Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘ringan berbobot’

BAHAYA-nya SMS (Sekedar Info..)

Assalamu’alaikum Wr.wb.

Ba’da Tamhid…

Dipagi yg berkah ini saya terima email dari seorang teman..yang menginformasikan tentang bahaya sms ??? wew sms jg bisa bahaya yaa….and just for info for you please read it carefully….


Seorang wanita telah mengubah kebiasaannya dalam pencantuman nama di handphone setelah tasnya dicopet orang. tas tersebut berisi HP,credit card,dompet, dsb… dicuri orang. 20 menit kemudian ketika dia menelpon suaminya untuk memberitahu apa yg terjadi, suaminya berkata,”Aku baru aja terima SMS kamu, nanya nomor pin. Baru aja aku balas.” Ketika mereka melaporkan ke bank, staff bank memberitahukan bahwa uang mereka telah ditarik lewat ATM. Pencuri tersebut telah menggunakan HP untuk meng-sms “suami” dan mendapatkan nomor pin. Dalam waktu 20 menit dia berhasil menarik semua uang yang ada dalam rekening bank.

Jadi ingat dengan kejadian di atas, pikirkan kembali memperlihatkan hubungan anda dengan orang2 yg ada dalam phonebook HP anda. Hindari penggunaan nama Rumah, Home, Sayang, Suami, Cinta, Ibu, Ayah, dsb… dan yang paling penting. Ketika informasi yg sangat penting diminta lewat SMS, konfirmasi dengan menelepon balik.

Jangan mudah memberikan info tersebut hanya karena yg meminta adalah pasangan/keluarga lewat SMS. Ingat bahwa selalu ada kemungkinan HP dicuri / berada di tangan orang lain.

Semoga bermanfaat.

Sumber : http://hafez.wordpress.com/2009/01/29/bahaya-nya-sms-sekedar-info/#comment-6836

Kuliah GRATIS di ITB (termasuk biaya hidup)

Sore ini, setelah bolak-balik dari lapangan ke ruangan akhirnya PC kembali ku “toel”. Setelah masukan password akhirnya ingin juga aku check email ku. Icon Internet Explorer pun ku click dan aku mulai mengetik “gmail” lalu enter. Cuma gmail yang inboxnya tak banyak tak seperti hotmail yang puluhan, bahkan yahoo ku lebih dari 5000 inbox (terakhir ku check).

Ko jadi ngelantur…, balik ke judul urutan pertama inbox gmailku adalah judul di atas. Setelah ku search di Eyang Google, akhirnya ketemu juga tulisan aslinya. Berikut Ahya sertakan mengenai hal berkenaan judul di atas.

BANDUNG, itb.ac.id – Program “ITB Untuk Semua” adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi dengan penghasilan kedua orang tua di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Uang pendidikan, ongkos tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung akan didanai beasiswa “ITB Untuk Semua” . Untuk beasiswa ini, alokasi dana yang disediakan ialah 100 juta per anak untuk lima tahun. Dana akan diperoleh dari alumni ITB, baik perseorangan atau berkelompok. Alumni yang sudah bersedia menjadi orang tua asuh diantaranya Ir. Benny Subianto, Ir. Martiono Hadianto, Ir. Betty Alisjahbana, Ir. Karen Agustiawan. Sekitar 100 bangku kuliah disediakan secara khusus bagi para lulusan SMA angkatan 2009.

Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung. Selama kuliah, para mahasiswa program “ITB Untuk Semua” akan mendapat arahan dari pembimbing khusus untuk membantu menyelesaikan kendala studi dan persoalan personal yang mungkin muncul selama menempuh kuliah di ITB. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti ceramah-ceramah inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi penerapan teknologi tepat guna, dan sebagainya. Para lulusan program “ITB Untuk Semua” diharapkan kelak akan menjadi agen perubahan di daerah asal mereka.

