Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘MEGA’

Demokrat Masih Menanti PAN

JAKARTA – Lima kriteria calon wakil presiden yang disebutkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukanlah kriteria Partai Demokrat secara institusi.

“Kriteria calon wakil presiden itu ada di Partai, tapi tidak akan bertabrakan dengan lima kriteria Pak SBY,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Annas Urbaningrum, di acara Rapimnas Partai Demokrat, di PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (26/4/2009).

Kriteria yang akan dimilik Partai Demokrat  akan lebih terperinci dari kriteria yang disampaikan SBY.”Jadi ada tambahan oleh Partai Demokrat yang dianggap penting,” terangnya.

Partai Demokrat belum menetapkan apakah calon wakil presiden diambil dari kalangan nonpartai atau partai. Yang penting calon wakil presiden itu memenuhi kriteria.

Lebih nyaman mana, wakil presiden dari nonpartai atau partai? “Sama-sama enjoy, definisi  enjoy itu bisa bekerja dengan baik  sehingga membantu  jalannya pemerintahan, produktif bagi kerja  untuk kepentingan pemerintah,” terangnya.

Annas mengulas, awalnya Partai Demokrat berpikir kalau cawapres sebaiknya dari Golkar, tapi karena Rapimnasus Golkar  menetapkan Jusuf Kalla sebagai calon presiden, maka Partai Demokrat melakukan plan B, melakukan upaya koalisi lain.

“Yang sudah resmi berkoalisi dengan partai Demokrat yaitu PKB. PKS sudah dekat dengan ijab kabul, kalau PAN masih menunggu proses internal,” pungkasnya.

Sumber : http://pemilu.okezone.com/read/2009/04/26/268/214027/demokrat-masih-menanti-pan

Iklan

PKS Tetapkan Koalisi dengan Demokrat & SBY

VIVAnews – Musyawarah Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera memutuskan untuk melanjutkan koalisi dengan Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus dengan Partai Demokrat dalam Pemilihan Presiden 2009. “PKS tidak lagi berkoalisi dengan SBY, tapi dengan Partai Demokrat dan SBY sekaligus,” kata Tifatul Sembiring, Ketua Tim Lima, tim lobi PKS untuk membangun koalisi.

PKS mengevaluasi, antara 2004-2009, PKS menjalin koalisi dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai pribadi. Untuk yang akan datang, PKS akan merekatkan hubungan dengan Demokrat yang berarti sekaligus dengan SBY yang merupakan Ketua Dewan Pembinanya.

“Ini merupakan hasil evaluasi Majelis Syura,” kata Tifatul yang memberikan jumpa pers usai mempresentasikan kegiatan Tim Lima di hadapan peserta Musyawarah Majelis Syura di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu 25 April 2009. Dengan merekatkan diri ke Demokrat, PKS bisa bertindak konsisten baik di pemerintahan maupun di parlemen.

Selain itu, Majelis Syura juga menekankan koalisi bukan pada pembagian kue kekuasaan semata. “Koalisi harus berdasarkan kesamaan platform,” kata Tifatul yang juga anggota Majelis Syura itu.

Sementara evaluasi terhadap koalisi PKS dengan SBY-Jusuf Kalla, Majelis Syura menyimpulkan ada beberapa kesepakatan yang terlaksana. “Namun ada hal-hal yang belum terlaksana,” kata Tifatul. Dan PKS pun belum memberi penilaian “dapat poin berapa atas koalisi kemarin.”

Keputusan Majelis Syura ini belum dirumuskan secara baku. Berdasarkan jadwal, Musyawarah Majelis Syura baru merinci dalam bentuk keputusan pada Minggu, 26 April besok.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/52364-pks_tetapkan_koalisi_dengan_demokrat___sby

Intan Nuraini Dambakan Duet SBY-Hidayat

SBY itu berwibawa. Sementara Hidayat Nur Wahid itu bersih. Cocok deh.

 

VIVAnews – Pemain sinetron Intan Nuraini menjagokan Hidayat Nur Wahid menjadi calon wakil presiden mendampingi calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu Presiden 2009. Intan berharap SBY menjatuhkan pilihan kepada Hidayat untuk mendampinginya selama lima tahun.

“Saya tidak terlalu suka politik, tapi soal pilihan pada Pemilihan Presiden itu wajib,” katanya ditemui di Hotel Clarion, Makassar, Jumat 24 April 2009. “Tapi jika SBY paket dengan Hidayat Nur Wahid, saya tidak akan ragu-ragu untuk mencontreng paket itu.”

