasi gencatan senjata dengan kelompok-kelompok Islamis yang berseberangan dengan pemerintah Somalia.

Kelompok-kelompok Islamis oposisi di Somalia, yang dimotori oleh kelompok Al-Shabab sejak awal menuntut pemerintah Somalia untuk menerapkan hukum syariah Islam. Al-Shabab sudah menerapkan hukum syariah di beberapa wilayah di selatan Somalia yang berada dalam kekuasaannya.

Presiden Sharif menyatakan, pembicaraan damai dengan kelompok-kelompok oposisi sudah mencapai kemajuan dengan diseutujuinya penerapan hukum Islam di Somalia. Ia berharap, dialog dengan semua kelompok oposisi termasuk kelompok Al-Shabab akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Somalia menjadi negara tanpa pemerintahan setelah tumbangnya kekuasaan presiden Mohamed Siad Barre pada tahun 1991. Lewat rekonsiliasi yang dimediasi PBB, Syaikh Sharif dari kelompok Mahkamah Islamiyah terpilih sebagai presiden Somalia pada bulan Januari kemarin.

Al-Shabab, sebelumnya adalah bagian dari Mahkamah Islamiyah tapi melepaskan diri setelah invasi Ethiophia ke Somalia pada tahun 2006 dan menolak terpilihnya Syaikh Sharif sebagai presiden Somalia. Al-Shabab menuding Syaikh Sharif sebagai pemerintahan boneka yang didukung kekuatan-kekuatan asing. Meski demikian, Presiden Sharif berusaha melakukan upaya perdamaian dengan kelompok oposisi dan para pemuka agama di Somalia.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/pemerintah-somalia-setuju-terapkan-syariah-islam.htm

Iklan

10 Orang Paling Bertanggung Jawab Akan Resesi Dunia

Krisis keuangan global telah menjadi sebuah epik dramatis. Para analis memperkirakan krisis kali ini bahkan akan menjadi lebih buruk daripada The Great Depression tahun 1930 silam.

Lantas, siapa yang bertanggung jawab?

Semua kekacauan ekonomi ini bukan sesuatu yang tanpa sebab dan terjadi begitu saja. Inilah sepuluh orang yang kiranya menjadi biang keladi keterpurukan ekonomi dunia.

1. Dick Fuld

1dickfuld1Fuld adalah multijutawan AS. Ia berumur 62 tahun dan merupakan CEO Lehman Brothers yang kini bangkrut September lalu. Dia dijuluki sebagai “Lelaki Paling Mengerikan di Wall Street”. Tahun 2006, ia dinobatkan sebagai “America’s top chief executive”. Dosanya yang paling besar adalah ketika Lehman mempunyai utang berlimpah, ia meninggalkan perusahaan itu begitu saja. Matinya Lehman adalah pemicu fase tak terkendali akan kredit yang kedua kalinya, dan merupakan fondasi dari resesi ekonomi dunia.

2. Hank Paulson

1hankpoulsonJika Dick Fuld bertanggung jawab atas kolapsnya Lehman Brothers, maka Henry Poulsen, mantan Sekretaris Keuangan AS, adalah orang yang merealisasikannya. Anatole Kaletsy dari The Time mengatakan “Perbankan global sekarang bisa diibaratkan seperti peluru di kepala. Langkah Departemen Keuangan AS yang mencoba untuk menstabilkan ekonomi dunia selalu dengan cara menginvestasikan bank di Wall Street, dan selalu saja Lehman yang menjadi pilihan pemerintah, dengan alasan ‘Lehman terlalu besar untuk jatuh’. Dengan terus mendengungkan ini, Henry Paulson telah menyebabkan ledakan besar di semua bank berpengaruh di dunia. Ia juga membuat kepercayaan konsumen dan bisnis merosot dalam dua bulan terakhir.”

Hank tidak saja membuat Lehman jatuh. Dia juga membidani kesalahan langkah dalam perusahaan itu. Dia lah yang menganjurkan ide menggelontorkan dana 700 milyar poundstreling untuk perbaikan sistem perbankan. Celakanya, menurut Forbes.com, situs resmi keuangan AS, Paulsen tidak mendasarinya dengan data poin yang akurat. “Ia hanya sekadar menyebutkan angka yang besar!”

3. Alan Greenspan

1alangreenspanAlan Greenspan adalah Bendahara AS, jadi jelas semua mismanajemen ekonomi AS merupakan langkah-langkahnya. Dia bertanggung jawab memotong bunga bank di AS sampai nol setelah kejadian 11 September, dan ia juga membanjiri AS dengan uang tunai dan murah.

