Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘PM TURKI; Erdogan’

Yang Paling Ditakuti AS Saat ini: Al Qaida dan Iran

alqaSenjata makan tuan, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa takutnya AS pada kelompok al-Qaida. Karena kelompok al-Qaida dibentuk oleh AS sendiri saat menghadapi Uni Soviet di Afghanistan.

Dalam laporan tahunanannya, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan sejumlah kelompok yang dianggap sebagai ancaman teror bagi AS dan sejumlah negara yang dituduh menjadi sponsor kegiatan-kegiatan terorisme.

Laporan itu menyebutkan bahwa Al-Qaida adalah kelompok yang paling membahayakan bagi negara AS karena AS melihat indikasi bahwa potensi al-Qaida makin kuat dibandingkan sebelum melakukan serangan 11 September 2001 ke AS.

“Al-Qaida tetap menjadi ancaman teroris terbesar bagi AS dan sekuru-sekutunya, meskipun dari sisi struktur al Qaida sudah melemah dan dukungan publik pun sudah berkurang,” demikian laporan Deplu AS. Tapi AS mengingatkan bahwa al-Qaida membangun kembali kekuatannya terutama dari sisi operasional di perbatasan-perbatasan Afghanistan-Pakistan. Untuk membangun kembali kekuatannya itu, menurut laporan tersebut, al-Qaida mengganti pimpinan-pimpinan kuncinya dan memperbaharui pimpinan-pimpinan puncaknya yang selama ini menempati “posisi sentral” dalam jaringan al-Qaidah.

“Sejak serangan 11 September, al-Qauda dan sekutu-sekutunya pindah tempat dari Afghanistan ke Pakistan dan membangun kekuatan di sana. Pakistan menjadi tempat yang aman bagi al-Qaida untuk bersembunyi, melatih para teroris, berkomunikasi dengan para pengikutnya, merencanakan serangan dan mengirimkan pasukannya ke Afghanistan,” tulis laporan itu.

Para pakar terorisme di AS mengklaim bahwa serangan-serangan yang terjadi di Pakistan meningkat dua kali lipat pada tahun 2007, dari 890 serangan menjadi 1.839 insiden serangan sepanjang tahun 2008 kemarin. Serangan-serangan itu menyebabkan jumlah korban juga meningkat dari 1.340 orang pada tahun 2007 menjadi 2.293 orang pada tahun 2008.

“Dari angkanya saja terlihat adanya eskalasi kekerasan, yang membuat kami sangat prihatin,” kata kordinator anti-teroris, Ronald Schlicher.

Para pakar anti-terorisme di AS tidak menyebutkan serangan-serangan AS di perbatasan Pakistan yang juga telah menelan korban jiwa di kalangan rakyat sipil. Serangan itu dilakukan pasukan AS di Afghanistan dengan alasan memburu para anggota al-Qaida dan Taliban yang bersembunyi di Pakistan.

Dalam bagian lain laporan tahuan Deplu AS, disebutkan bahwa Iran, Suriah, Sudan dan Kuba adalah negara-negara yang menjadi sponsor berbagai aktivitas terorisme.  (ln/YN/AFP)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yang-paling-ditakuti-as-saat-ini-al-qaida-dan-iran.htm

Obama dan Netanyahu: Duet Pemimpin Baru

MIDEAST ISRAEL OBAMAKetika Israel merayakan Yom Ha’atzmaut kemarin, Barack Obama baru saja menyelesaikan 100 hari pertamanya sebagai presiden AS. Dalam masa singkat, hanya tiga bulan lebih beberapa hari, semua wajah Obama telah demikian terbuka. Yang pasti yang sudah ia nyatakan dengan begitu gamblang adalah bahwa “Obama berdiri di belakang Israel”, sekaligus juga merupakan refleksi tekanan dari berbagai pihak.

Tekanan ini berasal dari mereka yang jelas merupakan rekanan Israel. Zbigniew Brezinski, sebagai contoh, ingin Obama mendeklarasikan secara resmi, “Inilah kepemilikan, dan untuk inilah (AS) ada.”

Jeremy Ben-Amis, dari J Street, lebih taktis lagi. Ia mengatakan bahwa tujuan Obama adalah dukungan politik terhadap komunitas Yahudi. Inilah yang juga disampaikannya ketika Benjamin Netanyahu baru genap 30 hari menjabat sebagai perdana menteri Israel.

Secara keseluruhan, bagi orang-orang Yahudi, rating Obama tidak jauh lebih buruk daripada George W. Bush dan Bill Clinton dalam 100 hari pertama mereka. Banyak kalangan menilai Obama terlalu lembek dalam berbagai hal, misalnya dalam merespon isyu fasis dan sosial, hingga Obama dituding tengah membangun sebuah “kamp interniran” untuk musuh-musuhnya di AS. Pers AS terutama ramai memberitakan hal ini.

