Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘netanyahu’

Netanyahu Menentang Penghentian Senjata Nuklir

Barack Obama Perdana Menter Israel Nenyatahu menunda kunjungan ke Washington, yang direncanakan akan berpartisipasi dalam konferensi keamanan senjata nuklir, yang diselenggarakan Presiden Obama, ujar seorang pejabat Israel.

Sementara itu, Menteri Energi dan Atom, Dan Meridor, dijadwalkan akan menggantikan Netanyahu dalam konferensi keamanan nuklir itu.

Obama mengundang Netanyahu bersama dengan 40 negara lain, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan penghentian penyebaran senjata nuklir, yang dikawatirkan akan jatuh ke tangan teroris. Mestinya, Netanyahu dijadwalkan Senin petang telah tiba di Washington, mengambil bagian dalam konferensi itu.

Menurut seorang pejabat diIsrael, penangguhan kunjungan Netanyahu ke Washington, dan menolak berpartisipasi dalam konferensi itu, kawatir terhadap negara-negara Islam, seperti Mesir dan Turki, di mana Israel dipaksa untuk menandatangani perjanjian penghentian penyebaran senjata nuklir (Non-Proliferation Treaty – NPT).

Negara-negara Arab dan Islam, menginginkan agar kawasan Timur Tengah menjadi kawasan bebas nuklir. Israel tetap menolak menandatangani perjanjian proliperasi nuklir, karena memang Israel telah memiliki arsenal nuklir, yang hulu ledaknya sudah mencapai ratusan.

Gedung Putih sudah mengkonfirmasikan bahwa Netanyahu tidak akan hadhir dalam pertemuan itu, dan digantikan oleh Dan Meridor. “Selamat datang kepada Meridor, yang akan mewakili Israel dalam konferensi ini”, ujar MIke Hammer, yang menjadi juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS.

Sebanyak 189 negara telah menandatangani perjanjian Non-Proliperasi Nuklir, kecuali Israel, India, Pakistan, dan Korea Utara.

Sebenarnya langkah Obama menyelenggarakan konferensi ini, tak lain, kekawatiran AS, akan penyebaran senjata nuklir, khususnya di negeri-negeri Muslim, yang dapat menjadi ancaman keamanan bagi Israel, seperti Iran, dan Pakistan, yang sangat membahayakan keamanan Israel.

Sumber : http://eramuslim.com/

Iklan

Obama dan Netanyahu: Duet Pemimpin Baru

MIDEAST ISRAEL OBAMAKetika Israel merayakan Yom Ha’atzmaut kemarin, Barack Obama baru saja menyelesaikan 100 hari pertamanya sebagai presiden AS. Dalam masa singkat, hanya tiga bulan lebih beberapa hari, semua wajah Obama telah demikian terbuka. Yang pasti yang sudah ia nyatakan dengan begitu gamblang adalah bahwa “Obama berdiri di belakang Israel”, sekaligus juga merupakan refleksi tekanan dari berbagai pihak.

Tekanan ini berasal dari mereka yang jelas merupakan rekanan Israel. Zbigniew Brezinski, sebagai contoh, ingin Obama mendeklarasikan secara resmi, “Inilah kepemilikan, dan untuk inilah (AS) ada.”

Jeremy Ben-Amis, dari J Street, lebih taktis lagi. Ia mengatakan bahwa tujuan Obama adalah dukungan politik terhadap komunitas Yahudi. Inilah yang juga disampaikannya ketika Benjamin Netanyahu baru genap 30 hari menjabat sebagai perdana menteri Israel.

Secara keseluruhan, bagi orang-orang Yahudi, rating Obama tidak jauh lebih buruk daripada George W. Bush dan Bill Clinton dalam 100 hari pertama mereka. Banyak kalangan menilai Obama terlalu lembek dalam berbagai hal, misalnya dalam merespon isyu fasis dan sosial, hingga Obama dituding tengah membangun sebuah “kamp interniran” untuk musuh-musuhnya di AS. Pers AS terutama ramai memberitakan hal ini.

Kenyataan bahwa Obama mewarisi krisis ekonomi dan juga rawa perang Iraq-Afghanistan ternyata hanya semakin mendekatkannya pada Israel, bahkan dengan secara terang-terangan. Obama secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas hari merdeka Israel, dua hari lalu, dan itu artinya Obama menutup pintu realita bahwa Israel adalah sebuah bangsa penjajah dan atau Palestina berhak atas tanahnya kembali.

