Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘PARTAI ISLAM’

Mengapa Takut pada PKS ?

Wanandi: “The possibility that SBY will join with PKS makes us nervous. There is a lot of uncertainity around this. We don’t know if we can believe them.”

pksOleh: Sapto Waluyo (Direktur Eksekutif Center for Indonesian Reform)

Sebuah acara talk show di stasiun televisi berlangsung seru pasca Pemilu yang baru berlalu di Indonesia. Para pembicara berasal dari partai-partai besar peraih suara terbanyak: Anas Urbaningrum dari Partai Demokrat yang tampil sebagai pemenang pemilu, Sumarsono (Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya yang sempat shock karena tergeser ke ranking kedua), dan Tjahjo Kumolo (Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang menempuh jalan oposisi). Narasumber keempat adalah seorang anak muda, doktor bidang teknik industry lulusan Graduate School of Knowledge Science, Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), Mohammad Sohibul Iman, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Usai debat panas, Kumolo mendekati Iman dan berbisik: “Mas, bagaimana sikap teman-teman PKS terhadap PDIP? Posisi Hidayat Nur Wahid cukup berpengaruh di kalangan PDIP, dia menempati ranking kedua untuk mendampingi Ibu Mega.” Perbincangan intim itu tak pernah dilansir media manapun, meski publik mencatat Hidayat pernah diundang khusus dalam acara rapat kerja yang dihadiri pengurus dan kader PDIP se-Indonesia. Dua pekan setelah Pemilu, DPD PDIP Sulawesi Utara, yang berpenduduk mayoritas non-Muslim masih mengusulkan lima calon wakil presiden yang layak mendampingi Mega, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono, Prabowo Subianto, Akbar Tanjung, Hidayat Nur Wahid dan Surya Paloh (Republika, 21/4). Itu bukti kedekatan partai nasionalis sekuler dengan Islam, lalu mengapa selepas pemilu yang aman dan lancar, tersebar rumor sistematik bahwa partai Islam radikal (PKS) menjadi ancaman keutuhan nasional Indonesia?

logo-pksPartai Demokrat dan PKS sekali lagi membuat kejutan. Dalam Pemilu 2004, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina itu, hanya menempati urutan kelima dengan perolehan suara 7,5%. Sekarang mereka menempati tempat teratas dengan raihan suara lebih dari 20,6% menurut perhitungan suara sementara. Sementara PKS yang menempati ranking keenam pada Pemilu 2004 dengan suara 7,3% memang tak bertambah secara drastis, diperkirakan hanya meraih 8,2% suara, menurut tabulasi sementara Komisi Pemilihan Umum. Tapi, PKS dengan posisi keempat dalam pentas nasional menjadi Partai Islam terbesar di Indonesia. Inilah yang menjadi sumber kontroversi bagi sebagian pengamat Barat.

Bila kemenangan Partai Demokrat disambut meriah oleh media Barat, sehingga majalah Time berencana untuk memasukkan sosok SBY sebagai satu di antara 100 tokoh berpengaruh di dunia, maka kemunculan PKS dinilai negatif oleh penulis semisal Sadanand Dhume. Dalam Wall Street Journal Asia (15/4), Dhume menyatakan: “The most dramatic example of political Islam’s diminished appeal is the tepid performance of the Prosperous Justice Party (PKS), Indonesia’s version of the Muslim Brotherhood. PKS seeks to order society and the state according to the medieval precepts enshrined in shariah law.” Pandangan serupa diungkapkan Sara Webb dan Sunanda Creagh yang mengutip kekhawatiran pengusaha keturunan Cina, Sofjan Wanandi dan pengamat beraliran Muslim liberal, Muhammad Guntur Romli (Reuters, 26/4).

