Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Muslim’

Inilah Alasan Bedell Menerobos Pentagon

Kepolisian Washington memastikan bahwa John Patrick Bedel adalah pelaku tunggal insiden di depan pintu masuk Pentagon. Lelaki berusia 36 tahun itu berusaha menerobos masuk ke gedung Pentagon lewat pintu masuk yang berhadapan dengan stasiun kereta api bawah tanah di Washington Kamis (4/3).

Kepolisian mengatakan bahwa Bedel tidak terkait jaringan terorisme dan tindakannya dilatarbelakangi dengan keyakinannya bahwa pemerintah AS dalang dari serangan 11 September 2001.

Menurut keterangan polisi, ketika diinterogasi Bedell menyatakan percaya bahwa konspirasi pemerintah AS yang telah menghancurkan menara kembar World Trade Center oleh serangan teroris. Lelaki itu juga mengkritik milter dan badan intelejen AS yang disebutkan telah diperalat oleh rezim yang tidak sah.

“Organisasi itu, seperti juga banyak pemerintahan di sepanjang sejarah dikenal suka membunuh, melihat pengorbanan ribuan rakyatnya dalam peristiwa seperti serangan 11 September, dengan biaya yang sekecil-kecilnya demi melanggengkan kekuasaan yang biadab,” tulis Bedell dalam sebuah dokumen miliknya.

Ia juga mengatakan bahwa AS telah dikuasai oleh sebuah konsiprasi kriminal internasional, merupakan sebuah realitas yang sudah sejak lama terjadi.

Bedell sendiri, dilaporkan tewas pada Kamis malam akibat luka tembak yang dideritanya. Bedell ditembak saat diringkus, setelah sebelumnya ia menembak dua penjaga gedung Pentagon saat mencoba menerobos masuk ke kantor pusat departemen pertahanan AS itu.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/inilah-alasan-bedell-menerobos-pentagon.htm

“Assalamualaikum Sister”, Salam dari Tetangga

Oleh Fakhria Itmainati

Mendapat sapaan salam “Assalamualaikum” dari orang lain merupakan hal yang wajar di Indonesia, namun tidak di Jepang. Pagi ini tiba-tiba di depan lift laboratorium tempatku mengerjakan riset, seorang pemuda menyapaku “Assalamualaikum Sister”, aku rasa aku tak pernah mengenalnya, tapi tentu saja aku jawab “Waalaikumsalam warahmatulah, are you Moslem?”.

Ternyata dia seorang muslim Palestina, dia mengenaliku seketika melihatku sebagai seorang wanita yang mengenakan jilbab, “Yes, I’m Moslem, and of course I know you are Moslem as you wearing headscarf”.

Subhanalloh, alangkah bahagianya ketika kita disapa dan didoakan dengan tulus oleh orang yang benar-benar tak mengenali kita dan hanya yakin bahwa “Oh, kamu seorang Muslim, kamu adalah saudara saya, semoga Allah memberi keselamatan dan merahmatimu”. Alangkah indahnya Islam.

Namun terkadang budaya mengucapkan salam kepada sesama muslim ini luntur ketika kita semakin jarang mengucapkan salam, hal ini dibenarkan ketika teman-teman kita orang-orang non-muslim yang tidak wajib bagi kita mengucapkan salam padanya. Namun janganlah kita lantas terlupa mengucapkan salam kepada rekan sesama muslim.

Terkadang kita tau benar bahwa rekan kita itu muslim namun malah menjadi terbiasa dengan kata sapaan “Hey, apa kabar?”, atau “Duluan ya.. dadaa..” tanpa tambahan “Assalamualaikum”.

Pun juga di Jepang, semakin lama hidup di Jepang, mengucap dan mendengar sapaa-sapaan seperti “Ohayo Gozaimasu” (Selamat pagi) atau “Konnichiwa” (Selamat Siang/ halo) adalah hal yang pasti terjadi setiap hari. Kalimat itu tak mengandung doa malah, namun selalu saja ketika diucapkan sebagai sapaan, ada ekspresi bahagia di sana.