Kenyataan bahwa Obama mewarisi krisis ekonomi dan juga rawa perang Iraq-Afghanistan ternyata hanya semakin mendekatkannya pada Israel, bahkan dengan secara terang-terangan. Obama secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas hari merdeka Israel, dua hari lalu, dan itu artinya Obama menutup pintu realita bahwa Israel adalah sebuah bangsa penjajah dan atau Palestina berhak atas tanahnya kembali.

Sementara itu, di Israel, Netanyahu tengah tenggelam dalam proyek negosiasi berat sebelah akan konsep dua negara dengan Palestina, yang jelas tidak akan pernah bisa menerimanya sampai kapanpun. Netanyahu menginginkan kendali pemerintahan atas Palestina, sungguh sesuatu yang tak berprikemanusiaan.

Jadi, ketika pejabat Israel menghitung 100 hari pertama Obama yang dinilai Yahudi memuaskan, dan para pembuat kebijakan AS mengagumi 30 hari kerja Netanyahu, inilah yang terjadi:

Pertama, AS adalah sekutu dekat Israel karena kedua negara sama berbagi nilai dan kepentingan. Semua pihak yang berkepentingan saling mempertahankan apa yang sudah terbina sebelumnya, walau sebenarnya kepentingan AS dan Israel belum tentu identik sama persis. Kedua, AS dan Israel mendukung pemerintah bersama Palestina tanpa melibatkan Hamas. Karena Hamas akan selalu berkomitmen bahwa konsep dua negara sama sekali tidak ada dalam agenda mereka.

Obama telah mendeklarasikan bahwa “Keamanan Israel itu sangat keramat,” dan “AS adalah partner Israel yang konsisten dan kuat.” Mereka yang meragukan sumpah Obama ini jelas terlihat bukanlah sekutu Israel, dalam bentuk apapun. (sa/jp)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/obama-netanyahu-duet-pemimpin-baru.htm

Naskah Lengkap Pidato Ahmadinejad Pada Konfrensi Anti Rasisme Di Jenewa

Bismillahirrahmanir rahim

Allahumma ‘Ajjil Liwaliyyikal Faraj Wal’Afiah Wannashr. Waj’alna min Khairi Ansharihi wa A’wanini Walmustasyhadina Baina Yadaih.

Segala puji dan syukur khusus milik Allah Yang Adil, Pengasih dan Yang Menginginkan Kebaikan Hamba-Nya.

Salam Allah kepada para nabi ilahi mulai dari Nabi Adam hingga Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan pamungkas para nabi Muhammad saw. Mereka semua adalah penyeru monoteisme, persaudaraan, cinta, kehormatan manusia dan keadilan.

Pimpinan sidang,

Sekjen PBB,

Komisi Tinggi HAM,

Ibu dan bapak,

Kita berkumpul di sini guna melanjutkan konferensi anti rasisme Durban dengan membahas kondisi kekinian dan solusi praktis dalam perjuangan suci dan manusiawi ini. Dalam peristiwa di beberapa abad terakhir telah terjadi banyak kezaliman besar terhadap umat manusia. Di abad pertengahan para ilmuwan dihukum mati. Setelah itu masuk masa perbudakan dan pemburuan manusia tak berdosa lalu memisahkan mereka dari keluarganya dengan mengirimkan mereka ke Eropa dan Amerika dalam kondisi sangat buruk bila dibandingkan jutaan manusia lainnya.

Periode kegelapan yang dibarengi oleh penjajahan berbagai daerah disertai penjarahan kekayaan alam dan pembantaian serta mengungsikan dengan paksa warga tak berdosa. Bertahun-tahun lewat bangsa-bangsa bangkit untuk mengusir para penjajah lalu mendirikan pemerintah independen dan nasional dengan nyawa jutaan manusia.

Gila kekuasaan dalam waktu singkat memaksakan dua perang besar di Eropa dan sebagian dari Asia dan Afrika. Perang yang hasilnya mengorbankan ratusan juta nyawa manusia dan hancurnya lahan-lahan tanah-tanah subur. Mereka yang menang dalam perang menganggap dirinya sebagai jagoan dan pemenang dunia sementara bangsa-bangsa lainnya dipandang sebagai pecundang. Mereka lalu membuat undang-undang dan sistem yang zalim, tidak peduli dan bahkan menistakan hak-hak bangsa lain.

Ibu dan bapak,

Pandang Dewan Keamanan PBB sebagai warisan Perang Dunia I dan II. Dengan logika apa mereka mendapatkan keistimewaan dan hak veeto? Nilai-nilai kemanusiaan dan ilahi seperti apa yang bisa menerima logika ini? Dengan keadilan? Dengan persamaan di hadapan hukum? Dengan kehormatan manusia? Atau diskriminasi, ketidakadilan, pelanggaran HAM dan ancaman bagi mayoritas bangsa dan negara di dunia? Ini kondisi dewan tertinggi dan referensi pengambilan keputusan bagi perdamaian dan keamanan dunia! Ketika diskriminasi ada dan sumber hukum tidak lagi keadilan dan kebenaran, tapi arogansi dan kekuatan, bagaimana dapat diharapkan terciptanya keadilan dan perdamaian? Gila kekuasaan dan egoisme sumber rasisme, diskriminasi, agresi dan kezaliman.