Sementara itu, di Israel, Netanyahu tengah tenggelam dalam proyek negosiasi berat sebelah akan konsep dua negara dengan Palestina, yang jelas tidak akan pernah bisa menerimanya sampai kapanpun. Netanyahu menginginkan kendali pemerintahan atas Palestina, sungguh sesuatu yang tak berprikemanusiaan.

Jadi, ketika pejabat Israel menghitung 100 hari pertama Obama yang dinilai Yahudi memuaskan, dan para pembuat kebijakan AS mengagumi 30 hari kerja Netanyahu, inilah yang terjadi:

Pertama, AS adalah sekutu dekat Israel karena kedua negara sama berbagi nilai dan kepentingan. Semua pihak yang berkepentingan saling mempertahankan apa yang sudah terbina sebelumnya, walau sebenarnya kepentingan AS dan Israel belum tentu identik sama persis. Kedua, AS dan Israel mendukung pemerintah bersama Palestina tanpa melibatkan Hamas. Karena Hamas akan selalu berkomitmen bahwa konsep dua negara sama sekali tidak ada dalam agenda mereka.

Obama telah mendeklarasikan bahwa “Keamanan Israel itu sangat keramat,” dan “AS adalah partner Israel yang konsisten dan kuat.” Mereka yang meragukan sumpah Obama ini jelas terlihat bukanlah sekutu Israel, dalam bentuk apapun. (sa/jp)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/obama-netanyahu-duet-pemimpin-baru.htm

Netanyahu Takuti Konferensi Durban

1netahyahoo

Konferensi Durban II yang sedang diselenggarakan di Swiss ternyata tak urung membuat Israel blingsatan juga. Tak kurang dari Perdana Menteri Israel yang baru terpilih, Benjamin Netahyahu, ketar-ketir dan angkat suara. “Semua tamu kehormatan konferensi (Durban) adalah para pengingkar Holocaust!” ujarnya keras dalam pertemuan kabinetnya tadi pagi (20/5). Netanyahu juga memberikan selamat kepada negara-negara yang memilih untuk memboikot konferensi ini.

Netanyahu mengatakan bahwa ia telah bekerja sama dengan Prancis untuk menyantuni korban keluarga Holocaust dengan jumlah total sebesar $4,76 juta setelah sebelumnya diberikan $2,4 juta. “Saya gembira bahwa kita bisa melakukan ini. Sekarang, Israel menjadi jaminan buat eksistensi dan keamanan orang Yahudi.” imbuhnya.

Konferensi Durban II memang disinyalir amat membahayakan Yahudi karena membicarakan agenda utama soal rasisme. Yahudi menyebutnya sebagai sikap anti-Semit. Tak urung, kaum Yahudi internasional sudah berusaha memanas-manasi PBB untuk tidak terlibat dalam konferensi ini dengan mengatakan bahwa konferensi ini hanya merendahkan martabat PBB belaka.

Sedangkan Barack Obama, presiden AS, mengatakan bahwa konferensi Durban adalah sebuah pertemuan munafik dan gerakan melawan Israel. Obama sudah jauh-jauh hari memutuskan memboikot Durban II.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/netanyahu-takuti-konferensi-durban.htm

Jihad Islam Desak Negara Arab Keluarkan Kebijakan Konfrontasi dengan Israel

jihadislamx1Gerakan perjuangan Palestina – Jihad Islam menyerukan pemerintahan Arab serta pihak otoritas Palestina untuk mengeluarkan kebijakan konfrontasi dengan pemerintahan sayap kanan Israel yang dipimpin oleh PM Israel Benyamin Netanyahu, pada Sabtu kemarin.

Dalam siaran pers yang dibicakan oleh salah seorang juru bicara Jihad Islam Khaled Al-Batsh, Jihad Islam mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak peduli dengan kesepakatan atau komitmen yang dibuat oleh pihak otoritas palestina dalam kaitannya dengan perdamaian dengan Zionis Israel.

