Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘PD’

PD dan PKS Grand Final Kamis

Pada pertemuan kali ini, PKS juga menyerahkan amplop yang berisi platform yang diajukan PKS sebagai kerangka koalisi bersama PD.

 

Jakarta – Pertemuan Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam rangka menuju koalisi terus digelar. Pertemuan ini akan mencapai puncaknya Kamis, 30 April 2009.

“Yang tadi kita bicarakan itu seperti tentang otonomi, ke depannya seperti apa. Lusa akan ada final. PKS dengan kami pertemuan grand final,” ujar Ketua DPP PD Ruhut Sitompul usai pertemuan PD-PKS di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2009).

Sebelumnya PKS telah menyerahkan nama-nama cawapres dalam amplop tertutup ke Demokrat. Amplop ini telah diterima SBY.

Pada pertemuan kali ini, PKS juga menyerahkan amplop yang berisi platform yang diajukan PKS sebagai kerangka koalisi bersama PD. Jika pembicaraan keduanya mencapai deal, bisa dipastikan PKS akan bergabung dengan gerbong Demokrat menuju Pilpres 2009.

Sumber : http://pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=7284

Jusuf Kalla Berbatik Merah Temui Megawati

69693_jusuf_kalla_sambut_taufiq_kiemas__pramono___puan_maharani_di_kediamannya_thumb_300_225VIVAnews – Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, lagi-lagi mengenakan batik berwarna merah ketika bertemu petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Seakan dikoordinasikan, tuan rumah, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga berbatik merah.

“Apa Kabar, Bu,” kata Jusuf Kalla menyapa Mega lebih dulu saat bersalaman di rumah Mega di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Jumat 24 April 2009 itu. Megawati tersenyum lebar. Jusuf Kalla juga tersenyum lebar.

Jusuf Kalla malam ini didampingi Ketua Dewan Penasihat Golkar, Surya Paloh; Ketua Harian I Badan Pemenangan Pemilu Golkar, Burhanuddin Napitupulu; dan dua Wakil Sekretaris Jenderal, Iskandar Mandji dan Priyo Budi Santoso. Sementara tuan rumah didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufiq Kiemas; Ketua bidang Perempuan PDIP, Puan Maharani; dan Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung.

Sebelum masuk ke ruang pertemuan di dalam rumah, mereka menyempatkan diri berfoto sebentar menghadap puluhan juru warta.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/52275-jusuf_kalla_berbatik_merah_temui_megawati

Sesepuh Tegaskan Golkar Siap Jadi Oposisi

VIVAnews – Partai Golkar sudah menyatakan mengakhiri koalisi dengan Partai Demokrat. Menurut sesepuh Partai Golkar, sikap ini dinilai sudah sangat baik dalam menentukan posisi tawar Partai Beringin.

“Kalau diibaratkan wanita, Golkar sekarang posisinya cantik sekali,” kata pinisepuh yang juga Dewan Penasehat Partai Golkar, Siswono Yudohusodo, sebelum pertemuan dan jamuan makan malam dengan pengurus Pusat dan Daerah Golkar di Kantor Pusat II Golkar, Menteng, Jalan Mangunsarkoro, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2009.

Dengan sikap itu, Golkar diperlukan semua kekuatan partai politik dan sudah memiliki opsi yang luas sekali. Artinya, Golkar bisa menempatkan diri sebagai partai oposisi, bisa mengajukan calon presiden sendiri bersama partai lain, bahkan berkoalisi bersama PDI Perjuangan.

“Setiap partai itu harus mampu menjadi partai pemerintah atau partai oposisi. Harus siap menjadi pemerintah yang baik dan siap menjadi oposisi yang baik,” ujar mantan calon wakil presiden yang bersanding dengan Amien Rais pada Pemilu 2004 lalu ini.

Menurut Siswono, pemerintah yang kuat juga memerlukan oposisi yang kuat. Karena kalau tidak ada opisisi yang kuat maka pemerintah yang terbentuk akan cenderung korup.

PKS: Pendamping Yudhoyono Jadi Capres 2014

67464_hidayat_nur_wahid__susilo_bambang_yudhoyono___jusuf_kalla_thumb_300_225VIVAnews – Partai Keadilan Sejahtera mengerti benar vitalnya posisi calon wakil presiden yang mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono di Pemilihan Presiden 2009. Siapapun wakilnya, akan menjadi calon presiden terkuat di 2014.

“Koalisi, termasuk posisi cawapres, memang bisa menjadi sarana akselerasi dan mobilitas vertikal,” kata Ketua Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 22 April 2009. “Misalnya, partai manapun yang nanti mendudukkan tokohnya untuk mengisi posisi sebagai cawapres SBY, maka hal itu akan menjadi jembatan bagi partai bersangkutan untuk memantapkan diri berkompetisi memajukan capres sendiri di Pemilihan Presiden 2014 mendatang.”

Pada 2014, kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS itu, semua partai punya hajat sama untuk memajukan calon presiden. Pertimbangannya, pada saat itu, sudah tidak akan lagi tokoh kuat tunggal seperti SBY sekarang ini.
 
“Saya yakin semua parpol mempunyai pikiran seperti itu.  Demokrat juga mungkin berpikir demikian, dan karenanya bisa saja mereka mengajukan cawapres dari internal Demokrat, atau bahkan mengambil dari kalangan pakar atau tenokrat nonpartai,” kata Mahfudz.
 
Sementara PKS belum dalam posisi menawarkan mengisi posisi calon wakil presiden. “Alasannya, kami konsisten untuk memperkuat sistem presidensial pada periode 2009-2014, di mana presiden adalah single executive,” kata Mahfudz.