Lebih-lebih “Assalamualaikum”-kita ini, kalimat sapaan singkat yang mencerahkan hati saudara kita sekaligus merupakan doa, agar Allah memberikan keselamatan padanya, pun juga “Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh”, adalah doa yang sangat mulia kepada rekan kita.

Doa yang kita ucapkan ketika berjumpa bagaikan permohonan tulus “Ya Allah, dia saudara saya, selamatkan dia, sayangilah dia, lindungilah dia dari godaan setan, semoga dengan berjumpa denganku akan bertambah kebaikan padaku dan padanya, dan berkahilah hari-harinya”.

Dan ketika kita akan berpisah dengannya maka ucapan salam pun akan terdengar di hatinya sebagai “ Ya Allah, dia saudara saya, selamatkan dia dari bencana apapun yang menimpanya, amankan dirinya dan hatinya dengan kasih sayangmu, dan berkahilah segala ikhtiarnya dengan jannah-Mu”.

Subhanalloh, maka salam dari tetangga laboratorium di pagi hari itu, benar-benar membuatku cerah dan bersyukur pada Allah, betapa ketika kita menjadi muslim, akan ada banyak sekali doa yang diucapkan rekan-rekan muslim di dunia ini untuk kita. “Sungguh tak perlu kenal sekalipun, cukup aku tau kau muslim, aku akan mendoakanmu ‘Assalamualaikum’”.

Karena salam adalah bukti cinta kita kepada saudara sesama muslim “Semoga Allah menyayangimu saudaraku”, bukti pengingatan kita akan Islam di hatinya, “Allah menyayangimu saudaraku, maka bekerja keraslah hari ini untuk-Nya, dan jauhilah godaan setan”.

Nah, bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengucapkan salam pada saudara kita hari ini?

*special thanks to brother Palestinian Moslem next room, refreshing my mood this morning, “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Brother”

Fakhria Itmainati
http://fakhria.wordpress.com

Sumber : http://www.eramuslim.com/oase-iman/fakhria-itmainati-assalamualaikum-sister-salam-dari-tetangga.htm

Kisah Islamnya Bocah Amerika

Muhammad Abdullah (d/h Alexander Pertz) : Kisah Islamnya Bocah Amerika

kabah3Rasulullah saw bersabda: ? Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.? (HR. Bukhari)

Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi.

Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syari, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, ? Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?

Wartawan itu berkata: Tidak. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

hajjBocah itu kembali berkata , Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?. Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. ?Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ? Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ??

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah
(surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, ?Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat.?

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, ?Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?? Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, ?Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku?.

Wartawab bertanya kembali, ?Apakah engkau telah puasa Ramadhan ??

Muhammad tersenyum sambil menjawab, ?Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya
sulit, terlebih pada hari-hari pertama?. Kemudian dia meneruskan : ?Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut?.

?Apakah cita-citamu ?? tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, ?Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad?.

?Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?? tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : ?Sesungguhnya gambar Ka?bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius,
melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain?.

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad ?Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka?bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, ?Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar.”

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, ?Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang
untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini.”

?Apakah cita-citamu yang lain ?? tanya wartawan.

?Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka.? jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, ?Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina.”

?Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?? tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, ?Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran.?

?Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?? tanya
wartawan

Maka dia menjawab dengan meyakinkan : ?Tentu”

?Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ??

Muhammad menjawab, ?Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi.”

?Apakah engkau sholat di sekolahan ??

?Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari? jawab Muhammad

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan,?Apakah engkau
mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ??

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan.  
Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.(Syhdt/sbl)

Sumber : Milis shaleh_pintar_kaya@yahoogroups.com

Presiden Sudan: Pemimpin Barat dan Eropa Penjahat Perang Yang Sebenarnya !

bashir1

Presiden Sudan Omar al-Bashir menolak surat penangkapan terhadap dirinya yang dikeluarkan oleh International Criminal Court (ICC) atas tuduhan melakukan kejahatan perang. Di tengah massa pendukungnya yang menggelar aksi protes di Khartoum, ibukota Sudan, Bashir mengatakan bahwa penjahat perang yangsebenarnya adalah para pemimpin negara Barat.

“Para penjahat perang yang sebenarnya adalah para pemimpin di AS dan Eropa,” kata Bashir di tengah ribuan orang yang mendukungnya.

