Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Syariah Islam’

Berjima’ dengan Dua Isteri

Sesungguhnya seorang suami yang menggauli dua isterinya sekaligus akan membawa pengaruh negatif bagi isteri-isterinya itu sendiri selain dari penampakkan aurat seorang isteri kepada isteri yang lainnya.

Kemampuan seorang suami sangatlah terbatas untuk bisa memberikan kepuasan yang sama kepada kedua isterinya yang digaulinya secara bersamaan itu baik didalam permainan-permaianan jima’nya maupun tempat ditumpahkan spermanya. Hal ini akan memunculkan kecemburuan bahkan kebencian didalam diri isterinya yang tidak merasa terpuaskan oleh suaminya sementara dia menyaksikan secara langsung bahwa kepuasan itu dirasakan oleh isterinya yang lain.

Abdul Wahab Hamudah, penulis kitab “Ar Rasul Fii Baitih” mengatakan bahwa cemburu merupakan salah satu pembawaan wanita yang khas. Kecemburuan merupakan watak wanita dan memiliki bentuk yang bermacam-macam…. Seorang perempuan umumnya cemburu kepada jenisnya yang berpenampilan cantik, walau perempuan itu bukan saingannya terhadap laki-laki yang dicintainya. Perasaan cemburu itu lebih-lebih terhadap perempuan yang benar-benar menjadi saingan atau madunya… Selain itu kaum perempuan juga begitu cemburu atau tidak senang dengan memperlihatkan ekspresi sinisme, karena melihat seorang perempuan yang berhias secara mencolok atau berpakaian secara berlebih-lebihan, sehingga tampak tak wajar.” (Romatika dan Problematika Rumah Tangga Rasul hal 127)
Tentunya kecemburuan seorang isteri terhadap isteri suaminya yang lain akan jauh lebih besar jika sudah menyangkut perihal hubungan seks diantara mereka dengan suaminya terlebih lagi jika satu sama lain saling melihat mereka berhubungan.

Hal lainnya adalah didalam persetubuhan yang dilakukan seorang suami dengan kedua isterinya secara bersamaan memungkinkan diantara kedua isterinya akan saling memandang aurat mereka dan hal ini diharamkan menurut kesepakatan para fuqaha berdasarkan sabda Rasulullah saw ,”Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki (lain) dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita (lain) dan berada didalam satu selimut.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

Dengan demikian tidak diperbolehkan bagi seorang suami menggauli kedua isterinya secara bersamaan dalam satu tempat tidur atau menggauli salah satunya dengan disaksikan oleh istrinya yang lain.

Dibolehkan baginya untuk menggauli seorang isterinya setelah ia menggauli isterinya yang di lain di tempat yang terpisah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw yang berkeliling untuk menggauli isteri-isterinya dalam satu malam.

Diriwayatkan dari Qatadah berkata bahwa Anas bin Malik pernah bercerita kepada kami bahwa Nabi saw pernah menggilir isteri-isterinya dalam satu waktu sehari semalam dan jumlah mereka ada sebelas orang. Qatadah mengatakan,’Aku bertanya kepada Anas,’Seberapa kuat beliau saw?’ Dia menjawab,’Kami pernah memperbincangkannya bahwa kekuatan beliau saw sebanding dengan (kekuatan) tiga puluh orang.” Said berkata dari Qatadah,’Sesungguhnya Anas menceritakan kepada mereka bahwa jumlah isteri-isterinya saw adalah sembilan orang.” (HR. Bukhori)

Wallahu A’lam

Sumber : http://eramuslim.com/ustadz-menjawab/bolehkah-bercampur-dengan-dua-istri-bersamaan.htm

Iklan

Somalia Akan Terapkan Syariah Islam

somalia1Somalia akan memberlakukan hukum syariah Islam, setelah pemerintah negeri Muslim di benua Afrika itu menyatakan bahwa hasil rapat kabinet dengan bulat menyetujui rencana penerapan hukum syariah Islam di Somalia. Dengan demikian, pengesahannya tinggal menunggu ratifikasi dari parlemen sebelum hukum syariah Islam resmi diberlakukan di Somalia.

Menteri Penerangan Somalia, Farhan Ali Mohamoud dalam keterangan pada para wartawan hari Selasa kemarin mengatakan, rapat kabinet dihadiri oleh 20 dari 36 menteri negara dan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Omar Abdirashid Ali Sharmarke.

“Pemerintah yakin penerapan syariah Islam merupakan satu-satunya opsi sebagai jalan keluar dari berbagai persoalan di negeri ini,” kata Mohamoud.

Penerapan hukum syariah Islam di Somalia, diusulkan oleh organisasi International Union of Muslim Scholars (IUMS) pada presiden Somalia yang baru terpilih, Syaikh Sharif Syaikh Ahmed sebagai salah satu rekomendasi gencatan senjata dengan kelompok-kelompok Islamis yang berseberangan dengan pemerintah Somalia.