Sekalipun kini kebanyakan orang-orang rasis juga ikut-ikutan mengecam rasisme dalam slogan dan ucapan mereka, namun ketika beberapa negara kuat punya hak berdasarkan kepentingannya mengambil keputusan untuk negara-negara lain, mereka dengan mudah menginjak-injak hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. Dan hal itu telah dilakukan oleh mereka.

Setelah Perang Dunia II dengan alasan orang-orang Yahudi menjadi korban dalam peristiwa holocaust dan dengan agresi mereka mengungsikan sebuah bangsa dan mereka mengirimkan orang-orang Yahudi dari Eropa, Amerika dan dari berbagai negara di dunia tinggal di daerah itu. Mereka akhirnya mendirikan pemerintah yang mutlak berasaskan rasisme di Palestina pendudukan. Sejatinya, alasan untuk menebus kerugian rasisme di Eropa, mereka mendirikan rasisme paling kejam di tempat lain, yaitu Palestina.

Dewan Keamanan PBB mengakui pemerintah perampok ini dan selama 60 tahun membelanya serta memberikan kesempatan rezim ini untuk melakukan segala bentuk kejahatan. Lebih buruk dari ini, sejumlah negara Barat dan Amerika merasa berkewajiban untuk membela para rasisme pembantai manusia. Ketika manusia yang masih memiliki hati nurani bersih menyaksikan pengeboman dan pembantaian yang terjadi di Gaza dan mengecam aksi tersebut, mereka malah membela para penjahat. Sebelum itu juga mereka memilih diam di hadapan segala terbongkarnya kejahatan yang dilakukan rezim ini dan mendukungnya.

Saudara-saudara yang mulia, ibu dan bapak,

Apa alasan di balik perang terakhir seperti serangan Amerika ke Irak dan pengiriman besar-besaran tentara ke Afganistan? Apa alasannya selain arogansi pemerintah Amerika waktu itu, tekanan para pemodal dan penguasa untuk melebarkan pengaruh dan hegemoni, menjamin kepentingan para produsen senjata, penghancuran sebuah peradaban ribuan tahun, menghancurkan bahaya potensial dan aktual negara-negara regional terhadap Rezim Zionis Israel dan menjarah sumber-sumber energi Irak?

Jujur saja, mengapa ada satu juta orang tewas dan cidera dan jutaan lainnya harus mengungsi? Jujur saja, apakah serangan ke Irak dengan rencana Rezim Zionis Israel dan sekutu mereka di pemerintah Amerika waktu itu yang di satu sisi bersandar pada kekuasaan dan di sisi lainnya bersandar pada para pemilik perusahaan senjata? Apakah dengan mengirimkan pasukan ke Afganistan, perdamaian, keamanan, ketenangan dan kesejahteraan telah kembali di negara ini?

Amerika dan sekutunya tidak mampu bahkan hanya untuk mencegah produksi narkotika. Kehadiran mereka di Afganistan kini malah membuat produksinya meningkat berkali-kali lipat!

Pertanyaan pentingnya adalah apa yang dilakukan oleh pemerintah Amerika dan sekutunya waktu itu? Apakah mereka menjadi wakil-wakil dunia? Apakah mereka pilihan bangsa-bangsa di dunia? Apakah rakyat di dunia mewakilkan kepada mereka untuk mengintervensi seluruh dunia (tentunya mereka lebih banyak melakukan intervensi di kawasan kami)? Apakah aksi-aksi pendudukan Irak dan Afganistan bukan bukti dari arogansi, rasisme, diskriminasi, penistaan kehormatan dan kemerdekaan bangsa-bangsa?

Ibu dan bapak,

Siapa penanggung jawab ekonomi dunia setelah terjadi krisis ekonomi dunia? Krisis bermula dari mana? Dari Afrika, Asia atau bermula dari Amerika yang kemudian menyebar ke Eropa dan sekutunya!

Cukup lama mereka memaksakan undang-undang dan peraturan tidak adil ekonomi dengan kekuatan politik dalam interaksi politik dan intenasional. Mereka menetapkan sistem moneter dan keuangan tanpa ada pengawasan internasional. Mereka memaksa seluruh negara dan bangsa di dunia untuk tidak ikut campur dalam proses dan pengambilan kebijakan. Mereka bahkan tidak pernah memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk melakukan pengawasan. Dengan meminggirkan moral dalam berbagai hubungan, mereka membuat undang-undang dan peraturan yang menguntungkan sebuah kelompok penguasa dan kaya. Dengan mendefinisikan sendiri pasar bebas dan persaingan, mereka berhasil menjegal kesempatan pihak lain memindahkan masalah yang dimilikinya ke pihak lain.