Oktober tahun lalu Greenspan bersuara, “Saya telah berbuat kesalahan dalam memprediksikan perbankan.” Allan Meltzer, seorang profesor ekonomi politik di Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh mengomentari, “Greenspan membuka kartu kredit bagai banjir air bah.”

4. John Tiner/Hector Sants

1johntinerTiner adalah Kepala Pelayanan Keuangan (FSA) Inggris. FSA gagal mengawasi Northern Rock, bank terbesar di Newcastle, Inggris. Kegagalannya sangat sistematik, dan sekarang bank ini menjadi tergantung pada aliran dana bank di sekelilingnya.

5. Fred “the shred” Goodwin 

1fredgoodwinDia kini disebut sebagai “Banker Terburuk Sedunia”. Goodwin adalah yang menyebabkan Royal Bank of Scotland (RBS), bank terbesar kedua di Inggris, bangkrut. Setiap pekan, RBS rugi 28 milyar poundsterling, jumlah paling besar dalam sejarah korporasi Inggris Raya. Januari silam, pajak di negeri itu meningkat dari 58 % menjadi 70%.

Fred bergabung dengan RBS sejak tahun 2000 dan ia sudah mengakuisisi 26 bank dengan total dana lebih dari 35 milyar poundsterling. Ia digaji sebesar 2,1 juta poundsterling setahunnya, tertinggi dibanding gaji presiden bank manapun. Tahun 2007, gajinya meningkat menjadi 2,86 juta poundsterling. Oktober 2008, ia dengan cuek meninggalkan banknya itu dalam situasi yang parah.

6. Gordon Brown 

1gordonbrownBrown, tampaknya sudah memprediksikan krisis ekonomi dunia sepuluh tahun yang lalu, ketika ia berceramah di hadapan mahasiswa Harvard. Brown adalah Kanselir Penukaran Mata Uang di Inggris. Ia menyebabkan inflasi harga perumahan di Inggris dan juga menyebarkan kemudahan dan booming kartu kredit.

George Osbourne, Kanselir Bayangan Inggris, mengatakan, “Inggris menjadi negara yang lebih payah daripada AS, karena tidak punya persiapan apa-apa dalam menghadapi krisis. Dan reputasi kita begini terpuruknya hanya karena seseorang yang dengan mudah mendirikan bank retail” Dan orang yang dimaksud oleh Osborne adalah Brown.

7. George Bush

1bush1Mantan Presiden AS ini ibaratnya lempar batu sembunyi tangan. Dia lah yang pertama kali menyebabkan bencana ekonomi di dunia. Dalam pidatonya terakhirnya ia menyalahkan para banker di New York. “Wall Street sedang teler. Kapan mereka akan sadar dari mabuknya?”

 

8. Kathleen Corbet

1cobertSatu-satunya perempuan dalam daftar hitam ini. Dia adalah orang yang memboomingkan perumahan. Cobert adalah kepala agen perumahan terkenal, Standars & Poors, dan ia berhenti tahun 2007 setelah dikritik habis-habisan.

 

 

9. “Hank” Greenberg 

 

1hankgreenbertHank yang lain, namun yang ini adalah Direktur AIG, perusahaan asuransi raksasa yang ditanggulangi dana bailout oleh pemerintah AS sebesar 47 milyar poundsterling, beberapa saat setelah Lehman Brothers terkapar. Hawk memimpin AIG dari tahun 1967.

 

 

 

 

 

10. Angelo Mozilo

1moziloMozilo adalah kepala rentenir perusahaan gadai terbesar di AS, Countrywide. Dia digaji sampai 470 juta poundsterling dalam setahun. Mozilo menjadi salah satu orang yang menyebarkan booming kartu kredit di AS.

 

 

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/10-orang-yang-paling-bertanggung-jawab-akan-resesi-dunia.htm

Masih Kuatkah Memegang Amanah dan Janji?

Postingan Pertama Hari ini ada baiknya berisi tentang sesuatu yang bisa kita renungi… let’s Muhasabah

Betapa sahabat Anas bin Malik, selalu menceritakan, bahwa Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, setiap kali berkhotbah, pasti bersabda : “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji”.

Dalam khotbah yang pendek, namun penuh dengan makna, Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, mengisyaratkan hal yang penting, yaitu tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah.
Amanah itu dapat menyelamatkan manusia, nanti kelak dihadapan Rabbnya. Dengan sifat amanah yang dimiliki manusia, dapat pula menjauhkan dirinya dari segala bentuk kedurhakaan, dan mengarah kepada sifat melawan kekuasaan Allah Azza Wa Jalla. Orang yang memegang amanah, dan menunaikan amanah dapat melapangkan hidupnya, dunia dan diakhirat. Sifat amanah seseorang menunjukkan dirinya, memilliki keimanan yang kokoh, dan tidak berkhianat, kepada siapapun, termasuk terhadap Allah Ta’ala.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan kepada yang berhak menerimanya”. (al-Qur’an: an-Nisaa’ : 58).