Persyaratan
Para calon penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Calon lulusan sekolah menengah atas pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
  • Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
  • Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
  • Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin)
  • Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
  • Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB

Bidang Studi yang Dapat Dipilih

Fakultas/Sekolah yang dipilih oleh calon penerima beasiswa adalah sbb:

  • Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD),
  • Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL),
  • Fakultas Teknologi Industri (FTI),
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),
  • Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD),
  • Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM),
  • Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI),
  • Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK),
  • Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB),
  • Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH),
  • Sekolah Farmasi (SF),
  • Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

Cara Mendaftar
Kirimkan berkas formulir pendaftaran (pada halaman terakhir leaflet ini, boleh di-fotocopy) dengan dilengkapi dokumen sbb:

  • Fotocopy halaman depan rapor SMA dan halaman-halaman nilai (dari semester I hingga V) yang telah dilegalisir pihak sekolah
  • Surat keterangan berasal dari keluarga yang secara ekonomi tak mampu dengan ditandatangani Ketua RT/RW (Yang dimaksud keluarga yang secara ekonomi tak mampu adalah penghasilan kedua orangtua per bulannya di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Kami akan> melakukan survey lapangan secara random untuk mengetahui kondisi keluarga calon mahasiswa)
  • Surat dukungan/referensi dari kepala sekolah
  • Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menjelaskan mengapa pendaftar ingin mengikuti program “ITB Untuk Semua”
  • Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menggambarkan kondisi keluarga pendaftar [Misalnya, menceritakan pekerjaan orang tua, kegiatan pendaftar di luar sekolah, kondisi masing-masing anggota keluarga, dsb]

 

Berkas pendaftaran lengkap dimasukkan amplop coklat berukuran besar dan dikirim ke:
Panitia Penerimaan Beasiswa “ITB Untuk Semua”
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB
Gd. CCAR ITB Lt.4
Jl. Tamansari 64 Bandung

Berkas paling lambat dikirimkan pada 20 April 2009 (cap pos)

Ujian Penerimaan
Panitia seleksi tahap awal program “ITB Untuk Semua” akan melakukan penilaian berdasarkan berkas yang masuk. Penilaian meliputi:

  • Kemampuan akademik
  • Motivasi (dilihat dari tulisan mengapa pendaftar ingin mengikuti program “ITB Untuk Semua”)
  • Kondisi keluarga (dilihat dari tulisan kondisi keluarga pendaftar)
  • Pengujian kebenaran data yang diberikan kepada pihak sekolah

Dari hasil penilaian tersebut, panitia tahap awal akan memanggil (melalui surat) calon-calon potensial untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) jalur PMBP terpusat dan wawancara di kampus ITB di Bandung. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama ujian akan disediakan oleh ITB. Ujian ini akan berlangsung pada 29 Mei- 31 Mei 2009.

Panitia akan mengumumkan penerima beasiswa (hanya calon potensial, yang diterima yang akan dikirimi surat) pada pertengahan bulan Juni 2009. Penerima beasiswa akan berkumpul kembali di Bandung pada akhir bulan Juni 2009 untuk mengikuti program penyesuaian diri.

Pada bulan Agustus 2009, penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” mulai mengikuti perkuliahan di ITB.

Download Formulir pendaftaran

Persyaratan Untuk Mengajukan Lamaran, berupa :

  • Fotocopy halaman depan rapor SMA dan halaman-halaman nilai (dari semester I s.d. semester V) yang telah dilegalisasi sekolah
  • Surat keterangan berasal dari keluarga yang secara ekonomi tak mampu dengan ditandatangani Ketua RT/RW, berupa :
    • Surat Keterangan Penghasilan atas nama kedua Orang Tua calon peserta PMBP-ITB
    • Keterangan Tidak Mampu dari RT/RW atas nama kedua Orang Tua calon peserta PMBP-ITB
  • Surat dukungan/referensi dari kepala sekolah
  • Tulisan 1 halaman kertas HVS (boleh diketik atau tulis tangan) yang menjelaskan mengapa pendaftar ingin mengikuti program “ITB Untuk Semua
  • Tulisan 1 halaman kertas HVS (boleh diketik atau tulis tangan) yang menggambarkan kondisi keluarga pendaftar [misalnya menceritakan pekerjaan orang tua, kegiatan pendaftar di luar bersekolah, kondisi masing-masing anggota keluarga, dsb]

