Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘PM TURKI; Erdogan’

Yang Paling Ditakuti AS Saat ini: Al Qaida dan Iran

alqaSenjata makan tuan, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa takutnya AS pada kelompok al-Qaida. Karena kelompok al-Qaida dibentuk oleh AS sendiri saat menghadapi Uni Soviet di Afghanistan.

Dalam laporan tahunanannya, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan sejumlah kelompok yang dianggap sebagai ancaman teror bagi AS dan sejumlah negara yang dituduh menjadi sponsor kegiatan-kegiatan terorisme.

Laporan itu menyebutkan bahwa Al-Qaida adalah kelompok yang paling membahayakan bagi negara AS karena AS melihat indikasi bahwa potensi al-Qaida makin kuat dibandingkan sebelum melakukan serangan 11 September 2001 ke AS.

“Al-Qaida tetap menjadi ancaman teroris terbesar bagi AS dan sekuru-sekutunya, meskipun dari sisi struktur al Qaida sudah melemah dan dukungan publik pun sudah berkurang,” demikian laporan Deplu AS. Tapi AS mengingatkan bahwa al-Qaida membangun kembali kekuatannya terutama dari sisi operasional di perbatasan-perbatasan Afghanistan-Pakistan. Untuk membangun kembali kekuatannya itu, menurut laporan tersebut, al-Qaida mengganti pimpinan-pimpinan kuncinya dan memperbaharui pimpinan-pimpinan puncaknya yang selama ini menempati “posisi sentral” dalam jaringan al-Qaidah.

“Sejak serangan 11 September, al-Qauda dan sekutu-sekutunya pindah tempat dari Afghanistan ke Pakistan dan membangun kekuatan di sana. Pakistan menjadi tempat yang aman bagi al-Qaida untuk bersembunyi, melatih para teroris, berkomunikasi dengan para pengikutnya, merencanakan serangan dan mengirimkan pasukannya ke Afghanistan,” tulis laporan itu.

Para pakar terorisme di AS mengklaim bahwa serangan-serangan yang terjadi di Pakistan meningkat dua kali lipat pada tahun 2007, dari 890 serangan menjadi 1.839 insiden serangan sepanjang tahun 2008 kemarin. Serangan-serangan itu menyebabkan jumlah korban juga meningkat dari 1.340 orang pada tahun 2007 menjadi 2.293 orang pada tahun 2008.

“Dari angkanya saja terlihat adanya eskalasi kekerasan, yang membuat kami sangat prihatin,” kata kordinator anti-teroris, Ronald Schlicher.

Para pakar anti-terorisme di AS tidak menyebutkan serangan-serangan AS di perbatasan Pakistan yang juga telah menelan korban jiwa di kalangan rakyat sipil. Serangan itu dilakukan pasukan AS di Afghanistan dengan alasan memburu para anggota al-Qaida dan Taliban yang bersembunyi di Pakistan.

Dalam bagian lain laporan tahuan Deplu AS, disebutkan bahwa Iran, Suriah, Sudan dan Kuba adalah negara-negara yang menjadi sponsor berbagai aktivitas terorisme.  (ln/YN/AFP)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yang-paling-ditakuti-as-saat-ini-al-qaida-dan-iran.htm

Obama dan Netanyahu: Duet Pemimpin Baru

MIDEAST ISRAEL OBAMAKetika Israel merayakan Yom Ha’atzmaut kemarin, Barack Obama baru saja menyelesaikan 100 hari pertamanya sebagai presiden AS. Dalam masa singkat, hanya tiga bulan lebih beberapa hari, semua wajah Obama telah demikian terbuka. Yang pasti yang sudah ia nyatakan dengan begitu gamblang adalah bahwa “Obama berdiri di belakang Israel”, sekaligus juga merupakan refleksi tekanan dari berbagai pihak.

Tekanan ini berasal dari mereka yang jelas merupakan rekanan Israel. Zbigniew Brezinski, sebagai contoh, ingin Obama mendeklarasikan secara resmi, “Inilah kepemilikan, dan untuk inilah (AS) ada.”

Jeremy Ben-Amis, dari J Street, lebih taktis lagi. Ia mengatakan bahwa tujuan Obama adalah dukungan politik terhadap komunitas Yahudi. Inilah yang juga disampaikannya ketika Benjamin Netanyahu baru genap 30 hari menjabat sebagai perdana menteri Israel.