PKS tetap fokus pada agenda dan program yang akan disepakati bersama Demokrat, untuk kemudian dituangkan dalam Kontrak Politik Jilid II dengan Yudhoyono.  Agenda dan kontrak politik tersebut sangat penting, karena pada periode sebelumnya, koalisi pemerintahan terlalu cair dan tidak memiliki aturan main yang jelas.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/51526-pks__pendamping_yudhoyono_jadi_capres_2014

Presiden PKS: Lebih Cocok dengan Partainya SBY!

tifatul_sembiring1_080709PADANG – Partai Keadilan Sejahterah (PKS) siap berkoalisi dengan Partai Demokrat dalam mencalonkan presiden.

“Kita sudah siap berkoalisi dengan Partai Demokrat bersama SBY dalam pencalonan presiden dalam pilpres yang akan datang,” kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring usai kampanye terbuka di Lapangan Imam Bonjol Padang, Jalan Imam Bonjol yang dihadiri ribuan kader dan simpatisan PKS di Padang, Rabu (18/3/2009)

Menurutnya, koalisi partai tersebut sudah dilakukan dulu saat Pilpres 2004 dan kini atas pertimbangan dan saran-saran dari beberapa partai besar, PKS lebih cocok dengang Partai Demokrat dalam pencalonan presiden pada Pilpres mendatang.

 “Itu sudah saran dari beberapa partai besar, jika dengan PDI-P mereka tidak mau menjadi wakilnya dari PKS, sementara dari Golkar masih berusaha memperbaiki citranya, serta saran-sarannya dengan petinggi-petinggi partai kepada saya, lebih bagus berkoalisi dengan Partainya SBY,” katanya.

Namun sebelum berkoalisi partai nasional tersebut terlebih dahulu melakukan koalisi dengan partai islam lainnya. “Ini bertujuan agar kursi di parlemen bisa lebih banyak lagi, sehingga ketika mencalonkan diri menjadi presiden, bisa menyeimbankan dengan desakan dari parlemen terutama kebijakan-kebijakan,” ujarnya.

Pertimbangan berkoalisi tersebut karena saat ini, hanya sekitar 18 persen kursi di DPRD yang berkoalisi dengan PKS dan Demokrat serta partai lainnya, sehingga terlalu berat gempuran dari parlemen. “Kita menargetkan dalam Pemilu legislatif mendatang bersama koalisi setidaknya bisa memperoleh 40 persen kursi di DPR, sehingga suhu dan tekanan politik tidak terlalu deras,” ujarnya.

Sementara PKS mengutus calonnya yang akan ditandemkan dengan SBY itu kemungkinan besar adalah Hidayat Nurwahid karena banyak yang lebih setuju, apakah ia menjadi presiden atau wakil presiden nanti dibicarakan. “Partai nasional masih membutuhkan partai Islam,” ujarnya.

Sumber : http://pemilu.okezone.com/read/2009/03/18/268/202630-/presiden-pks-lebih-cocok-dengan-partainya-sby

PKS dan Demokrat Bisa Berkoalisi

pks_im8SAMARINDA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat bisa berkoalisi lewat Pemilihan Umum 2009. Kedua partai dinilai memiliki semangat mirip, yakni reformasi di pemerintahan dan legislatif.

Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Anis Matta mengemukakan itu menjawab pertanyaan pers seusai berpidato dalam rapat umum di Lapangan Gedung Olahraga Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (17/3).

“Sejauh ini, iya,” kata Anis Matta menjawab pertanyaan pers apakah platform Demokrat mirip dengan PKS. Kedua partai memiliki kesamaan pandangan, yakni masih perlunya reformasi pemerintahan dan legislatif.

Untuk itu, menurut Anis Matta, PKS bisa berkoalisi dengan Demokrat. Namun, terkait koalisi, PKS sedang mengadakan survei kepada kalangan kader se-Indonesia untuk melihat kecenderungan terhadap bakal calon presiden tertentu dan partai politik tertentu.

logo_demokrat1Anis Matta mengatakan, koalisi diperlukan untuk pemerintahan yang kuat. PKS merupakan salah satu partai pendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla yang kini memerintah.

Meski demikian, menurut Anis Matta, koalisi yang dibentuk pada 2004 itu kini rapuh dengan perginya Partai Golkar yang sampai sekarang mengusung Jusuf Kalla sebagai bakal calon presiden.

Anis Matta mengutarakan, PKS akan mengevaluasi kontrak politik dengan Yudhoyono. Presiden diakui menjalani sejumlah agenda dalam kontrak, seperti memperjuangkan kemerdekaan Palestina, anggaran pendidikan 20 persen, dan pemberantasan korupsi.

“Tetapi ada juga masalah komunikasi,” kata Anis Matta. Yang dimaksud ialah PKS merasa tidak diajak komunikasi saat Presiden mengambil kebijakan menaikkan harga BBM meski kemudian menurunkannya.

Anis Matta mengatakan, dalam kampanye ini, PKS menjual isu reformasi DPR. PKS menilai menguatnya peran dan wewenang yang diberikan untuk DPR, lembaga legislatif ini justru rentan melakukan tindak pidana korupsi.

Anis Matta menyatakan, PKS menjamin bahwa calon anggota DPR dari partai ini diikat dengan kontrak politik. PKS juga memiliki pengadilan syariah dan badan penegak disiplin organisasi sebagai dua lembaga pemantau perilaku anggota legislatif se-Indonesia.

Anis Matta menambahkan, PKS akan menindak tegas para kadernya yang terlibat korupsi. “Tidak ada ampun,”

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/03/17/16575233/PKS.dan.Demokrat.Bisa.Berkoalisi

Awan Tag