Mantan kekasih Sahrul Gunawan itu memilih Hidayat karena latar belakang Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat tersebut. Hidayat adalah mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Intan sangat menyukai PKS karena menganggap partai nomor 8 itu sebagai partai bersih.

“Pak HNW merupakan kader PKS yang selama ini dikenal sebagai partai yang bersih. Sehingga sangat cocok jika HNW menjadi pemimpin bangsa. Biar negara ini tidak salah urus,” ujarnya dengan mimik serius.

Intan menambahkan, figur HNW yang bersih sangat pantas mendampingi sosok SBY yang berwibawa dan memiliki komitmen kuat membangun bangsa. Ia juga menganggap, paket tersebut bisa mempengaruhi masyarakat Indonesia menjatuhkan pilihannya kepada mereka.

Intan juga menyinggung tentang banyaknya artis yang terjun ke dunia politik. Ia menilai, fenomena tersebut lumrah adanya. Namun saat ditanya, apakah tertarik iku terjun ke dunia politik. Ia menjawab dengan diplomatis.

“Banyak partai yang meminta saya bergabung. Tapi, saya belum punya niatan ke sana. Dunia politik itu berat, membutuhkan banyak tenaga dan pikiran,” katanya.

Sumber : http://pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=7268

PKS Dorong Pemerintah Tegas dan Jelas

“Selanjutnya, marilah kita menjaga barisan agar teguh dan kokoh, tidak terganggu oleh implikasi negatif dari ekses-ekses negatif dalam pelaksanaan Pemilu 2009,” katanya.

 

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustadz Hilmi Aminudin menegaskan partainya konsisten tidak akan terseret dalam kisruh politik setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 dan akan mendorong satu pemerintahan yang tegas dan bersikap jelas kepada masyarakat.

“Negara jangan memberi kesan yang tidak jelas kepada bangsa dan umat. Karena itu, sikap pemerintah tidak boleh menimbulkan keraguan dan tafsir yang berbeda dan menyesatkan. Harus jelas,” tandasnya saat membuka Musyawarah Majelis Syura XI PKS di Hotel Bumi Karsa, Bidakara, Jakarta, Sabtu.

Pada musyawarah yang dihadiri 99 anggota Majelis Syura itu, Hilmi mengajak seluruh kader PKS untuk mensyukuri hasil yang diraih PKS dalam Pemilu 9 April.

“Selanjutnya, marilah kita menjaga barisan agar teguh dan kokoh, tidak terganggu oleh implikasi negatif dari ekses-ekses negatif dalam pelaksanaan Pemilu 2009,” katanya.

Ia juga meminta kader partainya untuk bersabar dan tetap mengokohkan jamaah, serta tidak terjebak tawaran, jabatan dan godaan fasilitas .

“Jangan pula memberikan loyalitas, simpati dan kecenderungan ke orang yang lalai dari mengingat Allah, karena bisa menyeret kita dalam kekacaubalauan yang kini nampak seusasi pemilu,” katanya lagi.

Hilmi berterima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada pengorbanan kader-kader PKS yang demikian besar namun belum diberi kesempatan menduduki posisi strategis di pemerintahan maupun lembaga legislatif.

Musyawarah Majelis Syura PKS yang akan berakhir pada Minggu (26/4) siang mengagendakan dua hal penting, yaitu evaluasi pelaksanaan Pemilu 2009 dan penentuan koalisis partai ke depan.

Kecenderungan yang muncul di internal PKS sendiri adalah berkoalisi dengan Partai Demokrat dan mengajukan Hidayat Nurwahid sebagai cawapres untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber : http://pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=7271

PKS Siapkan Cawapres SBY Hari Ini

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sedang menggelar Musyawarah Majelis Syuro pada hari ini, akan menyiapkan nama-nama calon wakil presiden (cawapres) yang bakal bersanding dengan calon presiden (capres) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kita tidak dalam rangka mencalonkan wakil presiden untuk Pemilihan Presiden 2009, tapi menyiapkan nama-nama itu. Namun apakah nama-nama cawapres itu akan dibahas atau tidak, itu akan dibicarakan setelah ini,” papar Anggota Majelis Syuro PKS Martri Agoeng saat ditemui di sela-sela Musyawarah Majelis Syuro PKS di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2009).