Secara keseluruhan, bagi orang-orang Yahudi, rating Obama tidak jauh lebih buruk daripada George W. Bush dan Bill Clinton dalam 100 hari pertama mereka. Banyak kalangan menilai Obama terlalu lembek dalam berbagai hal, misalnya dalam merespon isyu fasis dan sosial, hingga Obama dituding tengah membangun sebuah “kamp interniran” untuk musuh-musuhnya di AS. Pers AS terutama ramai memberitakan hal ini.

Kenyataan bahwa Obama mewarisi krisis ekonomi dan juga rawa perang Iraq-Afghanistan ternyata hanya semakin mendekatkannya pada Israel, bahkan dengan secara terang-terangan. Obama secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas hari merdeka Israel, dua hari lalu, dan itu artinya Obama menutup pintu realita bahwa Israel adalah sebuah bangsa penjajah dan atau Palestina berhak atas tanahnya kembali.

Sementara itu, di Israel, Netanyahu tengah tenggelam dalam proyek negosiasi berat sebelah akan konsep dua negara dengan Palestina, yang jelas tidak akan pernah bisa menerimanya sampai kapanpun. Netanyahu menginginkan kendali pemerintahan atas Palestina, sungguh sesuatu yang tak berprikemanusiaan.

Jadi, ketika pejabat Israel menghitung 100 hari pertama Obama yang dinilai Yahudi memuaskan, dan para pembuat kebijakan AS mengagumi 30 hari kerja Netanyahu, inilah yang terjadi:

Pertama, AS adalah sekutu dekat Israel karena kedua negara sama berbagi nilai dan kepentingan. Semua pihak yang berkepentingan saling mempertahankan apa yang sudah terbina sebelumnya, walau sebenarnya kepentingan AS dan Israel belum tentu identik sama persis. Kedua, AS dan Israel mendukung pemerintah bersama Palestina tanpa melibatkan Hamas. Karena Hamas akan selalu berkomitmen bahwa konsep dua negara sama sekali tidak ada dalam agenda mereka.

Obama telah mendeklarasikan bahwa “Keamanan Israel itu sangat keramat,” dan “AS adalah partner Israel yang konsisten dan kuat.” Mereka yang meragukan sumpah Obama ini jelas terlihat bukanlah sekutu Israel, dalam bentuk apapun. (sa/jp)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/obama-netanyahu-duet-pemimpin-baru.htm

Derita Ghada Abu Halima, Korban Bom Fosfor Israel

ghada_abu_halimaGhada Abu Halima merasakan sakit tak terkira akibat luka bakar yang dideritanya. Ia terkena bom fosfor yang dijatuhkan Israel adalam agresi brutalnya ke Jalur Gaza bulan Januari lalu. Pada B’Tselem-lembaga pemantau HAM didaerah pendudukan Israel-Ghada menceritakan awal penderitaannya.

Hari Sabtu malam tanggal 3 Januari, pesawat-pesawat tempur Israel menyebarkan selebaran berisi peringatan agar warga Beit Lahiya meninggalkan rumah mereka karena tentara Israel akan melakukan serangan. Israel sudah sering melakukan hal itu pada serangan-serangan sebelumnya. Seperti yang sudah-sudah, Ghada dan keluarganya yang tinggal di rumah berlantai dua berukuran 250 meter persegi, tidak meninggalkan rumah.

Keluarga besar Ghada tinggal di rumah itu. Mereka mencari nafkah dengan mengolah tanah pertanian yang ada di sebelah rumah.

Hari Minggu, 4 Januari, sekitar jam 04.00 sore, seluruh keluarga sedang berkumpul di dalam rumah ketika tentara-tentara Zionis membombardir Beit Lahiya. Sebuah selongsongan mortir tiba-tiba jatuh di rumah itu dan pecahannya langsung membakar tubuh ayah mertua, tiga puteranya bernama Abdu Rahim, Zeid dan Hamzah, serta puterinya yang masih bayi, bernama Shahd. Mereka semua meninggal seketika.

