Aku, Dunia, dan Akhiratku…

Posts tagged ‘Taliban’

Taliban di Pakistan Bersatu, Pasukan Asing di Afghanistan Khawatir

Tiga kelompok pro-Taliban di kawasan Waziristan, Pakistan yang selama ini berseberangan, bisa bersatu dan menyatakan akan bergabung untuk bersama-sama melawan pasukan koalisi internasional di Afghanistan.

Laporan The Guardian menyebutkan, tiga kelompok pro-Taliban yang paling berpengaruh di Pakistan sepakat menyelesaikan perbedaan diantara mereka dan membentuk persatuan yang disebut Shura Ittihad-u-Mujahideen atau Dewan Persatuan Pasukan Suci. Kelompok-kelompok itu bersatu setelah pimpinan Taliban di Afghanistan, Mullah Omar menyerukan agar kelompok-kelompok perlawanan di Pakistan menghentikan serangan terhadap aparat keamanan Pakistan dan lebih baik bersama-sama berjuang “membebaskan Afghanistan dari pasukan asing yang menjajah negeri itu.”

“Jika seseorang benar-benar ingin berjihad, mereka harus berperang melawan kekuatan-kekuatan asing di Afghanistan. Menyerang aparat keamanan Pakistan dan membunuh sesama Muslim hanya akan mencoreng nama para mujahidin dan melemahkan perlawanan terhadap pasukan AS dan NATO di Afghanistan,” kata Mullah Omar dalam suratnya pada kelompok-kelompok pro-Taliban di Pakistan.

Saat ini kekuatan pro-Taliban terbagi menjadi kelompok yang dipimpin oleh Baitullah Mehsud dan saingannya, kelompok yang dipimpin Maulvi Nazir dan kelompok Gul Bahadur. Kelompok Mehsud lebih menekankan perlawanan terhadap pemerintahan Pakistan sendiri dan dituduh berada dibalik pembunuhan Benzir Bhutto. Sedangkan kelompok Nazir dan Bahadur mengirimkan orang-orangnya untuk bergabung dengan kelompok perlawanan di Afghanistan.

Kelompok-kelompok pro-Taliban di Pakistan mengakui Mullah Omar, salah satu pendiri Taliban di Afghanistan, sebagai pemimpin mereka, meski dalam operasionalnya kelompok-kelompok pro-Taliban di Pakistan bergerak sendiri-sendiri.

Talat Masood, pensiunan jenderal yang sekarang menjadi pengamat keamanan mengatakan bahwa Baitullah Mehsud kini sudah mengubah arah perlawanannya dari aparat keamanan Pakistan ke pasukan AS. Itulah sebabnya Mehsud menarik pasukannya dari dua wilayah utama di Pakistan dan menyatakan gencatan senjata di Swat Valley dan Bajour. (ln/Guardian)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/taliban-di-pakistan-bersatu-pasukan-asing-di-afghanistan-khawatir.htm

Pasukan Inggris Perang Saudara di Afghanistan

taliban7

Sebuah laporan yang mengejutkan baru-baru ini dilansir oleh militer Inggris yang bertempur di Afghanistan, mereka menyatakan bahwa banyak dari pasukan Taliban merupakan warga asing khususnya warga Inggris.

Prajurit Inggris yang berada di Afghanistan mengalami “Perang Saudara kecil” setelah meningkatnya pertumbuhan para pejuang Mujahidin asal Inggris yang mengadakan traveling ke Afghanistan untuk mendukung Taliban, kata pejabat senior militer Inggris kepada The Independent.

Komunikasi yang dilakukan Taliban menunjukkan beberapa dari mereka merupakan muslim Inggris – beberapa logat yang mereka ucapkan beraksen Midlands – menurut dokumen yang tengah disiapkan oleh lembaga resmi keamanan.

Dokumen tersebut menyatakan bahwa anak muda muslim Inggris telah “memperlihatkan komitmen terhadap Jihad,” perjalanan ke luar negeri yang mereka lakukan meningkatkan militansi mereka, Pakistan dan Somalia menjadi tempat yang paling sering dikunjungi.

”Kami sekarang terlibat semacam perang saudara kecil di ribuan mil jauhnya dari Inggris,” kata salah seorang perwira Inggris.

M15 memperkirakan hingga 4000 muslim Inggris telah melakukan perjalanan ke Pakistan dan sebelum Afghanistan jatuh ke tangan Taliban mereka juga mengunjungi Afghanistan untuk melakukan latihan militer. Keprihatinan utama saat ini adalah beberapa dari mereka telah menjadikan Inggris sebagai sasaran teror mereka. Sekarang telah ada tanda-tanda mereka akan melakukan ‘misi’ yang ditujukan kepada Inggris dan negara barat lainnya.

