Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Sudan’

Yang Paling Ditakuti AS Saat ini: Al Qaida dan Iran

alqaSenjata makan tuan, mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa takutnya AS pada kelompok al-Qaida. Karena kelompok al-Qaida dibentuk oleh AS sendiri saat menghadapi Uni Soviet di Afghanistan.

Dalam laporan tahunanannya, Departemen Luar Negeri AS menyebutkan sejumlah kelompok yang dianggap sebagai ancaman teror bagi AS dan sejumlah negara yang dituduh menjadi sponsor kegiatan-kegiatan terorisme.

Laporan itu menyebutkan bahwa Al-Qaida adalah kelompok yang paling membahayakan bagi negara AS karena AS melihat indikasi bahwa potensi al-Qaida makin kuat dibandingkan sebelum melakukan serangan 11 September 2001 ke AS.

“Al-Qaida tetap menjadi ancaman teroris terbesar bagi AS dan sekuru-sekutunya, meskipun dari sisi struktur al Qaida sudah melemah dan dukungan publik pun sudah berkurang,” demikian laporan Deplu AS. Tapi AS mengingatkan bahwa al-Qaida membangun kembali kekuatannya terutama dari sisi operasional di perbatasan-perbatasan Afghanistan-Pakistan. Untuk membangun kembali kekuatannya itu, menurut laporan tersebut, al-Qaida mengganti pimpinan-pimpinan kuncinya dan memperbaharui pimpinan-pimpinan puncaknya yang selama ini menempati “posisi sentral” dalam jaringan al-Qaidah.

“Sejak serangan 11 September, al-Qauda dan sekutu-sekutunya pindah tempat dari Afghanistan ke Pakistan dan membangun kekuatan di sana. Pakistan menjadi tempat yang aman bagi al-Qaida untuk bersembunyi, melatih para teroris, berkomunikasi dengan para pengikutnya, merencanakan serangan dan mengirimkan pasukannya ke Afghanistan,” tulis laporan itu.

Para pakar terorisme di AS mengklaim bahwa serangan-serangan yang terjadi di Pakistan meningkat dua kali lipat pada tahun 2007, dari 890 serangan menjadi 1.839 insiden serangan sepanjang tahun 2008 kemarin. Serangan-serangan itu menyebabkan jumlah korban juga meningkat dari 1.340 orang pada tahun 2007 menjadi 2.293 orang pada tahun 2008.

“Dari angkanya saja terlihat adanya eskalasi kekerasan, yang membuat kami sangat prihatin,” kata kordinator anti-teroris, Ronald Schlicher.

Para pakar anti-terorisme di AS tidak menyebutkan serangan-serangan AS di perbatasan Pakistan yang juga telah menelan korban jiwa di kalangan rakyat sipil. Serangan itu dilakukan pasukan AS di Afghanistan dengan alasan memburu para anggota al-Qaida dan Taliban yang bersembunyi di Pakistan.

Dalam bagian lain laporan tahuan Deplu AS, disebutkan bahwa Iran, Suriah, Sudan dan Kuba adalah negara-negara yang menjadi sponsor berbagai aktivitas terorisme.  (ln/YN/AFP)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/yang-paling-ditakuti-as-saat-ini-al-qaida-dan-iran.htm

Iklan

Ketua MPR Bertemu Dubes Sudan Bahas Soal Darfur

JAKARTA – Ketua MPR Hidayat Nur Wahid hari ini bertemu dengan Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Ibrah Nur Ali. Pertemuan ini membahas keterlibatan Israel dalam masalah Darfur.

Usai pertemuan tersebut, Hidayat menjelaskan pertemuan tersebut adalah kelanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Dia memaparkan, Dubes Sudan menyampaikan adanya konspirasi global dalam masalah mengadili presiden Sudan

Ketua DPR Hidayat Nur Wahid bertemu dengan Dubes Sudan untuk Indonesia, Ibrah Nur Ali, kedatangan ini lanjutan dari kedatangan utusan luar negeri Sudan, Abdul Mun’Im Syunni Ahmad, pada Selasa 10 Maret 2009.

“Banyaknya negara-negara yang mendukung presiden Sudan agar diadili dalam masalah Darfur, dipersepsikan sebagai suara-suara yang gampang dibeli,” kata dia kepada wartawan di Gedung DPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (12/3/2009).

