Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Kiriman Sahabat’

10 Orang Paling Bertanggung Jawab Akan Resesi Dunia

Krisis keuangan global telah menjadi sebuah epik dramatis. Para analis memperkirakan krisis kali ini bahkan akan menjadi lebih buruk daripada The Great Depression tahun 1930 silam.

Lantas, siapa yang bertanggung jawab?

Semua kekacauan ekonomi ini bukan sesuatu yang tanpa sebab dan terjadi begitu saja. Inilah sepuluh orang yang kiranya menjadi biang keladi keterpurukan ekonomi dunia.

1. Dick Fuld

1dickfuld1Fuld adalah multijutawan AS. Ia berumur 62 tahun dan merupakan CEO Lehman Brothers yang kini bangkrut September lalu. Dia dijuluki sebagai “Lelaki Paling Mengerikan di Wall Street”. Tahun 2006, ia dinobatkan sebagai “America’s top chief executive”. Dosanya yang paling besar adalah ketika Lehman mempunyai utang berlimpah, ia meninggalkan perusahaan itu begitu saja. Matinya Lehman adalah pemicu fase tak terkendali akan kredit yang kedua kalinya, dan merupakan fondasi dari resesi ekonomi dunia.

2. Hank Paulson

1hankpoulsonJika Dick Fuld bertanggung jawab atas kolapsnya Lehman Brothers, maka Henry Poulsen, mantan Sekretaris Keuangan AS, adalah orang yang merealisasikannya. Anatole Kaletsy dari The Time mengatakan “Perbankan global sekarang bisa diibaratkan seperti peluru di kepala. Langkah Departemen Keuangan AS yang mencoba untuk menstabilkan ekonomi dunia selalu dengan cara menginvestasikan bank di Wall Street, dan selalu saja Lehman yang menjadi pilihan pemerintah, dengan alasan ‘Lehman terlalu besar untuk jatuh’. Dengan terus mendengungkan ini, Henry Paulson telah menyebabkan ledakan besar di semua bank berpengaruh di dunia. Ia juga membuat kepercayaan konsumen dan bisnis merosot dalam dua bulan terakhir.”

Hank tidak saja membuat Lehman jatuh. Dia juga membidani kesalahan langkah dalam perusahaan itu. Dia lah yang menganjurkan ide menggelontorkan dana 700 milyar poundstreling untuk perbaikan sistem perbankan. Celakanya, menurut Forbes.com, situs resmi keuangan AS, Paulsen tidak mendasarinya dengan data poin yang akurat. “Ia hanya sekadar menyebutkan angka yang besar!”

3. Alan Greenspan

1alangreenspanAlan Greenspan adalah Bendahara AS, jadi jelas semua mismanajemen ekonomi AS merupakan langkah-langkahnya. Dia bertanggung jawab memotong bunga bank di AS sampai nol setelah kejadian 11 September, dan ia juga membanjiri AS dengan uang tunai dan murah.

Oktober tahun lalu Greenspan bersuara, “Saya telah berbuat kesalahan dalam memprediksikan perbankan.” Allan Meltzer, seorang profesor ekonomi politik di Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh mengomentari, “Greenspan membuka kartu kredit bagai banjir air bah.”

4. John Tiner/Hector Sants

1johntinerTiner adalah Kepala Pelayanan Keuangan (FSA) Inggris. FSA gagal mengawasi Northern Rock, bank terbesar di Newcastle, Inggris. Kegagalannya sangat sistematik, dan sekarang bank ini menjadi tergantung pada aliran dana bank di sekelilingnya.

5. Fred “the shred” Goodwin 

1fredgoodwinDia kini disebut sebagai “Banker Terburuk Sedunia”. Goodwin adalah yang menyebabkan Royal Bank of Scotland (RBS), bank terbesar kedua di Inggris, bangkrut. Setiap pekan, RBS rugi 28 milyar poundsterling, jumlah paling besar dalam sejarah korporasi Inggris Raya. Januari silam, pajak di negeri itu meningkat dari 58 % menjadi 70%.

Fred bergabung dengan RBS sejak tahun 2000 dan ia sudah mengakuisisi 26 bank dengan total dana lebih dari 35 milyar poundsterling. Ia digaji sebesar 2,1 juta poundsterling setahunnya, tertinggi dibanding gaji presiden bank manapun. Tahun 2007, gajinya meningkat menjadi 2,86 juta poundsterling. Oktober 2008, ia dengan cuek meninggalkan banknya itu dalam situasi yang parah.