Kini puncak krisis puluhan ribu miliar hutang dan ribuan miliar defisit anggaran telah kembali kepada mereka sendiri.

Kini untuk memperbaiki kondisi mereka mulai menyuntikkan ratusan miliar tanpa pendukung dari kantong rakyat Amerika sendiri dan dari seluruh dunia kepada bank-bank, perusahaan-perusaha an besar dan pasar moneter yang hampir bangkrut. Dengan cara ini mereka kembali membuat rakyatnya semakin banyak hutan dan masalah menjadi semakin kompleks.

Mereka hanya memikirkan kekuasaannya saja. Bagi mereka masyarakat internasional, bahkan rakyat mereka sendiri tidak bernilai.

Pimpinan sidan, ibu dan bapak,

Akar asli rasisme kembali pada ketidaktahuan akan hakikat manusia sebagai makhluk terpilih dan menyimpang dan jalur kehidupan manusia dan tugas manusia dalam penciptaan. Lalai dari penyembahaan secara sadar kepada Allah dan pemikiran dalam filsafat kehidupan dan jalur kesempurnaan manusia yang berasal dari hasil alami akibat komitmen terhadap nilai-nilai ilahi dan manusiawi. Semua ini menyebabkan tataran cara pandang seorang manusia menjadi turun yang membuatnya hanya memikirkan kepentingan terbatas dan fana sebagai prinsip dalam berlaku. Dengan demikian inti kekuatan yang memiliki sifat setan telah terbentuk. Dengan menghapus kesempatan secara adil bagi pertumbuhan orang lain ia berusaha mengembangkan diri. Sebagaimana dalam bentuk terburuknya berubah menjadi rasisme yang tidak lagi memiliki kekangan dan kini menjadi faktor paling berbahaya yang mengancam perdamaian dunia dan menutup jalan terciptanya kehidapan damai.

Tidak ragu lagi bahwa rasisme harus dinilai sebagai simbol kebodohan dalam sejarah dan tanda-tanda kekolotan di hadapan pertumbuhan manusia umumnya. Dari sini diharapkan kita mencari pengejawantahan rasisme dalam penyebaran kondisi kemiskinan akan ilmu dan ketiadaan pemahaman bagi masyarakat.

Oleh karenanya, solusi asli dalam memerangi fenomena ini adalah menyebarkan pemahaman masyarakat dan memperdalam pemahaman mereka mengenai filsafat keberadaan manusia dan hakikat dunia dengan fokus manusia. Hasilnya adalah kembalinya manusia kepada nilai-nilai spiritual, moral, keutamaan manusia dan kecenderungan kepada Allah. Masyarakat internasional harus dalam sebuah gerakan universal budaya demi menjelaskan lebih luas lagi kepada masyarakat yang terkena penyakit ini dan tentunya mereka terkebelakang. Bila ini dilakukan simbol keburukan dan kekotoran ini bakal tergerus dengan cepat.

Saudara-saudara yang terhormat,

Kini masyarakat internasional menghadapi semacam rasisme yang keburukannya merusak citra manusia di awal mileniuk ketiga dan mempermalukan umat manusia.

Zionisme Internasional simbol mutlak rasisme yang berbohong atas nama agama dan memanfaatkan simpati keagamaan demi menyembunyikan wajah buruknya dari orang-orang yang tidak punya informasi. Namun yang harus diperhatikan dengan serius adalah upaya sebagian kekuatan besar dan pemilik kepentingann luas di dunia dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi, pengaruh politik dan media berusaha sekuat tenaga mendukung Rezim Zionis Israel dan mengurangi keburukannya. Di sini sudah bukan masalah kebodohan!

Oleh karenanya, tidak boleh mencukupkan diri dengan aksi-aksi budaya untuk melawan fenomena buruk ini, tapi yang harus dilakukan adalah mengakhiri penyalahgunaan Israel dan para pendukungnya akan lembaga-lembaga internasional sebagai alat politiknya. Dengan menghormati keinginan bangsa-bangsa lain dan memperkuat tekad negara-negara untuk mengikis habis rasisme ini serta berani mengambil langkah memperbaiki hubungan internasional.

Tidak ragu lagi kalian semua tahu ada upaya besar kekuatan-kekuatan dunia untuk menyelewengkan tugas penting ini dalam pertemuan ini.

