Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘PDI-P’

“Nama Cawapres SBY Sudah Ada”

65193_sekretaris_jenderal_partai_demokrat__marzuki_alie_thumb_300_2251VIVAnews – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie mengatakan sudah ada nama calon wakil presiden untuk Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, kata Marzuki, nama itu masih digodok dalam proses internal Demokrat.

“Nama pasti ada. Tapi belum perlu kami sampaikan kemana-mana,” kata dia saat dihubungi melalui telepon, Jumat 24 April 2009.

Nama  itu, kata dia, akan jadi salah satu materi pembahasan dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, 26 April 2009 di PRJ Kemayoran Hall D, Jakarta Pusat. “Kami akan rapat dari pagi sampai malam,” kata dia.

Saat ditanya soal koalisi dengan Golkar, Marzuki mengatakan perjalanan menuju Pemilihan Presiden masih ada waktu beberapa bulan. “Dalam waktu itu, masih banyak langkah yang bisa diambil. Jadi, tidak perlu semua langkah dikomentari,” kata dia menanggapi pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto, hari ini.

Ia mengatakan pasang surut dalam hubungan itu biasa. “Suami istri juga begitu. Hari ini berantem, besok udah rujuk lagi,” kata dia. Sehingga, Demokrat masih akan membuka komunikasi politik dengan partai berlambang pohon Beringin itu.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/52044-_nama_cawapres_sby_sudah_ada_

Jusuf Kalla Berbatik Merah Temui Megawati

69693_jusuf_kalla_sambut_taufiq_kiemas__pramono___puan_maharani_di_kediamannya_thumb_300_225VIVAnews – Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, lagi-lagi mengenakan batik berwarna merah ketika bertemu petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Seakan dikoordinasikan, tuan rumah, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga berbatik merah.

“Apa Kabar, Bu,” kata Jusuf Kalla menyapa Mega lebih dulu saat bersalaman di rumah Mega di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Jumat 24 April 2009 itu. Megawati tersenyum lebar. Jusuf Kalla juga tersenyum lebar.

Jusuf Kalla malam ini didampingi Ketua Dewan Penasihat Golkar, Surya Paloh; Ketua Harian I Badan Pemenangan Pemilu Golkar, Burhanuddin Napitupulu; dan dua Wakil Sekretaris Jenderal, Iskandar Mandji dan Priyo Budi Santoso. Sementara tuan rumah didampingi Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufiq Kiemas; Ketua bidang Perempuan PDIP, Puan Maharani; dan Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung.

Sebelum masuk ke ruang pertemuan di dalam rumah, mereka menyempatkan diri berfoto sebentar menghadap puluhan juru warta.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/52275-jusuf_kalla_berbatik_merah_temui_megawati

Sesepuh Tegaskan Golkar Siap Jadi Oposisi

VIVAnews – Partai Golkar sudah menyatakan mengakhiri koalisi dengan Partai Demokrat. Menurut sesepuh Partai Golkar, sikap ini dinilai sudah sangat baik dalam menentukan posisi tawar Partai Beringin.

“Kalau diibaratkan wanita, Golkar sekarang posisinya cantik sekali,” kata pinisepuh yang juga Dewan Penasehat Partai Golkar, Siswono Yudohusodo, sebelum pertemuan dan jamuan makan malam dengan pengurus Pusat dan Daerah Golkar di Kantor Pusat II Golkar, Menteng, Jalan Mangunsarkoro, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2009.

Dengan sikap itu, Golkar diperlukan semua kekuatan partai politik dan sudah memiliki opsi yang luas sekali. Artinya, Golkar bisa menempatkan diri sebagai partai oposisi, bisa mengajukan calon presiden sendiri bersama partai lain, bahkan berkoalisi bersama PDI Perjuangan.

“Setiap partai itu harus mampu menjadi partai pemerintah atau partai oposisi. Harus siap menjadi pemerintah yang baik dan siap menjadi oposisi yang baik,” ujar mantan calon wakil presiden yang bersanding dengan Amien Rais pada Pemilu 2004 lalu ini.

Menurut Siswono, pemerintah yang kuat juga memerlukan oposisi yang kuat. Karena kalau tidak ada opisisi yang kuat maka pemerintah yang terbentuk akan cenderung korup.

PKS Usulkan SBY Tidak Memilih Cawapres Pimpinan Partai

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyarankan agar Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak memilih cawapres dan jajaran kabinet yang merangkap jabatan sebagai ketua umum partai, bahkan kalau bisa diambil dari orang non partai.

“PKS sudah menyampaikan ide kepada SBY dan sangat dipertimbangkan oleh SBY. Masalah cawapres dan para menteri kedepan tidak boleh ada konflik kepentingan dan tidak merangkap jabatan sebagai ketua umum parpol,”tegas Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq pada wartawan di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (21/4).

Namun demikian Mahfudz menambahkan, PKS tidak dalam kapasitas menyodorkan nama kepada SBY. PKS akan tetap konsisten hanya memberikan ide pemikiran kepada Partai Demokrat dalam menciptakan koalisi kedepan. “Soal siapa orangnya itu urusan SBY, hanya SBY dan Tuhan yang tahu. PKS tidak dalam posisi menyodor-nyodorkan nama. PKS konsisten dalam kapasitas menyampaikan ide,”ungkapnya.

