Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Sex’

Berpakaian Tetapi Telanjang

”Di hari yang cerah ini aku bersiap-siap untuk menghadiri pesta pernikahan temanku di sebuah gedung. Bersama suami dan ketiga anakku akhirnya kami berangkat, karena kebetulan memang tidak ada khodimat yang harus aku titipkan, jadilah kondangan membawa ”pasukan”, walaupun kadang malu ( he..he.. karena keliatan yang makan banyak amat, amplopnya cuman 1 ), tapi Bismillah aku luruskan niat bahwa semua ini untuk ibadah bukan untuk mengganti apa yang sudah aku makan.

Terlihat anak-anakku ceria sekali, bukan karena banyak makanan tapi karena ada sarana rekreasi yang inovatif (he..he…he..) sambil ngeliatin pengantinnya yang dandanannya kayak boneka, dan juga tamu-tamunya yang pakaiannya juga tidak kalah bagus dengan pengantinnya. Dalam hati aku bergumam jikalau tamu yang bajunya indah ini di dudukkan di kursi pengantin mungkin masih pantes dia jadi pengantin (ih..konyol..he..he..).

Karena di pesta ini tamu laki-laki dan tamu perempuan dipisah, akhirnya aku makan hanya bersama anakku yang berumur dua setengah tahun, sedangkan kakak-kakaknya bersama suami. Ketika aku sedang asyik makan, anakku yang bungsu dengan bahasa cadelnya berceloteh ”Mi, yat tu tantenya teyanjang”. Aku yang sedang sibuk menghabiskan makanan hanya menjawab ”ya..ya..,, jawaban yang instan karena sekedar merespons apa adanya celotehan anak-anak.

Tapi setelah beberapa detik aku berpikir ulang, apa maksud anakku bicara seperti itu yach?? Segera aku menoleh ke orang yang di maksud anakku itu. Hampir aku tertawa geli, berhubung tidak ada suami aku simpan geliku dalam hati.

Yang dimaksud anakku ”teyanjang” itu, ternyata dia melihat ada seorang wanita muda, tidak memakai jilbab, menggunakan pakaian kebaya cukup bagus, hanya saja ”ngepress” alias membentuk tubuh, berbahan brukat, dan kebetulan warnanya coklat muda/ sewarna kulit dimana lengannya tidak menggunakan puring (kebayangkan…)..

Jadi secara tersirat mungkin anakku ingin bilang ”Mi, tante ini pake baju tapi seperti telanjang”. Hi….hi..hi….. lucu..
Anak kecil saja bisa berkomentar seperti itu…, apalagi yang dewasa, ah…. dalam hati aku berdo’a, jika memang mba ini seorang muslimah semoga diberikan hidayah-Nya sehingga mengerti dan melaksanakan tentang adab-adab berpakaian yang sesuai syari’at Islam.

*****
Fenomena saat ini sudah terbiasa kita melihat wanita-wanita yang berbusana ketat, jangankan yang tidak berjilbab yang berjilbabpun sudah tertular, sehingga fungsi jilbab yang seharusnya untuk menutupi dada sudah diabaikan. Karena itu sering kita mendengar ”jilbab cekek”, karena memang benar-benar hanya sebatas”nyekek” leher.

Memang seharusnya kita masih perlu banyak belajar bagaimana Islam mengajarkan berbusana secara Islami tapi tetap trendy.

Kita tentu sudah sering mendengar bahwa beberapa syarat berbusana Islami itu diantaranya menutup aurat, tidak transparan, tidak membentuk tubuh dll…

1.“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. an Nur:31).
2. Lajnah Daimah (Komite Fatwa Para Ulama’ Saudi) pernah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Apakah seorang perempuan diperbolehkan memakai pakaian ketat?
Jawaban Lajnah Daimah, “Seorang perempuan tidak diperbolehkan untuk menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya atau keluar ke jalan-jalan dan pusat perbelanjaan dalam keadaan memakai pakaian yang ketat, membentuk lekuk tubuh bagi orang yang memandangnya. Karena dengan pakaian tersebut, perempuan tadi seakan telanjang, memancing syahwat dan menjadi sebab timbulnya hal-hal yang berbahaya. (Fatawa al Mar’ah, 2/84, dikumpulkan oleh Muhammad Musnid).

Semoga kita bisa terus belajar dan mengajarkan kepada orang lain, dan pelajaran itu bisa di dapat dari manapun sekalipun hanya dari seorang bocah dua setengah tahun.

Jakarta. 07/05/2009.Teruntuk sholeh kecilku yang cerdas muhammad.

Sumber : http://eramuslim.com/oase-iman/berpakaian-tetapi-telanjang.htm 

Hukum Nonton Film Porno

Apakah Nonton Film Porno Termasuk Dosa Besar?

Sesungguhnya Allah swt telah memerintahkan orang-orang beriman untuk menjaga pandangan dari melihat aurat atau kehormatan orang lain, sebagaimana firman Allah swt

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)

Senada dengan ayat diatas, Nabi saw juga telah melarang seseorang melihat aurat orang lain walaupun seorang laki-laki terhadap laki-laki yang lain atau seorang wanita terhadap wanita yang lain baik dengan syahwat maupun tanpa syahwat, sebagaimana sabdanya saw,”Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki (lain) dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita (lain). Janganlah seorang laki-laki berada dalam satu selimut dengan laki-laki lain dan janganlah seorang wanita berada dalam satu selimut dengan wanita lain.” (HR. Al Baihaqi)

Didalam film-film porno, batas-batas aurat atau bahkan inti dari aurat seseorang diperlihatkan dan dipertontonkan kepada orang-orang yang tidak halal melihatnya, ini merupakan perbuatan yang diharamkan baik orang yang mempertontokan maupun yang menontonnya.