Kelompok-kelompok Islamis oposisi di Somalia, yang dimotori oleh kelompok Al-Shabab sejak awal menuntut pemerintah Somalia untuk menerapkan hukum syariah Islam. Al-Shabab sudah menerapkan hukum syariah di beberapa wilayah di selatan Somalia yang berada dalam kekuasaannya.

Presiden Sharif menyatakan, pembicaraan damai dengan kelompok-kelompok oposisi sudah mencapai kemajuan dengan diseutujuinya penerapan hukum Islam di Somalia. Ia berharap, dialog dengan semua kelompok oposisi termasuk kelompok Al-Shabab akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Somalia menjadi negara tanpa pemerintahan setelah tumbangnya kekuasaan presiden Mohamed Siad Barre pada tahun 1991. Lewat rekonsiliasi yang dimediasi PBB, Syaikh Sharif dari kelompok Mahkamah Islamiyah terpilih sebagai presiden Somalia pada bulan Januari kemarin.

Al-Shabab, sebelumnya adalah bagian dari Mahkamah Islamiyah tapi melepaskan diri setelah invasi Ethiophia ke Somalia pada tahun 2006 dan menolak terpilihnya Syaikh Sharif sebagai presiden Somalia. Al-Shabab menuding Syaikh Sharif sebagai pemerintahan boneka yang didukung kekuatan-kekuatan asing. Meski demikian, Presiden Sharif berusaha melakukan upaya perdamaian dengan kelompok oposisi dan para pemuka agama di Somalia.

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/pemerintah-somalia-setuju-terapkan-syariah-islam.htm

Barat Ketakutan Dengan Perdamaian Pakistan-Taliban

ap_sufi_muhammad_090217_mn
Pemberlakukan syariah Islam, di Lembah Swat, yang terletak di di kawasan propinsi NWFP, membuat negara-negara Barat, merasa shock dan ketakutan. Perjanjian damai antara pemeritnah Pakistan – Taliban, yang dilandasi kesepakatan pemberlakuan syariah Islam, menjadi solusi sebuah konflik yang keras yang sudah berlangsung lama. Tentu, yang paling tidak menginginkan perjanjian damai antara Pakistan-Taliban adalah negara-negara Barat.

Pemimpin pejuang Taliban, yang memiliki 1000 pasukan, dan telah berperang melawan pasukan pendudukan AS di Afghanistan, ia datang ke Lembah Swat, dan disambut bagaikan pahlawan. Di sepanjang jalan dielu-elukan, tanpa henti. Kedatangan pemimpin pejuang Taliban ini, sehari sesudah penandatanganan perjanjian damai antara Pemerintah Pakistan-Taliban di Lembah Swat.

Sufi Muhammad, berhasil masuk ke kota Lembah Swat, yaitu Mingora, dan berbicara dengan menantunya, yang memimpin pejuang Taliban di Lembah Swat. Kelompok Taliban di Lembah Swat, merupakan kelompok Taliban yang terbesar di kawasan itu. Kedatangan Sufi Muhammad itu, disertai dengan para pejuang Taliban, yang menggunakan 300 kendaraan, motor dan mobil, dan sepanjang jalan mendapatkan sambutan yang hangat. “Hidup perdamaian. Hidup Islam”, teriakan kerumunan rakyat di sepanjang jalan di Lembah Swat, yang menyambut kedatangan Sufi Muhammad.

Tentu, yang paling tidak senang, perjanjian itu, negara-negara Barat,yang merasa cemas dan risau. Para pengamat barat yang berada di ibukota Pakistan, Islambad, nampak sangat cemas dengan adanya perjanjian itu. Karena, dengan pengakuan pemerintah Pakistan, dan perjanjian itu,nilai-nilai syariah Islam, yang pernah diberlakukan Taliban di seantero Afghanistan, kini diberlakukan di wilayah Pakistan, di mana wilayah itu menjadi basis gerakan Taliban, yang setiap saat dapat masuk ke Afghanistan.

Juru bicara Nato, James Apparthurai, di Brussel menyatakan : “Kami mempunyai perhatian yang serius terhadap situasi di kawasan Lembah Swat, yang sangat ekstrim itu”, tegasnya. Sementara itu, Sufi Muhammad, di Mingora menyatakan : “Kami ingn segera dibuka dialog dengan Taliban, dan berharap menantu saya dapat menciptakan perdamaian”. “Kami akan tetap tinggal di sini, sampai terwujud perdamaian”, tambah Muhammad.

Perjanjian ini salah satu usaha yang dijalankan pemerintah Pakistan, mengurangi ketegangan dan kekerasan yang terjadi di Lembah Swat, antara kelompok-kelompok suku di Perbatasan dan para pendukung pejuang Taliban. Karena, pendekatan dengan militer, tidak menghasilkan apapun, bagi sebuah penyelesaian konflik di Swat. (m/abc)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/barat-ketakutan-dengan-perdamaian-pakistan-taliban.htm

Awan Tag