Sedangkan ibu mertuanya beserta tiga anak lelakinya yang lain, Omar, Yusuf dan Ali menderita luka bakar. Percikan api merambat kemana-mana dan membakar rumah mereka. Ghada memeluk puterinya Farah, keduanya juga mengalami luka bakar.

“Baju saya terbakar, kulit saya dan Farah hangus. Untunglah, bayi saya Aya tidak terluka. Saya langsung melepas pakaian saya ketika api mulai menjalar ke tubuh saya. Saya telanjang di depan semua orang yang ada di rumah ketika itu. Kulit saya terbakar dan rasanya sakit sekali. Saya bahkan bisa mencium bau daging yang terbakar,” tutur Ghada.

Kondisi Ghada saat itu sangat parah. Ia mencari apa saja untuk menutup tubuhnya dan terus berteriak. Saudara lelaki suami Ghada melepas celana panjangnya dan memberikannya pada Ghada. Tubuh bagian atas Ghada masih terbuka, sampai suaminya datang dan menutupinya dengan jaket.

Suami Ghada lalu keluar mencari pertolongan, menemukan banyak korban yang tewas dan luka-luka di sekitar rumahnya. Tidak ada ambulan atau mobil pemadam kebakaran yang bisa dimintai pertolongan. Lalu, sepupu suami Ghada yang tinggal dekat rumah datang dan memberikan pertolongan. Keluarga Ghada yang terluka diangkut ke sebuah gerbong yang bergandengan dengan traktor dan dibawa ke Rumah Sakit Kamal ‘Adwan.

Di perjalanan, mereka bertemu dengan tentara-tentara Israel sekitar 300 meter dari Lapangan al-‘Atatrah. Tentara-tentara Israel itu menembaki traktor mereka dan membunuh sepupu suami Ghada Matar dan Muhammad Hikmat. Ali yang sudah mengalami luka bakar, berusaha melarikan diri bersama Omar dan sepupunya, Nabilah.

Tentara Israel menyuruh suami Ghada melepas pakaiannya dan digeledah. Setelah itu, tentara-tentara Zionis mengembalikan pakaian suaminya dan menyuruh mereka semua melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Ghada, suaminya dan Farah akhirnya jalan kaki sampai ada sebuah mobil yang lewat dan menolong mereka pergi ke Rumah Sakit a-Shifaa. Mereka tiba di rumah sakit sekitar pukul 06.00 sore. Di dalam gerbong traktor, terdapat tiga jenazah yang terpaksa mereka tinggal.

“Seluruh tubuh saya terbakar, wajah saya juga. Farah mengalami luka bakar tingkat tiga. Kami semua dirawat di rumah sakit itu,” ujar Ghada.

Ghada dan puterinya direferensikan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut ke Mesir. Petugas rumah sakit berusaha membawa mereka ke Mesir lewat perbatasan Rafah dengan ambulan, tapi di perjalanan tentara-tentara Israel menembaki ambulan mereka. Sopir ambulan luka-luka di bagian wajahnya dan mereka terpaksa kembali ke rumah sakit. Sejak itu Ghada menunggu ijin agar boleh melewati perbatasan Rafah menuju Mesir.

Ghada menuturkan pengalamannya itu pada tanggal 9 Januari 2009 lalu pada Muhammad Sabah dari B’Tselem di RS a-Shifaa. Ghada dan puterinya memang akhirnya dibolehkan mendapatkan perawatan lebih lanjut ke Mesir. Tapi pada tanggal 29 Maret kemarin Ghada Abu Halima menutup mata selama-lamanya di sebuah rumah sakit Meisr, akibat luka bakar bom fosfor yang dideritanya. Kisah duka Ghada adalah bagian dari nestapa yang dialami ribuan warga Gaza saat pesawat-pesawat tempur Israel menjatuhkan bom-bom mematikannya selama 22 hari ke wilayah Gaza. Ghada menyusul keluarganya yang lain yang lebih dulu syahid.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/derita-ghada-abu-halima-korban-bom-fosfor-israel.htm

Netanyahu Akan Menyerang Nuklir Iran

Perdana Menteri Israel yang baru, Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan melakukan tindakan militer terhadap Iran, jika Presiden AS Barack Obama gagal menghentikan program nuklir Iran.