Pernyataan resmi dari pemerintahan Zionis Israel yang menjajah Palestina menyatakan “mentalitas Zionis dari pemimpin-pemimpin Israel dan rencana mereka adalah untuk mengusir warga Arab yang berada di dalam Israel dari rumah-rumah mereka,” menurut pernyataan tersebut.

“Para pemimpin Israel memanfaatkan kelemahan dari negara-negara Arab yang mencapai masa surutnya yang paling rendah selama agresi militer Israel di Gaza awal tahun ini,”kata Al-Batsh.

“Kelemahan ini telah mendorong Netanyahu untuk meminta negara-negara Arab mengakui identitas Yahudi Israel sebagai daya tawar untuk memperpanjang konflik dan menghindari persyaratan perdamaian.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah sebuah kebijakan konfrontasi dengan penjajah Israel, bukan berdialog untuk untuk berdamai dengan mereka.

Al-Batsh mencatat bahwa pemerintah Israel tidak menghormati komitmen sebelumnya dan sama sekali tidak memiliki agenda untuk pembicaraan damai.

Ketika pemilu, para pemimpin Israel berbicara tentang “sebuah rumah alternatif bagi rakyat Palestina,” pengusiran warga Arab dari dalam Israel dan rencana menyerang bendungan besar di Mesir, Syria dan Iran, dan pernyataan mereka tersebut mencerminkan mainstream dari para pemilih Israel, lanjut Batsh.

Para pemimpin senior gerakan Jihad Islam mendesak faksi-faksi pejuang Palestina untuk memperbaiki keretakan diantara mereka serta menyerukan negara-negara Arab untuk membuat sebuah kebijakan yang konfrontasi langsung dengan pemerintahan garis keras Zionis Israel.

Selama pembicaraan yang berlangsung antara utusan timur tengah presiden Obama – George Mitchell di Yerusalem hari Kamis yang lalu, Netanyahu menuntut bahwa Palestina yang harus pertama kali mengakui Israel sebagai sebuah negara Yahudi sebelum mendiskusikan solusi sebuah dua negara.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/jihad-islam-desak-negara-arab-keluarkan-kebijakan-konfrontasi-dengan-israel.htm

Netanyahu Akan Menyerang Nuklir Iran

Perdana Menteri Israel yang baru, Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan melakukan tindakan militer terhadap Iran, jika Presiden AS Barack Obama gagal menghentikan program nuklir Iran.

“Pemerintahan Obama punya dua misi besar. Memperbaiki perekonomian dan mencegah Iran agar tidak membuat persenjataan nuklir. Jika AS gagal untuk bertindak cepat menghentikan program nuklir Iran, Israel terpaksa menghancurkan sendiri fasilitas-fasilitas nuklir Iran,” kata Netanyahu pada majalah Atlantic beberapa saat sebelum pengambilan sumpahnya sebagai perdana menteri baru Israel hari Selasa malam.

Netanyahu mengatakan, ia menghormati kebijakan Obama yang memilih jalan negosiasi dengan Iran. Tapi negosiasi itu, kata Bibi-panggilan Netanyahu-harus menghasilkan keputusan, Iran harus segera menghentikan program nuklirnya.

“Bagaimana cara anda mencapai tujuan itu tidak penting, yang penting misi itu harus tercapai,” tukas Bibi.

Tel Aviv sudah berulang kali mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran, jika Iran tetap melanjutkan program nuklirnya. Israel menuding Iran diam-diam membuat persenjataan nuklir. Meskipun Iran berulangkali menolak tuduhan itu.

IAEA dan kepala intelijen AS Dennis Blair juga mengatakan bahwa pengayaan uranium Iran masih jauh dari level yang bisa digunakan untuk membuat senjata nuklir. Namun Israel tetap memakai dalih senjata nuklir agar bisa menyerang Iran.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/netanyahu-akan-serang-iran.htm

Netanyahu-Barak: Persiapan Menghabisi Hamas?

1netanyahubarakTahun 1972, pertama kalinya terjadilah pertemanan Ehud Barak dan Benjamin Netanyahu dalam kesatuan tentara Israel. Mereka berdua adalah komandan di Sayeret Matkal, unit Keamanan Staf Jenderal yang elit.