6. Gordon Brown 

1gordonbrownBrown, tampaknya sudah memprediksikan krisis ekonomi dunia sepuluh tahun yang lalu, ketika ia berceramah di hadapan mahasiswa Harvard. Brown adalah Kanselir Penukaran Mata Uang di Inggris. Ia menyebabkan inflasi harga perumahan di Inggris dan juga menyebarkan kemudahan dan booming kartu kredit.

George Osbourne, Kanselir Bayangan Inggris, mengatakan, “Inggris menjadi negara yang lebih payah daripada AS, karena tidak punya persiapan apa-apa dalam menghadapi krisis. Dan reputasi kita begini terpuruknya hanya karena seseorang yang dengan mudah mendirikan bank retail” Dan orang yang dimaksud oleh Osborne adalah Brown.

7. George Bush

1bush1Mantan Presiden AS ini ibaratnya lempar batu sembunyi tangan. Dia lah yang pertama kali menyebabkan bencana ekonomi di dunia. Dalam pidatonya terakhirnya ia menyalahkan para banker di New York. “Wall Street sedang teler. Kapan mereka akan sadar dari mabuknya?”

 

8. Kathleen Corbet

1cobertSatu-satunya perempuan dalam daftar hitam ini. Dia adalah orang yang memboomingkan perumahan. Cobert adalah kepala agen perumahan terkenal, Standars & Poors, dan ia berhenti tahun 2007 setelah dikritik habis-habisan.

 

 

9. “Hank” Greenberg 

 

1hankgreenbertHank yang lain, namun yang ini adalah Direktur AIG, perusahaan asuransi raksasa yang ditanggulangi dana bailout oleh pemerintah AS sebesar 47 milyar poundsterling, beberapa saat setelah Lehman Brothers terkapar. Hawk memimpin AIG dari tahun 1967.

 

 

 

 

 

10. Angelo Mozilo

1moziloMozilo adalah kepala rentenir perusahaan gadai terbesar di AS, Countrywide. Dia digaji sampai 470 juta poundsterling dalam setahun. Mozilo menjadi salah satu orang yang menyebarkan booming kartu kredit di AS.

 

 

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/10-orang-yang-paling-bertanggung-jawab-akan-resesi-dunia.htm

MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI

Biasa, di sela kesibukan kerja Ahya gak lupa tuk ngecek email. Setelah check yahoo yang penuh dengan milist TDA, hotmail yang cuma masuk 3 email, n tika cek gmail ternyata ada email masuk dari seorang sahabat.

Sebuah artikel yang Diharapkan di baca oleh ku. Setelah ku baca ternyata bagus juga, nah kalo gak share kayaknya ada yang kurang. Makanya Ahya coba bagi sama temen-temen.

Selamat membaca

60a6_1_b

Smiling….

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman,
atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana ..
Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.
Sekedar untuk mengisi akhir pekan dengan renungan betapa indahnya “senyum”  itu. 
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan
kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.
Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap
orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama

“Smiling.”

smile030Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya
kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.
Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum
pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak
bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus.

Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk
dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si
Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak
setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang
semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat
mengapa mereka semua pada menyingkir ? 
Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil ! 
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang
lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang
“tersenyum” kearah saya.
Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan
kasih sayang. 
Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat  menerima ‘kehadirannya’ ditempat itu.
Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung
beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
dsc00017Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh
saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang
memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. 
Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya. 
Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin
saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. 
Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.”
Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh
mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam
restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). 
Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat
terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari
tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. 
Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.
Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk
ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. 
Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang
ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke   meja/tempat duduk suami dan anak saya. 
Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. 
Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”
Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai
basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.”

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya
berkata  “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan
juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya
untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.”

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan
memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. 
Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan
mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari
tempat duduk mereka. 
Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku,  yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-2ku! ” 
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan
meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka
satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami.
Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan
berucap “Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami
semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA,
saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.”
Saya hanya bisa berucap “terimakasih” sambil tersenyum.
Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah  kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami,  mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami.

Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya
lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2’tindakan’ yang
tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan
kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH
sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini
ditangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya.
Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas,ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya
membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk
membacakan paper saya.

Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya
dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.
“Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’
dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya
untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku,
guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya
sebagai mahasiswi.

Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di
bangku kuliah manapun, yaitu: “PENERIMAAN TANPA SYARAT.”
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi
oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan
memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara

MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA  MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan
cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada ‘malaikat’ yang akan
menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan
tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama
yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu,  tetapi hanya ‘sahabat yang bijak’ yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih  banyak! 
Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!

Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi
mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang ‘cantik’ adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang
tua yang ‘cantik’ adalah hasil karya seni. 
Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.

Selalu ada sumber kan? ini sumbernya : inrasyad@gmail.com

Awan Tag