“Pemerintahan Obama punya dua misi besar. Memperbaiki perekonomian dan mencegah Iran agar tidak membuat persenjataan nuklir. Jika AS gagal untuk bertindak cepat menghentikan program nuklir Iran, Israel terpaksa menghancurkan sendiri fasilitas-fasilitas nuklir Iran,” kata Netanyahu pada majalah Atlantic beberapa saat sebelum pengambilan sumpahnya sebagai perdana menteri baru Israel hari Selasa malam.

Netanyahu mengatakan, ia menghormati kebijakan Obama yang memilih jalan negosiasi dengan Iran. Tapi negosiasi itu, kata Bibi-panggilan Netanyahu-harus menghasilkan keputusan, Iran harus segera menghentikan program nuklirnya.

“Bagaimana cara anda mencapai tujuan itu tidak penting, yang penting misi itu harus tercapai,” tukas Bibi.

Tel Aviv sudah berulang kali mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran, jika Iran tetap melanjutkan program nuklirnya. Israel menuding Iran diam-diam membuat persenjataan nuklir. Meskipun Iran berulangkali menolak tuduhan itu.

IAEA dan kepala intelijen AS Dennis Blair juga mengatakan bahwa pengayaan uranium Iran masih jauh dari level yang bisa digunakan untuk membuat senjata nuklir. Namun Israel tetap memakai dalih senjata nuklir agar bisa menyerang Iran.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/netanyahu-akan-serang-iran.htm

Hamas Kritik Hasil Pertemuan Liga Arab di Qatar

arab_summit3

Hamas mengkritik hasil pertemuan tingkat tinggi Liga Arab yang berlangsung selama dua hari di ibukota negara Qatar, Doha. Hamas menilai pertemuan itu tidak menghasilkan langkah-langkah praktis dan gagal mengemban amanat untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dibawah penjajahan Israel.

Pimpinan Hamas, Fawzi Barhoum dalam pernyataannya mengatakan bahwa pernyataan final hasil pertemuan tingkat tinggi Liga Arab “lemah, kurang serius dan tidak membawa angin baru bagi rakyat Palestina.” Pertemuan itu, kata Barhoum, juga tidak mengedepankan aspirasi-aspirasi rakyat Palestina yang paling mendasar, yang menginginkan agar Liga Arab lebih berperan untuk menghentikan penjajahan, perusakan dan pembunuhan di tanah Palestina.

“Rakyat Palestina berharap pertemuan itu menghasilkan langkah yang pro aktif untuk melindungi rakyat dan tempat-tempat suci di Palestina serta memberi dukungan penuh pada perjuangan Palestina. Kami berharap Liga Arab bisa mengakhiri blokade Israel, dengan tindakan bukan cuma dengan kata-kata,” ujar Barhoum.

Tapi, lanjutnya, pertemuan Liga Arab di Qatar yang berakhir hari Senin malam ternyata sama saja dengan pertemuan Liga Arab sebelumnya. Para pemimpin Arab tidak mampu membuat mekanisme yang jitu untuk mengakhiri blokade dan memaksa Israel mengakui legimitasi hak-hak bangsa Palestina.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/hamas-kritik-hasil-pertemuan-liga-arab-di-qatar.htm

Beginilah Israel di Atas Tanah Palestina

Sejak kedatangan mereka ke bumi Palestina, tepatnya pada tahun 1948, dan pendeklarasian negaranya, Israel telah membangun semua infrastruktur paling lengkap di seluruh dunia. Mulai dari rumah sakit, resort atau tempat wisata, gedung pendidikan, taman kota, daerah industri sampai pangkalan militer paling canggih di seantero Timur Tengah. Kota-kota mereka dibangun dengan mencontoh berbagai kota terkenal di dunia.

Di Israel, tidak sulit menemukan suasana kota New York yang penuh dengan bangunan tinggi mewah. Tidak sulit pula melihat kota mirip Florida yang dipenuhi pantai. Atau pula pegunungan hijau seperti layaknya daerah di Edinburgh. Yahudi telah menjadikan Israel sebagai negara akuan dengan pendapatan per kapita yang sedikit lebih rendah dari Inggris. Kehidupan mereka sangat mapan, dan di Israel tidak mengenal kemiskinan, kekurangan makanan dan sebagainya. Dan semua itu, jangan pernah lupa, dirampas dari tangan rakyat Palestina. Dengan darah orang Muslim Palestina. Bahkan dengan nyawa Muslim Palestina.

israel1

Beginilah awalnya. Israel datang dengan traktor dan buldozer setelah tentaranya membantai rakyat Palestina terlebih dahulu.

