Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘partai demokrat’

PKS Serahkan Platform Koalisi ke Demokrat

67270_presiden_pks_tifatul_sembiring___ketua_umum_partai_demokrat_hadi_utomo_thumb_300_225VIVAnews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengajukan platform koalisi kepada Partai Demokrat yang diserahkan langsung melalui tim lima, sore tadi, Selasa 28 April 2009.

Presiden PKS Tifatul Sembiring menyatakan, platform tersebut segera dipelajari dan akan di jawab dua hari kedepan. “Baru saja kami melakukan pertemuan, sesuai dengan keinginan dan mandat PKS, bahwa kita akan berkoalisi dengan partai demokrat dan SBY,” ujar Tifatul usai pertemuan dengan petinggi Demokrat, Selasa 28 April 2009.

Melalui pertemuan tersebut, PKS sudah menyampaikan usulan tersebut, dalam penuh persaudaraan, yang mengarah pada satu  koalisi kedepan. “Karena itu, melalui platform tersebut, Demokrat dapat mempelajarinya dalam satu, dua haru ini,” tuturnya.

Ditanya soal pengajuan cawapres oleh partai PKS apakah akan diterima Demokrat, menurut Tifatul, semua tergantung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai capres Demokrat.

“Kami berkoalisi berdasarkan platform soal cawapres berada di pak SBY. Biarlah beliu yang menjawab, soal apakah Golkar akan kembali lagi ke Demokrat, itu sah-saha saja,” kata Tifatul.
 
Pertemuan tersebut dihadiri Tifatul Sembiring, Suharnas, Suratman Hidayat, Suripto dan Mahfud Sidiq, dari Demokrat, Hadi utomo, Syarif Hasan, Anas Urbaningrum, Marzuki Alie, Jerowacik,  Ruhut Sitompul.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/53167-pks_serahkan_platform_koalisi_ke_demokrat

PKS dan Demokrat Bisa Berkoalisi

pks_im8SAMARINDA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat bisa berkoalisi lewat Pemilihan Umum 2009. Kedua partai dinilai memiliki semangat mirip, yakni reformasi di pemerintahan dan legislatif.

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Anis Matta mengemukakan itu menjawab pertanyaan pers seusai berpidato dalam rapat umum di Lapangan Gedung Olahraga Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (17/3).

“Sejauh ini, iya,” kata Anis Matta menjawab pertanyaan pers apakah platform Demokrat mirip dengan PKS. Kedua partai memiliki kesamaan pandangan, yakni masih perlunya reformasi pemerintahan dan legislatif.

Untuk itu, menurut Anis Matta, PKS bisa berkoalisi dengan Demokrat. Namun, terkait koalisi, PKS sedang mengadakan survei kepada kalangan kader se-Indonesia untuk melihat kecenderungan terhadap bakal calon presiden tertentu dan partai politik tertentu.

logo_demokrat1Anis Matta mengatakan, koalisi diperlukan untuk pemerintahan yang kuat. PKS merupakan salah satu partai pendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla yang kini memerintah.

Meski demikian, menurut Anis Matta, koalisi yang dibentuk pada 2004 itu kini rapuh dengan perginya Partai Golkar yang sampai sekarang mengusung Jusuf Kalla sebagai bakal calon presiden.

Anis Matta mengutarakan, PKS akan mengevaluasi kontrak politik dengan Yudhoyono. Presiden diakui menjalani sejumlah agenda dalam kontrak, seperti memperjuangkan kemerdekaan Palestina, anggaran pendidikan 20 persen, dan pemberantasan korupsi.

“Tetapi ada juga masalah komunikasi,” kata Anis Matta. Yang dimaksud ialah PKS merasa tidak diajak komunikasi saat Presiden mengambil kebijakan menaikkan harga BBM meski kemudian menurunkannya.

Anis Matta mengatakan, dalam kampanye ini, PKS menjual isu reformasi DPR. PKS menilai menguatnya peran dan wewenang yang diberikan untuk DPR, lembaga legislatif ini justru rentan melakukan tindak pidana korupsi.

Anis Matta menyatakan, PKS menjamin bahwa calon anggota DPR dari partai ini diikat dengan kontrak politik. PKS juga memiliki pengadilan syariah dan badan penegak disiplin organisasi sebagai dua lembaga pemantau perilaku anggota legislatif se-Indonesia.

Anis Matta menambahkan, PKS akan menindak tegas para kadernya yang terlibat korupsi. “Tidak ada ampun,”

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/03/17/16575233/PKS.dan.Demokrat.Bisa.Berkoalisi

Caleg Partai Demokrat Sumenep Ditahan

 Walah masih caleg aja dah korupsi apalagi dah jadi aleg…, so buat temen-temen pilih partai dan caleg yang berkualitas ya… inrasyad.wordpress.com

logo_demokratSUMENEP – Calon legislatif (caleg) asal Partai Demokrat Kabupaten Sumenep, Abdul Aziz  Salim Sabibie ditahan oleh Polres setempat. Dia ditahan karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi Komunitas Adat Terpencil (KAT), senilai kurang lebih Rp408 juta.

Dana yang dikorupsi oleh pria yang juga sekretaris DPC Partai Demokrat ini, merupakan dana dari Dinas Kesejahteraan Sosial (Kessoh) Pemerintah Propinsi Jawa Timur, yang dialokasikan dalam tahun anggaran 2005, dengan mata anggaran proyek rehab rumah bagi warga miskin.

Adapun nilai total proyek yang dilaksanakan di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa (pulau Kangean), Sumenep tersebut sebanyak Rp1,2 miliar. Dari jumlah tersebut, yang dikelola oleh tersangka ada sebesar Rp857 juta, dengan menggunakan bendera proyek CV Samudera Bersatu.

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Mualimin mengatakan, hasil audit yang diperoleh dari Badan Pemeriksan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Jawa Timur di Surabaya, menyebutkan kalau perbuatan tersangka telah merugikan keuangan negara sebesar Rp408 juta.

Untuk bentuk penyimpangan yang dilakukan tersangka, yakni berupa pengadaan barang dan penggunaan uang dalam proyek tersebut. “Berhubung ada unsur kerugian Negara di dalamnya, maka kami melakukan langkah penahanan,” kata Mualimin, Selasa (17/3/2009).

Mualimin menjelaskan, langkah penahanan dilakukan dengan tujuan supaya tersangka tidak menghilangkan barang bukti, melarikan diri serta melakulan perbuatan hukum serupa. Penahanan terhadap caleg daerah pemilihan I tersebut, juga dikarenakan yang bersangkutan berstatus sebagai Direktur CV Samudera Bersatu. 

“Dia kan sebagai pelaksana proyek saat itu, sehingga harus bertanggung jawab atas semua yang dilakukan, termasuk konsekuensi logis untuk ditahan,” ujarnya.

Muallimin menambahkan, dalam penanganan selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik itu dari pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep dan pemprov Jatim, juga tidak menutup kemungkinan akan memeriksa warga yang telah menerima bantuan.  

Tersangka sendiri bakal dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 3 ayat 1 Undang -Undang 31/1999 sebagai mana diubah menjadi UU 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” tegas Mualimin.

Sumber : http://pemilu.okezone.com/read/2009/03/17/267/202267/caleg-partai-demokrat-sumenep-ditahan

Awan Tag