Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘PPP’

Suryadharma & Kalla Minum Teh Bersama

63690_ketua_umum_golkar_jusuf_kalla_dan_ketua_umum_ppp_suryadharma_ali_thumb_300_225VIVAnews – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Suryadharma Ali, bertamu ke kediaman Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla. Ditemani anggota Majelis Pertimbangan PPP, Noor Iskandar SQ, mereka berbincang mengenai banyak hal.

“Kami minum-minum teh, termasuk bahas perkembangan terakhir termasuk gagasan koalisi besar yang dibangun PDIP dan Golkar,” kata Suryadharma usai bertemu Kalla di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta, Rabu 29 April 2009.

Menurut Suryadharma, koalisi besar yang digagas Golkar dan PDIP sama esensinya dengan koalisi Golden Triangle. “Gagasan yang menghendaki komunikasi politik seluas-luasnya dengan partai politik sebanyak-banyaknya,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah itu.

Selanjutnya, PPP akan mempelajari gagasan koalisi besar ini. PPP akan membentuk tim kecil yang akan dirumuskan keanggotaannya malam ini juga. “Target selesai besok pagi, lalu secepatnya beroperasi,” katanya.

Selain dengan Koalisi Besar, Suryadharma juga bertemu dengan kubu seberang yang dikomandoi Partai Demokrat. Sesepuh PPP telah bertemu Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara Suryadharma telah berkomunikasi dengan Hayono Isman, politisi Demokrat.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/53522-suryadharma___kalla_minum_teh_bersama

PKS Tak Gentar Koalisi 6 Parpol

INILAH.COM, Jakarta – Koalisi besar 6 parpol sedang dirumuskan. Ada Partai Golkar, PDIP, PAN, PPP, Gerindra, dan Hanura. Bila perolehan suara keenamnya digabung bisa menang jauh dari penggabungan suara Partai Demokrat, PKS, dan PKB. Namun PKS tidak gentar.

“Itu kan hanya suatu matematika angka. Seperti Pilpres 2004 itu suara dari pendukung SBY-JK sampai putaran kedua sekalipun tidak seimbang dengan suara Mega-Hasyim. Tapi Anda tahu kan bagaimana hasilnya,” ujar anggota Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/4).

Berdasarkan penghitungan cepat, PD meraih 20,2% suara, PKS 7,7%, PKB 5,35% sehingga menjadi 33,25%. Sedangkan Golkar 14,55%, PDIP 14,4%, PAN 5,85%, PPP 5,2%, Gerindra 4,4%, Hanura 3,6% menjadi 48%.

“Tapi ini bukan terkait dengan beberapa partai yang berkoalisi. Tapi bagaimanakah kualitas dan elektabilitas calon-calon yang diajukan,” kata Hidayat yang juga mantan Presiden PKS ini. [sss]

Sumber : http://inilah.com/berita/politik/2009/04/29/102868/pks-tak-gentar-koalisi-6-parpol/

Pramono: Enam Partai Akan Sepakati Satu Nama

VIVAnews – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Pramono Anung, mengatakan dalam dua hari ke depan akan disepakati nama kandidat presiden dan wakil presiden untuk diusung ke bursa pemilihan presiden. Mereka yang dikatakan akan membuat kesepakatan itu adalah PDIP, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Gerindra, PPP, dan PAN.

“Mengenai siapa nama itu, juga akan diketahui satu atau dua hari ke depan,” kata Pramono usai pertemuan antara petinggi PDI Perjuangan dan Partai Golkar di Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Selasa 28 April 2009.

Ditanya apakah telah tercapai kesepakatan koalisi antara enam partai itu, Pramono mengaku sampai sekarang ini belum ada koalisi resmi.

Kendati demikian, dia optimis partai-partai ini akan segera berkoalisi secara permanen, mengingat pemilihan presiden sudah tidak lama lagi.

Lebih lanjut Pramono mengatakan setelah terjadi pertemuan dengan petinggi Partai Golkar sore ini, rencana ke depan akan ada pertemuan lanjutan untuk mempertemukan seluruh ketua umum partai. “Kalau semuanya bisa bergabung maka ini menjadi kekuatan yang cukup luar biasa.”

Sebelum pertemuan itu, pengurus PDI Perjuangan Sabam Sirait mengatakan optimis koalisi keenam partai akan terjadi. “Koalisi pasti terjadi. Kalau calon presiden, ketua umum yang punya akan menentukan.”

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/53118-pramono__enam_partai_akan_sepakati_satu__nama

Demokrat Masih Menanti PAN

JAKARTA – Lima kriteria calon wakil presiden yang disebutkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukanlah kriteria Partai Demokrat secara institusi.

“Kriteria calon wakil presiden itu ada di Partai, tapi tidak akan bertabrakan dengan lima kriteria Pak SBY,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Annas Urbaningrum, di acara Rapimnas Partai Demokrat, di PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (26/4/2009).

Kriteria yang akan dimilik Partai Demokrat  akan lebih terperinci dari kriteria yang disampaikan SBY.”Jadi ada tambahan oleh Partai Demokrat yang dianggap penting,” terangnya.

Partai Demokrat belum menetapkan apakah calon wakil presiden diambil dari kalangan nonpartai atau partai. Yang penting calon wakil presiden itu memenuhi kriteria.

Lebih nyaman mana, wakil presiden dari nonpartai atau partai? “Sama-sama enjoy, definisi  enjoy itu bisa bekerja dengan baik  sehingga membantu  jalannya pemerintahan, produktif bagi kerja  untuk kepentingan pemerintah,” terangnya.

Annas mengulas, awalnya Partai Demokrat berpikir kalau cawapres sebaiknya dari Golkar, tapi karena Rapimnasus Golkar  menetapkan Jusuf Kalla sebagai calon presiden, maka Partai Demokrat melakukan plan B, melakukan upaya koalisi lain.