Somalia juga menjadi tujuan anak muda Inggris, untuk berjuang bersama Al-Qaida yang juga didukung pasukan Islam disana. Seorang anak muda berumur 21 tahun yang besar di Ealing sebelah timur kota London, baru-baru ini meledakkan dirinya di kota Baidoa Somalia – dan menewaskan 20 orang.

Kepala M15 – Jonathan Evans mengatakan, hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi Inggris karena anak muda muslim Inggris telah terdoktrin di Somalia.

Tetapi di Afghanistan pasukan Inggris sekarang berhadapan langsung dengan mereka. Pesawat militer Inggris yang terbang di atas Afganistan diketinggian 40000 kaki melalui peralatan canggih, telah menangkap ‘percakapan’ yang dilakukan pasukan Taliban dan yang mengejutkan mereka logat dari percakapan itu beraksen Midlands dan Yorkshire.

Hal ini cukup mencemaskan bagi pasukan militer Inggris karena peningkatan dari warga Inggris yang ikut berperang bersama taliban dalam beberapa bulan terakhir ini, komunikasi yang di dapat baik di darat maupun udara memperlihatkan adanya suara beraksen Inggris di garis depan pasukan taliban.(fq/ti)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/pasukan-inggris-perang-saudara-di-afghanistan.htm

Barat Ketakutan Dengan Perdamaian Pakistan-Taliban

ap_sufi_muhammad_090217_mn
Pemberlakukan syariah Islam, di Lembah Swat, yang terletak di di kawasan propinsi NWFP, membuat negara-negara Barat, merasa shock dan ketakutan. Perjanjian damai antara pemeritnah Pakistan – Taliban, yang dilandasi kesepakatan pemberlakuan syariah Islam, menjadi solusi sebuah konflik yang keras yang sudah berlangsung lama. Tentu, yang paling tidak menginginkan perjanjian damai antara Pakistan-Taliban adalah negara-negara Barat.

Pemimpin pejuang Taliban, yang memiliki 1000 pasukan, dan telah berperang melawan pasukan pendudukan AS di Afghanistan, ia datang ke Lembah Swat, dan disambut bagaikan pahlawan. Di sepanjang jalan dielu-elukan, tanpa henti. Kedatangan pemimpin pejuang Taliban ini, sehari sesudah penandatanganan perjanjian damai antara Pemerintah Pakistan-Taliban di Lembah Swat.

Sufi Muhammad, berhasil masuk ke kota Lembah Swat, yaitu Mingora, dan berbicara dengan menantunya, yang memimpin pejuang Taliban di Lembah Swat. Kelompok Taliban di Lembah Swat, merupakan kelompok Taliban yang terbesar di kawasan itu. Kedatangan Sufi Muhammad itu, disertai dengan para pejuang Taliban, yang menggunakan 300 kendaraan, motor dan mobil, dan sepanjang jalan mendapatkan sambutan yang hangat. “Hidup perdamaian. Hidup Islam”, teriakan kerumunan rakyat di sepanjang jalan di Lembah Swat, yang menyambut kedatangan Sufi Muhammad.

Tentu, yang paling tidak senang, perjanjian itu, negara-negara Barat,yang merasa cemas dan risau. Para pengamat barat yang berada di ibukota Pakistan, Islambad, nampak sangat cemas dengan adanya perjanjian itu. Karena, dengan pengakuan pemerintah Pakistan, dan perjanjian itu,nilai-nilai syariah Islam, yang pernah diberlakukan Taliban di seantero Afghanistan, kini diberlakukan di wilayah Pakistan, di mana wilayah itu menjadi basis gerakan Taliban, yang setiap saat dapat masuk ke Afghanistan.

Juru bicara Nato, James Apparthurai, di Brussel menyatakan : “Kami mempunyai perhatian yang serius terhadap situasi di kawasan Lembah Swat, yang sangat ekstrim itu”, tegasnya. Sementara itu, Sufi Muhammad, di Mingora menyatakan : “Kami ingn segera dibuka dialog dengan Taliban, dan berharap menantu saya dapat menciptakan perdamaian”. “Kami akan tetap tinggal di sini, sampai terwujud perdamaian”, tambah Muhammad.

Perjanjian ini salah satu usaha yang dijalankan pemerintah Pakistan, mengurangi ketegangan dan kekerasan yang terjadi di Lembah Swat, antara kelompok-kelompok suku di Perbatasan dan para pendukung pejuang Taliban. Karena, pendekatan dengan militer, tidak menghasilkan apapun, bagi sebuah penyelesaian konflik di Swat. (m/abc)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/barat-ketakutan-dengan-perdamaian-pakistan-taliban.htm

Awan Tag