Patut disayangkan bahwa diplomasi dukungan terhadap Zionis Israel memiliki arti ikut serta secara transparan dalam setiap aksi kejahatan dan ini menambah tanggung jawab wakil-wakil terhormat yang hadir untuk membongkar aksi anti manusia dan segera memperbaiki hubungan dan perilaku. Harus diketahui bahwa mengenyampingkan kapasitas besar dunia seperti konferensi ini merupakan bukti asli membantu berlanjutnya keberadaan rasisme paling buruk. Konsekwensi membela HAM saat ini pertama adalah membela hak bangsa-bangsa untuk bebas dalam mengambil keputusan penting dunia tanpa campur tangan pihak-pihak lain dan kedua, harus melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki struktur dan hubungan internasional.

Mencermati hal ini, konferensi ini menjadi ujian besar dan opini dunia hari ini dan esok akan menilai apa yang kita lakukan.

Pimpinan sidang, ibu dan bapak,

Kondisi dunia dengan cepat tengah mengarah pada perubahan prinsip. Relasi kekuatan tampak sangat rapuh. Suara patahnya tulang punggung kezaliman dunia telah terdengar. Struktur politik dan ekonomi makro tengah menuju kehancurannya. Krisis politik dan keamanan semakin dalam dan krisis ekonomi yang semakin meluas dan tidak ada secercah harapan untuk untuk memperbaikinya. Berbagai dimensi baik kuantitas dan kualitas transformasi di berbagai bidang untuk maju sangat menakjubkan. Saya berkali-kali menekankan agar kembali dari jalur salah dalam mengelola dunia saat ini dan memperingatkan bila terlambat menyikapi masalah ini. Kini dalam konferensi internasional tak ternilai kepada kalian dan setiap pemimpin, pemikir dan kepada semua bangsa di dunia yang haus akan perdamaian, kebebasan, kemajuan dan kesejahteraan saya ingin mengatakan bahwa pengelolaan tidak adil yang menguasai dunia telah berakhir!

Kebuntuan ini tidak dapat dihindarkan karena muncul dari logika pengelolaan yang bersumber dari pemaksaan zalim. Karena logika gerakan dunia merupakan gerakan transenden, punya tujuan, manusia sebagai fokus dan kecenderungan kepada Allah. Gerakan yang akan melawan setiap kebijakan dan program yang tidak memihak kepentingan bangsa-bangsa dunia. Kemenangan kebenaran atas kebatilan dan masa depan cerah manusia berdasarkan sistem dunia yang adil merupakan janji Allah dan para nabi, bahkan harapan seluruh masyarakat dan generasi. Terciptanya masa depan seperti ini merupakan konsekwensi dari kebijaksanaan dalampenciptaan dan menjadi kepercayaan semua hati orang yang percaya kepada Allah dan posisi tak ternilai manusia.

Pembentukan masyarakat dunia praktis memungkinkan terciptanya sistem bersama dunia dan dengan ikutnya para ilmuwan, para pemimpin dan masyarakat dunia untuk ikut serta secara aktif dan adil dalam pengambilan keputusan makro dan prinsip merupakan jalur pasti dari tujuan besar ini. Kini kapasitas keilmuan, teknik, dan teknologiinformasi dan komunikasi mampu membentuk pemahaman bersama dan luas dari masyarakat dunia dan sebagai sarana bagi terciptanya satu sistem bersama. Kini tanggung jawab besar ini berada di pundak para pendidik, ilmuwan dan negarawan seluruh dunia yang percaya akan jalan pasti ini mampu memainkan peran historisnya. Saatnya saya ingin menekankan satu hakikat bahwa Kapitalisme Barat sama dengan Komunisme telah berakhir karena tidak mampu melihat manusia sebagai apa adanya dan berusaha untuk memaksakan jalan dan tujuan yang diciptakan untuk manusia.

Ketimbang memperhatikan nilai-nilai manusia dan ilahi, keadilan,kebebasan cinta dan persaudaraan, malah menjadikan persaingan keras guna meraih kepentingan materi, individu dan kelompok sebagai prinsip hidupnya.

Kini dengan mengambil pelajaran dari masa lalu dan memahami keharusanmengubah jalan dan kondisi saat ini, mari kita semua bertekad untuk berusaha di segala bidang. Sekaitan dengan hal ini dan sebagaipembicaraan terakhir, saya mengajak semua untuk memperhatikan dua poin penting:

1. Perubahan kondisi dunia dan itu pasti bisa dilakukan, namun perludiketahui bahwa hal ini hanya dapat dilakukan dengan kerjasama seluruh negara dan bangsa. Oleh karenananya, harus memanfaatkan seluruh kapasitas yang ada untuk kerjasama internasional. Kehadiran saya dalam konferensi ini sebagai penghormatan atas masalah penting begitu jugamasalah HAM dan pembelaan hak-hak bangsa dalam menghadapi fenomena buruk rasisme bersama kalian para ilmuwan.