“Empat hal, jika keempat-empatnya terdapat pada diri seseorang, berarti ia benar-benar murni seorang munafik. Sedangkan orang yang menyimpan salah satunya, berarti terdapat pada dirinya salah satu tanda orang munafik, sampai ia meninggalkannya. Jika diberi amanah ia berkhianat, jika bicara berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika bermusuhan ia keji”. (HR.Bukhari dan Muslim).
Memenuhi janji merupakan syarat asasi bagi keberadaan iman dalam hati seorang hamba, sebagaimana disinggung dalam firman Allah Ta’ala :

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya”. (al-Qur’an : al-Mu’minun : 8).

Betapa dalam kehidupan ini, banyak orang yang memberikan dan mengumbar janji. Apalagi, janji hanya semata untuk kepentingan kehidupan di dunia. Janji yang hanya sebatas untuk mendapatkan kenikmatan kehidupan dunia. Janji yang hanya untuk kenikmatan sesaat, yang tidak mempunyai arti apa-apa bagi manusia, ketika ia sudah meninggalkan dunia yang fana ini. Apalagi, di zaman kini, orang-orang yang menjadikan dunia sebagai sebuah tujuan (keinginan), yang kemudian mendasari seluruh gerak hidupnya. Maka, perbuatan ini sudah masuk dalam kategori dosa, karena sudah banyak unsur pelanggaran aqidah dan keimanan. Tapi, mereka tidak menyadari kesalahan dan kesesatan yang mereka lakukan setiap hari.

Padahal, hakekatnya, janji yang dibuat manusia, banyak yang tidak dapat dilaksanakan, dan bahkan cenderung, janji itu hanya sekadar diucapkan, tapi tidak dilaksanakan. Apalagi, janji hanya untuk mengajak manusia lainnya agar tertarik kepada dirinya, taasub, dan menjadikan dirinya sebagai pilihan, menjadikan dirinya sebagai pemimpin, yang sejatinya, ia tak layak untuk dipilih dan memimpin.

Orang-orang pada berbondong memilihnya, memujinya, mengharapkan pertolongannya, dan menyerahkan segala urusan terhadap dirinya. Padhal, hakekatnya, ia makhluk lemah,  sama sekali tidak layak dijadikan tempat bersandar, berharap, dimintai pertolongan, dan mengurus segala urusannya. Hanya orang-orang itu telah tertipu dengan janji, yang janji itu diucapkan dengan lisan atau melaluli wasilah lainnya, yang dapat mempengaruhi lebih banyak pendapat manusia.

Betapa manusia telah banyak yang terjerumus ke dalam perbuatan nifaq, yang sangat dibenci oleh Allah Azza Wa Jalla. Karena, mereka berjanji, tapi tidak pernah bisa mewujudkan janji itu. Bahkan, manusia banyak yang melupakan janjinya dengan Allah Azza Wa Jalla, janji untuk berbakti, janji beribadah, janji mentaati, janji melaksanakan aturan-aturan dan hukum-hukum-Nya.
Allah Ta’ala berfirman :

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah, apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). (al-Qur’an : An-Nahl :91).

Sa’id ibnul Musayyib rahimahullah, yang tidak memberikan pujian, kecuali sifat-sifat kemuliaan dan tidak mencintai kecuali amal shaleh dan kebajikan. Sa’id Ibnul Musayyib memberikan pujian kepada Zainal Abidin, cucu Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, dan dengan penuturannya : “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih wara’ selain dia!”. Tokoh, yang dipuji Sa’id ini, memang seorang hamba yang telah memiliki berbagai kemuliaan, yang tidak dapat digapai oleh orang-orang yang sebayanya.

Wahai kaum muslimin! Camkanlah, pernyataan orang yang telah memujinya, dan memberikan kesaksian atas kehidupan cucu Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, yaitu Zainal Abidin. “Ali Zainal Abidin bin Husien, karena kekerabatannya dengan Rasulullah Shallahu alaihi wa salam tidak pernah makan dengan uang senilai satu dirham”, ungkap orang yang bersaksi itu.