68294_kampanye_akbar_pks_thumb_300_2251Wanandi, pengusaha sekaligus pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), berkata terus terang: “The possibility that SBY will join with PKS makes us nervous. There is a lot of uncertainity around this. We don’t know if we can believe them.” Sedangkan, Romli menegaskan: “PKS have a conservative ideology but are portraying themselves as open and moderate because they are also pragmatic.” Kesangsian Wanandi dan Romli justru menimbulkan pertanyaan, karena mereka mungkin sudah membaca Falsafah Dasar Perjuangan dan Platform Kebijakan Pembangunan yang dikeluarkan PKS setahun sebelum penyelenggaraan pemilu. Buku setebal 650 halaman itu menjelaskan segala langkah yang sudah, sedang dan akan dilakukan PKS untuk mewujudkan masyarakat madani yang maju dan sejahtera di Indonesia. Tak ada sedikitpun disebut ide Negara teokratis atau diskriminasi terhadap kaum minoritas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyediakan waktu khusus untuk menyimak platform PKS setebal 4,5 centimeter itu dan berkomentar, “Isinya cukup komprehensif seperti Garis-garis Besar Haluan Negara atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang yang disusun pemerintah meliputi seluruh aspek kehidupan Negara modern.” Prof. Jimly Ashiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, menilai inisiatif PKS merupakan tradisi baru dalam dunia politik agar setiap partai menjelaskan agendanya ke hadapan publik secara transparan dan bertanggung-jawab. Sementara Prof. Azyumardi Azra, mantan Rektor Universitas Islam Negeri, memberikan apresiasi khusus karena PKS berani melakukan obyektivikasi terhadap nilai-nilai Islam dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Siapa yang harus kita percaya saat ini, pengusaha dan pengamat yang gelisah karena kepentingan pribadinya mungkin terhambat atau menteri dan pakar yang menginginkan perbaikan dalam kualitas pemerintahan di masa datang?

tifatul_sembiring1_080709Kehadiran partai Islam memang kerap memancing perhatian, tak hanya di Indonesia. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Turki yang secara harfiyah menyebut diri berideologi sekuler ternyata masih dicap sebagai kelanjutan dari partai fundamentalis Islam. Gerakan Hamas yang secara patriotik membuktikan diri berjuang sepenuhnya untuk kemerdekaaan nasional Palestina disalahpersepsikan sebagai ancaman perdamaian dunia. Perhatian publik semakin kritis setelah partai Islam berhasil memenangkan pemilu yang demokratis, dan berpeluang menjalankan pemerintahan. Stereotipe buruk kemudian disebarkan untuk menggambarkan partai Islam seperti virus flu yang berbahaya, dengan merujuk pengalaman di Aljazair, Sudan atau Pakistan.

Tapi, semua insinuasi itu tak berlaku di Indonesia karena partai Islam dan organisasi sosial-politik Islam yang lebih luas telah berurat-akar dalam sejarah dan memberi kontribusi kongkrit dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hanya orang bodoh yang tak tahu bahwa: organisasi modern yang pertama lahir di Indonesia adalah Serikat Dagang Islam (1905), partai politik yang pertama berdiri dan bersikap nonkooperasi terhadap penjajah Belanda adalah Syarikat Islam (1911), organisasi pemuda yang mendorong pertemuan lintas etnik dan daerah ialah Jong Islamienten Bond hingga terselenggaranya Sumpah Pemuda (1928), mayoritas perumus konstitusi dan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (1945) adalah tokoh Islam, dan penyelamat Negara kesatuan Indonesia dari ancaman komunisme (1966) adalah organisasi pemuda dan mahasiswa Muslim nasionalis. Kekuatan Islam juga sangat berperan dalam mengusung gerakan reformasi di tahun 1998, tanpa meremehkan peran kelompok agama/ideologi lain.

pksbanner2Tak ada yang perlu ditakuti dari kiprah Partai Islam di masa lalu dan masa akan datang, termasuk dalam membentuk pemerintahan baru di Indonesia. Partai Islam memiliki agenda yang jelas untuk memberantas korupsi melalui reformasi birokrasi, meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menekan angka kemiskinan dan pengangguran, sehingga semangat “jihad” yang sering disalahtafsirkan itu, dalam konteks Indonesia modern bisa bermakna: perang melawan korupsi, kemiskinan dan pengangguran. Jika ada kelompok yang takut atau memusuhi Partai Islam, maka perlu diselidiki apakah mereka memiliki komitmen yang sama untuk membasmi korupsi, kemiskinan dan pengangguran? Membatasi, apalagi mengisolasi Partai Islam, hanya akan menambah panjang persoalan yang berkecamuk di negeri mayoritas Muslim seperti Indonesia.

Partai Islam tak hanya mampu meraih dukungan yang cukup luas dalam pemilu, bahkan tokoh-tokohnya yang berusia relatif muda mulai mendapat kepercayaan pemilih. Exit poll yang digelar Lembaga Pengkajian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada tanggal 9 April menunjukkan bahwa pasangan Yudhoyono-Hidayat meraih suara 20,8 persen, mengungguli Yudhoyono-Jusuf Kalla yang meraih 16,3 persen, dan Yudhoyono-Akbar Tandjung yang hanya memperoleh 5,4 persen dukungan responden. Jika fakta elektabilitas yang tinggi ini masih diingkari, maka kecurigaan terhadap Partai Islam sungguh tak berdasar dan melawan kehendak rakyat yang menjadi inti demokrasi.