Dalam aksi pertama mereka membebaskan orang Israel pada peristiwa Penerbangan Sabena 572, keduanya menuai sukses besar. Barak memimpin 16 regu komando, dan Netanyahu menjadi salah satunya di antara bawahannya itu. Tapi, sepanjang sejarah, keduanya tak pernah bertemu di ranah politik.

Hanya keduanya mempunyai nasib tidak sama. Baik Barak maupun Netanyahu kemudian menjadi Perdana Menteri Israel dan meninggalkan gedung PM itu lebih cepat daripada yang mereka kehendaki. Keduanya juga menempati daftar pilihan rakyat Israel tentang perdana menteri Israel paling buruk sepanjang sejarah. Setelah itu, keduanya sama-sama mengumpulkan uang yang banyak untuk kembali ke dunia politik yang mendepaknya, hanya sedikit bedanya, Netanyahu sedikit lebih berhasil dibandingkan Barak.

Sekarang, 37 tahun setelah Operasi Sabena, Netanyahu dan Barak mempunyai niat berkongsi kembali, kali ini, Netanyahu sebagai komandannya. Hanya butuh waktu 10 menit untuk merealisasikan hal itu. Selama satu setengah tahun belakangan, keduanya intens memperbaiki hubungan, walau Barak menjabat sebagai menteri pertahanan dan Netanyahu berada dalam garis oposisi pemerintah Israel.

Bahkan sebelum Tzipi Livni (Ketua Partai Likud) gagal membentuk pemerintahan Israel, keduanya telah sepakat untuk berkoalisi. Sejak awal, Netanyahu hanya berbasa-basi dengan Livni ketika menawarkannya bergabung dalam pemerintah dan Netanyahu sudah menetapkan akan menggaet Partai Buruh sebagai mitra sekutunya.

 

Selama tiga pekan belakangan ini, Netanyahu sudah bertemu dengan orang-orang penting di Israel sebagai persiapannya memasuki gedung Perdana Menteri. Kesimpulan Netanyahu, dia tidak akan bisa menyelesaikan semua permasalahan Israel tanpa bantuan Barak.

Tidak heran jika kemudian semua eskalasi politik ditutup. Barak tidak lagi berhubungan dengan Shas, walau dalam diri internal partainya sendiri, Barak mendapat penentangan akan rencananya berduet dengan Netanyahu.

Di sisi lain, inilah kesempatan terakhir yang dipunyai oleh Barak. Mantan serdadu Israel yang paling sukses membantai Palestina ini tentunya ingin sukses pula bidang politik. Jika ia gagal, maka semua karir politiknya dipastikan berakhir di sini.

Tapi jika kongsi ini berhasil, Netanyahu dan Barak jadi bergabung, mereka akan bekerja sama dengan satu agenda politik dan militer yang jelas: menghabisi Hamas dan mengambil Palestina sepenuhnya

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/netanyahu-barak-sekutu-dua-komando-habisi-palestina.htm

Neocons Bergabung Dengan Netanyahu

neocons

Kebijakan luar negeri Presiden George Walker Bush, yang agresif dan penuh dengan kekerasan mendapatkan arahan dari kelompok ‘Neocons’. Siapa kelompok ‘Neocons’ itu? Mereka adalah gabungan dari tokoh-tokoh Kristen, Katolik, dan Zionis-Yahudi, yang berafiliasi ke Partai Likud di Israel. Mereka pula yang mengobarkan perang di Iraq, Afghanistan, dan melakukan kampanye melawan perang terorisme di seantero jagad.

Sekarang kelompok “Neocons’ nampaknya telah berakhir? Memang, sejak pemerintahan Presiden Bush berakhir, sepertinya peran kelompok ‘Neocons’ ikut berakhir. Karena, sebagian mereka mengundurkan diri sebelum Bush meninggalkan Gedung Putih. Ada juga yang diberhentikan oleh Presiden George Bush. Selebihnya, ada juga diantara mereka yang kembali ke lembaga pusat riset yang dimiliki Zionis, dan menjadi alat penekan (pressure) politik. Salah satunya adalah Elliot Abrams, dan tokoh ‘Neocons’ ini kembali ke teman lamanya, yaitu Benyamin Netanyahu. Tokoh Zionis yang menjadi salah arsitek perang Iraq ini, seorang tokoh yang menentang keras pandangan yang pernah berkembang tentang : ‘Tanah Untuk Perdamaian’. Elliot Abrams terus mengingatkan kepada Netanyahu agar tidak terjebak dengan gagasan kebijakan : ‘Tanah Untuk Perdamaian’, yang dianggap merugikan masa depan Israel.