2. Mencermati tidak berfungsinya sistem-sistem yang ada dan relasipolitik, ekonomi, keamanan dan budaya internasional perlu melakukan perubahan dalam struktur yang ada dengan memperhatikan nilai-nilai ilahi dan manusiawi, analisa yang benar dan realistis mengenai manusia, berdasarkan keadilan dan memberikan nilai kepada hak semua manusia di seluruh dunia, para hegemoni harus mengakui kesalahan sebelumnya dan mengubah cara berpikir dan berlaku. Sekaitan dengan masalah ini, perubahan segera Dewan Keamanan PBB, menghapus keistimewaan diskriminatif hak veto, perubahan sistem moneter dan keuangan dunia harus segera dijadikan agenda untuk dibicarakan. Jelas, tidak memahami pentingnya perubahan segera sama dengan biaya lebih besar perubahaan itu sendiri.

Saudara-saudara saya yang terhormat,

Ketahuilah, gerakan menuju keadilan dan kemulian manusia bak gerak cepat dalam arus air. Jangan sampai kita melupakan eliksir cinta. Kepastian masa depan cerah bagi manusia merupakan modal besar yang mampu membuat kita semakin mengerti dan berharap untuk berusaha menciptakan dunia yang penuh dengan cinta, nikmat, tidak ada lagi kemiskinan, semua mendapat rahmat Allah dalam kepemimpinan manusia sempurna. Mari kita berusaha untuk memiliki saham dalam masalah penting ini!

Dengan harapan akan hari cerah dan indah!

Kepada pemimpin sidang, Sekjen PBB dan kepada kalian semua yang mendengarkan pidato ini, saya mengucapkan terima kasih banyak.

Semoga sukses dan tetap jaya.

[Penerjemah: Saleh lapadi. islammuhamadi.com]

Sumber : http://vendra22.wordpress.com/2009/04/21/naskah-lengkap-pidato-ahmadinejad-pada-konfrensi-anti-rasisme-di-durban/

Derita Ghada Abu Halima, Korban Bom Fosfor Israel

ghada_abu_halimaGhada Abu Halima merasakan sakit tak terkira akibat luka bakar yang dideritanya. Ia terkena bom fosfor yang dijatuhkan Israel adalam agresi brutalnya ke Jalur Gaza bulan Januari lalu. Pada B’Tselem-lembaga pemantau HAM didaerah pendudukan Israel-Ghada menceritakan awal penderitaannya.

Hari Sabtu malam tanggal 3 Januari, pesawat-pesawat tempur Israel menyebarkan selebaran berisi peringatan agar warga Beit Lahiya meninggalkan rumah mereka karena tentara Israel akan melakukan serangan. Israel sudah sering melakukan hal itu pada serangan-serangan sebelumnya. Seperti yang sudah-sudah, Ghada dan keluarganya yang tinggal di rumah berlantai dua berukuran 250 meter persegi, tidak meninggalkan rumah.

Keluarga besar Ghada tinggal di rumah itu. Mereka mencari nafkah dengan mengolah tanah pertanian yang ada di sebelah rumah.

Hari Minggu, 4 Januari, sekitar jam 04.00 sore, seluruh keluarga sedang berkumpul di dalam rumah ketika tentara-tentara Zionis membombardir Beit Lahiya. Sebuah selongsongan mortir tiba-tiba jatuh di rumah itu dan pecahannya langsung membakar tubuh ayah mertua, tiga puteranya bernama Abdu Rahim, Zeid dan Hamzah, serta puterinya yang masih bayi, bernama Shahd. Mereka semua meninggal seketika.

Sedangkan ibu mertuanya beserta tiga anak lelakinya yang lain, Omar, Yusuf dan Ali menderita luka bakar. Percikan api merambat kemana-mana dan membakar rumah mereka. Ghada memeluk puterinya Farah, keduanya juga mengalami luka bakar.

“Baju saya terbakar, kulit saya dan Farah hangus. Untunglah, bayi saya Aya tidak terluka. Saya langsung melepas pakaian saya ketika api mulai menjalar ke tubuh saya. Saya telanjang di depan semua orang yang ada di rumah ketika itu. Kulit saya terbakar dan rasanya sakit sekali. Saya bahkan bisa mencium bau daging yang terbakar,” tutur Ghada.

Kondisi Ghada saat itu sangat parah. Ia mencari apa saja untuk menutup tubuhnya dan terus berteriak. Saudara lelaki suami Ghada melepas celana panjangnya dan memberikannya pada Ghada. Tubuh bagian atas Ghada masih terbuka, sampai suaminya datang dan menutupinya dengan jaket.

Suami Ghada lalu keluar mencari pertolongan, menemukan banyak korban yang tewas dan luka-luka di sekitar rumahnya. Tidak ada ambulan atau mobil pemadam kebakaran yang bisa dimintai pertolongan. Lalu, sepupu suami Ghada yang tinggal dekat rumah datang dan memberikan pertolongan. Keluarga Ghada yang terluka diangkut ke sebuah gerbong yang bergandengan dengan traktor dan dibawa ke Rumah Sakit Kamal ‘Adwan.