Sumber : zz dan http://www.itb.ac.id/news/2395.xhtml

Walau agak telat, tapi tidak apa dari pada tidak sama sekali. So buat temen-temen tolong sebarluaskan juga ya (Pesennya sih gitu tadi di email) n makasih sebelumnya

Akh Idan (Ahya al Qadr; Inrasyad.wordpress.com)

Rahasia Do’a Mengatasi Hutang

baby2Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

bebas-hutang”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

Doa ampuh yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi problem hutang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah ta’aala lindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang.

pusingPertama, ”Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih.” Orang yang sedang berhutang biasanya mudah menjadi bingung dan tenggelam dalam kesedihan. Sebab keadaan dirinya yang berhutang itu sangat potensial menjadikannya hidup dalam ketidakpastian alias bingung dan menjadikannya tidak gembira alias berseduih hati.

Kedua, ”Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas.” Biasanya orang yang berhutang akan cenderung menjadi lemah. Dan biasanya orang yang malas dan tidak kreatif dalam menjalani perjuangan hidup cenderung mudah berfikir untuk menacari pinjaman alias berutangketika sedikit saja menghadapi rintangan dalam hidup. Sedangkan orang yang rajin cenderung tidak berfikir untuk berhutang selagi ia masih punya ide solusi selain berhutang dalam hidupnya. Orang rajin bahkan akan menolak bilamana memperoleh tawaran pinjaman uang karena ia anggap itu sebagai suatu beban yang merepotkan.

Ketiga, ”Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir.” Biasanya orang yang terlilit hutang menjadi orang yang diliputi rasa takut. Ia cenderung menjadi pengecut. Jauh dari sifat pemberani. Mentalnya jatuh dan tidak mudah memiliki kemantapan batin. Dan orang yang berhutang mudah menjadi kikir jauh dari sifat demawan. Bila kotak amal atau sedekah melintas di depannya ia akan membiarkannya berlalu Hal ini karena ia menggunakan logika ”Bagaimana aku bisa bersedekah, sedangkan hutangku saja belum lunas.”

credit-cardKeempat, ”Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Doa bagian akhir mengandung inti permohonan seorang yang terlilit hutang. Ia serahkan harapannya sepenuhnya kepada Allah ta’aala Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji agar menuntaskan problem hutang yang berkepanjangan membebani hidupnya. Di samping itu ia memohon agar dirinya dilindungi Allah ta’aala dari kesewenang-wenangan manusia. Kesewenangan dimaksud terutama yang bersumber dari fihak yang berpiutang. Sebab tidak jarang ditemukan bahwa fihak yang berpiutang lantas bertindak zalim kepada yang berhutang. Ia merasa telah menanam jasa dengan meminjamkan uang kepada yang berhutang. Lalu ia merasa berhak untuk berbuat sekehendaknya kepada yang berhutang apalagi jika yang berhutang menunjukkan gejala tidak sanggup melunasi hutangnya dengan segera.

Itulah sebabnya dunia modern dewasa ini banyak diwarnai oleh berbagai tindak kezaliman. Sebab dalam era dunia modern manusia sangat mudah berhutang. Dalam kebanyakan transaksi manusia dianjurkan untuk terlibat dalam hutang alias transaksi yang tidak tunai. Sedikit sedikit kredit. Apalagi skema pelunasan hutangnya melibatkan praktek riba yang termasuk dosa besar. Islam adalah ajaran yang menganjurkan manusia untuk membiasakan diri bertransaksi secara tunai. Ini bukan berarti Islam mengharamkan berhutang. Hanya saja Islam memandang bahwa berhutang merupakan suatu pilihan yang bukan ideal dan utama. Itulah sebabnya ayat terpanjang di dalam Al-Qur’an ialah ayat mengenai berhutang, yaitu surah Al-Baqarah ayat 282.

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ’anhu didatangi anaknya yang hendak meminjam uang. Lalu ia berkata kepadanya ”Nak, aku tidak punya uang.” Lantas anaknya mengusulkan agar ayahnya pinjamkan dari Baitul Maal (Simpanan Kekayaan Negara). Maka Umar-pun menulis memo kepada pemegang kunci Biatul Maal yang isinya: ”Wahai bendahara, tolong keluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk aku pinjamkan ke anakku. Nanti biar aku cicil dengan potong gajiku tiga bulan ke depan.”