1israel2ok

Pemandangan ini bukan hanya sekali terjadi. Bocah Palestina turun ke jalan melempari buldozer, mempertahankan kehormatan dan harga diri, walaupun nyawa yang jadi tebusannya.

1israel3ok

Dan begitulah, buldozer, tank, dan traktor itu menggerus rumah-rumah milik rakyat Palestina.

1israel4ok

Sementara yang lain mengapus jejak Palestina di muka bumi, yang lainnya berjaga-jaga dari tindakan rakyat Palestina. Dunia internasional? Tenang, itu telah ditangani AS, bapak moyang Israel.

1israel05okDan inilah hasilnya. Perumahan bersih, dan mewah berderet-deret di sepanjang tanah yang dulunya, sekali lagi, milik orang Palestina.1israel5

Kota ini dibangun persis seperti Florida atau Hawaii. Pantai dengan berbagai bungalow mewah, resort yang luar biasa indah sekaligus menguasai laut dan kekayaannya.

1israel1Dan ini adalah “New York”. Israel menyebutnya Negev.

1israel3Salah satu pusat kota di Israel. Dari sini mereka mengendalikan AS dan dunia.

1israel7

Israel disebut-sebut memiliki tata kota yang sempurna dan terarah. Hasil dari pemikiran selama puluhan tahun, dibantu dengan dana pembangunan dari AS, Inggris dan beberapa negara Arab yang kaya.

1isral13Bandara Udara Israel, Ben Gurion International, sudah seperti Bandara Changi di Singapura atau bandara-bandara Kelas 1 lainnya di dunia. Ada pusat perbelanjaan, bioskop, taman dan lainnya. 1israel10

Israel pun memiliki tempat ibadah kolektif yang besar dan megah. Ini adalah lokasi Tembok Ratapan dan Dome of Rock. 1israelgaza

Dan inilah wajah Palestina sekarang. Gaza sebagian besar rata dengan tanah. 85% tanah Palestina telah dirampas oleh Yahudi. Ribuan nyawa telah diambil demi negara penjajah Israel. Semoga kita tidak lupa akan Palestina, dan bagaimana Israel sekarang berdiri.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/beginilah-israel-di-atas-tanah-palestina.htm

F-22 Pilihan Untuk Menyerang Iran

f-22x1

Sebuah analisa militer mengatakan, serangan menggunakan pesawat F-22 Raptor, efektif untuk menghalangi ambisi pengembangan nuklir Teheran.

Dalam sebuah tinjauan pada bulan Februari lalu mengenai program nuklir Iran yang dilakukan oleh badan energi atom internasional-menemukan adanya ambiguitas dalam pengembangan nuklir tersebut.

Iran sendiri telah berminat untuk mengembangkan sistem pertahanan udaranya lebih jauh untuk mengantisipasi serangan udara yang mungkin dilakukan.

Sementara itu, Rusia telah mempertimbangkan untuk menjual sebuah sistem pertahanan udara ke Iran, dan menurut analisis militer, hal tersebut akan membuat wilayah udara Iran menjadi sebuah “virtual no-fly zone”.

Sebuah laporan yang dibuat oleh Washington Institut untuk Kebijakan Timur Tengah mengatakan bahwa jika pembicaraan gagal untuk meyakinkan Iran untuk meninggalkan program nuklirnya, maka serangan yang akan dilakukan F-22 dapat menetralkan ancaman dari nuklir Iran itu.

“Hanya pesawat tempur F-22 yang bisa bertahan terhadap sistem pertahanan udara yang mampu menembakkan misil dari darat ke udara,” kata mantan perwira pada asosiasi pesawat kepresidenan – Letjen Mike Dunn.

“Serangan udara  dari F-22 dapat mengembalikan kredibilitas dari opsi tindakan militer ,” kata sebuah laporan.