ICC dalam surat perintah penangkapan terhadap Bashir menuding presiden Sudan itu telah mendalangi kampanye perampokan, pemusnahan dan pemerkosaan selama enam tahun konflik di Darfur. Atas tuduhan itu, Bashir menegaskan akan bersikap tegas pada mereka yang mencoba mengancam stabilitas negaranya.

“Kami akan bertindak sebagai pemerintahan yang bertanggung jawab. Kami sudah mengusir 10 organisasi asing … setelah melakukan monitoring atas aktivitas mereka yang ternyata melanggar semua aturan dan hukum yang berlaku,” kata Bashir saat pertama kali merespon surat perintah penangkapan ICC, di hadapan para politisi dan anggota kabinet pemerintah Sudan.

Pengusiran itu menuai kecaman dari Sekjen PBB Ban Ki-moon yang menilainya sebagai kemunduran dalam operasi kemanusiaan di Darfur. Ki-moon mendesak Sudan agar mencabut keputusannya itu.

Menurut data PBB, sejak konflik melanda Darfur tahun 2003, korban tewas mencapai 300.000 orang dan 2,7 juta warga negeri itu menjadi pengungsi. Konflik terjadi antara kelompok etnis minoritas bersenjata melawan rezim pemerintah Sudan yang didominasi etnis Arab. Mereka menuntut agar pemerintah pusat membagi hasil dari sumber-sumber alam dan kekuasan dengan adil.

Keputusan ICC mengeluarkan surat penangkapan terhadap Bashir memicu ketegangan di Sudan dan beragam reaksi dari dunia internasional. AS mendukung keputusan ICC, sedangkan China mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menangguhkan kasus Bashir.

Sama dengan China, Liga Arab meminta penangguhan surat perintah penangkapan terhadap Bashir. Untuk itu Liga Arab akan mengirimkan delegasinya ke Dewan Keamanan PBB.

Organisasi Konferensi Islam mengecam keputusan ICC dan menilai keputusan itu akan menimbulkan dampak negatif terhadap upaya penyelesaian konflik di Darfur. Selain itu, keputusan ICC akan mengancam stabilitas di Sudan dan wilayah sekitarnya.

Sekjen OKI Ekmeleddine Ihsanoglu dari Jeddah menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk menolak keputusan ICC dan mendesak pemerintah Sudan agar mempercepat investigasi terhadap para tersangka yang diduga melakukan kejahatan perang.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/presiden-sudan-pemimpin-barat-dan-eropa-penjahat-perang-yang-sebenarnya.htm

Muslim Kashmir Kutuk Penyerangan Masjid dan Pembakaran Al-Qur’an oleh Umat Hindu

kashmir_protest1Kashmir,
Ribuan umat Muslim wilayah Kashmir, India-Pakistan, pada Kamis (26/2) kemerin melakukan unjuk rasa guna mengutuk peyerangan rumah ibadah mereka dan penghinaan serta pembakaran kitab suci al-Qur’an yang dilakukan oleh umat Hindu di daerah Lulab.

Situs Kashmir Media Service (27/2) mengabarkan, ratusan tentara Rashtria Raiflaz India menyerbu sebuah masjid di daerah Lulab, Kashmir pada awal pekan lalu. Mereka merusak masjid, mengeluarkan semua isinya, salah satunya adalah beberapa puluh mushaf al-Qur’an, menaburinya dengan bensin dan membakarnya.

Sebelumnya, di awal bulan ini, tentara India juga menangkap 25 warga Khasmir atas tuduhan teroris. Tentara India juga menghancurkan setidaknya 16 rumah warga wilayah yang terjajah itu.

Kashmir merupakan salah satu wilayah konflik yang tak terselesaikan sejak tahun 1947 hingga kini. Wilayah yang terkenal dengan keindahan alamnya yang menjadi rebutan India dan Pakistan.

Dewan Keamanan PBB sendiri sudah menyerukan untuk dilaksanakannya referendum di Kashmir, namun referendum tersebut tidak pernah terlaksana hingga saat ini. (atj/kms/arm)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/muslim-kashmir-kutuk-penyerangan-masjid-dan-pembakaran-al-qur-an-oleh-umat-hindu.htm

Awan Tag