Di perjalanan, mereka bertemu dengan tentara-tentara Israel sekitar 300 meter dari Lapangan al-‘Atatrah. Tentara-tentara Israel itu menembaki traktor mereka dan membunuh sepupu suami Ghada Matar dan Muhammad Hikmat. Ali yang sudah mengalami luka bakar, berusaha melarikan diri bersama Omar dan sepupunya, Nabilah.

Tentara Israel menyuruh suami Ghada melepas pakaiannya dan digeledah. Setelah itu, tentara-tentara Zionis mengembalikan pakaian suaminya dan menyuruh mereka semua melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Ghada, suaminya dan Farah akhirnya jalan kaki sampai ada sebuah mobil yang lewat dan menolong mereka pergi ke Rumah Sakit a-Shifaa. Mereka tiba di rumah sakit sekitar pukul 06.00 sore. Di dalam gerbong traktor, terdapat tiga jenazah yang terpaksa mereka tinggal.

“Seluruh tubuh saya terbakar, wajah saya juga. Farah mengalami luka bakar tingkat tiga. Kami semua dirawat di rumah sakit itu,” ujar Ghada.

Ghada dan puterinya direferensikan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut ke Mesir. Petugas rumah sakit berusaha membawa mereka ke Mesir lewat perbatasan Rafah dengan ambulan, tapi di perjalanan tentara-tentara Israel menembaki ambulan mereka. Sopir ambulan luka-luka di bagian wajahnya dan mereka terpaksa kembali ke rumah sakit. Sejak itu Ghada menunggu ijin agar boleh melewati perbatasan Rafah menuju Mesir.

Ghada menuturkan pengalamannya itu pada tanggal 9 Januari 2009 lalu pada Muhammad Sabah dari B’Tselem di RS a-Shifaa. Ghada dan puterinya memang akhirnya dibolehkan mendapatkan perawatan lebih lanjut ke Mesir. Tapi pada tanggal 29 Maret kemarin Ghada Abu Halima menutup mata selama-lamanya di sebuah rumah sakit Meisr, akibat luka bakar bom fosfor yang dideritanya. Kisah duka Ghada adalah bagian dari nestapa yang dialami ribuan warga Gaza saat pesawat-pesawat tempur Israel menjatuhkan bom-bom mematikannya selama 22 hari ke wilayah Gaza. Ghada menyusul keluarganya yang lain yang lebih dulu syahid.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/derita-ghada-abu-halima-korban-bom-fosfor-israel.htm

Netanyahu Akan Menyerang Nuklir Iran

Perdana Menteri Israel yang baru, Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan melakukan tindakan militer terhadap Iran, jika Presiden AS Barack Obama gagal menghentikan program nuklir Iran.

“Pemerintahan Obama punya dua misi besar. Memperbaiki perekonomian dan mencegah Iran agar tidak membuat persenjataan nuklir. Jika AS gagal untuk bertindak cepat menghentikan program nuklir Iran, Israel terpaksa menghancurkan sendiri fasilitas-fasilitas nuklir Iran,” kata Netanyahu pada majalah Atlantic beberapa saat sebelum pengambilan sumpahnya sebagai perdana menteri baru Israel hari Selasa malam.

Netanyahu mengatakan, ia menghormati kebijakan Obama yang memilih jalan negosiasi dengan Iran. Tapi negosiasi itu, kata Bibi-panggilan Netanyahu-harus menghasilkan keputusan, Iran harus segera menghentikan program nuklirnya.

“Bagaimana cara anda mencapai tujuan itu tidak penting, yang penting misi itu harus tercapai,” tukas Bibi.

Tel Aviv sudah berulang kali mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran, jika Iran tetap melanjutkan program nuklirnya. Israel menuding Iran diam-diam membuat persenjataan nuklir. Meskipun Iran berulangkali menolak tuduhan itu.

IAEA dan kepala intelijen AS Dennis Blair juga mengatakan bahwa pengayaan uranium Iran masih jauh dari level yang bisa digunakan untuk membuat senjata nuklir. Namun Israel tetap memakai dalih senjata nuklir agar bisa menyerang Iran.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/dunia/netanyahu-akan-serang-iran.htm

Hamas Kritik Hasil Pertemuan Liga Arab di Qatar

arab_summit3

Hamas mengkritik hasil pertemuan tingkat tinggi Liga Arab yang berlangsung selama dua hari di ibukota negara Qatar, Doha. Hamas menilai pertemuan itu tidak menghasilkan langkah-langkah praktis dan gagal mengemban amanat untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina dibawah penjajahan Israel.