Sedangkan pasukan AS sendiri lebih mengandalkan F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon untuk melakukan operasi militer dalam mengkounter perlawanan yang dilakukan para pejuang di Iraq dan Afghanistan, Washington mungkin telah kehilangan kemampuan pertahanan daratnya berkaitan dengan ancaman yang bersifat konvensional.

Sekilas pesawat tempur F-22 Raptor

F-22 Raptor adalah pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet,  pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen.

Pesawat ini melalui masa pengembangan yang panjang, versi prototipnya diberi nama YF-22, tiga tahun sebelum secara resmi dipakai diberi nama F/A-22, dan akhirnya diberi nama F-22A ketika resmi mulai dipakai pada Desember 2005. Lockheed Martin Aeronautics adalah kontraktor utama yang bertanggungjawab memproduksi sebagian besar badan pesawat, persenjataan, dan perakitan F-22. Kemudian mitranya, Boeing Integrated Defense Systems memproduksi sayap, peralatan avionik, dan pelatihan pilot dan perawatan.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/f-22-pilihan-untuk-menyerang-iran.htm

Israel Luncurkan Sebuah ‘Perang’ Baru

standwithus_campus_banner1Agresi militer Zionis Israel selama tiga minggu di Jalur Gaza Palestina telah menewaskan lebih dari 1400 warga Palestina dan lebih dari 5000 orang yang terluka dan kebanyakan dari yang mejadi korban dari agresi militer itu merupakan warga sipil. Dan untuk meredam protes terhadap aksi sadis mereka tersebut, kementerian Luar Negeri Israel meningkatkan kampanye berupa “Soft War’ . “Soft War’ atau kampanye hubungan masyarakat secara intensif dimaksudkan untuk mencoba membentuk opini positif kepada dunia internasional atas reputasi Israel yang buruk, akibat kerusakan yang telah dilakukan sewaktu agresi militer ke Gaza yang banyak menelan korban warga sipil. Kementerian luar negeri Israel telah mengirim enam orang menteri untuk keliling Eropa dan Amerika, untuk membentuk opini kepada para politisi dan media mengenai peristiwa Gaza versi Israel. Negara Zionis Israel mempunyai mesin publikasi dan propaganda yang sangat terorganisir di luar negeri yang dikenal dengan nama ‘Hasbara’ yang berarti ‘penjelasan’ dalam bahasa Ibrani. Selama bertahun-tahun – Hasbara beroperasi dari kedutaan besar dan konsulat mereka di luar negeri untuk menyebarkan propaganda yang sangat pro kepada Zionis Israel. Beberapa humas dari organisasi-organisasi yang pro-Israel juga bekerja untuk Hasbara dan sangat intensif terlibat dalam dunia jurnalistik dan kampanye di radio yang bertujuan menantang setiap pandangan kritis terhadap Zionis Israel. Banyak wartawan yang meliputi Timur Tengah akan mengkonfirmasikan dahulu sewaktu akan meliput kawasan tersebut, mengingat kuatnya lobi-lobi kelompok Yahudi di media. Para editor media sering mendapatkan surat-surat protes atas artikel-artikel yang dianggap mengkritisi Israel. banner_hasbaraMahasiswa di kampus-kampus Amerika yang mendukung Israel di berikan handbook Hasbara – yang menjelaskan secara detail bagaimana mempromosikan Israel dan mengkounter kritikan-kritikan terhadap Israel. Hasbara sudah aktif menjalankan misinya bertahun-tahun dan gerakan ini makin intens sewaktu agresi militer Israel di Gaza dengan operasi Cast Lead nya. Konsulat Israel di New York meningkatkan misi kampanye mereka di situs internet beberapa hari yang lalu untuk melawan gambar yang menampilkan perang Gaza lewat hasil pencarian, ketika kata “Israel’ di ketik di mesin pencari Google. Misi ini termasuk sebuah rencana untuk ‘membanjiri’ situs-situs internet dengan gambaran positif negara Zionis Israel dengan menampilkan foto-foto menarik yang dilakukan oleh fotografer profesional. Kementerian Luar Negeri Israel yang terhubung dengan konsulat, memutuskan saat ini adalah waktu untuk ‘berjuang kembali’ lewat cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Konsulatlah