*) Center for Indonesian Reform (CIR), Gedung PP Plaza Lantai 3, Jalan TB Simatupang No. 57, Jakarta Timur Email: sapto.waluyo@gmail.com

Sumber : http://eramuslim.com/berita/laporan-khusus/mengapa-takut-pada-pks.htm

Kampanye PKS Tanpa Goyang Erotis

logo_82Walaupun tidak dihiasi dengan goyangan erotis namun kampanye PKS tetap ramai massa. Mereka tetap antusias mengikuti kampanye sampai selesai.

PK-Sejahtera Online: Hampir setiap kampanye yang diadakan partai selalu dihiasi dengan goyangan erotis untuk menghibur massa yang datang. Dan ini sangat berbahaya bagi anak-anak yang ikut menyaksikan goyangan erotis.

Namun PKS dalam kampanye nasional di Muara Enim dan Prabumulih, Sumatera Selatan tampil beda. Kampanye yang mangangkat tema ‘Kampanye Reformasi Untuk DPR Bersih’ bebas dari hiburan goyang erotis. Sebuah kampanye yang beda dan mendidik.

Kampanye partai berlambang bulan sabit kembar itu hanya diwarnai dengan hiburan musik Nasyid dan band nasional. Bahkan Partai yang diketuai oleh Tifatul Sembiring ini mengadakan konvoi kendaraan bermotor. Dan peminatnya cukup besar, Acap kali kegiatan sosial selalu menyertai kampanye PKS yang dilakukan kader untuk mensosialisasikan partai. Ini adalah sebuah prestasi buat PKS.

Walaupun tidak dihiasi dengan goyangan erotis namun kampanye PKS tetap ramai massa. Mereka tetap antusias mengikuti kampanye sampai selesai. “ Sangat menghibur. PKS memang partai keren sekali,” ucap Kiki, seorang mahasiswi memuji kampanye PKS.

Kampanye PKS ini seharusnya menjadi contoh buat kampanye partai lain. Supaya hiburan yang menampilkan goyangan erotis dikurangi bahkan dihilangkan saja. Karena itu sangat berbahaya dan tidak mendidik buat anak-anak yang sering ikut kampanye. (pks sulsel)

Sumber : http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=7122

Pernyataan Dan Himbauan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Tentang PEMILU 2009

ddiiI. Muqaddimah

Pemilu 2009 di Indonesia insya Allah akan dilaksanakan. Adapun kepastian serta hasilnya, hanya berada ditangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

Apapun yang terjadi kelak, bagi Bangsa Indonesia adalah merupakan ujian, dalam rangka menuju kematangan sebagai suatu bangsa di tengah-tengah komunitas global.

Bangsa Indonesia telah mengalami peristiwa-peristiwa besar, sejak Proklamasi Kemerdekaan pada tahun 1945 sampai saat ini. Meskipun demikian Bangsa Indonesia harus tetap mengembangkan diri sebagai bangsa yang tahan uji, bermartabat, santun, penuh hikmah kebijaksanaan, dan semoga Allah menjadikan kita bangsa yang diteladani oleh bangsa-bangsa lain.

Mengingat pula situasi global saat ini, belum menunjukkan kecenderungan kearah perdamaian, keadilan, serta kehidupan yang kondusif untuk seluruh bangsa-bangsa, maka kehadiran Bangsa Indonesia untuk memberikan contoh/teladan yang baik, sungguh sangat diharapkan.

Dalam kondisi tersebut di atas, maka sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Bangsa Indonesia, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia merasa berkewajiban untuk memberikan pernyataan dan himbauan kepada segenap Bangsa Indonesia, sebagai berikut :

II. Pernyataan

Pemilu 2009 adalah peristiwa besar bagi Bangsa Indonesia, yang menghabiskan energi dan biaya yang tidak sedikit yang dimiliki Bangsa Indonesia. Karenanya, harus disikapi secara arif dan bijaksana, dan berperan serta aktif dalam pelaksanaannya serta dijadikan sebagai ujian, sebagai sarana menuju kehidupan yang lebih baik, dunia dan akhirat.

