Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘PKS; PARTAI PEMENANG PEMILU 2009’

Ruang Rapat Majelis Syuro PKS Steril dari Ponsel

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hari ini, Sabtu (25/4), menyelenggarakan Musyawarah Majelis Syuro XI di Auditorium Binakarna, Bidakara, Jakarta.

Dalam musyawarah yang diharapkan akan memantapkan rencana koalisi PKS ini, setiap peserta dilarang membawa telepon genggam ke dalam ruangan rapat. Ketika mendaftar di meja penerima tamu, setiap peserta juga dimintai telepon genggamnya lalu disimpan dalam plastik berukuran sedang yang sudah ditulisi dengan nama si pemilik.

“Ah, biasa itu di PKS. Semua disimpan, biar konsentrasi,” ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring sebelum rapat dimulai.

Namun, Tifatul sendiri belum menyerahkan telepon genggamnya. Plastik berukuran sedang yang bertuliskan namanya masih tergeletak kosong di atas meja penerima tamu. Tifatul berjanji akan menyerahkannya begitu musyawarah dimulai.

Hal serupa juga dilakukan oleh anggota Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid. Hidayat menyerahkan dua telepon genggamnya sebelum masuk ke ruangan rapat.

“Ini pertama kali ya, tapi pertimbangan panitia mungkin besar. Karena yang dibicarakan serius jadi harus konsentrasi,” ujar Hidayat.

Musyawarah ini akan berlangsung selama dua hari hingga besok. Tifatul maupun Hidayat berharap aspirasi dari akar rumput PKS yang akan menjadi dasar pengambilan sikap partai bernomor urut delapan ini dalam percaturan politik ke depannya.  

Sumber : http://pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=7270

Iklan

IKLAN DUO PRESIDEN PKS; HIDAYAT & TIFATUL

pks21Baru kemarin ternyata HNW atau Hidayat Nur Wahid mantan Presiden PKS tampil di TV. Dalam iklan yang berdurasi 31 detik beliau mengajak masyarakat untuk berperan aktif ikut mensukseskan PEMILU 2009 salah satunya dengan cara datang ke TPS dan ikut memberikan suara. Berikut iklannya:

Tak mau kalah dengan Mantan Presiden PKS, akhirnya Tifatul Sembiring Presiden PKS pun ikut tampil di TV dalam iklan terbaru PKS yang berdurasi sama 31 detik. Tema yang diangkat dalam iklan ini mengajak kepada masyarakat agar memberikan kepercayaan kepada PKS untuk lebih baik lagi dalam mengemban amanat di Pemerintahan.

Iklan di atas menunjukkan bahwa walaupun PKS telah membuat banyak perbaikan tuk Indonesia mereka masih ingin memperbaiki kinerja yang mungkin kecil tapi sangat berarti bagi mereka untuk Indonesia yang lebih baik. Tetap Bersih, Peduli dan Profesional PKS; Partai Keadilan Sejahtera No. 8 Pojok Kanan ataS pada surat suara anda.

Hidayat: Cabut Surat Edaran KPU!

hnwJakarta – Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera mencabut surat edaran yang menghapuskan batasan sumbangan dana kampanye. Hidayat memperingatkan penghapusan itu bisa jadi sarana untuk pencucian uang (money laundering) dan makin menyuburkan politik uang.

“Surat edaran itu dapat menjadi sarana money laundering. Untuk itu KPU harus mencabut secepatnya,” ujar Hidayat dalam rilis yang diterima detikom, Sabtu (4/4/2009).

Keluarnya surat edaran KPU yang hanya beberapa hari menjelang hari pemilu itu menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat. ”Ada apa di balik keluarnya surat edaran yang mendadak itu?” tanya Hidayat.

Jika surat edaran itu tidak dicabut, Hidayat khawatir kualitas Pemilu 2009 kurang baik karena akan muncul banyak kecurangan, terutama money politics. Padahal, kata Hidayat, KPU seharusnya meneruskan tradisi sukses dalam penyelenggaraan pemilu.

Mantan Presiden PKS itu menegaskan, KPU harus segera menyelesaikan masalah yang dapat menghambat suksesnya Pemilu 2009. Selain mencabut surat edaran yang bermasalah itu, KPU juga harus segera menuntaskan persoalan DPT yang hingga kini masih menjadi polemik.

“Pemilu 2009 harus benar-benar kita sukseskan. Setidaknya ada tiga hal yang sampai saat ini bisa menghambat kesuksesan Pemilu 2009. Persoalan DPT yang belum beres, surat edaran KPU soal sumbangan partai, dan money politics,” kata Hidayat.

Pada 27 Maret lalu, KPU mengeluarkan surat edaran Nomor 612/KPU/III/2009. Surat itu membolehkan individu menyumbang dana kampanye di atas Rp 1 miliar dan kelompok/badan usaha di atas Rp 5 miliar. Syaratnya, sumbangan tidak diberikan sekaligus, tetapi dipecah-pecah ke dalam banyak transaksi yang masing-masing tidak melampaui batasan nominal di atas.

Sumber : http://pemilu.detiknews.com/read/2009/04/04/231059/1110337/700/hidayat-cabut-surat-edaran-kpu

Awan Tag