Maka memo tersebut dibawa oleh anaknya dan diserahkan kepada bendahara. Tidak berapa lama iapun kembali menemui ayahnya dengan wajah murung. ”Ayah, aku tidak menerima apa-apa dari bendahara kecuali secarik kertas ini untuk disampaikan kepadamu.” Maka Umar menyuruh anaknya membacakan isi memo balasan itu. Isinya ”Wahai Amirul Mu’minin Umar bin Khattab, bagiku sangatlah mudah untuk mengeluarkan sekian dinar dari Baitul Maal untuk engkau pinjam. Namun aku minta syarat terlebih dahulu darimu. Aku minta agar engkau memberi jaminan kepadaku bahwa tiga bulan ke depan Amirul Mu’minin Umar bin Khattab masih hidup di dunia untuk melunasi hutang tersebut.” Maka Umar langsung beristighfar dan menyuruh anaknya pulang…!

Sumber : http://eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/rahasia-do-a-mengatasi-hutang.htm

Membangun Rumah Di Surga Dengan Duabelas Rakaat

Sebagai dien (aturan hidup) yang syamil, kamil dan mutakamil (lengkap, sempurna dan saling menyempurnakan) ajaran Islam meliputi segenap urusan hidup. Islam tidak saja mengatur urusan hidup di alam fana dunia tetapi juga meliputi kehidupan di alam baqa akhirat.

home1Banyak arahan dari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang mendorong seorang Muslim untuk berinvestasi jangka panjang bagi kebahagiaan hidup di akhirat. Malah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan bahwa seorang Muslim yang peduli dengan kehidupannya di alam sesudah meninggalkan dunia fana ini, merupakan Muslim yang cerdas. Kecerdasan seseorang bukanlah bilamana ia peduli sukses dalam kehidupan dunia namun tidak pernah merencanakan keberhasilan untuk hidupnya di alam akhirat.

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang paling cerdas ialah orang yang banyak menghitung-hitung/evaluasi/introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah kematian. (At-Tirmidzi 8/499)

home2Bagi seorang Muslim keberhasilan di akhirat merupakan keberhasilan sejati. Sedangkan keberhasilan di dunia tidaklah dianggap sebagai keberhasilan kecuali jika keberhasilan tersebut mampu memperbesar peluang bagi dirinya untuk menjadi berhasil pula di akhirat. Inilah yang digambarkan Allah ta’aala melalui firmanNya sebagai berikut:

وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

”Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS Ali Imran ayat 185)

Saudaraku, salah satu arahan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang menarik untuk diperhatikan dan selanjutnya dilaksanakan ialah menegakkan sholat sunnah dua belas rakaat setiap hari. Tentu hal ini setelah menunaikan sholat lima waktu yang wajib dikerjakan setiap hari pula. Apa yang menarik dari arahan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ini?

home3Yang menarik ialah reward atau ganjaran yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam janjikan bagi pelakunya. Coba simak hadits di bawah ini:

 عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

Dari Aisyah radhiyallahu ’anha beliau berkata: Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa rutin menegakkan sholat sunnah dua belas rakaat, maka Allah ta’aala akan membuatkan rumah baginya di surga, yaitu empat rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Tirmidzi 379)

home5Bayangkan, saudaraku…! Hanya dengan mengerjakan perbuatan yang tidak sulit ini seseorang dijamin Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bakal Allah ta’aala bangunkan rumah alias istana di surga. Subhanallah…!