Dalam penjelasan lebih lanjut, Hidayat menjelaskan Sudan adalah negara yang menjungjung tinggi perdamaian. Dia melihat terdapat hal aneh di balik peristiwa ini.

“Para petinggi Israel menyatakan kalau Sudan telah menjadi negara yang kuat dan makmur. Apalagi Sudan telah membangun bendungan terbesar untuk keperluan listrik bagi rakyatnya,” kata dia.

Bagi Israel, kemajuan Sudan dianggap sebagai penghalang, karena Israel menginginkan agar Sudan dipersulit dan mudah dipecahbelah.

“Mereka (Dubes Sudan) berterimakasih kepada Indonesia yang telah mendukung negara-negara Liga Arab, Liga Afrika, dan OKI di tengah kesibukan dalam menghadapi Pemilu 2009,” pungkasnya.

Sumber : http://international.okezone.com/read/2009/03/12/18/200913/ketua-mpr-bertemu-dubes-sudan-bahas-soal-darfur

Presiden Sudan: Pemimpin Barat dan Eropa Penjahat Perang Yang Sebenarnya !

bashir1

Presiden Sudan Omar al-Bashir menolak surat penangkapan terhadap dirinya yang dikeluarkan oleh International Criminal Court (ICC) atas tuduhan melakukan kejahatan perang. Di tengah massa pendukungnya yang menggelar aksi protes di Khartoum, ibukota Sudan, Bashir mengatakan bahwa penjahat perang yangsebenarnya adalah para pemimpin negara Barat.

“Para penjahat perang yang sebenarnya adalah para pemimpin di AS dan Eropa,” kata Bashir di tengah ribuan orang yang mendukungnya.

ICC dalam surat perintah penangkapan terhadap Bashir menuding presiden Sudan itu telah mendalangi kampanye perampokan, pemusnahan dan pemerkosaan selama enam tahun konflik di Darfur. Atas tuduhan itu, Bashir menegaskan akan bersikap tegas pada mereka yang mencoba mengancam stabilitas negaranya.

“Kami akan bertindak sebagai pemerintahan yang bertanggung jawab. Kami sudah mengusir 10 organisasi asing … setelah melakukan monitoring atas aktivitas mereka yang ternyata melanggar semua aturan dan hukum yang berlaku,” kata Bashir saat pertama kali merespon surat perintah penangkapan ICC, di hadapan para politisi dan anggota kabinet pemerintah Sudan.

Pengusiran itu menuai kecaman dari Sekjen PBB Ban Ki-moon yang menilainya sebagai kemunduran dalam operasi kemanusiaan di Darfur. Ki-moon mendesak Sudan agar mencabut keputusannya itu.

Menurut data PBB, sejak konflik melanda Darfur tahun 2003, korban tewas mencapai 300.000 orang dan 2,7 juta warga negeri itu menjadi pengungsi. Konflik terjadi antara kelompok etnis minoritas bersenjata melawan rezim pemerintah Sudan yang didominasi etnis Arab. Mereka menuntut agar pemerintah pusat membagi hasil dari sumber-sumber alam dan kekuasan dengan adil.

Keputusan ICC mengeluarkan surat penangkapan terhadap Bashir memicu ketegangan di Sudan dan beragam reaksi dari dunia internasional. AS mendukung keputusan ICC, sedangkan China mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menangguhkan kasus Bashir.

Sama dengan China, Liga Arab meminta penangguhan surat perintah penangkapan terhadap Bashir. Untuk itu Liga Arab akan mengirimkan delegasinya ke Dewan Keamanan PBB.

Organisasi Konferensi Islam mengecam keputusan ICC dan menilai keputusan itu akan menimbulkan dampak negatif terhadap upaya penyelesaian konflik di Darfur. Selain itu, keputusan ICC akan mengancam stabilitas di Sudan dan wilayah sekitarnya.

Sekjen OKI Ekmeleddine Ihsanoglu dari Jeddah menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk menolak keputusan ICC dan mendesak pemerintah Sudan agar mempercepat investigasi terhadap para tersangka yang diduga melakukan kejahatan perang.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/presiden-sudan-pemimpin-barat-dan-eropa-penjahat-perang-yang-sebenarnya.htm

Awan Tag