Mahfudz menyarankan jika memang ada ketua umum parpol yang tetap ingin masuk dalam pemerintahan, sebaiknya mundur dari jabatan di partai politik. “Yang penting jangan dari ketua umum partai. Kalau mau mereka harus mundur dari jabatan ketua umum partai,”tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Majelis Pertimbangan PKS Hidayat Nur Wahid tidak mau berandai-andai mengenai siapa cawapres yang akan dipilih mendampingi SBY. Meski sebelumnya pun beredar wacana yang akan menggabungkan pasangan SBY-HNW

“Kita serahkan seluruhnya pada kebijakan Pak SBY. Untuk menentukan siapakah yang akan mendampingi beliau. Sekali lagi biarkan Pak SBY berfikir dengan jernih beristiqarah, dengan baik dan mendapat wacapres yang beliau inginkan untuk melaksanakan amanat rakyat melalui Pilpres,” ujarnya.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/nasional/pks-usulkan-sby-tidak-pilih-cawapres-pimpinan-partai.htm

Hidayat : PKS Membantah Ancaman Menarik Diri dari Demokrat

hidayat-nur-wahid1Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin memantapkan langkahnya untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat, meski keputusan resmi masih akan digodok dalam Musyawarah Majelis Syuro 25-26 April 2009.

“Kita belum tahu persis apa yang akan mereka suarakan tapi secara prinsip saya yakin sejalan yang tadi malam dibahas dalam pertemuan antara tim 5 dengan tim 9 arah pada koalisi lebih kuat,” kata Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid kepada pers, di Gedung DPRRI, Jakarta, Selasa (21/4).

Seperti diketahui, kemarin (Senin, 20/4) tim lima PKS sudah melakukan komunikasi politik dengan tim sembilan Partai Demokrat. Dalam pertemuan itu hadir Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PKS Suharna Surapranata, Ketua Dewan Syariah Pusat PKS Surahman Hidayat, Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq, dan Ketua Dewan Pakar PKS Soeripto. Tim tersebut tanpa adanya keikut sertaan sekjen PKS, Anis Matta.

Namun, menurut Hidayat, koalisi yang menjadi harapan partainya bukan koalisi kosong tanpa kontrak politik. Akan tetapi, mengarah pada komitmen program besar apa yang akan dibicarakan bersama antara pihak yang berkoalisi.

Ia pun membantah soal ancaman PKS menarik diri dari koalisi dengan Partai Demokrat, karena itu merupakan sikap pribadi yang belum menjadi keputusan Majelis Syuro.

“Yang pasti masalah koalisi adalah wewenang Majelis Syuro jadi beragam wacana yang ada diluar Majelis Syuro masih wacana pribadi belum bersifat resmi jadi tidak perlu kebakaran jengot atau membakar jenggot orang lain,” ujarnya.

Hidayat pun menyakinkan, bahwa partainya tetap sebagai partai rasional  yang akan berfikir realistis dan tidak menjadi pragmatis dalam menentukan teman koalisinya, bukan hanya sekedar berebut kekuasaan, akan tetapi melakukan koalisi yang berbasis pada program dan kontrak politik dengan agenda besar yang akan dilakukan.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/nasional/hidayat-pks-tak-inginkan-koalisi-kosong-tanpa-kontrak-politik.htm

Presiden PKS: Lebih Cocok dengan Partainya SBY!

tifatul_sembiring1_080709PADANG – Partai Keadilan Sejahterah (PKS) siap berkoalisi dengan Partai Demokrat dalam mencalonkan presiden.

“Kita sudah siap berkoalisi dengan Partai Demokrat bersama SBY dalam pencalonan presiden dalam pilpres yang akan datang,” kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring usai kampanye terbuka di Lapangan Imam Bonjol Padang, Jalan Imam Bonjol yang dihadiri ribuan kader dan simpatisan PKS di Padang, Rabu (18/3/2009)

Menurutnya, koalisi partai tersebut sudah dilakukan dulu saat Pilpres 2004 dan kini atas pertimbangan dan saran-saran dari beberapa partai besar, PKS lebih cocok dengang Partai Demokrat dalam pencalonan presiden pada Pilpres mendatang.

 “Itu sudah saran dari beberapa partai besar, jika dengan PDI-P mereka tidak mau menjadi wakilnya dari PKS, sementara dari Golkar masih berusaha memperbaiki citranya, serta saran-sarannya dengan petinggi-petinggi partai kepada saya, lebih bagus berkoalisi dengan Partainya SBY,” katanya.

Namun sebelum berkoalisi partai nasional tersebut terlebih dahulu melakukan koalisi dengan partai islam lainnya. “Ini bertujuan agar kursi di parlemen bisa lebih banyak lagi, sehingga ketika mencalonkan diri menjadi presiden, bisa menyeimbankan dengan desakan dari parlemen terutama kebijakan-kebijakan,” ujarnya.

Pertimbangan berkoalisi tersebut karena saat ini, hanya sekitar 18 persen kursi di DPRD yang berkoalisi dengan PKS dan Demokrat serta partai lainnya, sehingga terlalu berat gempuran dari parlemen. “Kita menargetkan dalam Pemilu legislatif mendatang bersama koalisi setidaknya bisa memperoleh 40 persen kursi di DPR, sehingga suhu dan tekanan politik tidak terlalu deras,” ujarnya.

Sementara PKS mengutus calonnya yang akan ditandemkan dengan SBY itu kemungkinan besar adalah Hidayat Nurwahid karena banyak yang lebih setuju, apakah ia menjadi presiden atau wakil presiden nanti dibicarakan. “Partai nasional masih membutuhkan partai Islam,” ujarnya.

Sumber : http://pemilu.okezone.com/read/2009/03/18/268/202630-/presiden-pks-lebih-cocok-dengan-partainya-sby

Awan Tag