Namun sudah barang tentu untuk memperoleh fasilitas istimewa ini seorang Muslim tidak diharapkan hanya mengerjakannya satu hari seumur hidupnya lalu sesudah itu ia tinggalkan dan tidak pernah mengerjakannya lagi sama sekali. Jangan lupa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyuruh seorang Muslim untuk membiasakan diri melakukan suatu amal kebaikan dengan konsistensi dan keteguhan. Allah ta’aala menyukai hambaNya yang walaupun mengerjakan perkara kecil namun ia mau mengerjakannya secara kontinyu, terus-menerus, tidak angin-anginan, tidak musiman.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اكْلَفُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ وَكَانَ إِذَا عَمِلَ عَمَلًا أَثْبَتَهُ

home4Dari Aisyah radhiyallahu ’anha beliau berkata: Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:“Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya Allah ta’aala tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling Allah ta’aala sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit. Dan bila ia beramal ia beramal dengan teguh pendirian.” (HR Abu Dawud 1161)

 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“(Ya Allah) Yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah pendirianku di atas agamaMu.” (HR Tirmidzi 2066)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelemahan, kemalasan, sikap pengecut, kebakhilan, kepikunan, dan azab kubur. Ya Allah, berikanlah diriku ketakwaannya dan sucikanlah ia, karena Engkaulah yang sebaik-baik yang menyucikannya, Engkaulah Penolong dan Pemiliknya.” (HR Muslim 4899)

Sumber : http://eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/membangun-rumah-di-surga-dengan-duabelas-rakaat.htm

Doa Rasa Syukur Dan “Tolak Kooptasi”

ages1Ada sebuah wirid yang dianjurkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam untuk dibaca setiap pagi dan sore hari. Jika wirid tersebut dibaca di waktu pagi berarti orang itu telah memenuhi kewajiban bersyukurnya kepada Allah di hari itu. Dan jika ia baca di waktu sore berarti orang itu telah memenuhi kewajiaban bersyukurnya kepada Allah di malam itu.

Lengkapnya hadits yang menyebutkan fadhillah luar biasa ini ada di dalam teks sebagai berikut:

 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ

 اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ

 لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ يَوْمِهِ وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ

 حِينَ يُمْسِي فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ لَيْلَتِهِ

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa di pagi hari membaca doa: “Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima pagi ini adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”, maka sungguh ia telah penuhi kewajiban bersyukurnya hari itu. Dan barangsiapa mengucapkannya di waktu sore, maka sungguh ia telah penuhi kewajiban bersyukurnya malam itu.” (HR Abu Dawud 4411)

Subhanallah…. Bayangkan, saudaraku. Dengan membaca wirid yang begini singkat dan sederhana seseorang dipandang telah memenuhi kewajiban bersyukur sehari dan semalam. Kalimat yang isinya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ

 لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima pagi ini adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”. (HR Abu Dawud 4411)

i0uyncal3sv89cak33coicau4xb7oca2nbvyrca1hrtvccal6rnyjcarsu2srca4my8whcaao3mw0ca9hr7q4ca1ip09ocawya19eca4i9n1jca9r1atucasmi7ilcabbjl61caaajwiuca81d9fxcaxug2asJika ia membacanya di waktu sore redaksi berubah sedikit menjadi sebagai berikut:

اللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ

 لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima sore ini adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”. (HR Abu Dawud 4411)

 Dalam riwayat lainnya ada tambahan teks dalam wiridnya sehingga menjadi:

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ

 فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima pagi ini atau dari salah satu makhlukMu, maka itu  adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”. (HR An-Nasai 9835)

 Jika dibaca di waktu sore menjadi:

اللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ

 فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima sore ini atau dari salah satu makhlukMu, maka itu adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih”. (HR An-Nasai 9835)

Disamping wirid ini menjadi bukti bersyukur seorang hamba kepada Allah di waktu pagi dan sore, ia juga melindungi seseorang dari kemungkinan ”terbeli” atau ”terkooptasi” oleh fihak manapun. Apalagi di era seperti sekarang, banyak fihak berusaha mendekat dan berbaik-baik karena memiliki aneka kepentingan. Itulah sebabnya Islam memberikan tekanan khusus agar orang beriman hanya memuji dan berterimakasih kepada Allah semata. Lihatlah bagaimana dari awal surah Al-Fatihah saja sudah diarahkan untuk mengucapkan kalimat:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

”Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al-Fatihah ayat 2)