Zainal Abidin bersikap zuhud terhadap dunia. Ia menampik dunia dan tekun memperbaiki kehidupan akhiratnya. Bagaimana sikap Zainal Abidin dengan kehidupan dunia?

Suatu ketika, Mukhtar ibn Abu Ubaid memberinya uang seratus ribu. Dia tiak mau menerimanya. Tetapi, jika menolaknya, ia takut Mukhtar, mencelakakannya, karena ia seorng tiran yang bengis. Dan, ketika Mukhtar terbunuh dalam perang, Zainal Abidin memberitahu Khalifah Marwan bin Malik, agar mengambill uang pemberian Mukhtar, dan melalui utusannya itu uang yang diambil itu dikembalikan kepada Zainal Abidin oleh Khalifah Marwan bin Malik. Tapi, uang itu oleh Zainal Abidin diberikan kepada fakir miskin, sampai habis, tak bersisa.

Adakah orang-orang  sekarang yang mengumbar janji itu, masih dapat dipercaya dan memenuhi janjinya dan bersikap amanah? Sebaliknya, adakah mereka hanyalah kumpulan orang-orang nifaq, yang sedang menipu umat. Wallahu ‘alam.

Sumber : http://www.eramuslim.com/syariah/bercermin-salaf/masih-kuatkah-memegang-amanah-dan-janji.htm

Ngobrolin Suami, Yuk ?

Ketika beberapa ibu muda tengah berkumpul di sebuah acara pengajian, salah seorang diantaranya adalah seorang ibu muda baru. Maksud saya…baru beberapa hari menikah (Sssttt… masih bau melati !). Sebuah pertanyaan spontan terlontar dari ibu muda baru ini,

“Wajar nggak sih…kalo baru beberapa hari menikah suami sudah bicarakan poligami…?” 😦

Eh…secara kompak tanpa dikomando para ibu muda itu menjawab,

“Itu sih, biasaaa…”

Jangankan beberapa hari menikah, yang pada saat malam pertama suaminya sudah bicarakan poligami pun, ada!.

Benarkah sedemikian parahnya (Sebagian) para suami hingga membicarakan hal sensitif itu kepada isteri yang baru saja dinikahinya…?

Hmm…Bagi akhwat yang belum menikah, jangan esmosi eh emosi dulu ya…apalagi jadi takut menikah, persiapkan saja diri untuk menghadapi hal seperti ini di awal pernikahan Anda. Kalau-kalau hal ini terjadi pada Anda. Berikut ini akan saya berikan rahasianya 😉

Umumnya, pengantin baru yang mengalami masalah tersebut adalah pasangan yang tidak menjalani proses pacaran terlebih dahulu. Mereka diperkenalkan oleh pihak ketiga yang sebutan kerennya “Mak Comblang” yaitu guru ngaji, orang tua, kakak, adik, atau teman. Oleh karena tidak saling mengenal lebih dalam sebelumnya, sebagian pasangan merasa kesulitan untuk menyatakan perasaan atau pun menyatakan apa yang ia rasakan di awal pernikahan mereka. Sehingga bahasa air mata, muka cemberut, atau bahasa sindiran kerap digunakan oleh pasangan pengantin baru ini.

Bagi sebagian laki-laki (Terutama yang tidak pernah pacaran sebelumnya), merasa gengsi untuk bertanya, “Apakah kamu mencintai, membutuhkanku, dan takut kehilangan diriku wahai isteriku…?” kepada seorang wanita yang baru saja dinikahinya, yang ia belum mengetahui apakah wanita yang ia nikahi itu juga mencintainya ataukah tidak, sebab tak pernah ada pernyataan cinta sebelum mereka menikah.

Di sinilah sebagian suami itu mengeluarkan jurus ampuhnya, yaitu membicarakan soal poligami. Hanya dengan satu kata itu, jawaban atas keingintahuannya akan cinta, kasih sayang, perasaan membutuhkan, dan takut kehilangan isteri terhadap dirinya akan ia dapatkan. Bila isteri marah, atau menangis, atau ngambek, selain penyesalan, si suami pun akan merasa senang dan bahagia. “Ternyata isteriku ini mencintaiku!” Begitulah kira-kira sorak hati si suami.

Gawatnya, bagaimana bila isteri menganggap hal ini sebagai masalah besar ? Kemudian serta-merta tidak mempercayai si suami ? Lantas dirinya menjadi minder, merasa tidak dicintai, merasa dirinya serba kekurangan hingga suami ingin menikah lagi (Yang ia pikir pernyataan serius)?