Pimpinan Hamas, Fawzi Barhoum dalam pernyataannya mengatakan bahwa pernyataan final hasil pertemuan tingkat tinggi Liga Arab “lemah, kurang serius dan tidak membawa angin baru bagi rakyat Palestina.” Pertemuan itu, kata Barhoum, juga tidak mengedepankan aspirasi-aspirasi rakyat Palestina yang paling mendasar, yang menginginkan agar Liga Arab lebih berperan untuk menghentikan penjajahan, perusakan dan pembunuhan di tanah Palestina.

“Rakyat Palestina berharap pertemuan itu menghasilkan langkah yang pro aktif untuk melindungi rakyat dan tempat-tempat suci di Palestina serta memberi dukungan penuh pada perjuangan Palestina. Kami berharap Liga Arab bisa mengakhiri blokade Israel, dengan tindakan bukan cuma dengan kata-kata,” ujar Barhoum.

Tapi, lanjutnya, pertemuan Liga Arab di Qatar yang berakhir hari Senin malam ternyata sama saja dengan pertemuan Liga Arab sebelumnya. Para pemimpin Arab tidak mampu membuat mekanisme yang jitu untuk mengakhiri blokade dan memaksa Israel mengakui legimitasi hak-hak bangsa Palestina.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/hamas-kritik-hasil-pertemuan-liga-arab-di-qatar.htm

Beginilah Israel di Atas Tanah Palestina

Sejak kedatangan mereka ke bumi Palestina, tepatnya pada tahun 1948, dan pendeklarasian negaranya, Israel telah membangun semua infrastruktur paling lengkap di seluruh dunia. Mulai dari rumah sakit, resort atau tempat wisata, gedung pendidikan, taman kota, daerah industri sampai pangkalan militer paling canggih di seantero Timur Tengah. Kota-kota mereka dibangun dengan mencontoh berbagai kota terkenal di dunia.

Di Israel, tidak sulit menemukan suasana kota New York yang penuh dengan bangunan tinggi mewah. Tidak sulit pula melihat kota mirip Florida yang dipenuhi pantai. Atau pula pegunungan hijau seperti layaknya daerah di Edinburgh. Yahudi telah menjadikan Israel sebagai negara akuan dengan pendapatan per kapita yang sedikit lebih rendah dari Inggris. Kehidupan mereka sangat mapan, dan di Israel tidak mengenal kemiskinan, kekurangan makanan dan sebagainya. Dan semua itu, jangan pernah lupa, dirampas dari tangan rakyat Palestina. Dengan darah orang Muslim Palestina. Bahkan dengan nyawa Muslim Palestina.

israel1

Beginilah awalnya. Israel datang dengan traktor dan buldozer setelah tentaranya membantai rakyat Palestina terlebih dahulu.

1israel2ok

Pemandangan ini bukan hanya sekali terjadi. Bocah Palestina turun ke jalan melempari buldozer, mempertahankan kehormatan dan harga diri, walaupun nyawa yang jadi tebusannya.

1israel3ok

Dan begitulah, buldozer, tank, dan traktor itu menggerus rumah-rumah milik rakyat Palestina.

1israel4ok

Sementara yang lain mengapus jejak Palestina di muka bumi, yang lainnya berjaga-jaga dari tindakan rakyat Palestina. Dunia internasional? Tenang, itu telah ditangani AS, bapak moyang Israel.

1israel05okDan inilah hasilnya. Perumahan bersih, dan mewah berderet-deret di sepanjang tanah yang dulunya, sekali lagi, milik orang Palestina.1israel5

Kota ini dibangun persis seperti Florida atau Hawaii. Pantai dengan berbagai bungalow mewah, resort yang luar biasa indah sekaligus menguasai laut dan kekayaannya.

1israel1Dan ini adalah “New York”. Israel menyebutnya Negev.

1israel3Salah satu pusat kota di Israel. Dari sini mereka mengendalikan AS dan dunia.

1israel7

Israel disebut-sebut memiliki tata kota yang sempurna dan terarah. Hasil dari pemikiran selama puluhan tahun, dibantu dengan dana pembangunan dari AS, Inggris dan beberapa negara Arab yang kaya.

1isral13Bandara Udara Israel, Ben Gurion International, sudah seperti Bandara Changi di Singapura atau bandara-bandara Kelas 1 lainnya di dunia. Ada pusat perbelanjaan, bioskop, taman dan lainnya. 1israel10

Israel pun memiliki tempat ibadah kolektif yang besar dan megah. Ini adalah lokasi Tembok Ratapan dan Dome of Rock. 1israelgaza

Dan inilah wajah Palestina sekarang. Gaza sebagian besar rata dengan tanah. 85% tanah Palestina telah dirampas oleh Yahudi. Ribuan nyawa telah diambil demi negara penjajah Israel. Semoga kita tidak lupa akan Palestina, dan bagaimana Israel sekarang berdiri.

Sumber : http://eramuslim.com/berita/palestina/beginilah-israel-di-atas-tanah-palestina.htm

Awan Tag