Orang beriman tidak selalu menerima atau menolak pemberian yang datang  dari orang lain. Jika ia menolak maka itu berdasarkan sifat ’iffah atau menjaga kehormatan dirinya. Ia tidak ingin menjadi berhutang budi kepada orang lain. Sebab tidak sedikit fihak setelah memberikan suatu kebaikan kepada orang lain, lalu ia menuntut agar orang yang telah menerima pemberiannya itu menjadi berterimakasih kepada diri pemberinya. Bahkan kadang ada yang sampai menuntut kepatuhan dari fihak penerima kebaikan. Inilah situasi yang sering berkembang, terutama dalam dunia politik. Suatu fihak melakukan penanaman jasa kepada fihak lain dengan syarat fihak penerima selanjutnya harus siap untuk memenuhi agenda politik pemberi bantuan. Prinsipnya, setiap penerima bantuan harus rajin dan konsisten bersyukur hanya kepada Sumber Pemberi kenikmatan, yaitu Allah semata. Dan setiap pemberi kebaikan kepada sesama manusia hendaknya selalu ikhlas lillahi ta’ala ketika memberikan bantuan kepada siapapun.

Maka doa di atas menjadi penangkal agar seseorang tidak mudah terbeli ataupun terkooptasi tatkala ia menerima kebaikan orang lain. Tentu saja hal ini hanya akan efektif bila orang itu benar-benar memahami dan menghayati makna wirid bersyukur kepada Allah di pagi dan sore hari ini.

 “Ya Allah, apa saja ni’mat yang kuterima pagi dan sore ini atau dari salah satu makhlukMu, maka itu  adalah dariMu semata. Tidak ada sekutu bagiMu. Maka bagiMu segala puji dan bagiMu segenap terimakasih. Ya Allah, janganlah Engkau biarkan diriku berhutang budi kepada siapapun di antara makhlukMu sehingga ia berhak menguasai diriku dan menentukan jalan hidupku”.

Sumber : http://eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-rasa-syukur-dan-tolak-kooptasi.htm

Doa Adalah Ibadah Dan Sumber Kemuliaan Sejati

prayvz7Dalam sebuah hadis Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan bahwa doa merupakan ibadah. Lalu beliau mengutip sebuah ayat dari Al-Qur’an yang menggambarkan bahwa doa merupakan perintah Allah. Allah juga berfirman bahwa orang yang menyombongkan diri dengan tidak menyembah Allah alias tidak beribadah kepada Allah, maka tempatnya di neraka. (QS Al-Mu’min ayat 60)

 

 

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Do’a itu adalah ibadah.” Kemudian beliau membaca: Rabbmu  berfirman:“Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (HR Tirmidzi 3294)

 

Betapapun banyaknya kebaikan seseorang bila tidak diiringi dengan kerendahan hati untuk memohon dan merasa butuh kepada Allah melalui doa, maka orang itu tidak akan memperoleh ganjaran atas segenap kebaikannya tersebut. Demikian diriwayatkan oleh istri Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam,  Aisyah radhiyallahu ’anha.

 

 

Berkata Aisyah: “Ya Rasulullah, di masa jahiliyyah Ibnu Jud’an menyambung tali silaturrahim dan memberi makan kepada orang miskin. Apakah hal itu dapat memberikan manfaat bagi dirinya?” Nabi menjawab: “Semua itu tidak akan memberikan manfaat baginya karena sesungguhnya dia tidak pernah seharipun berdoa: ”Ya Rabbku, ampunilah kesalahanku pada hari Kamat.” (HR Muslim 315)

 

Berdoa kepada Allah, saudaraku, merupakan perkara yang sangat penting dan sekaligus mulia. Orang yang rajin berdoa kepada Allah bukan berarti ia menjadi orang yang hina dan lemah. Benar, ia hina di hadapan yang Maha Mulia, Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Benar, ia lemah di hadapan Yang Maha Perkasa, Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Tetapi ia bukan orang yang hina dan lemah di hadapan manusia. Kenapa? Karena orang ini berarti sangat faham kedudukan dirinya yang sebenarnya di dunia ini. Ia sangat mengerti bahwa segala upaya manusia untuk tampil mulia dan kuat di hadapan manusia lainnya tidak akan pernah tercapai bila ia justru menghadapkan wajahnya kepada segenap kemuliaan dan kekuatan palsu dunia ini. Hanya dengan menghadapkan wajah kepada Allah sematalah seseorang bakal meraih kemuliaan sejati.