Untuk itu tidak diperbolehkan bagi seseorang menyaksikan film porno walaupun dengan alasan belajar tentang cara-cara berhubungan atau menghilangkan kelemahan syahwatnya karena untuk alasan ini tidak mesti dengan menyaksikan film tersebut akan tetapi bisa dengan cara-cara lainnya yang didalamnya tidak ditampakkan aurat orang lain, seperti buku-buku agama yang menjelaskan tentang seks, buku-buku fiqih tentang pernikahan atau mungkin buku-buku umum tentang seks yang bebas dari penampakan aurat seseorang didalamnya.

Meskipun tidak ada nash yang jelas yang secara tegas memberikan hukuman (hadd) kepada orang yang menyaksikan atau melihat aurat orang asing, atau melaknat maupun mengancamnya dengan siksa neraka yang bisa memasukkan perbuatan itu kedalam dosa besar seperti yang disebutkan Imam Nawawi bahwa diantara tanda-tanda dosa besar adalah wajib atasnya hadd, diancam dengan siksa neraka dan sejensnya sebagaimana disebutkan didalam Al Qur’an maupun Sunnah. Para pelakunya pun disifatkan dengan fasiq berdasarkan nash, dilaknat sebagaimana Allah swt melaknat orang yang merubah batas-batas tanah. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 113)

Atau yang disebutkan oleh Izzuddin bin Abdul Aziz bin Abdus Salam bahwa sebagian ulama mengatakan dosa-dosa besar adalah segala dosa yang disertai dengan ancaman atau hadd (hukuman) atau laknat. (Qawaidul Ahkam Fii Mashalihil Anam juz I hal 32)

Akan tetapi apabila perbuatan itu dilakukan tanpa ada perasaan takut kepada Allah swt, penyesalan atau bahkan menyepelekannya sehingga menjadi sesuatu yang sering dilakukannya maka perbuatan itu bisa digolongkan kedalam dosa besar, sebagaimana pendapat dari Abu Hamid al Ghazali didalam “Al Basiith” bahwa batasan menyeluruh dalam hal dosa besar adalah segala kemaksiatan yang dilakukan seseorang tanpa ada perasaan takut dan penyesalan, seperti orang yang menyepelekan suatu dosa sehingga menjadi kebiasaan. Setiap penyepelean dan peremehan suatu dosa maka ia termasuk kedalam dosa besar.. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz II hal 113)

Atau disebutkan didalam suatu ungkapan bahwa suatu dosa tidaklah dikatakan kecil apabila dilakukan secara terus menerus dan suatu dosa tidaklah dikatakan besar apabila dibarengi dengan istighfar.

Menonton Film Porno Termasuk Perzinahan

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata dari Nabi saw,”Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah penglihatan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (HR. Bukhori)

Imam Bukhori memasukan hadits ini kedalam Bab Zina Anggota Tubuh Selain Kemaluan, artinya bahwa zina tidak hanya terbatas pada apa yang dilakukan oleh kemaluan seseorang saja. Namun zina bisa dilakukan dengan mata melalui pandangan dan penglihatannya kepada sesuatu yang tidak dihalalkan, zina bisa dilakukan dengan lisannya dengan membicarakan hal-hal yang tidak benar dan zina juga bisa dilakukan dengan tangannya berupa menyentuh, memegang sesuatu yang diharamkan.
Ibnu Hajar menyebutkan pendapat Ibnu Bathol yaitu,”Pandangan dan pembicaraan dinamakan dengan zina dikarenakan kedua hal tersebut menuntun seseorang untuk melakukan perzinahan yang sebenarnya. Karena itu kata selanjutnya adalah “serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (Fathul Bari juz XI hal 28)

Adakah Hukuman Bagi Orang Yang Menontonnya

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa tidak ada nash yang secara tegas menyebutkan bahwa orang yang melihat atau menyaksikan aurat orang lain, seperti menonton film porno ini dikenakan hukuman (hadd) akan tetapi si pelakunya harus diberikan teguran keras dan tidak ada kewajiban baginya kafarat.
Ibnul Qoyyim mengatakan,”Adapun teguran adalah pada setiap kemaksiatan yang tidak ada hadd (hukuman) dan juga tidak ada kafaratnya. Sesungguhnya kemaksiatan itu mencakup tiga macam :

1. Kemaksiatan yang didalamnya ada hadd dan kafarat.
2. Kemaksiatan yang didalamnya hanya ada kafarat tidak ada hadd.
3. Kemaksiatan yang didalamnya tidak ada hadd dan tidak ada kafarat.

Adapun contoh dari macam yang pertama adalah mencuri, minum khomr, zina dan menuduh orang berzina. Sedangkan contoh dari macam kedua adalah berjima’ pada siang hari di bulan Ramadhan, bersetubuh saat ihram.Dan contoh dari macam yang ketiga adalah menyetubuhi seorang budak yang dimiliki bersama antara dia dan orang lain, mencium orang asing dan berdua-duaan dengannya, masuk ke kamar mandi tanpa mengenakan sarung, memakan daging bangkai, darah, babi dan yang sejenisnya. (I’lamul Muwaqqi’in juz II hal 183)

Wallahu A’lam

Sumber : http://eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-nonton-film-porno.htm

Awan Tag