Menurut Abrams gagasan : ‘Tanan Untuk Perdamaian’ tidak memiliki dasar pijakan yang bersifat ideologis, dan sebuah pelanggaran bagi prinsip dikalangan Zionis, yang menyakini, bahwa tanah Palestina, yang sekarang menjadi negara Israel, sebuah tanah yang dijanjikan seperti di dalam kitab Tauroh. Tidak ada rumus ‘Tanah Untuk Perdamaian’, karena menurut Abrams semua hanyalah kedustaan.

Abrams, bersama tokoh lainnya, seperti Paul Wolfowitz, yang menjadi Presiden Bank Dunia, yang sebelumnya menjadi Deputi Menlu AS, sekarang nampaknya akan bersama-sama memperkuat pemerintahan Netanyahu. Abrams menulis tak ada perdamaian di tahun 2009 ini. Karena, tak ada tokoh di Timur Tengah dan Palestina, yang dapat dipercaya untuk berunding dan memutuskan. Menurut tokoh ‘Neocons’ ini, Mahmud Abbas pun, tak dapat dipercaya, karena dia terlalu lemah, dan kekuasaannya sudah habis. Abbas sudah memiliki control atas Gaza, dan bahkan Tepi Barat pun, tidak sepenuhnya dia kontrol. Orang kepercayaannya, yang selama ini mengapalai keamanan di Palestina (Gaza dan Tepi Barat), Mohamad Dahlan telah mengundurkan diri, karena tidak mampu mempertahankan Gaza dari tangan Hamas. Tentu, yang memukul Dahlan, dia dengan pasukan Israel (IDF) gagal total memberangus Hamas, meskpun kota Gaza sudah porakporanda.

Masih menurut Abrams, isu Palestina dan Gaza terkait dengan cakupan yang luas, terutama gerakan ekstrimisme, yang dimotori Iran, yang sekarang menurutnya menjadi ancaman nyata bagi Israel, karena negeri mullah telah mengembangkan senjata nuklir. Maka, Iran menjadi isu penting bagi pemerintahan Netanyahu, yang menginginkan agar melakukan pilihan militer melalui ‘proxy’ (tangan) Amerika, yang sekarang dibawah pemerintah Obama. Skenario ‘Sadam Husien’ mungkin menjadi pilihan bagi menyelesaikan kasus nuklir Iran, yang nampaknya menjadi pilihan Netanyahu dan Abrams.

Tahun 1996, pejabat tinggi Gedung Putih, mengirim surat kepda Netanyahu, diantara mereka adalah Douglas Feith, Richard Perle, Paul Wolfowitz, yang merupakan orang-orang pengikut Likud. Isi surat tokoh-tokoh ‘Neocons’ yang ada di pemerintahan Bush itu, agar Netanyahu memperhatikan negara sekitarnya, seperti Turki, Yordania, termasuk Syria,yang terus meningkat peranan dalam konflik di Timur Tengah. Pemerintahan Netanyahu yang mendapatkan dukungan sayap kanan di Israel, khususnya dari Partai Yisrael Beitenu, yang dipimpin Lieberman, sulit akan dapat menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Termasuk adanya pemeritahan baru di Amerika, yang dipimpin Barack Obama, tak mungkin mereka dapat menyulap kawasan Timur Tengah, khususnya Palestina, dan memaksa Israel menciptakan perdmaian.

Netanyahu bersama Lieberman akan menggunakan kekuasaan Gedung Putih, dibawah Obama melalui kelompok ‘Neocons’, menghadapi lawan-lawan politiknya, yang sekarang ini terus meningkat. Terutama, mereka akan melihat kawasan yang sudah berubah, mulai dari Lebanon, Iraq, Iran, Teluk, dan Palestina, yang sekarang tidak dibawah kekuasaan sekutu Israel. Inilah taruhan yang dihadapi Netanyahu dan kelompok ‘Neocons’.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/analisa/neocons-bergabung-dengan-netanyahu.htm

Awan Tag