 

Tidak mungkin seseorang menjadi mulia dan kuat dengan bersibuk-sibuk mengejar harta dan kekayaan dengan asumsi bahwa bila ia sudah kaya dan banyak harta maka ia akan menjadi manusia mulia dan kuat. Tidak mungkin seseorang menjadi mulia dan kuat dengan pontang-panting mengejar jabatan dan kekuasaan dengan asumsi bahwa bila ia sudah menjadi pejabat dan berkuasa maka ia akan menjadi manusia mulia dan kuat. Tidak mungkin seseorang menjadi mulia dan kuat dengan jungkir-balik mengejar popularitas dan ketenaran  dengan asumsi bahwa bila dirinya telah menjadi populer atau menjadi seorang selebritis maka  ia akan menjadi manusia mulia dan kuat.

 

Saudaraku, sumber kemuliaan seseorang terletak pada kerajinan dan kesungguhannya berdoa dan bermunajat kepada ilahi Rabbi. Bahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan kegiatan berdoa sebagai perkara yang paling mulia di sisi Allah.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:”Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada do’a.” (HR Ibnu Majah 3819)

 

Saudaraku, perlu diketahui pula bahwa bagi Allah adalah sangat mudah untuk mengabulkan doa seseorang . Tetapi ada syaratnya. Hendaklah si Muslim berdoa dalam keadaan hati yang hadir, hati yang bersungguh-sungguh mengharapkan ijabah (pengabulan) dari Allah dan tentunya hati yang tidak lalai. Semoga Allah senantiasa mendengarkan dan mengabulkan segenap doa kita yang isinya mendatangkan keridhaanNya. Amin.

 

 

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan di-ijabah dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (HR Tirmidzi 3401)

Sumber : http://eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-adalah-ibadah-dan-sumber-kemuliaan-sejati.htm

Bertemu Manusia Langit

Semua mahasiswa bisa dikatakan kenal dengan Agus-bukan nama sebenarnya, aktivis yang sering muncul dalam berbagai media dan kegiatan di Kairo. Sejak beberapa tahun terakhir ini, nama Agus masuk pada deretan aktivis populer di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir. Ia sering tampil dalam berbagai acara. Tulisan-tulisannya banyak tersebar di beberapa buletin mahasiswa.

Hati saya tergerak untuk mengenal sosok Agus. Mengenal orang-orang masyhur sedikit banyaknya bisa memberi manfaat bagi saya dan belajar dari pengalaman hidup mereka sehingga saya juga bisa mengikuti jejak langkah mereka menggapai prestasi.
Dalam beberapa kali kesempatan saya memanfaatkan waktu datang ke tempat Agus beraktifitas. Saya ingin berinteraksi langsung dengan sosok satu itu.

Suatu ketika, azan ashar dikumandangkan di mesjid dekat tempat Agus beraktivitas. Usai iqamah saya tidak melihat ia mendatangi mesjid. Setelah shalat saya mendatanginya dan bertanya, “Antum udah shalat?”, ia menjawab, “Belum, masih banyak yang belum selesai”. Dalam hati saya berkata, “Manakah yang lebih besar dan utama, panggilan kewajiban dari Allah swt atau panggilan kerja ?’.
Sisi lain yang saya temukan adalah, Agus terlalu open dengan wanita. Ketika saya bertanya pada teman-teman yang serumah dengan Agus bagaimana keseharian dan prilakunya, banyak jawaban mereka yang kurang memuaskan hati saya tentang Agus.

Singkat kata, banyak hal yang saya temukan pada diri Agus tidak sejalan dengan pemahaman islam yang benar. Perkenalan saya dengan Agus rupanya tidak berbuah kepuasan dalam hati saya. Saya mengenal Agus hanyalah sosok yang biasa saja.