III. Himbauan

  1. Hendaknya segenap Bangsa Indonesia terutama kaum muslimin selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Penyayang, untuk mengharapkan perlindungan dan rahmat-Nya, sehingga bangsa ini terhindar dari bencana dan keterpurukan. Allah berfirman : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [QS. Al A’raf/7:96].
  2. Hendaknya segenap Bangsa Indonesia terutama ummat Islam menjaga kesatuan dan persatuan, serta menghindari perpecahan yang akan menjurus kepada disintegrasi bangsa. Allah Berfirman : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Q.S. Ali Imran (3) ayat 103].
  3. Segenap Bangsa Indonesia terutama ummat Islam diharap menjaga hati, ucapan, dan perbuatan, jangan sampai menimbulkan hal-hal yang bisa membuat persatuan dan persaudaraan kita terganggu. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [QS. Al Hujurat/49:11].
  4. Khususnya kepada kaum muslimin, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menghimbau, supaya mereka menggunakan hak pilihnya, dan memilih Wakil Rakyat/Presiden dan Wakil Presiden yang mempunyai kriteria sesuai dengan ajaran Islam yaitu : Muslim yang kuat/mampu dan terpercaya (Muslim yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, negarawan yang jujur, cerdas, berani, adil, amanah, komunikatif, reformis dan profesional, sehat jasmani dan rohani, memiliki keberpihakan terhadap mustadh’afin (orang yang lemah), komitmen untuk membela dan menegakkan syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari). Firman Allah: ”Salah seorang dari wanita itu berkata : ”Ya Bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”. (Q.S. Al Qashas (28) ayat 26)
  5. Kepada lembaga-lembaga negara yang langsung atau tidak langsung bertanggung jawab atas terselenggaranya Pemilu dihimbau agar Pemilu dapat terselenggara dengan langsung, umum bebas, rahasia, jujur, adil dan tidak boros
  6. Menyerukan kepada semua calon-calon anggota legislatif siap secara mental untuk menang atau kalah
  7. Menganjurkan agar semua komponen bangsa dapat menerima hasil pemilu dengan sikap dewasa, lapang dada, menahan diri dari tindakan-tindakan destruktif yang dapat merugikan semua pihak dan merusak tatanan kehidupan nasional. Kepada masyarakat luas dianjurkan untuk tetap melaksanakan tugas sehari-hari sesuai dengan bidang dan profesi masing-masing.

IV. Penutup/Doa

Akhirnya kami mohon kepada Allah, Allahumma allif bayna quluubina wa ashlih dzaata bainina wahdinaa subulassalam wajannibnal fawahisya maa zahara minhaa wamaa bathana wa baariklana fi asmaa’inaa wa abshaarinaa watub alainaa innaka antat tawwaabur rahiim

(Ya Allah, persatukanlah hati kami, perbaikilah hubungan antara kami. Tunjukkanlah kepada kami jalan-jalan keselamatan. Jauhkanlah dari kami segala hal yang keji baik yang lahir maupun yang batin. Dan berkatilah kami dalam pendengaran dan penglihatan kami. terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang.)

Jakarta, 27 Rabiul Awal 1430 H
24 M a r e t 2009 M

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

 

H. SYUHADA BAHRI
Ketua Umum

H. ABDUL WAHID ALWI
Sekretaris Umum

 

MAKLUMAT

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menyerukan kepada seluruh ummat Islam yang mempunyai hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif tanggal 9 April 2009 dengan memilih/mencontreng calon-calon anggota legislatif yang baik dari Partai-Partai Islam yang benar-benar konsisten memperjuangkan aspirasi Islam dan kaum Muslimin.

Ingatlah! Pemilihan Umum untuk memilih Pemimpin-Pemimpin yang memperjuangkan aspirasi Islam dan Kaum Muslimin adalah perjuangan dijalan Allah. Dengan satu suara yang kita miliki masing-masing, mari kita niatkan dengan Pemilu itu untuk mentaati Allah dan karena Allah demi meninggikan Kalimah Allah menuju negara yang jaya dibawah ampunan Allah, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafuur

Jakarta, 27 Rabiul Awal 1430 H
24 Maret 2009 M

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

H. Syuhada Bahri H. Abdul Wahid Alwi
Ketua Umum Sekretaris Umum

Sumber : http://eramuslim.com/berita/nasional/pernyataan-dan-himbauan-dewan-da-wah-islamiyah-indonesia-tentang-pemilihan-umum-2009.htm

Awan Tag