Jangan dimasukkan dalam hati. Begitulah cara sebagian suami untuk mengetahui seberapa dalam cinta isteri padanya. Ia gengsi untuk menanyakan secara langsung. Tapi…pura-puralah marah dan kesal, pukul atau cubit ia dengan manja, tunjukkan kecemburuan kita dengan sikap manja, dia pasti akan tertawa senang. Selanjutnya, jangan ragu-ragu menunjukkan dengan kata-kata bahwa kita sangat mencintai dan membutuhkannya, puji dia bila ia memberikan kebaikan pada diri kita, baik dihadapannya maupun dihadapan orang lain. Jangan lupa selalu ucapkan terima kasih atas sekecil apapun kebaikan yang ia tunjukkan, dengan begitu suami akan merasa dihargai.

Bila suami telah merasa dicintai, dibutuhkan, dan dihargai, ia tidak akan menggunakan jurus ampuh itu lagi untuk mengetahui seberapa dalam kita mencintainya. Hei Jeng, kita tidak mau kan kalau pernyataan iseng suami menjadi kenyataan…? 🙂

 

http://www.cahayakhairani.multiply.com

Khataman dan Melalaikan Alqur’an

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwasanya Nabi saw pernah berkata kepadanya,”Bacalah Al Qur’an dalam empat puluh hari.” (HR. Tirmidzi) Hambal berkata bahwa Abu Abdillah mengkhatamkan Al Qur’an dari hari jum’at hingga hari jum’at (berikutnya). Hal ini seperti yang diriwayatkan dari Nabi saw yang berkata kepada Abdullah bin ‘Amr,”Bacalah (khatamkan) Al Qur’an dalam tujuh hari dan janganlah melebihinya.” (HR. Abu Daud) Dari ‘Aus bin Hudzaifah berkata,”Kami mengatakan kepada Rasulullah saw,”Sesungguhnya kami lambat sekali malam ini.’ dia berkata,’Aku hanya mendapatkan satu hizb (bagian) dari Al Qur’an maka aku pun tidak ingin keluar hingga menyelesaikannya.’ Kemudian ‘Aus bertanya kepada para sahabat Nabi saw,”Berapa kali kalian membaca (untuk mengkhatamkan) Al Qur’an?” mereka menjawab,”Tiga kali, lima kali, tujuh kali, sembilan kali, sebelas kali, tiga belas kali dan satu kali saja.” Diriwayatkan oleh Abu Daud. Dan dimakruhkan bagi seseorang mengkhatamkan Al Qur’an lebih dari empat puluh hari, sebagaiman hadits Nabi saw yang menanyakan kepada Abdullah bin ‘Amr tentang berapa lama dia mengkhatamkan Al Qur’an? Dia menjawab,’sebulan.’ Kemudian dia berkata,’dalam duapuluh hari.’ Kemudian dia berkata,’dalam lima belas hari.’ Kemudian dia berkata,’dalam sepuluh hari.’ Kemudian dia berkata,’dalam tujuh hari.’ Dan tidak kurang dari itu.” (HR. Abu Daud) Ahmad mengatakan bahwa waktu maksimal seorang mengkhatamkan Al Qur’an adalah empat puluh hari karena mengkhatamkannya melebihi dari waktu itu (40 hari) dapat mengakibatkan dirinya melupakan Al Qur’an dan dianggap telah meremehkan Al Qur’an… Dan apabila hal itu terjadi tanpa ada halangan dalam dirinya namun apabila dia memiliki halangan maka dia diberikan keleluasaan. (Al Mughni juz II hal 374) Untuk itu setiap muslim harus memperhatikan waktu-waktunya dan mengalokasikan sebagian darinya untuk berinteraksi dengan Al Qur’an melalui membacanya dan berupaya semaksimal mungkin untuk bersegera mengkhatamkannya sesuai dengan kesanggupan dan kelapangan waktunya itu. Serta berupaya sebisa mungkin untuk mengkhatamkannya tidak kurang dari tiga hari dan tidak melebih empat puluh hari, sebagaimana penjelasan diatas. Dengan demikian dirinya akan terhindar dari sifat melalaikan, melupakan atau merendahkan Al Qur’an. Firman Allah swt : وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا Artinya : “berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS. Al Furqon : 30) Semoga Allah swt menjadikan kita Ahlul Qur’an yang senantiasa dekat dengan Al Qur’an baik dengan membaca, mentadabburi dan menerapkannya didalam setiap aktivitas kehidupan kita sehingga cahayanya akan selalu menerangi diri dan kehidupan kita hingga saat bertemu dengan Allah swt nanti. Wallahu A’lam.

Sumber : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/yang-dianggap-telah-melalaikan-alqur-an.htm

Awan Tag