yang berada di belakang publikasi dan kampanye serta propaganda positif terhadap Israel. Dan sebagai bagian dari misi barunya, konsulat Israel akan menerbangkan tujuh pakar media ke Israel, termasuk di dalamnya kameraman dan fotografer yang akan di ‘didik’ supaya berusaha untuk lebih menampilkan sisi positif dari negara Zionis Israel ke media. Kementerian luar negeri juga mencoba mengorganisir sebuah wisata udara yang juga merupakan bagian dari misi untuk memberikan pandangan lebih luas atas negara Zionis Israel. Foto-foto yang diambil pada wisata udara itu akan di upload ke situs-situs internet termasuk Wikipedia, Facebook, Twitter dan Flickr dan juga akan ditampilkan di beberapa blog. Tindakan terakhir ini dilakukan – menyusul setelah Google menolak permintaan Israel untuk tidak menampilkan gambar-gambar kerusakan dan kebiadaban sewaktu agresi militer Israel ke Gaza. “Kami sebenarnya telah memprotes Google karena telah memasukkan foto-foto akibat serangan militer Israel di gaza yang disertakan sewaktu orang menggunakan mesin pencari untuk mengetahui tentang Israel, tetapi kami tidak bisa mengontrol hal itu semua, karena semua orang bisa meng upload foto apapun di Google,” kata David Saranga seorang konsultan untuk media dan publik affair pada konsulat Israel di New York. Tujuan dari semua itu adalah untuk melawan media dan situs-situs yang berperang melawan Israel lewat blog dan menggunakan situs jejaring sosial. Langkah terbaru di dalam perang propaganda tersebut – menyusul setelah Kementerian Luar Negeri Israel mengkampanyekan “StandWithUs”, sebuah kampanye yang lebih awal untuk melakukan pembelaan terhadap Israel atas kritikan-kritikan yang beredar di internet. StandWithUs saling berhubungan dengan ‘Web Situation Room’ yang didirikan di New York untuk membuka jalan bagi AS mengintervensi Internet. Sekitar 3500 relawan termasuk nama-nama media yang terkenal telah direkrut untuk merespon secara real time untuk menjawab secara online setiap kritikan yang ditujukan kepada Israel dan membantu mengkounter informasi yang salah tentang situasi yang sebenarnya menurut versi Israel.” Direktur StandWithUs Israel – Michael Dickson mengatakan,” Ini adalah advokasi lewat internet atas sebuah landasan perang dan kami sedang membuat sesuatu perbedaan yang signifikan. “Ini merupakan sebuah kombinasi dari penggunaan teknologi yang sudah ada, inovasi dan memanfaatkan kepedulian masyarakat secara bersama, yang akhirnya menimbulkan dampak baik bagi Israel,” katanya menambahkan. Organisasi itu juga telah menyerukan aktivis seluruh dunia untuk ikut terlibat dalam pembelaan terhadap Israel lewat sebuah situs baru yang beralamat di http://www.helpuswin.org. StandWithUs telah mengorganisir demonstrasi di kota-kota besar di seluruh Amerika, Kanada dan di Israel untuk mengkounter demonstrasi pro-Palestina yang berlangsung di pusat-pusat kota seluruh dunia. Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/israel-luncurkan-sebuah-perang-baru.htm

Presiden Sudan: Pemimpin Barat dan Eropa Penjahat Perang Yang Sebenarnya !

bashir1

Presiden Sudan Omar al-Bashir menolak surat penangkapan terhadap dirinya yang dikeluarkan oleh International Criminal Court (ICC) atas tuduhan melakukan kejahatan perang. Di tengah massa pendukungnya yang menggelar aksi protes di Khartoum, ibukota Sudan, Bashir mengatakan bahwa penjahat perang yangsebenarnya adalah para pemimpin negara Barat.

“Para penjahat perang yang sebenarnya adalah para pemimpin di AS dan Eropa,” kata Bashir di tengah ribuan orang yang mendukungnya.

ICC dalam surat perintah penangkapan terhadap Bashir menuding presiden Sudan itu telah mendalangi kampanye perampokan, pemusnahan dan pemerkosaan selama enam tahun konflik di Darfur. Atas tuduhan itu, Bashir menegaskan akan bersikap tegas pada mereka yang mencoba mengancam stabilitas negaranya.