“Yang sudah resmi berkoalisi dengan partai Demokrat yaitu PKB. PKS sudah dekat dengan ijab kabul, kalau PAN masih menunggu proses internal,” pungkasnya.

Sumber : http://pemilu.okezone.com/read/2009/04/26/268/214027/demokrat-masih-menanti-pan

Mega Diberi Mandat Pilih Cawapres

55702_megawati_soekarnoputri_thumb_300_225VIVAnews – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyerahkan mandat kepada ketua umum partai, Megawati Soekarnoputri, untuk memilih pendamping pada pemilihan presiden, Juli mendatang. Megawati juga diberi mandat untuk mengambil langkah strategis.

Demikian salah satu dari empat butir kesepakatan yang dihasilkan rapat kerja nasional (rakernas) PDIP di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Jalan Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu 25 April 2009.

Selain itu, rakernas menyatakan, proses demokrasi telah menyimpang dari nilai luhur Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dan Pancasila. Hal itu ditunjukkan dengan pelaksanaan Pemilu legislatif yang carut marut.

“Tidak ada surat undangan dan terdapat pemilih yang tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT),” kata Sekretaris Jenderal PDIP, Pramono Anung, yang didampingi Megawati.

Carut marutnya Pemilu legislatif juga ditandai dengan tertukarnya sejumlah surat suara.

Rapat juga mendesak pemerintah (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu bertanggung jawab atas pelaksanaan pemilihan umum legislatif. “Kami juga bertekad memenangkan pilpres,” ujar dia.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/52391-mega_diberi_mandat_pilih_cawapres

PKS Dorong Pemerintah Tegas dan Jelas

“Selanjutnya, marilah kita menjaga barisan agar teguh dan kokoh, tidak terganggu oleh implikasi negatif dari ekses-ekses negatif dalam pelaksanaan Pemilu 2009,” katanya.

 

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustadz Hilmi Aminudin menegaskan partainya konsisten tidak akan terseret dalam kisruh politik setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 dan akan mendorong satu pemerintahan yang tegas dan bersikap jelas kepada masyarakat.

“Negara jangan memberi kesan yang tidak jelas kepada bangsa dan umat. Karena itu, sikap pemerintah tidak boleh menimbulkan keraguan dan tafsir yang berbeda dan menyesatkan. Harus jelas,” tandasnya saat membuka Musyawarah Majelis Syura XI PKS di Hotel Bumi Karsa, Bidakara, Jakarta, Sabtu.

Pada musyawarah yang dihadiri 99 anggota Majelis Syura itu, Hilmi mengajak seluruh kader PKS untuk mensyukuri hasil yang diraih PKS dalam Pemilu 9 April.

“Selanjutnya, marilah kita menjaga barisan agar teguh dan kokoh, tidak terganggu oleh implikasi negatif dari ekses-ekses negatif dalam pelaksanaan Pemilu 2009,” katanya.

Ia juga meminta kader partainya untuk bersabar dan tetap mengokohkan jamaah, serta tidak terjebak tawaran, jabatan dan godaan fasilitas .

“Jangan pula memberikan loyalitas, simpati dan kecenderungan ke orang yang lalai dari mengingat Allah, karena bisa menyeret kita dalam kekacaubalauan yang kini nampak seusasi pemilu,” katanya lagi.

Hilmi berterima kasih dan menyampaikan penghargaan kepada pengorbanan kader-kader PKS yang demikian besar namun belum diberi kesempatan menduduki posisi strategis di pemerintahan maupun lembaga legislatif.

Musyawarah Majelis Syura PKS yang akan berakhir pada Minggu (26/4) siang mengagendakan dua hal penting, yaitu evaluasi pelaksanaan Pemilu 2009 dan penentuan koalisis partai ke depan.

Kecenderungan yang muncul di internal PKS sendiri adalah berkoalisi dengan Partai Demokrat dan mengajukan Hidayat Nurwahid sebagai cawapres untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber : http://pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=7271

Ruang Rapat Majelis Syuro PKS Steril dari Ponsel

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hari ini, Sabtu (25/4), menyelenggarakan Musyawarah Majelis Syuro XI di Auditorium Binakarna, Bidakara, Jakarta.

Dalam musyawarah yang diharapkan akan memantapkan rencana koalisi PKS ini, setiap peserta dilarang membawa telepon genggam ke dalam ruangan rapat. Ketika mendaftar di meja penerima tamu, setiap peserta juga dimintai telepon genggamnya lalu disimpan dalam plastik berukuran sedang yang sudah ditulisi dengan nama si pemilik.

“Ah, biasa itu di PKS. Semua disimpan, biar konsentrasi,” ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring sebelum rapat dimulai.

Namun, Tifatul sendiri belum menyerahkan telepon genggamnya. Plastik berukuran sedang yang bertuliskan namanya masih tergeletak kosong di atas meja penerima tamu. Tifatul berjanji akan menyerahkannya begitu musyawarah dimulai.

Hal serupa juga dilakukan oleh anggota Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid. Hidayat menyerahkan dua telepon genggamnya sebelum masuk ke ruangan rapat.

“Ini pertama kali ya, tapi pertimbangan panitia mungkin besar. Karena yang dibicarakan serius jadi harus konsentrasi,” ujar Hidayat.

Musyawarah ini akan berlangsung selama dua hari hingga besok. Tifatul maupun Hidayat berharap aspirasi dari akar rumput PKS yang akan menjadi dasar pengambilan sikap partai bernomor urut delapan ini dalam percaturan politik ke depannya.  

Sumber : http://pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=7270

Awan Tag