Siapa yang kenal dengan bang Alim? Tidak begitu banyak. Abang yang murah senyum ini lebih berkesan di hati saya. Ia memang tidak dikenal di kalangan mahasiswa secara luas. Bang Alim sudah hampir 6 tahun berada di Mesir. Dan selama saya berada di Mesir, saya belum pernah membaca tulisannya tampil di media mahasiswa. Ketika saya tanyakan tentang hal itu, beliau menjawab dengan senyum, “Akhi, abang tidak pandai menulis”.

Saya mulai mengenal bang Alim ketika menaiki bis ke kuliah. Saya duduk berdampingan dengan beliau. Raut muka, tutur kata, isi pembicaraan dan sikap beliau begitu menggetarkan hati saya dan membuat saya takjub. Perkenalan pertama begitu menggoda saya untuk lebih jauh mengenal beliau. Bang Alim bagi saya adalah sosok yang penuh pesona.

Teman yang serumah dengan bang Alim bercerita, “Di rumah kami Alim adalah orang yang paling alim dan ta`at. Shalat berjamaah seakan tidak pernah tertinggal. Pernah suatu kali ia ketinggalan shalat berjamaah dan hal itu rupanya membuat ia sangat sedih, bahkan ia sampai menangis dan untuk menebus itu ia bersedekah pada orang miskin. Alim juga sangat rajin puasa sunnah senin dan kamis. Disamping itu, ia juga rajin shalat malam, dan hampir tiap malam ia menangis, sehingga saking derasnya tangisan itu ia terkadang jatuh pingsan. Alim memang selalu menjaga amalan fardhu dan nawafil. Dan tanpa sepengetahuan kami ia sering mencucikan pakaian kami yang kotor.”

Setiap kali saya bertemu bang Alim membuat saya ingat pada Allah dan akhirat. Bang Alim adalah pecinta Allah. Setiap kali bertatap muka dengannya ia selalu berbicara tentang Allah, nikmat Allah, kasih sayang Allah pada makhluk-Nya, rahmat-Nya dan karunia-Nya.

Disaat saya berhadapan dengannya ia sanggup menggetarkan hati saya tentang Allah dan tentang akhirat. Sehingga hati saya terkadang dirundung kerinduan yang mendalam untuk berjumpa dengan Allah karena kata-katanya. Keimanan saya banyak bertambah dengan taushiah yang ia berikan, sehingga ketika saya lagi futur dalam beribadah, dengan hanya berjumpa dengan bang Alim sudah cukup membangkitkan dorongan dalam diri saya untuk kembali bersemangat.

Bang Alim telah memenuhi hati dan pikirannya dengan Allah, Dzat yang maha kekal. Wajahnya penuh cinta dan cahaya, air mukanya jernih, senyumnya menggetarkan, tatapannya memberi kekuatan, kata-katanya begitu sanggup menggiring hati untuk terpikat dan akhlaknya begitu mempesona hati.

Singkat kata, sangat banyak cerita tentang bang Alim yang menyentuh hati saya dan membuat saya terkagum-kagum pada beliau.
Agus dan bang Alim adalah dua sosok berbeda. Agus dikenal luas di bumi. Orang-orang memuji dan selalu menyebutnya. Bang Alim tidaklah sepopuler Agus, namun saya berkeyakinan bang Alim sangat dikenal di kalangan penghuni langit. Sering disebut di kalangan malaikat karena kebaikan agama, amal dan ibadahnya.

Saya teringat dengan hadits Rasulullah saw, “Apabila Allah swt mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata, ‘Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia’.Dan Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru penghuni langit, ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah oleh kalian ia, kemudian penghuni langit mencintainya dan dijadikan untuknya penerimaan manusia di bumi.”

Mari kita berusaha menjadi manusia bumi dan “Manusia Langit”. Di bumi kita dikenal karena kebaikan dan prestasi yang kita miliki. Dan di kalangan penghuni langit kita juga dikenal karena ibadah dan ketaatan kita pada Allah swt.

Moga bermanfaat

Salam,
Kairo- marif_assalman@yahoo.com

Sumber : http://eramuslim.com/oase-iman/bertemu-manusia-langit.htm

Awan Tag