“Kami akan bertindak sebagai pemerintahan yang bertanggung jawab. Kami sudah mengusir 10 organisasi asing … setelah melakukan monitoring atas aktivitas mereka yang ternyata melanggar semua aturan dan hukum yang berlaku,” kata Bashir saat pertama kali merespon surat perintah penangkapan ICC, di hadapan para politisi dan anggota kabinet pemerintah Sudan.

Pengusiran itu menuai kecaman dari Sekjen PBB Ban Ki-moon yang menilainya sebagai kemunduran dalam operasi kemanusiaan di Darfur. Ki-moon mendesak Sudan agar mencabut keputusannya itu.

Menurut data PBB, sejak konflik melanda Darfur tahun 2003, korban tewas mencapai 300.000 orang dan 2,7 juta warga negeri itu menjadi pengungsi. Konflik terjadi antara kelompok etnis minoritas bersenjata melawan rezim pemerintah Sudan yang didominasi etnis Arab. Mereka menuntut agar pemerintah pusat membagi hasil dari sumber-sumber alam dan kekuasan dengan adil.

Keputusan ICC mengeluarkan surat penangkapan terhadap Bashir memicu ketegangan di Sudan dan beragam reaksi dari dunia internasional. AS mendukung keputusan ICC, sedangkan China mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menangguhkan kasus Bashir.

Sama dengan China, Liga Arab meminta penangguhan surat perintah penangkapan terhadap Bashir. Untuk itu Liga Arab akan mengirimkan delegasinya ke Dewan Keamanan PBB.

Organisasi Konferensi Islam mengecam keputusan ICC dan menilai keputusan itu akan menimbulkan dampak negatif terhadap upaya penyelesaian konflik di Darfur. Selain itu, keputusan ICC akan mengancam stabilitas di Sudan dan wilayah sekitarnya.

Sekjen OKI Ekmeleddine Ihsanoglu dari Jeddah menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk menolak keputusan ICC dan mendesak pemerintah Sudan agar mempercepat investigasi terhadap para tersangka yang diduga melakukan kejahatan perang.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/presiden-sudan-pemimpin-barat-dan-eropa-penjahat-perang-yang-sebenarnya.htm

Turki-Israel Berdamai

turkiye1

Turki dan Israel diam-diam melakukan kontak-kontak rahasia dan pembicaraan yang intensif, meski di luar hubungan kedua negara itu terlihat “panas” akibat agresi brutal Israel ke Gaza dan insiden debat publik antara PM Turki Recep Tayyeb Erdogan dan Presiden Israel Shimon Peres dalam Forum Ekonomi di Davos, Swiss beberapa waktu lalu.

Surat kabar Israel, Haaretz mengutip seorang sumber senior di Yerusalem yang mengatakan bahwa para pejabat Israel dan Turki sudah saling mengirimkan pesan tentang upaya pemulihan hubungan dua negara. Presiden Turki Abdullah Gul dikabarkan sudah mengirimkan surat pada Presiden Shimon Peres seminggu yang lalu, tentang rencananya berkunjung ke Israel dalam beberapa bulan mendatang.

Pejabat senior Israel itu juga mengatakan bahwa ada sinyal positif pemulihan hubungan Israel-Turki setelah Israel menulis surat pada Militer dan Kantor Perdana Menteri Turki yang isinya memberitahukan bahwa Israel sudah menegur pejabat militernya Mayor Jenderal Avi Mizrachi atas tindakannya mengkritik Perdana Menteri Erdogan. Setelah menerima surat itu, Turki menyatakan bahwa persoalan itu dianggap sudah selesai.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyeb Erdogan belakangan ini kerap melontarkan pernyataan tajam atas agresi brutal Israel ke Jalur Gaza. Erdogan menuding Perdana Menteri Israel Ehud Olmert pembohong karena Olmert tidak menyinggung rencana serangan itu saat berkunjung ke Ankara, Turki beberapa hari sebelum Israel menggelar Opeasi “Cast Lead” ke Gaza.

Erdogan juga menyatakan Israel telah melakukan kejahatan perang dan mendesak PBB agar mengeluarkan Israel dari organisasi persatuan bangsa-bangsa itu. (ln/haaretz)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/turki-israel-berdamai.htm

Awan Tag