Nama-nama yang telah disiapkan PKS, nantinya akan diserahkan pada SBY, jika PKS nantinya membangunn koalisi bersama SBY dan Demokrat.

“Kalau saya berharap dengan siapa akan berkoalisi, atau nama yang akan disiapkan selesai pada hari ini,” katanya.

Martri sendiri tidak menyebutkan siapa nama-nama yang bakal disiapkan PKS. Namun kabar yang beredar terdapat tiga nama, dua di antaranya Hidayat Nurwahid yang kini menjabat Ketua MPR dan Tifatul Sembiring yang kini menjabat Presiden PKS. (hri)

Sumber : http://pemilu.okezone.com/read/2009/04/25/268/213910/pks-siapkan-cawapres-sby-hari-ini

Dukungan PPP Terpecah pada SBY, JK dan Mega

64012_politisi_ppp_irgan_chaiurl_mahfiz__lukman_hakim_saifudin___suryadharma_ali_thumb_300_225VIVAnews – Rapat pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih berlangsung tertutup. Masing-masing anggota masih belum sepakat akan berkoalisi dengan partai mana. Apakah Demokrat, Golkar atau PDIP.

“Belum ada hasilnya, masing-masing berbeda pilihan. Kalau saya pribadi mendukung SBY, karena fakta dilapangan, dengan suaranya yang fantastis itu artinya rakyat masih berharap kepemimpinannya,” kata Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfiz, disela-sela rapimnas PPP di Bogor, Kamis 25 April 2009.

Berbeda dengan Ketua DPW Jawa Barat Numan Abdul Hakim yang akan mendukung Jusuf Kalla dan akan diajukan dalam rapimnas PPP siang ini. “Saya akan ajukan ke forum dan berargumen bahwa nama Jusuf Kalla yang seharusnya di dukung,” tuturnya.

Mengapa demikian, menurut Numan, Jusuf Kalla memiliki kemampuan untuk merubah negeri ini. Apalagi Kalla akan berupaya melakukan perubahan di negeri ini.

Bahkan informasi yang dihimpun VIVAnews, sejumlah wilayah akan mendukung pencalonan Megawati Soekarnoputri. Rapat yang dihadiri dari 33 pimpinan wilayah, masih berlangsung secara tertutup untuk memberikan pandangannya masing-masing.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/52333-dukungan_ppp_terpecah_pada_sby__jk_dan_mega

Dukungan Duet SBY-HNW Dideklarasikan di Medan

sbyhilmidalamMedan – Lima elemen masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) menyatakan dukungannya terhadap duet Susilo Bambang Yudhoyono-Hidayat Nur Wahid sebagai capres-cawapres Pilpres 2009. Dua tokoh ini diyakini mampu membangun pemerintahan yang jujur dan bersih lima tahun ke depan.

Dukungan ini dideklarasikan di salah satu rumah makan di Komplek Pertokoan Jl. Setia Budi Medan, Jumat (24/4/2009) sore. Kelima elemen masyarakat tersebut tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sumatera Utara untuk SBY-HNW (Gemas Sumut).

Elemen masyarakat ini terdiri dari Serikat Buruh Merdeka Independen (SBMI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Serikat Buruh Sumatera Utara (SBSU), Yayasan Kolektif Medan, perwakilan pengusaha dan mahasiswa.

Koordinator Gemas Sumut Sopian Sitepu mengatakan, SBY dan Hidayat merupakan sosok yang tepat memimpin bangsa dalam lima tahun kedepan. “Selain merupakan pasangan yang bisa saling melengkapi, SBY-HNW sangat representatif dan dikenal sebagai pasangan berdedikasi, baik dalam hal penegakan hukum, pemberantasan korupsi, juga punya perhatian dalam penguatan ekonomi rakyat kecil,” kata Sopian.

Sopian menambahkan, pasangan SBY-Hidayat diyakini bisa membangun komunikasi dengan berbagai pihak, baik elit politik nasional maupun internasional selain mampu beradaptasi dalam menjaga kekompakan pemerintahan. Perwakilan pengusaha, Buyung Morna menyebutkan, pasangan SBY-Hidayat berpeluang memenangkan Pilpres mendatang, mengingat keduanya berasal dari partai berbasis massa yang militan dan loyal.

Sumber : http://pemilu.detiknews.com/read/2009/04/24/195315/1121075/700/dukungan-duet-sby-hnw-dideklarasikan-di-medan

Awan Tag